Di Dunia Bela Diri, kekuatan adalah kebenaran mutlak dan kelemahan adalah dosa tak berampun.
Ye Xuan, jenius nomor satu yang pernah dibanggakan oleh klannya, jatuh ke dasar jurang penderitaan setelah dikhianati oleh orang yang paling ia percayai. Meridiannya diputuskan, kultivasinya dihancurkan, dan ia dibuang ke Tebing Mayat untuk membusuk bersama rongsokan dan tulang-belulang.
Namun, di saat napas terakhirnya hampir berhembus, darahnya mengaktifkan sebuah artefak misterius dari zaman purba.
[Ding! Sistem Ekstraksi Surgawi telah aktif!]
Kini, seluruh alam semesta adalah harta karun bagi Ye Xuan.
Menyentuh pedang berkarat? Mengekstrak Niat Pedang Tertinggi!
Menemukan mayat monster tingkat rendah? Mengekstrak Garis Keturunan Binatang Buas Kuno!
Mengamati musuh yang sedang berlatih? Mengekstrak Teknik Rahasia Langsung ke Tingkat Sempurna!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8: Menembus Formasi dan Memasuki Hutan Kematian
Suasana di Alun-alun Pedang Surgawi sangat mencekam. Udara terasa membeku oleh niat membunuh Tetua Agung Zhao Wu yang menguar tanpa henti. Di bawah todongan senjata para diakon, ribuan murid berdiri gemetar bak ternak yang menunggu giliran disembelih.
"Lapor, Tetua Agung! Murid ini menyembunyikan sebuah Pil Teratai Salju di cincin spasialnya!" seru seorang diakon sambil menyeret seorang murid luar yang pucat pasi.
"T-Tidak! Itu pil penyembuh yang kubeli di pelelangan kota bulan lalu! Aku tidak ada hubungannya dengan Puncak Inti—"
BAM!
Sebelum murid itu selesai berbicara, Zhao Wu hanya melambaikan tangannya. Sebuah telapak tangan raksasa dari energi spiritual emas menghantam murid malang itu, meledakkannya menjadi kabut darah di depan ribuan mata yang ngeri.
"Lanjutkan! Siapa pun yang memiliki atribut es, air, atau menyembunyikan kultivasinya, bunuh di tempat! Aku lebih baik membantai seribu orang tak bersalah daripada membiarkan satu pembunuh cucuku lolos!" raung Zhao Wu gila.
Di barisan belakang, Ye Xuan menyaksikan kebrutalan itu dengan mata datar.
"Sekte Pedang Berkabut sudah membusuk dari akar hingga ke daunnya," batin Ye Xuan.
Meskipun Akar Spiritual Melahap Surga dan Garis Keturunan Bunga Ilusi miliknya bisa menyembunyikan auranya dengan sempurna dari Cermin Pendeteksi Qi, Ye Xuan tidak ingin membuang waktu menunggu antrean pemeriksaan fisik yang bodoh ini. Setiap detik berharga untuk mempersiapkan diri menghadapi Alam Rahasia Makam Pedang tiga hari lagi.
Memanfaatkan kepanikan kerumunan akibat eksekusi barusan, Ye Xuan perlahan mundur. Saat awan tebal menutupi bulan dan membuat bayangan alun-alun memanjang, ia mengaktifkan Teknik Langkah Bayangan.
Wush.
Tubuhnya seolah mencair, menyatu dengan kegelapan pilar batu di tepi alun-alun, dan menghilang tanpa ada satu pun murid atau diakon yang menyadarinya.
Gerbang Selatan Sekte Pedang Berkabut.
Biasanya, gerbang ini dijaga oleh selusin murid elit. Namun malam ini, sebagian besar dari mereka telah ditarik ke alun-alun. Hanya tersisa dua murid yang berjaga, dan mereka pun tampak tegang menatap kubah energi berwarna emas transparan yang menyelimuti seluruh area sekte—Formasi Pengunci Gunung.
Formasi ini ditenagai oleh nadi bumi dan diatur langsung oleh Formasi Besar Sekte. Jangankan seorang murid Pembentukan Qi, bahkan kultivator Alam Pondasi Spiritual pun akan terpental muntah darah jika mencoba menerobosnya secara paksa.
Ye Xuan berdiri di balik bayangan pohon besar, mengamati kubah emas itu. Ia tidak mengeluarkan senjata, melainkan hanya melangkah keluar dengan tenang.
"Hei! Siapa di sana?!" tegur salah satu penjaga saat melihat siluet Ye Xuan. "Gerbang ditutup! Kembalilah ke alun-alun—"
Sring!
Ye Xuan tidak berbicara. Ia hanya menjentikkan jarinya. Dua bilah angin tipis yang tercipta dari energi Qi tajam melesat menembus kegelapan, memotong tenggorokan kedua penjaga itu bahkan sebelum mereka sempat menarik pedang. Keduanya tumbang tanpa suara.
Ye Xuan melangkah melewati mayat mereka dan berdiri tepat di depan penghalang emas Formasi Pengunci Gunung. Permukaan formasi itu beriak seperti air, memancarkan fluktuasi energi yang mengancam akan menghanguskan siapa pun yang menyentuhnya.
"Energi bumi yang sangat kaku dan tersusun. Cukup menarik," Ye Xuan bergumam. Ia menempelkan telapak tangan kirinya langsung ke permukaan penghalang emas tersebut.
Bzzzt! Percikan energi mencoba menyengat tangannya, namun dengan cepat diserap oleh Kulit Tembaga Tulang Besi.
"Sistem, ekstrak celah di Formasi ini!"
[Ding! Menemukan Entitas Energi Raksasa: 'Formasi Pengunci Gunung (Tingkat Menengah)'.]
[Peringatan: Mengekstrak seluruh formasi akan memakan waktu 1 jam dan memicu alarm energi global.]
"Aku tidak butuh seluruhnya. Ekstrak satu simpul (node) di depanku. Ciptakan lubang sebesar manusia," perintah Ye Xuan dalam hati.
[Mengalihkan target ekstraksi ke Simpul 402... Mengekstrak!]
[Ekstraksi berhasil!]
[Memperoleh: 2.000 Poin Qi Elemen Tanah!]
[Memperoleh: Pengetahuan Pemahaman Formasi (Tingkat Dasar)!]
[Membuka celah selebar 2 meter selama 5 detik... 5... 4...]
Seketika, kubah emas di depan Ye Xuan kehilangan cahayanya, membentuk sebuah lorong tak terlihat seukuran tubuh manusia, tanpa memicu riak atau alarm sekte sedikit pun.
Dengan satu langkah pasti, Ye Xuan menembus penghalang tersebut. Begitu kakinya menginjak tanah di luar formasi, lubang di belakangnya kembali tertutup rapat seolah tidak pernah terjadi apa-apa.
Ye Xuan berbalik menatap puncak gunung Sekte Pedang Berkabut untuk terakhir kalinya. Di kejauhan, lolongan kemarahan Tetua Agung masih samar-samar terdengar.
"Saat aku kembali, tidak akan ada lagi Formasi Pengunci Gunung. Karena tidak akan ada lagi gunung yang tersisa untuk dikunci," ucap Ye Xuan pelan. Ia berbalik dan melesat menghilang ke dalam pekatnya malam.
Hutan Iblis, Ratusan Ribu Pegunungan.
Ini adalah wilayah terlarang bagi manusia biasa dan neraka bagi kultivator lemah. Semakin dalam seseorang masuk ke pegunungan ini, semakin mematikan miasma racun di udara dan semakin tinggi tingkat monster buas yang berkeliaran.
Namun bagi Ye Xuan, tempat ini adalah perbendaharaan tanpa batas. Hutan ini adalah "ladang farming" eksklusif miliknya!
Fajar mulai menyingsing saat Ye Xuan tiba di zona luar hutan. Udara di sini dipenuhi kabut ungu tipis—Miasma Halusinasi. Namun, berkat Resistensi Racun dan Hati Teratai Es yang ia miliki, racun itu masuk ke hidungnya bak udara pagi yang segar.
KRESEK... KRESEK...
Tiba-tiba, semak belukar berduri di depan Ye Xuan tersibak kasar. Seekor monster setinggi dua meter melompat keluar, menghalangi jalannya.
Monster itu menyerupai laba-laba raksasa, namun memiliki capit tajam seperti kalajengking dan cangkang keras berwarna baja. Matanya yang berjumlah delapan menatap Ye Xuan dengan rasa lapar yang buas.
Arachnid Baja Beracun (Monster Tingkat 2 - Setara Lapis Kedelapan).
Ini adalah jenis monster yang biasa memburu dalam kelompok. Cangkangnya sangat keras hingga senjata spiritual tingkat rendah pun sulit menembusnya.
"Kebetulan sekali. Aku sedang butuh sarapan energi," Ye Xuan tersenyum.
Monster itu memekik nyaring dan melesat maju, dua capit besarnya menebas udara seperti gunting raksasa yang mengincar leher Ye Xuan.
Ye Xuan tidak menghindar. Ia berdiri diam, auranya yang disembunyikan tiba-tiba meledak dari Lapis Ketiga melonjak langsung ke Tahap Pembentukan Qi Lapis Kedelapan!
Saat capit itu hanya berjarak beberapa inci dari wajahnya, tangan kanan Ye Xuan bergerak. Ia tidak menggunakan Teknik Pedang Api Ganas, melainkan sesuatu yang jauh lebih mematikan.
Ia mengaktifkan Niat Pedang Pembantaian (Tingkat Menengah) yang ia ekstrak dari Jimat Inti Emas Zhao Tian.
Dua jarinya membentuk pedang. Niat membunuh berwarna merah darah meledak dari ujung jarinya, menciptakan bilah energi yang sangat padat.
Sring!
Ye Xuan menebas ke depan dengan santai.
CRAT!
Tidak ada suara dentingan logam, tidak ada perlawanan. Capit baja yang dibanggakan monster itu terpotong sehalus tahu, diikuti oleh kepala dan cangkang tebalnya yang terbelah menjadi dua bagian sempurna. Cairan hijau berbau busuk menyembur, dan tubuh monster itu ambruk ke tanah.
Hanya butuh satu detik untuk membunuh monster setingkat tanpa menggunakan senjata. Niat Pedang Pembantaian benar-benar tirani!
Ye Xuan melangkah mendekati bangkai monster yang berkedut itu dan menempelkan telapak tangannya.
"Ekstrak."
[Ding! Menemukan 'Mayat Arachnid Baja (Tingkat 2)'. Ekstraksi berhasil!]
[Memperoleh: 1.500 Poin Qi Murni!]
[Memperoleh: 30 Poin Atribut Ketahanan Fisik!]
[Memperoleh: Esensi Racun Laba-laba!]
Mayat raksasa itu hancur menjadi debu abu-abu yang tertiup angin hutan. Ye Xuan merasakan kultivasinya di Lapis Kedelapan semakin padat, hanya berjarak selangkah dari Puncak Lapis Kedelapan.
Ia menatap ke arah pusat Hutan Iblis, tempat bayangan pegunungan menjulang menembus awan gelap. Menurut peta dari Zhao Tian, Makam Pedang Kuno akan muncul di jantung pegunungan tersebut.
"Masih ada tiga hari. Tiga hari penuh untuk menyembelih dan mengekstrak. Mari kita lihat, seberapa jauh Sistem bisa mendorongku sebelum Makam Pedang terbuka!"
Mata Ye Xuan berkilat penuh ambisi.