NovelToon NovelToon
MY MAFIA HUSBAND

MY MAFIA HUSBAND

Status: tamat
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu / Pengantin Pengganti / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 5
Nama Author: zarin.violetta

Ophelia Martin datang menggantikan kakak tirinya untuk menikahi seorang mafia, Bleiz Russo, karena hutang ayah tirinya.

Dia siap menghadapi monster yang dia pikir tua dan bengis itu.

Tapi ketika Ophelia memasuki kastil gelap dan dingin milik Bleiz Russo—dia tidak menemukan kakek-kakek keriput bertato dan tatapan menjijikkan itu.

Yang dia temui justru pria berusia tiga puluh tahunan dengan wajah mempesona, mata elang sedingin es, dan tubuh tegap yang terbalut jas berwarna gelap setara dengan auranya.

Pria itu ternyata menyodorkan kontrak sederhana, bukan sebuah pernikahan normal yang mungkin hanya akan berjalan sementara.

Ophelia hanya disuruh hamil darah dagingnya, dan itu membuat hutang ayah tirinya lunas. Tidak perlu ada cinta. Tidak perlu ada tuntutan. Bleiz hanya perlu wadah untuk pewarisnya.

Bleiz menyentuhnya seperti barang berharga, tapi menatapnya seperti debu tak berarti. Ophelia pernah menyaksikan sendiri bagaimana tangan kuat itu dengan tenang mematahkan tulang pengkhianatnya. Dia pikir dia akan mati ketakutan.

Tapi ternyata setiap kali jarak mereka hanya beberapa sentimeter, justru detak jantungnyalah yang paling berisik?

Ophelia harus mengingat satu aturan. Jangan pernah jatuh cinta pada iblis yang hanya menginginkan rahimmu.

Namun bagaimana caranya bertahan, ketika iblis itu mulai membelai perutnya yang mulai berisi, dengan tatapan yang untuk sekilas terlihat seperti ... ketakutan akan kehilangan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertempuran Sengit

“Kita tidak bisa bertahan di sini," kata Bleiz. "Kita harus bergerak ke lantai atas. Di sana kita bisa mendapatkan posisi yang lebih baik."

"Tapi Tuan, mereka sudah menguasai tangga!"

Bleiz masih berusaha bersikap tenang. “Kita akan membuat jalan sendiri."

Marcus mengangguk dan mengeluarkan granat asap dari sakunya, persiapan darurat yang selalu dia bawa kemana-mana. Dia melemparkannya ke arah tangga, dan dalam hitungan detik, gudang dipenuhi asap tebal.

"Sekarang! Bergerak!" teriak Bleiz.

Mereka berlari melalui kabut asap, menembak ke arah bayangan-bayangan yang bergerak di sekitar mereka. Dua pengawal Bleiz jatuh tertembak di tengah jalan, tapi Bleiz dan Marcus berhasil mencapai lantai dua.

“Di mana Aunt Elena?” Bleiz mencari wanita paruh baya itu.

Bleiz melihat ke seluruh gudang dari tangga. Kemudian Bleiz melihat Don Stefano berdiri di pintu masuk, dikelilingi oleh anak buahnya. Wajah pamannya itu tampak puas, tersenyum dengan kemenangan.

"Bleiz, keponakanku tersayang!" teriak Don Stefano dari bawah. "Kau pikir kau bisa mengalahkanku dengan bantuan Elena? Kau pikir aku tidak tahu pertemuan kalian?"

Bleiz tidak menjawab. Dia mengarahkan senjatanya ke arah Don Stefano dan menembak. Tapi salah satu anak buah Don Stefano berhasil mendorong bosnya ke samping, dan peluru itu hanya mengenai lengan Don Stefano.

"Kau terluka!" seru salah satu anak buah Don Stefano.

"Tidak apa-apa!" teriak Don Stefano sambil memegang lengannya yang berdarah. "Tangkap dia! Aku ingin dia hidup!"

Pertempuran semakin sengit. Bleiz dan Marcus bertahan di lantai atas, menembak satu per satu anak buah Don Stefano yang mencoba naik.

Dan jumlah mereka terus berkurang. Marcus sudah terluka di bahunya, dan peluru Bleiz juga mulai habis.

"Tuan, kita tidak bisa bertahan lebih lama lagi," kata Marcus dengan napas terengah-engah. "Kau harus lari. Aku akan menahan mereka."

"Tidak!" bentak Bleiz. "Aku tidak akan meninggalkanmu."

"Kau harus! Nyonya Ophelia membutuhkanmu. Kau tidak boleh mati di sini."

Bleiz menatap Marcus. Ada kesetiaan di mata pengawalnya yang membuatnya terharu. Tapi sebelum dia bisa menjawab, sebuah tembakan menyeruak dari bawah, mengenai kaki Bleiz.

Dia jatuh dengan raungan kesakitan, senjatanya terlepas dari genggamannya.

"Tuan!" teriak Marcus.

Tapi sebelum Marcus bisa membantunya, beberapa anak buah Don Stefano berhasil naik ke lantai atas dan menangkap Bleiz. Mereka menyeretnya ke bawah, menyeretnya di hadapan Don Stefano.

"Ah, akhirnya," kata Don Stefano sambil tersenyum. "Kau pikir kau bisa mengalahkanku, Bocah?"

Bleiz meludah ke arah pamannya, tapi Don Stefano hanya tertawa. Dia melirik ke arah Elena yang ditahan oleh dua anak buahnya.

"Dan kau, Elena," kata Don Stefano. "Aku sudah memperingatkanmu. Tapi kau tidak pernah mau mendengarkan."

Dia berjalan mendekati Elena dan mengarahkan senjatanya ke kepalanya. "Sekarang, kau akan menyaksikan kematian orang yang bersekutu denganmu; Bleiz. Dan kemudian, aku akan mencari istrimu tersayang, lalu kau akan menyusulnya."

*

*

Bleiz berlutut di lantai yang sudah menjadi tanah, darah mengalir dari lukanya di kaki. Rasa sakit menjalar ke seluruh tubuhnya, tapi pikirannya berusaha tenang. Dia menatap Don Stefano, lalu ke Elena, lalu ke sekelilingnya.

Dia melihat Marcus, yang juga ditangkap, berusaha melepaskan diri. Dia melihat anak buah Don Stefano yang berjaga di sekeliling.

Dan dia melihat sebuah tong besar di lantai dua, tepat di atas kepala Don Stefano. ‘Bagaimana caranya menjatuhkan itu?’

"Selamat tinggal, Elena," kata Don Stefano, jarinya mulai menarik pelatuk.

Tapi sebelum dia bisa menembak, Bleiz bergerak. Meskipun kakinya terluka, dia melompat ke depan, menabrak Don Stefano dengan seluruh sisa kekuatannya. Tembakan Don Stefano meleset, mengenai langit-langit.

"Kau!" teriak Don Stefano dengan marah. Dia mengarahkan senjatanya ke arah Bleiz. "Kau akan mati!"

Tapi Bleiz lebih cepat. Dengan cepat, dia meraih senjata Don Stefano dan membelokkannya. Dalam sekejap, dia telah menguasai senjata itu dan mengarahkannya ke dada pamannya.

"Selamat tinggal, Paman. Kali ini aku tak akan memberimu kesempatan lagi," bisik Bleiz.

Dia menarik pelatuknya.

Tembakan itu menggema di seluruh gudang. Don Stefano terhuyung, matanya terbuka lebar dengan ekspresi tidak percaya. Dia melihat ke dadanya, di mana lubang berdarah mulai terbentuk, lalu ke arah Bleiz.

"Kau …" kata Don Stefano dengan suara terengah-engah. "Kau … membunuhku …"

"Untuk semua yang kau lakukan," kata Bleiz dingin. "Untuk keluargaku. Untuk semua orang yang kau hancurkan."

Don Stefano jatuh ke tanah. Darah menggenang di bawah tubuhnya, dan matanya tetap terbuka, menatap kosong ke langit-langit gudang.

Tapi pertempuran belum berakhir. Marcus mulai melawan dan mengambil senjata anak buah Don Stefano lalu menembaki mereka.

Begitu juga dengan Bleiz. Hingga akhirnya tak ada lagi suara tembakan. Bleiz dan Marcus masih berdiri dengan sisa tenaga mereka.

“Good job, Marcus,” ucap Bleiz dengan napas terengah-engah.

Namun, ada salah satu anak buah Don Stefano yang masih sadar, seorang pria besar dengan tato di wajahnya, menatap marah dari arah lantai dua dan mengarahkan senjatanya ke arah Bleiz.

"I’ll kill you!" teriaknya.

Bleiz berusaha bergerak, tapi kakinya yang terluka membuatnya lambat. Dia melihat pria itu menarik pelatuk, dan kemudian terasa rasa sakit yang luar biasa di kakinya lagi.

Tembakan kedua mengenai kaki Bleiz, kali ini lebih dalam. Dia jatuh ke tanah dengan kesakitan, tidak bisa bergerak.

Tapi itu belum selesai. Pria itu menjatuhkan tong besar dari atas. Bleiz melihat ke atas. Sebuah tong besar, berisi entah apa, tergantung di tepi lantai dua. Bleiz hanya bisa mematung saat tong itu jatuh ke arahnya.

"TIDAK!" teriak Elena.

Tapi tidak ada yang bisa menghentikannya. Tong besar itu jatuh tepat mengenai kepala Bleiz dengan bunyi mengerikan. Bleiz masih berusaha menghindar meskipun sebagian kepalanya terkena.

*

*

1
Omah Tien
cw bdh biar kan aja ma2 mu mt
Ayu
Salah satu novel terbaik..ilai dari kata2nya,alur cerita dan para tokoh nya.. sukaaaaaaaa bangettt
Indra Wahyu Rianti
wow
HaZeL
❤️❤️❤️
Ayu
ooouu udh cup cup bibir yaaa..🤭
Vitriani
👍
Yuli E
bagus
Indra Wahyu Rianti
Yaa Tuhan Opheeeeeel😭
Tutik Karlos
NNT d kira selingkuh
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Lah sudah tamat tah, ga terasa sudah sampe akhir bab padahal baru penganten baru dan MP di kirain sampe punya anak.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Wah Leander sekarang gercep.👍🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Wkwkkw... Leander kalau kalau soal keberanian tentang perasaan kalah sama Noah, Noah lebih blak²an ga gengsian, ga ego tinggi dan lebih satset kayaknya beda sama Leander yang masih nyangkal dan ego tinggi./Joyful/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Semangat Ev, untuk menjalani hidup baru mu.💪
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Sabar ya Ev, mungkin dengan kejadian ini kamu bisa mengambil satu langkah berani dengan mulai mau mengenal dunia luar lebih jauh lagi tanpa harus lama² terpuruk karna merasa di kecewakan lagi dengan harapan sendiri.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Awas Loh Leander jangan sampe bikin Evren kembali ke setelan awal setelah susah payah dia mulai percaya padamu dengan membuat kesalahan.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kenapa ga berusaha untuk terus mencoba berani Ev, seengganya untuk dirimu sendiri karna hidup memang sudah pasti ada bahagia dan kecewa.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Akhornya Evren mulai mencair dan beradaptasi dengan suasana sekitarnya, jangan terus memupuk rasa rendah dirimu Ev karna Ophelia dan Bleiz tulus menerima kamu di keluarga mereka.👍
Indra Wahyu Rianti
cerita mafia yg maniz 🔥
Indra Wahyu Rianti
bleiz manis sekali 😚
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kamu terlalu lama membuka diri Ev, jangan terus piara ketakutan kamu dalam pikiranmu tapi coba perhatikan dan kenali mereka biar kamu tau mereka layak kamu percaya atau ngga.

Jangan menyama ratakan semua orang buruk... Ayahmu mungkin kamu anggap jahat karna ga pernah bisa menemuimu tapi dia sayang padamu dengan caranya jadi sekarang hargai mereka yang sudah tulus perhatian dan sayang padamu.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!