NovelToon NovelToon
Super Dokter: Warisan Ilmu Medis

Super Dokter: Warisan Ilmu Medis

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Anak Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Berawal dari niat Baik yang berujung pada jatuhnya ia dari lantai dua puluh Gedung Dingfeng.

Jiang Chen, seorang pemuda yang putus asa mencari pekerjaan, secara tidak sengaja mewarisi jutaan pengetahuan rahasia medis dan kekuatan kuno.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Suara tawa Su Yuhan yang sangat lepas masih menggema di dalam ruang gawat darurat tersebut.

Wanita dingin yang selalu menjaga wibawanya sebagai direktur utama itu kini tertawa sampai mengeluarkan air mata.

Jiang Chen menatap wanita itu dengan wajah cemberut dan merasa sangat diremehkan.

"Hei Nona kaya, apanya yang lucu dari seorang pria jujur yang menagih bayaran hasil kerja kerasnya?" protes Jiang Chen.

"Utangmu padaku yang seratus ribu Yuan tadi saja belum kau bayar, jadi jangan menertawakanku."

Mendengar nominal seratus ribu Yuan, Shen Changyuan langsung menoleh ke arah Su Yuhan dengan tatapan bingung.

"Direktur Su, apakah Anda juga berutang nyawa pada Guru Jiang malam ini?" tanya pria tua itu penasaran.

Su Yuhan segera menghentikan tawanya dan mengusap sudut matanya yang basah.

Wanita itu kembali memasang ekspresi anggunnya, meskipun sisa senyuman masih terlihat jelas di bibirnya.

"Bisa dibilang begitu, Tuan Besar Shen."

"Pria gila uang ini kebetulan menyelamatkanku dari kecelakaan fatal di atap gedung beberapa jam yang lalu," jawab Su Yuhan tenang.

Shen Changyuan mengangguk paham sambil mengelus jenggot putihnya yang panjang.

Pria tua itu kembali menatap Jiang Chen dengan sorot mata yang semakin dipenuhi rasa kagum.

'Menyelamatkan dua nyawa orang penting dalam satu malam tanpa meminta imbalan kekuasaan sama sekali.'

'Pemuda ini benar-benar seekor naga suci yang sedang menyamar menjadi rakyat jelata,' batin Shen Changyuan menyimpulkan sendiri.

Pria tua itu sama sekali tidak tahu bahwa Jiang Chen meminta lima puluh ribu Yuan murni karena otaknya tidak sanggup memikirkan angka miliaran.

"Zhao, apakah kau membawa uang tunai di dalam koper mobil kita?" perintah Shen Changyuan tanpa membuang waktu.

Pengawal berbadan besar itu langsung mengangguk dengan cepat.

"Tentu saja Tuan Besar, saya selalu menyiapkan uang tunai darurat ratusan ribu Yuan ke mana pun kita pergi."

Zhao langsung berlari keluar ruangan dan kembali dalam waktu kurang dari satu menit.

Di tangannya terdapat lima gepok uang kertas seratus Yuan yang masih baru dan diikat rapi dengan pita kertas bank.

Pengawal itu menyerahkan tumpukan uang tebal itu langsung ke kedua telapak tangan Jiang Chen.

"Ini tepat lima puluh ribu Yuan, Guru Jiang, silakan Anda hitung kembali jika kurang yakin," ucap Zhao dengan sangat sopan.

Mata Jiang Chen langsung berbinar sangat terang seperti lampu sorot stadion melihat tumpukan uang merah di tangannya.

Jantungnya berdebar kencang melebihi saat dia menghadapi kematian di atap gedung tadi.

"Wah, ternyata menjadi dokter gadungan benar-benar profesi yang sangat menguntungkan," gumam Jiang Chen tanpa sadar.

Dia langsung menjilat ibu jarinya dan mulai menghitung ujung lembaran uang itu dengan sangat cepat.

Srak srak srak.

Suara gesekan uang kertas yang dihitung dengan cepat menjadi satu-satunya suara di ruangan itu.

Seluruh dokter dan perawat mematung melihat pemandangan yang sangat tidak nyata ini.

Seorang dewa medis yang baru saja menciptakan keajaiban dunia kini sedang menghitung uang receh dengan gaya khas pedagang pasar.

"Pas, tepat lima puluh ribu Yuan tanpa kurang sepeser pun," ucap Jiang Chen puas sambil menepuk tumpukan uang itu.

Karena celana kainnya tidak memiliki saku yang cukup besar, dia dengan paksa memasukkan gepokan uang itu ke dalam balik kemeja lusuhnya.

Perut Jiang Chen seketika terlihat buncit karena dijejali lima tumpuk uang kertas yang sangat tebal.

Shen Muxue yang duduk di kursi roda tidak bisa menahan senyumnya melihat tingkah konyol pahlawannya itu.

"Terima kasih banyak karena sudah menyelamatkanku malam ini, Dokter Jiang," ucap gadis muda itu dengan suara lembut.

Jiang Chen membalas senyuman gadis itu sambil menepuk perutnya yang berisi uang dengan bangga.

"Sama-sama Nona manis, kau adalah pelanggan VIP pertamaku malam ini."

"Aku akan datang ke rumahmu tiga hari lagi untuk melanjutkan sesi akupunktur pembersihan energi Yin di tubuhmu," janji Jiang Chen.

Shen Changyuan langsung menyela dengan wajah sedikit khawatir.

"Kenapa harus menunggu tiga hari, Guru Jiang? Apakah alat medisnya perlu kami siapkan terlebih dahulu?"

Jiang Chen menggelengkan kepalanya pelan sambil menguap lebar.

"Aku tidak butuh alat medis, aku butuh makan daging dan tidur seharian untuk memulihkan tenaga dalamku."

"Mengalirkan Qi murni untuk menghancurkan es di jantungnya tadi hampir membuatku mati kehabisan tenaga, Kek."

Mendengar penjelasan logis itu, Shen Changyuan langsung mengangguk penuh pengertian.

"Tentu saja, kesehatan Anda adalah prioritas utama kami, Guru Jiang."

"Zhao akan menjemput Anda dengan mobil keluarga di mana pun Anda berada tiga hari lagi," putus pria tua itu.

Jiang Chen hanya melambaikan tangannya dengan santai sebagai tanda perpisahan.

"Baiklah, aku pergi dulu, jangan lupa pelunasan utangmu yang seratus ribu besok ya, Nona Su."

Jiang Chen menunjuk Su Yuhan sekilas sebelum berbalik dan berjalan keluar dari ruang ICU dengan langkah riang.

Suara siulan sumbang terdengar keluar dari mulutnya sepanjang lorong rumah sakit.

Begitu sosok pemuda itu menghilang di balik pintu, suasana ruangan kembali menjadi serius.

"Tuan Besar, apakah Anda benar-benar percaya bahwa pemuda gembel itu adalah seorang guru besar?" tanya Zhao dengan nada ragu.

Shen Changyuan menatap pengawalnya dengan sorot mata yang sangat tajam dan dingin.

"Zhao, kau sudah bekerja padaku puluhan tahun, tapi matamu masih saja tertutup oleh penampilan luar."

"Orang yang bisa memanipulasi Qi murni dan mengetahui teori Sembilan Jarum Penahan Jiwa bukanlah manusia biasa."

Pria tua itu berjalan perlahan mendekati jendela kaca dan menatap pemandangan kota di bawah sana.

"Dia sengaja meminta lima puluh ribu Yuan untuk menutupi jejaknya dan menunjukkan bahwa dia tidak peduli pada kekuasaan keluarga Shen."

"Orang-orang tingkat dewa seperti dia menganggap kekayaan duniawi hanyalah debu yang tidak berharga," analisis Shen Changyuan dengan sangat meyakinkan.

Su Yuhan yang mendengar analisis kakek tua itu hanya bisa menelan ludahnya sendiri.

'Bukan begitu Tuan Besar, pemuda itu meminta lima puluh ribu murni karena dia memang miskin dan kelaparan,' batin Su Yuhan membantah.

Namun wanita itu memilih diam dan tidak menghancurkan imajinasi liar sang legenda medis.

1
watno antonio
makin ke sini makin rame.
watno antonio
lanjut thorrrrr ceritanya rame.up yang banyak thor
Abady Ehm
cerita sampah juga nih,.....
ARay
ini cowok mulutnya lemez banget, pake rok aja sekalian
syarif ibrahim
orang lugu cuman ada di komik dan novel saja🤭😄tidak ada di dunia ini🤭😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!