Malam reuni seharusnya menjadi malam penuh kenangan.
Namun bagi Cassandra Elvania, malam itu justru menghancurkan dunia yang telah ia bangun selama bertahun-tahun.
Di balik senyum hangat para sahabat lama dan gemerlap pesta yang meriah, Cassandra menemukan kenyataan pahit. Tunangannya, pria yang ia cintai sepenuh hati, ternyata menjalin hubungan terlarang dengan orang yang paling ia percaya,sahabatnya sendiri.
Hancur? Tentu.
Tetapi Cassandra memilih sesuatu yang tidak pernah mereka duga.
Ia tidak menangis. Ia tidak mengamuk. Dan ia tidak membongkar rahasia mereka.
Sebaliknya, ia ikut memainkan permainan yang mereka ciptakan.
Sedikit demi sedikit, Cassandra menyusun langkahnya sendiri. Hingga pada akhirnya, mereka yang merasa telah menang justru kehilangan segalanya.
Saat penyesalan datang, semuanya sudah terlambat.
Karena ada luka yang bisa sembuh. Namun ada pengkhianatan yang tak pernah bisa dimaafkan.
Dan semua itu bermula...
Di Malam Reuni.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 08
Pagi-pagi sekali Sandra telah bersiap untuk pulang ke Indonesia. Aditya pun mengantarkannya tanpa berkata apa-apa.
"Mas sebelum ke bandara apakah boleh kita mampir ke makam Papi dan Mami?" tanya Sandra pelan.
Aditya mengangguk dan kemudian menyuruh sopir yang mengantar mereka untuk pergi ke makam terlebih dahulu.
Sesampainya disana Sandra duduk didepan makam Papi dan Maminya.
"Papi..Mami.. Maafkan Sandra yang baru bisa datang kesini. Dan maafkan Sandra juga jika Sandra telah membuat Papi dan Mami kecewa."ucapnya lirih.
Aditya memegang pundak Sandra dan mengelusnya dengan lembut.
"Mami dan Papi juga mengerti jadi berhentilah untuk terus menyalahkan dirimu sendiri. Mas,Mami dan Papi tidak pernah marah padamu. sekarang Mas hanya ingin kamu berjanji didepan makam Papi dan Mami bahwa kamu harus hidup lebih baik kedepannya itu saja." ucapnya tegas.
Sandra mengangguk dan setelah itu Aditya kembali mengantarkan Sandra menuju bandara.
Di bandara Aditya memegang tangan Sandra sembari tersenyum.
"Pergilah dan ingat satu pesan Mas kamu pulang bukan untuk kembali mencintainya tapi kamu kembali untuk mengakhiri semuanya."
Ucapan itu terdengar sederhana tapi memiliki arti yang besar. Aditya ingin mengingatkan bahwa Sandra tidak boleh jatuh di lubang yang sama lagi..
Sandra mengangguk dia pun memeluk kakaknya penuh dengan kehangatan.
"Tunggu aku Mas. Aku akan kembali setelah aku mengambil kembali apa yang menjadi milikku.." ucapnya lirih.
Setelah mengucapkan itu Sandra pun langsung berjalan menuju ruang tunggu. Dan tak lama pun pesawat yang akan dia tumpangi pun akan segera berangkat.
Sandra masuk kedalam bodi pesawat dan mencari tempat duduknya. Tepat disebelahnya ada seseorang laki-laki yang terlihat sangat tampan dan telihat sangat rapi.
Sandra meminta izin untuk duduk laki-laki itu hanya tersenyum sembari mengangguk.
"Silahkan.."ucapnya lembut.
Sandra duduk di kursinya dan dia pun tersenyum pada laki-laki yang ada disampingnya sebagai bentuk sopan santun.
"Terima kasih."jawabnya ramah.
Sementara jantung laki-laki itu berdetak sangat kencang. Dia akhirnya bisa duduk bersebelahan dengan Sandra.
Selama dalam perjalanan keduanya pun tidak ada perkataan apapun keduanya saling diam sementara Sandra memilih untuk mendengarkan musik dan menutup mata sedangkan laki-laki itu dia juga hanya bisa diam memainkan ponselnya dengan alasan yang tidak jelas.
Laki-laki itupun tersenyum sendiri,dia pun mengambil foto Sandra untuk di kirimkan kepada Aditya.
"Maafkan aku Sandra jika aku lancang mengambil fotomu. anggap saja ini sebagai bayaran untuk aku yang menemanimu. Dan juga aku untuk menyakinkan Aditya bahwa kamu baik-baik saja."ucapnya dalam hati.
Laki-laki itupun menggunakan foto Sandra sebagai wallpaper di ponselnya dia ingin selalu melihat wajah Sandra setiap saat.
Laki-laki itupun telah memiliki begitu banyak foto Sandra,bahkan semenjak Sandra masih duduk dibangku SMA kala itu,namun foto kali ini terlihat berbeda. Dia bukan Sandra yang rapuh tapi Sandra yang telah menemukan kembali kehidupannya..
"Teruslah tersenyum seperti ini Sandra." pekiknya dalam hati.
Laki-laki itu pun melihat Sandra tertidur dan kepalanya hampir saja terbentur dengan sigap laki-laki itu melepaskan jas yang dia pakai dan meletakkannya disamping kepala Sandra sehingga membuat Sandra bisa tidur dengan nyenyak.
Laki-laki itu kembali tersenyum kemudian dia mengirimkan pesan kepada Aditya dan juga mengirimkan foto yang dia ambil kepada Aditya.
"Ditya.. Sandra sedang tidur dia aman bersamaku. Aku akan mengantarnya sampai apartemennya. Kamu tidak perlu khawatir soal dia." tulisan singkat yang dikirimkan oleh laki-laki itupun mendapatkan jawaban yang baik dari Aditya.
"Terima kasih maaf merepotkan mu."balasnya singkat.
Tatapannya sesekali beralih ke wajah Sandra yang tertidur. Setelah bertahun-tahun hanya melihat dari kejauhan, hari itu untuk pertama kalinya mereka berada begitu dekat.
*****
Ketika pesawat take off Sandra pun bangun dari tidurnya dan terkejut melihat sebuah jas mahal berada tepat dibawah kepalanya.
"Maaf apa ini punya anda?"tanya Sandra pelan.
Laki-laki itu hanya mengangguk,dia tidak tersenyum,wajahnya terlihat datar.
"Iya,tadi saya melihat anda hampir terbentur jadi saya pikir untuk meletakkannya dibawah kepala anda. Maaf jika saya tidak meminta izin." ucap laki-laki itu singkat.
Sandra pun terdiam sejenak kemudian memberikan kembali jas milik laki-laki itu.
"Terima kasih apa perlu saya mencucinya terlebih dahulu?"tanya Sandra pelan.
"Tidak perlu,anggap saja ini kebetulan." jawab laki-laki itu sembari mengambil kembali jas miliknya dan kemudian keluar dari dalam pesawat.
Selama dalam perjalanan keluar keduanya pun berjalan beriringan. Tidak ada sepatah katapun namun Sandra senang karena masih ada orang yang perduli padanya selain kakak kandungnya.
Laki-laki yang berjalan dibelakang Sandra pun tersenyum senang. Walaupun mereka tidak akrab dan Sandra sama sekali tidak mengenalnya namun dia bahagia walaupun hanya sebentar.
Di gate pertama Bastian sudah menunggu Sandra sembari membawa bunga mawar merah ditangannya. Laki-laki itu menunggu dengan tidak sabar untuk bertemu dengan tunangannya itu.
Bastian masih berdiri mematung menunggu Sandra yang tidak kunjung keluar.
Tak lama dia melihat Sandra keluar sembari menarik koper kecil keluar.
Tepat dibelakangnya ada seorang laki-laki yang mengenakan kaca mata hitam berjalan di belakang Sandra.
Laki-laki itu menatap tajam Bastian dia sangat tidak suka pada laki-laki yang telah menyakiti wanita yang Laing dia cintai selama ini.
"Jika bukan karena Sandra aku pasti sudah menjadikanmu makanan buaya."umpatnya dalam hati.
Sandra yang melihat Bastian mendekatinya dan kemudian tersenyum kearahnya. Dia hanya pergi salam satu Minggu namun sepertinya Bastian sangat kehilangan dia.
"Sayang akhirnya kamu pulang juga. Apa kamu tidak tahu bagaimana aku merindukanmu. Pernikahan kita tinggal dua bulan lagi. Ini bunga untuk kamu."ucapnya sembari memberikan buket bunga mawar merah kepada Sandra.
Sandra hanya meliriknya saja. Sandra alergi terhadap bunga namun nyatanya Bastian tidak tahu tentang itu.
Laki-laki itu melihat perubahan pada wajah Sandra.
Sandra hampir saja menerima bunga itu namun tiba-tiba laki-laki dibelakang yang menarik koper kecil tidak sengaja menabrak lengan Bastian sehingga bunga itupun jatuh.
"Maaf saya tidak sengaja,soalnya saya buru-buru?"ucap laki-laki itu dengan tenang.
Sandra menatap laki-laki itu,masih laki-laki yang sama seperti yang di pesawat. Laki-laki yang telah meminjamkan jasnya untuk tempatnya bersandar.
Sandra pun menatap punggung laki-laki yang berjalan mulai menjauh darinya.
"Apakah laki-laki itu tahu aku alergi bunga atau hanya kebetulan?"
Sementara Bastian hanya terdiam sembari menatap bunga yang kini jatuh dilantai.
"Mas Bastian apa sungguh kamu tidak tahu jika aku alergi pada bunga? Yang paling menyukai bunga mawar adalah Vanessa bukan aku." ucapnya dalam hati.
"Lima tahun bersamanya, ternyata kamu bahkan tidak tahu Sandra alergi bunga. Kalau saja dia menerima bunga itu, alerginya pasti kambuh."
lanjut thor 🙏