NovelToon NovelToon
Terikat Darah Dengan Tuan Muda

Terikat Darah Dengan Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Teen / Action
Popularitas:503
Nilai: 5
Nama Author: Rhea Vey

Clara hanyalah seorang gadis penderita anemia kronis yang terjebak utang almarhumah ibunya. Demi melunasi utang tersebut, ia terpaksa menjadi asisten pribadi sekaligus "penawar tidur" bagi Arsen Baskara—Tuan Muda yang dingin, kejam, dan menderita insomnia parah.
Di bawah satu atap, Arsen bertindak sangat posesif dan mendominasi Clara. Namun anehnya, setiap kali Arsen berhasrat melangkah lebih jauh, benteng penolakan ghaib di dadanya selalu bergejolak. Rasa penasaran berlanjut ketika orang-orang di sekitar mereka menyadari kemiripan garis wajah dan kebiasaan refleks yang ganjil di antara keduanya.
Saat Baskara—sang penguasa kejam klan Baskara—pulang untuk memburu dokumen masa lalu, terungkaplah rahasia terlarang yang paling mendalam: Clara bukan sekadar pelayan, melainkan adik kandung Arsen yang dulu melarikan diri bersama ibunya demi menghindari paksaan aborsi akibat fitnah perselingkuhan.
Di antara jeratan posesif sang Tuan Muda, ancaman pembunuhan dari ayah mereka sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhea Vey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10: SATU KAMAR DAN PENAWAR INSOMNIA

Sinar matahari pagi perlahan menembus celah gorden tebal kamar utama. Arsen terbangun dari tidurnya. Mata pekatnya mengerjap, merasakan sensasi asing yang sudah bertahun-tahun tidak pernah ia rasakan: kepalanya terasa sangat ringan, badannya segar, dan tidak ada lagi rasa berdenyut menyiksa akibat insomnia berat.

Namun, begitu ia menggerakkan tubuhnya, Arsen tersadar. Ia masih terduduk di lantai berkarpet, dengan kepala yang bersandar nyaman di bahu Clara. Gadis penderita anemia itu tertidur lelap dengan posisi duduk menyandar ke dinding, wajahnya tampak lelah dan lehernya terlihat pegal karena menahan bobot tubuh Arsen sepanjang malam.

Arsen menatap wajah Clara dari dekat. Genggaman tangan mereka masih bertaut erat.

Hanya karena sentuhannya... aku bisa tidur senyenyak ini? batin Arsen terperanjat. Rasa takjub bercampur cemas melingkupi dadanya. Kehadiran Clara bukan lagi sekadar pelayan, melainkan penawar satu-satunya bagi jiwa dan fisiknya yang rusak.

"Nghh..." Clara melenguh, matanya perlahan terbuka. Begitu menyadari Arsen sudah terbangun dan menatapnya begitu dekat, Clara refleks berusaha menarik tangannya dan mundur. "A-Arsen... maaf, aku tidak sengaja tertidur di sini—"

"Siapa yang menyuruhmu melepaskan tanganku?" potong Arsen dingin, mempererat cengkeraman jarinya hingga Clara terpaku.

Arsen bangkit berdiri dengan tenang, membenarkan kemejanya yang kusut. Ia menatap Clara dari atas ke bawah dengan pandangan dominan dan mutlak.

"Pindahkan semua barang-barangmu dari kamar bawah ke kamar ini," perintah Arsen tegas tanpa ada keraguan dalam suaranya.

Mata Clara membelalak. "A-apa? Pindah ke kamar ini?"

"Ya. Mulai malam ini, kamu tidur di kamarku."

"Tapi Arsen... aku ini pelayanmu! Mana boleh aku—"

"Aku tidak menerima bantahan, Clara," potong Arsen tajam, melangkah mendekat hingga bayangan tubuh tegapnya mengurung Clara. "Kamu tahu persis apa yang terjadi padaku semalam. Kamu adalah obat tidurku. Jika kamu tidak ada di dekatku, aku tidak bisa tidur. Jadi tugas utamamu sekarang adalah berada di sisiku setiap malam."

Clara menelan ludah dengan susah payah. "Lalu... aku harus tidur di mana? Di sofa?"

Arsen menyunggingkan senyum tipis yang dingin. Ia menunjuk ranjang king-size mewahnya. "Di atas ranjang itu. Di sampingku."

"A-apa?!" Pekik Clara, wajahnya mendadak memerah antara cemas dan panik. "Mana bisa kita tidur di ranjang yang sama?! Kita bukan—"

"Jangan berpikir kotor," sela Arsen cepat, menatap mata Clara dengan intrik yang intimidatif. "Aku tidak tertarik menyentuh tubuhmu yang kurus dan rapuh itu. Aku hanya butuh kamu berada di jangkauanku agar insomniaku tidak kumat. Paham?"

Clara terdiam membisu. Rasa takut akan aura intimidasi Arsen berbenturan dengan fakta bahwa pemuda ini memang sangat membutuhkan keberadaannya untuk bertahan dari siksaan fisiknya sendiri. Di rumah ini, perintah Arsen adalah hukum mutlak yang tidak bisa diganggu gugat.

"Paham, Tuan Muda..." jawab Clara pasrah seraya menundukkan kepalanya.

Arsen berbalik melangkah menuju kamar mandi, namun di balik pintu yang tertutup, sudut bibirnya terangkat tipis. Perasaan lega dan puas merayapi hatinya. Sangkar emas itu kini makin tertutup rapat, dan Arsen telah memastikan bahwa penawar jiwanya tak akan pernah bisa melangkah jauh darinya.

Beberapa menit kemudian, pintu kamar mandi terbuka.

Sinar matahari pagi yang menembus celah gorden tinggi kamar utama menyambut langkah Arsen yang sudah rapi mengenakan seragam sekolah elitnya. Dasi hitamnya sudah terpasang sempurna, dan aroma cologne maskulin yang elegan membaur halus dengan hawa pagi yang dingin.

Clara, yang berdiri di samping meja kerja sambil merapikan tas sekolah dan dokumen harian Arsen, refleks menengadah begitu mendengar langkah kaki Tuan Mudanya.

Arsen melangkah mendekat tanpa suara. Bukannya langsung mengambil tasnya, Arsen justru berhenti tepat di hadapan Clara. Tangan tegapnya terulur, jemarinya yang hangat menyentuh dagu Clara dan mengangkatnya pelan hingga mata cokelat gadis itu terpaksa menatap langsung ke dalam manik mata pekatnya.

"Mulai pagi ini, kamu berangkat dan pulang bersamaku dalam satu mobil," ujar Arsen dengan suara rendah dan tidak bisa dibantah. "Tidak ada lagi berjalan sendirian di luar jangkauanku."

Clara menelan ludah, merasakan cengkeraman tak kasat mata yang makin mengikat kebebasannya. "Tapi Arsen... di sekolah nanti murid-murid lain pasti akan—"

"Biarkan mereka melihat," potong Arsen dingin. Sudut bibirnya menyunggingkan senyum tipis yang sarat dominasi. Ia menyambar tas sekolahnya dari atas meja, lalu menggenggam pergelangan tangan dingin Clara dengan erat. "Bawakan berkasku, Clara. Kita berangkat sekarang."

Dengan jemari yang terkunci erat dalam genggaman Arsen, Clara terpaksa mengikutinya melangkah keluar dari kamar utama—menyongsong hari baru di bawah cengkeraman sang Tuan Muda yang makin tak terlepaskan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!