NovelToon NovelToon
MENIKAH DENGAN MAFIA

MENIKAH DENGAN MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Anak Genius / Romansa Fantasi
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: Maya Melinda Damayanty

Untuk keluar dari penjara keluarga, Charoen Torrer harus menerima pinangan dari seorang mafia ternama. Walau hanya jadi istri sementara, tetapi demi kebebasannya. Char menerima tawaran itu tanpa berpikir dua kali.

Tanpa ia tahu ke depannya, hidupnya jauh lebih rumit di banding rumah yang rasanya seperti penjara itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya Melinda Damayanty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 8

Kendaraan mewah itu meluncur ke kediaman Alexander. Tak ada yang bicara di dalam mobil, Char duduk tenang di sisi Madam Rovelet yang juga duduk dengan presisi sempurna.

Punggungnya tegak, tatapannya lurus, kedua tangan ia letakkan sejajar di atas pangkuannya. Bahkan cara ia bernapas pun begitu teratur dan tenang setenang ekspresinya.

Char melirik dan memindai wanita di sisinya. 'Cantik' gumamnya dalam hati.

"Apa ada yang ingin anda tanyakan Nona Torrer?" tanya Rovelet menangkap basah tatapan penumpang mobil yang duduk di sisinya.

Char tergugup, ia terkejut ketika tiba-tiba kepala pelayan itu langsung menoleh dan menangkap lirikan matanya.

"Ti ... tidak Madam, saya ... saya hanya kagum pada anda ...," jawab Char seadanya.

"Anda belum mengenal saya. Bagaimana anda bisa kagum pada saya?" tanya Rovelet dengan alis terangkat.

Char tak mampu menjawab, tentu saja alasan apa yang ia gunakan. Ia tidak tahu kenapa juga dirinya menjawab seperti itu.

"Saya hanya menebak betapa kerasnya anda bekerja bersama Tuan Romanov," jawabnya lagi-lagi asal.

Alis Rovelet kembali terangkat, lalu ia menghadap pada Char dan menekuk lengannya di dada, menatap gadis yang akan dijadikan istri tuan mudanya. Ia sama sekali tidak tahu soal perjanjian antara sang majikan dan gadis di hadapannya.

"Nona Torrer! Apa anda seorang Intel pemerintah hingga seakan tahu bagaimana saya bekerja dengan Tuan Muda Romanov?" tanyanya kini ada nada ekspresinya. Bingung.

"Saya hanya melihat bagaimana gesture anda melayani saya yang adalah calon nyonya di rumah majikan anda, Madam ...."

Rovelet melepas dekapan lengan di dadanya secara perlahan ketika mendengar jawaban Char. Sungguh ia memang tidak menganggap gadis yang sebentar lagi akan jadi nyonya di rumah tempat ia bekerja.

Char duduk dengan santai, punggungnya menyandar pada jok mobil yang terbungkus dari kulit sintetis berharga tinggi. Wangi Wood begitu lembut dan tak membuat penumpangnya pening. Char duduk layaknya nyonya besar, Rovelet salut akan keyakinan gadis yang duduk di sisinya itu.

"Maaf jika perlakuan saya tidak membuat Nona nyaman," ujarnya meminta maaf.

Charoen menyunggingkan senyum tipis—bukan senyuman mengejek, melainkan sebuah simpul bibir yang memancarkan ketenangan absolut. Ia melirik Madam Rovelet melalui ekor matanya, menikmati perubahan dinamika yang baru saja terjadi di dalam mobil mewah tersebut.

"Tidak perlu meminta maaf, Madam Rovelet," ujar Charoen halus, suaranya tenang namun memiliki bobot yang tak bisa diabaikan. "Saya menyukai kejujuran. Sikap skeptis Anda sangat wajar. Bagaimanapun, dalam pandangan orang-orang di kastil itu, saya hanyalah gadis yang tiba-tiba datang dari keluarga Torrer."

Madam Rovelet memiringkan kepalanya sedikit, menatap Charoen dengan binar penilaian yang lebih dalam. Sikap gadis di depannya ini sama sekali tidak mencerminkan seseorang yang minder, ketakutan, atau haus akan pengakuan. Charoen tahu persis posisinya, namun ia menolak untuk terlihat kerdil.

"Anda berbeda dari wanita-wanita yang pernah mencoba mendekati Tuan Muda," komentar Rovelet jujur, suaranya melunak satu tingkat dari nada kaku yang biasa ia gunakan.

"Karena saya tidak sedang mencoba mendekatinya, Madam," balas Charoen santai sambil membuang pandang ke balik jendela mobil, menatap gerbang besi raksasa Kastil Romanov yang perlahan terbuka lebar menyambut kedatangan mereka.

Char turun ketika supir membukakan pintu untuknya, lalu ia digiring ke mobil yang lain. Sebuah mobil Alphard dengan logo keluarga Romanov terpampang jelas di bamper depan mobil itu.

Ketika pintu mobil terbuka, Alexander sudah ada di dalam sedang menatap tablet. Char sedikit lama masuk.

"Apa harus aku gendong kau masuk?" sebuah suara yang membuat Char langsung terkejut dan naik ke mobil.

Setelah duduk nyaman, kendaraan itu pun kembali berjalan membelah kota Seradam.

Sama seperti sebelumnya, perjalanan itu dalam mode senyap. Tak ada yang bicara, Raph yang duduk di sisi supir sampai melirik kaca spion tengah.

Jika semua gadis akan langsung menarik perhatian atasannya. Tapi di sana, Char tak melakukan apapun selain duduk tenang dan menikmati perjalanannya.

'Sudah lebih dari sepuluh gadis yang diuji. Tapi baru ini yang langsung memberi batasan pada Tuan Muda?" gumamnya dalam hati.

Raphael mengingat gadis keluarga siapa saja yang pernah ditawarkan oleh Alexander dengan alasan yang sama. menjadi jaminan perusahaan ayah atau keluarga mereka. Dari wanita yang selalu bicara, malu-malu, ceria bahkan ada yang begitu rapuh, ada juga yang langsung bersikap manja pada atasannya. Semua gugur di awal pertemuan, mereka hanya membawa pulang cek senilai lebih dari utang perusahaan keluarga mereka.

Tapi ini, Charoen begitu dingin, ucapan gadis itu yang mengatakan jika Alexander bukanlah pria idamannya, membuat sang gadis bertahan hingga ke dua kali pertemuan dan langsung dipanggil oleh tuan besar mereka yang adalah kakek dari Alexander sendiri.

Dua puluh menit berlalu, kendaraan mewah itu masuk sebuah pemukiman elit. Char menatap kastil-kastil menjulang tinggi. Ia merasa dibawa ke kawasan kerajaan abad pertengahan di mana Count Dracula berkuasa.

Mobil Alphard itu masuk halaman yang luasnya melebihi lapangan sepak bola. Lalu berhenti tepat di sebuah bangunan mewah dengan design eropa klasik dengan cat berwarna serba putih.

Di depan teras ada sepetak tanah berbentuk bulat berisi bunga mawar putih. Char menatap bunga-bunga cantik itu dengan mata berbinar. Terlibat kupu-kupu kecil bersayap kuning dan beberapa kumbang tengah hinggap di sana.

"Indah sekali," pujinya tulus.

"Mendiang ibuku yang menanam itu," suara Alexander sangat berbeda saat mengatakan itu.

Char menoleh, melihat mimik wajah sang taipan yang tidak datar, malah lembut dan penuh kerinduan yang hangat. Char tentu tak percaya dengan apa yang ia lihat. Hingga sebuah suara membuyarkan semuanya.

"Tuan Muda ... Tuan Besar sudah menunggu anda!"

Wajah Alexander kembali datar dan dingin. Char merasa ia kembali pada kenyataan.

Perubahan ekspresi Alexander yang berlangsung tak sampai dua detik itu tercetak jelas dalam ingatan Charoen. Pria yang biasanya memancarkan aura membeku bagai es itu ternyata menyimpan ruang yang begitu rapuh dan hangat—sebuah sisi humanis yang sengaja dipagari rapat dari dunia luar.

Alexander menggenggam tangan Char. Gadis itu terkejut, dengan cepat ingin menepis tapi genggaman itu sangat erat, Char menatap bingung.

"Nona ... yang akan kau hadapi adalah seseorang yang tidak akan ada dalam benakmu!" tekannya hingga membuat Char berhenti untuk melepaskan genggaman tangan yang sebenarnya hangat itu.

Pintu utama berderit terbuka, menampilkan interior kediaman Tuan Besar Rudolph Romanov yang luar biasa megah. Di ujung aula berlantai marmer putih berukir emas, Rudolph sudah duduk di kursi kebesarannya, memegang tongkat kayu berujung perak seraya menatap pasangan muda itu dengan mata kelabunya yang cerdik.

"Kalian terlambat dua menit!" seru suara gelegar Rudolph yang menggema di seluruh ruangan, memotong keheningan dengan aura dominasi monarki mafia.

Glek!

Char menelan ludahnya dan tak sadar, ia menggenggam erat tangan besar yang juga menggenggam tangannya.

bersambung.

Jeng! Jeng! Jeng!

Next?

1
Eni Istiarsi
heran dengan orang tua modelan kayak gitu. anak sendiri dinistakan dan ditindas
Anita Barus
makin seru lanjut
Deyuni12
Waaah
semakin seru nh,gak sabar nunggu reaksi keluar char terutama ayahnya n si grace
Anita Barus
Grace KLO caper jgn menjatuh kan char lu kira omongan Lo digubris kagak lagi
Deyuni12
idikh
si Grace carmuk.banget
Anita Barus
🤣🤣🤣🤣
Deyuni12
lanjut
Anita Barus
Alex malu kalau berita tentang dirinya yg pingsan di depan pabrik roti tersebar di seantero kota bahkan dunia mungkin
Eni Istiarsi
Pak Palace mengingatkanku pada Mama Iya
Deyuni12
haha
gengsi Segede gunung
Deyuni12
bucin akut nh sang mafia
S.R ciplux
🤣🤣🤣🤣 udah kecintaan
Anita Barus
lanjut
Anita Barus
keluarga adik gorgio mulai dari bapak nya ibunya sampai kedua anak2 nya stres alias SGM sinting gila dan miring 🤣🤣🤣🤣🤣
S.R ciplux
orang tuamu jg terlalu percaya sama hasutannya grace char.
Deyuni12
next
Anita Barus
sang mafia sekarang rindu rumah teros nih ya
S.R ciplux
siapakah ibu raphael
Anita Barus
wah beneran jatuh cinta ni si Alexander
Deyuni12
waaaah
bau bau akan keromantisan n kebucinan sang mafia akan segera menguar nh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!