NovelToon NovelToon
Istri Lain Suamiku

Istri Lain Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:34.6k
Nilai: 5
Nama Author: Melia Andari

Elena Larasati, tidak pernah menduga jika tiga tahun menikah dengan Angga Mahardika, membawa hidupnya dalam kehancuran.
Cinta yang selama ini ia genggam dan jaga dengan baik, ternyata dibalas pengkhianatan yang menyakitkan.
Elena tidak pernah tahu jika selama ini ada wanita lain yang juga berperan seperti dirinya di sisi Angga.
Hingga sebuah peristiwa membongkar semuanya, dan Elena merasa dunianya hancur seketika.
"Ceraikan aku sekarang juga, Mas. Aku nggak sanggup kalau harus berbagi," desak Elena.
"Tidak. Saya tidak akan pernah menceraikan kamu, Elena!" tolak Angga tegas.
"Aku nggak bisa, Mas! Aku mau kita pisah!"
"Tidak akan, Elena. Saya sangat mencintai kamu. Sampai kapanpun kamu akan tetap menjadi istri saya!"

Bagaimana Elena melewati kehidupan rumah tangganya dengan kenyataan ada istri lain di sisi suaminya?

Disclaimer hanya untuk yang kuat saja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melia Andari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jelaskan Semuanya

Elena menoleh dengan nafas memburu. Seketika wajahnya berubah pucat.

"Mas Angga?"

Pria itu berdiri di hadapannya dengan nafas yang sama tidak beraturannya. Kemeja yang dikenakannya tampak sedikit kusut, seolah ia datang terburu-buru.

"Kita pulang sekarang, Elena."

Elena menepis kasar tangan Angga darinya. "Jangan sentuh aku!"

Angga terdiam. Tatapannya jatuh pada wajah Elena yang sembab, mata yang membengkak, serta pipinya yang masih dipenuhi bekas air mata.

Dadanya pun terasa diremas. Ia belum pernah melihat Elena menangis separah ini.

"Elena.."

"Aku nggak mau pulang, Mas. Jangan paksa aku."

"Kamu istri saya. Pulangnya adalah ke rumah saya, Elena. Rumah kita."

Mendengar itu, Elena tersenyum getir. "Rumah kita?"

"Sejak hari ini itu bukan rumahku lagi, Mas."

"Jangan bicara begitu, Elena. Saya bisa kasih semuanya ke kamu. Tapi sekarang kita pulang dulu, jangan emosi begini."

"Apa mas? Jangan Emosi?? Kamu sadar nggak ngucapin itu hah?"

"Aku baru saja melihat suamiku duduk mesra dengan perempuan lain di rumah sakit. Aku melihat sendiri, Mas!"

"Bukan mendengar dari orang lain. Bukan fitnah. Tapi aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri."

Angga memejamkan mata sesaat. "Semuanya tidak seperti yang kamu pikirkan, Elena."

Kalimat itu membuat Elena tertawa pahit. "Nggak seperti yang aku pikirkan?"

"Mas, bahkan sekarang kamu masih menganggap aku bodoh? Cindy sedang hamil, karena itu kamu mengantarnya ke rumah sakit dan dokter kandungan kan?"

"Kalian duduk berdua. Dia bersandar di bahumu, dan kamu membiarkannya. Sampai sekarang masih mau bilang aku salah paham? Bahwa dia bukan siapa-siapa kamu?"

Angga mengusap wajahnya dengan kasar.

"Oke, saya akan jelaskan kepadamu dengan sejelas-jelasnya. Tapi tidak di sini. Ini tempat umum, Elena. Kita tidak bisa membahas rumah tangga kita di tempat umum seperti ini, apalagi jika ada orang luar yang mendengarkan," ucap Angga seraya melirik ke arah Siska.

Wanita itu seakan mengerti. Ia pun pamit kepada Elena.

"El? Sepertinya kalian perlu bicara dulu. Nanti hubungi aku jika kamu ada perlu apa-apa ya?"

"Sis, aku nggak mau, aku nggak mau sama dia dan—"

"Elena," panggil Angga.

"Saya masih suami kamu. Kamu ikut saya pulang dulu. Kita akan bicara baik-baik. Saya akan jelaskan semuanya."

Elena terdiam. Ia tidak enak terhadap Siska yang masih menunggunya dengan bingung, sementara Angga telah mengusirnya secara halus.

"Nanti aku akan menghubungimu ya Sis. Terima kasih untuk hari ini," ucap Elena pada akhirnya.

"Sama-sama. Aku pergi dulu," pamit Siska lalu berjalan menjauhi Elena dan Angga.

"Ayo kita pulang," ajak Angga seraya menyentuh tangan Elena, namun Elena menariknya.

"Jangan sentuh aku, Mas!"

"Elena..."

"Kamu mau aku ikut pulang atau nggak?"

Angga menghela nafasnya lalu mengangguk. "Ya sudah, ayo naik ke mobil saya."

"Aku bawa mobil sendiri," sahut Elena seraya berjalan menuju mobilnya.

Namun saat hendak masuk ke dalam, Angga menahannya. "Kita pulang ke rumah, bersama saya. Naik mobil saya, Elena."

Elena pun menoleh jengah. "Aku mau pulang sendiri, Mas!"

"Tidak, Elena. Kamu pulang sama saya. Mau masuk sendiri atau saya yang bawa kamu masuk?"

Elena mengeraskan rahangnya. "Aku benci kamu, Mas!" desis Elena seraya berjalan menuju mobil Angga.

****

Beberapa puluh menit kemudian, mereka pun telah tiba di rumah. Elena masuk ke dalam kamarnya dengan langkah yang cepat, sementara Angga berjalan mengikutinya dari belakang.

Elena masuk ke dalam kamar utama, diikuti oleh Angga. Pria itu pun menutup dan mengunci pintunya dengan rapat. Ia memperhatikan Elena sejenak, yang duduk di tepi ranjang dengan wajah pucat.

Ia pun berjalan mendekatinya.

"Elena..."

"Sekarang jelaskan. Jelaskan semuanya kepadaku, mas!" pinta Elena.

Angga menghela nafasnya, lalu duduk berlutut di hadapan Elena, agar tubuhnya sejajar dengan wanita itu.

Untuk sejenak Angga terdiam. Ia hanya menatap istrinya dengan lekat.

"Kenapa kamu diam, mas? Kamu nggak bisa jelasin?"

"Elena, saya memang salah karena tidak menjelaskan semuanya dari awal."

"Kalau begitu jelaskan sekarang!" Suara Elena meninggi, seolah tidak sabar lagi.

"Jelaskan kenapa perempuan itu hamil! Jelaskan kenapa kamu sering menemuinya! Jelaskan kenapa ada parfum wanita di bajumu! Jelaskan kenapa ada struk belanja vitamin ibu hamil di jasmu! Jelaskan semuanya!"

Angga membisu. Elena telah tahu semuanya.

Dan keheningan itu justru menjadi jawaban paling menyakitkan bagi Elena. Air matanya pun kembali jatuh.

"Lihat...Kamu bahkan nggak bisa menjawab, Mas."

"Jadi semua benar kan? Dia hamil anak kamu kan mas? Kalian selingkuh di belakangku kan?"

"Elena..."

"Dia hamil kan mas?"

"Iya."

"Dan itu anak kamu kan?"

Angga terdiam beberapa saat, lalu menjawab lirih. "Iya, itu anak saya."

Elena mengeraskan rahangnya mendengar itu. "Lalu apa kamu sudah menikah dengannya?"

Angga menatap Elena sejenak, memperhatikan mata coklat itu dengan lekat. Ia tidak ingin Elena semakin bersedih, tetapi ia tidak bisa lagi menutupinya.

"Iya, Elena. Saya dan Cindy sudah menikah, beberapa bulan yang lalu."

Elena benar-benar merasa hancur. Ia mendorong tubuh Angga menjauh darinya lalu dengan cepat ia berjalan ke arah pintu.

Namun dengan cepat Angga menahan tubuh Elena dalam dekapannya.

"Elena...tenang dulu, Elena. Dengarkan dulu semua yang ingin saya katakan!"

"Pergi kamu mas. Pergi dari hadapanku! Jangan sentuh aku!"

"Tidak, Elena... Dengarkan saya dulu..."

"Aku mohon lepasin aku," lirih Elena dengan tubuh yang lemah hingga tubuh itu pun merosot jatuh di dalam pelukan Angga.

"Elena...?"

"Elena...."

1
sunaryati jarum
Jika benar Angga belum pernah menyentuh Cyndi,lantas anak siapa? Berarti Cyndi menjebak Angga saat sudah hamil Berarti perkataan dr Evan dan Elena benar , jika anak yang dikandung Cyndi bukan anak Angga.Pasti sangat menyesal Angga telah menikahi Cyndi,tapi kok di depan Elena selalu memberi perhatian
Ma Em
Dasar pelakor tdk tau diri sdh rebut suami orang sekarang malah mau menguasai , bkn Elena yg bercerai dgn Angga tapi kamu Cindy yg akan diceraikan Angga .
Ratih Tupperware Denpasar
si jalqng pengen merasakqn keperkasaan angga berarti angga sebenernya belum pernah nyentuh dia. trus anak siapa ug dia kandung? jamgan2 anak pak tofan? kalo bener itu gala bener2 gila
Jhein Tayu
up bnyk2 dong
Ma Em
Ayo bangkit Elena jgn lemah Elena hrs tegar dan berani lawan Angga jgn mau diperlakukan semau Angga , Angga bkn mencintaimu Elena Angga hanya terobsesi dgn Elena , kalau Angga benar2 mencintai Elena Angga tdk mungkin selingkuh dgn Cindy jadi Angga anggap Elena bkn istri yg hrs dihormati dicintai dan disayang tapi menganggap Elena seperti barang yg sdh dikuasai tdk boleh disentuh orang lain .
Ana Martino
sorry Thor, aku hapus dr daftar ku. takut cerita km aku kasi ⭐ satu
sunaryati jarum
Cerai saja Elena
cinta semu 2
percuma saja terima saja takdir u Elena 🤣🤣🤣🤣 poligami
cinta semu 2
ancam dgn melukai diri sendiri 🤣🤣🤣🤣biar Angga TDK mendekati u Elena,,kocak ya...habis greget dari awal g ada jln keluar ny ...🤣🤣
Bella syaf
sedih ya jadi Elena, suami baik dan cinta tp nyakitin. sakitnya malah lebih nyesek drpd suami kasar
Herdian Arya
minggat saja elena, jangan sok kuat dan pintar
Lisa Maisa
Ternyata si cindy dikasih obat tidur sm Angga😄
sunaryati jarum
Tendang saja burungnya , jangan kalah sama manusia egois.Kamu manusia bukan barang yang tidak punya perasaan.
Sri Murtini
Knp angga sangat egois ,kawatir Elena lepas darinya. Gimana klu tau anak yg dikandung cindy bukan anaknya. krn angga dijebak. tunjukkan hal tsb biar terbukasemuanya🤣🤣🤣
sunaryati jarum
Selalu rekam sikap manipulatif Cyndi Elena, dan rekam juga sikap mesra dan perhatian Angga pada Cyndi jadi kamu banyak bukti
sunaryati jarum
Kamu egois Angga ,kamu sesuka hati menyakiti Elena.Kamu dan Cyndi harus menerima balasan kesakitan hati dan kehancuran hidup yang pedih.Untuk Elena mulai.sekarang jangan meneteskan air mata untuk suami laknat seperti Angga.Terus provokasi Cyndi sampai down.Buat Angga sibuk mengurusi Cyndi dan mengurus bayi yang bukan anaknya.Maka dengan bantuan dr Evan. kamu punya celah menggugat
sunaryati jarum
Kamu seharusnya instrospeksi diri Angga jika kamu marah hanya melihat Elena bersama pria lain, bagaimana perasaan Elena yang setiap hari melihat keromantisan kamu dan Cyndi
sunaryati jarum
Nah ,kamu sekarang punya lawan yang tidak bisa mengekang jiwa Elena,Angga.Kamu terlalu percaya sikap manipulatif Cyndi,Angga.Dan itu tambah menyakiti Elena
sunaryati jarum
Benar Elena, ikuti saran dr Evan, untuk membuat Cyndi jatuh mental
sunaryati jarum
Kamu salah Angga,Elena punya pelindung jiwanya yang setia,tidak seperti kamu yg pengkhianat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!