Mengisahkan tentang dua orang anak kembar yang memilki dunia yang sama. Karena sejak kecil mereka memang tidak pernah terpisahkan.
Rean Arya Partama, kakak dari Sean Kingston yang terkenal sebagai dokter playboy, padahal dirinya bahkan tidak pernah berpacaran sebelumnya. Sosok hangat yang selalu menjadi partner terbaik dalam hidup adik kembarnya, Sean.
Sean Aryo Pratama, seorang dokter muda yang memiliki kesabaran seluar lautan, namun berubah menjadi dingin saat sebuah kecelakaan merenggut seluruh masa depannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 08
Rean benar-benar terlihat begitu lelah. Berjalan dengan gontai menuju kantin rumah sakit, dia bertabrakan dengan seseorang disana.
Brugh...
Rean melihat ke arah wanita yang memakai masker tersebut. "Anda baik-baik saja?" tanya Rean merasa khawatir dengan keadaan wanita yang di tabrakannya tadi.
"Maaf, saya tidak sengaja." ucap Rean lagi membuat wanita itu mengangguk saja, lalu pergi meninggalkannya disana.
Sejenak mereka saling bertatapan, hingga akhirnya wanita tadi pun pergi meninggalkannya begitu saja. Tidak banyak yang bisa Rean lakukan, karena memang ini salahnya.
Di dalam ruangannya, Sean masih menatap pada lengan kirinya yang terbuka begitu panjang. Bahkan setelah luka itu kering semakin terlihat sangat menyedihkan.
Dia terus berusaha menggerakkan tangannya, berharap bisa kembali merasakan kegunaannya lagi.
Namun sayang, tidak berhasil. Karena percuma saja, semua hanya sia-sia. Mengambil ponselnya, Sean menghubungi seseorang disana.
"Sean, astaga. Lu baik-baik aja kan?" tanya Jefri panik, akhirnya Sean menghubunginya lagi.
"Bagaimana kabarnya? Apa dia mengetahui keadaan ku saat ini?" tanya Sean berharap.
"Gue udah kabarin dia, tapi katanya dia sibuk dan gak bisa jenguk elu. Gue-"
"Lupakan!" ucap Sean begitu saja memutuskan sambungan teleponnya setelah mendengar apa yang Jefri katakan.
Sibuk, memangnya sesibuk apa wanita itu hingga tidak bisa menjenguknya? Bukankah mereka telah membuat janji untuk bertemu seminggu yang lalu, hingga membuatnya kecelakaan dalam perjalanan menuju tempat dimana mereka janjian.
Lalu dengan mudahnya sekarang dia mengatakan jika sibuk dan tidak bisa menjenguknya.
Lelucon apalagi ini? Takdir mempermainkan dirinya dua kali dalam waktu yang bisa di bilang bersamaan.
Pintu ruangannya terbuka, masuklah Rean disana. "Kau susu jahe gak? aku sudah membeli sarapan juga. Terserah mau makan yang mana." ucap Rean tiba membawa sarapan untuk mereka.
"Dimana ibu?" tanya Sean membuat gerakan tangan Rean terhenti.
Akhirnya Sean mau bicara dengan ibu mereka. "Ibu di rumah. Mungkin sebentar lagi akan datang. Ayo sarapan dulu." ajak Rean.
Ceklek...
Pintu ruangan rawat inap Sean terbuka lagi hingga terlihat sosok yang selalu dia rindukan itu.
Keduanya saling menatap satu sama lain, hingga membuat ibunya meneteskan air matanya saat itu juga.
"Se-sean?" panggilnya dengan suara parau.
Sungguh, rasah tidak sanggup melihat putranya dalam keadaan lemah begitu.
"Bu?" panggil Sean tak kalah menyedihkannya, membuat Rean mengerti dan memberi ruang untuk mereka.
Sean dan ibunya berpelukan, mereka benar-benar saling merindukan satu sama lain. Lihat betapa hancur dan rapuhnya Sean saat ini.
Tubuh kekarnya kurus, kantung mata yang menghitam, wajah yang pucat Rasanya sakit sekali melihat putranya yang biasa tampil gagah dengan jas dokternya, kini malah menjadi pasien rumah sakit tempat dimana dia bekerja
"Aku sudah tidak bisa menjadi dokter lagi, Bu. Tangan ku cacat, aku sudah tidak bisa memegang pisau bedah lagi. Penglihatan ku juga terganggu, aku benar-benar tidak bisa menjadi dokter lagi. Aku gagal untuk membahagiakan ayah. Aku-"
"Tidak, Sean. Tidak begitu nak." Rieka memberi pengertian pada putranya tentang semua ini bukan salahnya.
"Tidak peduli apakah kamu masih bisa memegang pisau bedah atau tidak, kamu tetap menjadi anak yang membanggakan bagi ibu, ayah dan paman Pradana. Bak kamu ataupun Rean, kalian sama-sama membuat kami bangga sebagai orang tua. Jadi berhenti mengatakan jika kamu telah gagal. Kamu tidak gagal sama sekali, kamu tetap anak yang sangat membanggakan ibu dan juga ayah." ucap ibunya membuat Sean semakin menangis.
Air matanya mengalir dengan deras, ini benar-benar sangat sulit untuk dia terima. Bahkan wanita yang di sukai nya sama sekali tidak peduli padanya, dan dengan begitu mudah mengatakan jika dia sibuk.
***
jevan lho up sn... kok trs di tgl kn
eee jevan noh