Jingga membuka mata, kembali ke masa sebelum tragedi besar menimpa keluarga Amazon.
Kali ini, tidak ada lagi gadis lugu yang mudah dimanfaatkan, matanya penuh dendam dan kebencian.
Hanya ada satu hal, Balas Dendam!
Mari kila mulai permainannya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon To Raja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31. Meminta kompensasi
Buk!
Dengan kekuatan yang dimiliki pria itu, Bryan langsung terlempar sejauh 2 meter ke belakang membuat Tasya melototkan matanya.
"Siapa kalian?!" Bentak sang pria menatap Arga dengan garang.
Arga tersentak kaget, kenapa bukan Farhan yang ada di sini tapi malah orang yang terlihat keras.
"Kami datang kemari untuk mencari Farhan," kata Bryan.
"Cih! Siapa orang yang kalian maksud? Tidak ada orang bernama itu di sini, tapi satu hal yang pasti, kalian datang dengan niat buruk dan memaki disini, bahkan ingin menghancurkan rumahku? Meratakannya dengan tanah? Biar ku lihat dulu apakah kalian mampu menahan pukulanku!" Bentak sang pria dengan garang.
Bryan berdiri dari tanah mengusap wajahnya dan mendapati sudut bibirnya telah mengeluarkan darah bahkan mulai membanjiri mulutnya.
Ketika ia memuntahkan darah dari mulutnya, beberapa benda putih ikut keluar membuat Bryan menyadari beberapa giginya telah tanggal!
"Sial!" Gerutu Bryan menatap giginya yang ada di tanah.
"Apa katamu barusan!" Sang pria kembali mendekati Bryan membuat Bryan dengan cepat mundur beberapa langkah.
"Maafkan aku saudara, aku tidak bermaksud--"
"Tidak bermaksud apa?!" Bentak sang pria mengulurkan tangannya dengan cepat meraih kerah baju Bryan dan mengangkatnya tinggi.
Keringat dingin membasahi punggung Bryan saat ia menyadari kedua kakinya tidak lagi menapak di tanah, "saudaraku, kau sudah salah paham, aku tidak memaki mu, aku--"
"Banyak bicara!" Sang pria kembali marah dan dengan cepat mendaratkan sebuah pukulan lain di pipi Bryan yang masih mulus.
Tubuh Bryan kembali terlempar hingga ia masuk ke kolam ikan, tubuhnya basah kuyup, tetapi itu tidaklah lebih menyakitkan dari sesuatu yang kembali tanggal di dalam mulutnya.
Arga berdiri menatap kondisi Bryan yang sangat buruk, ia mengerutkan keningnya sebelum berkata, "maafkan kami saudara, sepertinya kami telah salah alamat, kami akan pergi sekarang."
Arga dengan cepat merangkul Tasya untuk menjauh, tetapi Baru beberapa langkah, sang pria kembali menahan lengan Arga.
"Kalian datang membuat keributan di rumahku dan ingin pergi begitu saja?" Sang pria berbicara sambil menatap tajam Arga dan menilik sekilas Tasya yang bersembunyi di belakang Arga.
"Kami hanya salah alamat, kalau kau tidak keberatan, kami akan memberikan kompensasi atas kekacauan yang kami buat hari ini, sebutkan saja berapa jumlah yang kau inginkan," ucap Arga.
Sang pria tersenyum licik, "berikan satu miliar ditambah perempuan yang berada di belakangmu ini, dia cukup pantas untuk menemaniku semalam," ucap sang pria.
"Badjingan!" Bryan berteriak keras setelah mendengar ucapan sang pria.
"Kau bilang apa barusan? Apa kau ingin kehilangan semua gigimu?" Sang pria menatap tajam Bryan membuat Bryan hanya bisa terdiam memegang erat ujung kemejanya.
Tubuh Tasya juga gemetar ketika ia menarik kemeja Arga, terlalu takut.
"Kawan," Arga menenangkan diri, asal mereka bisa keluar dari pintu itu, mereka bisa langsung menelpon polisi dan menangkap badjingan ini, tetapi saat ini situasinya sedang tidak menguntungkan mereka. Meski mereka ada dua pria, tetapi satu pria dihadapan mereka ini memiliki tenaga yang luar biasa tentu saja mereka tidak akan sanggup melawan.
"Kawan, kompensasi yang kau minta itu terlalu banyak, juga perempuan di belakangku ini adalah adik kami, Dia bukan perempuan yang bisa disentuh. Aku akan mengirim beberapa wanita ke tempatmu hari ini tetapi satu miliar itu, mari kita bernegosiasi Arga pasnya," ucap Arga.
"Bernegosiasi katamu? Aku lihat pakaian di tubuh perempuan ini setidaknya bernilai ratusan juta, tetapi mengeluarkan 1 miliar saja kalian tidak mampu? Kalau tidak ada satu miliar, jangan harap keluar dari pintu ini!" Bentak Sang pria.