NovelToon NovelToon
Hidup Kembali Untuk Menjadi Bibimu

Hidup Kembali Untuk Menjadi Bibimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Nikah Kontrak
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rani Ramadhani

Terbangun di masa lalu, tepat sebelum jerat takdir Daniel menjebaknya, Erica menolak menjadi korban untuk kedua kalinya.

Mengubah alur permainan adalah satu-satunya pilihan. Jika Daniel menggunakan nama besar Megantara untuk menghancurkannya, maka Erica akan menduduki takhta tertinggi di keluarga itu.

Ketika bidak catur mulai digerakkan dan rahasia satu per satu terkelupas, siapakah yang sebenarnya memegang kendali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menaklukan Medan Perang Pertama

Aula samping Markas Komando Distrik Perbatasan Utara sore itu dipenuhi oleh aroma minyak wangi fanbo, bedak tabur, dan uap dari teh melati yang disajikan dalam teko-teko seng lurik hijau.

Puluhan wanita paruh baya hingga wanita muda yang mengenakan seragam organisasi istri prajurit (Persit) berwarna hijau muda duduk dengan rapi di kursi lipat besi.

Suara riuh rendah obrolan langsung mendadak senyap begitu daun pintu aula terbuka lebar.

Erica Fiorenza melangkah masuk dengan pembawaan yang anggun dan tenang. Sesuai dengan karakternya, dia menolak tampil berlebihan demi menghormati kesederhanaan barak militer.

Erica lebih memilih mengenakan blus katun lengan panjang yang dipadukan dengan rok span hitam, serta sepatu pantofel kulit hitam bertumit rendah standar era delapan puluhan. Rambut hitamnya digelung rapi ke belakang, memamerkan leher jenjangnya yang bersih tanpa perhiasan mencolok, kecuali cincin kawin emas murni yang melingkar di jari manisnya.

Wajah tegas dan pembawaannya yang anggun itu membuat beberapa istri prajurit berpangkat rendah langsung merasa segan dan kagum.

Tetapi untuk mereka yang berada di barisan paling depan, atmosfernya tampak berbeda.

Di sana duduk Nyonya Ratna, istri dari Mayor Bambang yang menjabat sebagai sekretaris distrik.

Wanita bertubuh subur itu mengenakan sanggul sasak tinggi khas pejabat zaman itu, lengkap dengan bros emas besar yang tersemat di dada seragamnya.

Di sampingnya, duduk adik perempuannya, Yuni, seorang gadis kota berusia baru dua puluhan dengan riasan tebal dan gaun berenda merah jambu yang terlihat sangat salah memilih kostum di tengah barak militer.

"Selamat siang, Ibu-Ibu sekalian," sapa Erica, suaranya jernih dan berwibawa, terdengar merata ke seluruh sudut aula tanpa perlu pengeras suara.

Nyonya Ratna bangkit dari duduknya dengan senyum yang dipaksakan.

"Selamat siang, Nyonya Eshar Megantara. Sungguh sebuah kehormatan bagi kami, para istri di perbatasan, bisa dikunjungi oleh 'Nyonya Besar' dari ibu kota. Mari, silakan duduk di barisan depan." sapa Ratna menekankan kata Nyonya Besar.

Erica melangkah anggun dan mengambil tempat duduk yang disediakan. Di belakangnya, Axelo berdiri tegap dengan posisi siaga, sambil membawa dua buah kotak besar berisi sampel kain dan pakaian dari Fiorenza Fashion.

Begitu Erica duduk, Yuni, adik Nyonya Ratna itu langsung mendengus pelan sambil memutar-mutar tas tangan mininya.

"Ternyata Nyonya Jenderal aslinya biasa saja ya, Mbak. Tidak se-glamor yang dibicarakan orang-orang di majalah Kartini," bisik Yuni dengan volume yang sengaja dikeraskan agar terdengar oleh orang-orang di sekitar mereka.

Hening sejenak. Beberapa istri perwira muda tampak menahan napas, menunggu bagaimana reaksi dari istri sang Jenderal penguasa wilayah tersebut.

Erica tidak menunjukkan tanda-tanda kemarahan. Pengalaman pahit dikhianati Daniel dan Shofia di kehidupan lalu telah menempa mentalnya setebal baja. Dia justru menoleh ke arah Yuni dengan senyuman ceria yang sangat tulus.

"Nona Yuni, terima kasih atas penilaiannya," ujar Erica tenang, matanya menatap hangat tapi lama-lama menjadi penekanan.

"Di Jakarta, saya memang seorang pengusaha mode yang harus menyesuaikan penampilan demi tuntutan bisnis. Tapi suami saya, Jenderal Eshar, selalu mendidik saya bahwa di perbatasan ini, yang dibutuhkan adalah kedisiplinan, ketangguhan, dan kemampuan untuk berbaur dengan masyarakat, bukan ketebalan kosmetik yang akan luntur oleh keringat atau kabut gunung."

Skakmat pertama.

Nyonya Ratna langsung menyenggol lengan adiknya dengan tajam agar diam, sementara beberapa istri bintara di barisan belakang tampak tersenyum puas mendengar sindiran halus Erica.

Nyonya Ratna berdeham keras, mencoba mengalihkan pembicaraan untuk mengembalikan dominasinya.

"Benar sekali apa yang dikatakan Nyonya Jenderal. Tapi, Nyonya, kehidupan di perbatasan ini sangat keras. Kami di sini tidak hanya duduk-duduk minum teh, tetapi juga mengurus kegiatan sosial, posyandu, dan keterampilan para istri prajurit agar bisa menambah penghasilan dapur. Saya dengar Anda membawa beberapa kotak dari Jakarta? Apakah itu oleh-oleh baju mewah yang tidak bisa kami pakai di sini?"

Pertanyaan Nyonya Ratna jelas bernada sinis, memojokkan Erica seolah-olah dia adalah wanita kota egois yang tidak paham kebutuhan barak.

Erica bangkit berdiri, memberikan kode mata pada Axelo. Dengan sigap, Axelo membuka kedua kotak besar tersebut dan mengeluarkan isinya di atas meja panjang di depan aula.

Bukan gaun malam mewah atau pakaian pesta berpesta payet yang keluar, melainkan gulungan kain katun tebal berkualitas tinggi dengan warna-warna bumi yang solid, beberapa set pola baju seragam Persit yang sudah dipotong rapi, serta tumpukan modul panduan menjahit praktis.

"Ibu Ratna, dan Ibu-Ibu sekalian," ujar Erica, suaranya terdengar penuh semangat layaknya seorang direktur bisnis.

"Saya ke sini bukan untuk memamerkan kemewahan Jakarta. Saya ke sini membawa komitmen. Ini adalah kain katun prima hasil produksi Fiorenza Fashion. Saya melihat bahwa seragam Persit di distrik ini banyak yang sudah usang karena kendala logistik dari pusat. Oleh karena itu, saya secara pribadi menyumbangkan bahan kain ini untuk seluruh anggota Persit di perbatasan utara secara gratis."

Gumam kekaguman dan kegembiraan langsung pecah di dalam aula. Wajah para istri prajurit yang awalnya tegang kini berubah menjadi ceria.

"Tidak hanya itu," lanjut Erica, menunjuk ke arah modul menjahit.

"Saya tahu banyak dari Ibu-Ibu yang memiliki waktu luang di rumah dinas. Mulai minggu depan, saya akan membuka kelas pelatihan menjahit dan cara pemotongan pola secara teratur di aula ini. Fiorenza Fashion akan mengirimkan dua mesin jahit kayuh baru, dan seluruh hasil jahitan baju seragam atau pakaian anak-anak yang memenuhi standar kualitas akan dibeli kembali oleh perusahaan saya untuk dipasarkan di kota-kota terdekat. Dengan begitu, kita bisa membantu perekonomian rumah tangga barak secara mandiri."

Mendengar penjelasan yang begitu terstruktur, taktis, dan berdampak bagi dompet mereka, seluruh wanita di dalam aula, kecuali Nyonya Ratna dan Yuni, langsung berdiri dan memberikan tepuk tangan yang sangat meriah.

Mereka tidak menyangka bahwa istri baru sang Jenderal yang terkenal dingin itu ternyata adalah wanita yang sangat merakyat, cerdas, dan gesit dalam membantu sesama.

Nyonya Ratna terduduk lemas di kursinya, wajahnya memerah menahan malu. Strateginya untuk menjatuhkan mental Erica di depan publik barak militer gagal total.

Erica tidak hanya memenangkan hati para istri prajurit, tetapi juga secara tidak langsung meruntuhkan pengaruh pengaruh komplotan Nyonya Ratna dalam organisasi.

Axelo yang berdiri di sudut ruangan hanya bisa menahan tawa, berbisik pelan pada dirinya sendiri,

"Luar biasa. Nyonya Besar benar-benar harimau berbulu domba. Sekali dayung, dua, tiga istri perwira langsung mati kutu."

Pertemuan sore itu berakhir dengan kemenangan berada di tangan Erica Fiorenza.

Saat para istri prajurit berkerumun di sekelilingnya untuk bersalaman dan melihat contoh kain, Erica sempat melirik ke luar jendela aula yang terbuka.

Di bawah bayangan pohon beringin besar di tepi lapangan upacara, berdiri Jenderal Eshar Megantara bersama beberapa perwira tinggi militer. Pria itu tampaknya baru saja kembali dari patroli perbatasan.

Mata coklatnya yang tajam menembus kaca jendela, menatap langsung ke arah Erica yang sedang dikerumuni para wanita.

Untuk pertama kalinya sejak mereka tiba di perbatasan, Erica melihat sudut bibir suaminya yang sedingin es itu terangkat, membentuk sebuah senyuman tipis yang menggambarkan akan rasa bangga dan ketertarikan yang semakin mendalam.

Erica membalas tatapan itu dengan senyuman manisnya yang paling menawan.

Medan perang pertama di barak telah ia taklukkan, dan fondasi kekuasaannya kini mulai mengakar kuat.

1
Siti Sarfiah
siap" saja nanti erica jadi tantenya kuda nil😄😄
Muft Smoker
satu pengkhianat udh di Brantas ,,
semoga msalaah yg ad bisa selesai satu persatu termasuk kematian viona
Muft Smoker: yx kak ,, dan jgn lupa di amin kan 😁😁
total 2 replies
Elisabeth Ratna Susanti
apakah ini takdir apa jodoh?
Siti Sarfiah
wahh seru sekali semangat erica 💪 mudahan berhasil , lanjuuuttt
Siti Sarfiah
saya baru masuk baca ceritanya , kasian ceritanya di tikung dan di hianati, semangat dan lanjut lagi bacanya👍💪
Muft Smoker
pengkhianat sudah beranak Pinak eshar ,, tp melihat ketangguhan kalian ,, pasti bisa membabat habis para pengkhianat itu ,, 😁😁😁😁
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 🥰
Elisabeth Ratna Susanti
baca surat auto nyanyi surat cintaku yang pertama, eh....../Facepalm/
Muft Smoker
waah ad yg main2 dg singa perbatasan ,,
sperti ny mereka terlalu meremehkan sang jendral dan istrinya ,, 😒😒😒😒
Muft Smoker
berasa jd reporter dadakan yx kak ,,
😂😂😂😂
Muft Smoker: 👍👍👍👍👍👍😁😁😁😁😁
total 2 replies
Elisabeth Ratna Susanti
pak jendral cemburu juga ya😄
Muft Smoker
si hilya dan axelo di satukan ,, pasangan yg cocok buat bikin huru hara ,, 😂😂😂 ,,



lanjut kak ,,
Muft Smoker: nah betul kak ,, makin pusing deh si eshar ma erica 🤣🤣🤣
total 2 replies
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍
Muft Smoker
kalo liat cara viona menyembunyikan sesuatu yg penting ,, berarti viona di masa lalu bukan org biasa yx ,,
Muft Smoker: maksud ny bukan hanya seorang pendiri megantara ,, tp punya sisi yg lain gtu kak ,, soalny keliatan cerdas , hati2 tp punya cara melindungi hal2 penting dg cara gx terduga ,,
total 3 replies
Muft Smoker
msh byk Teka teki dcerita ini ,,
dtggu kelanjutan ny yx kak
Elisabeth Ratna Susanti
sang jenderal memang selalu awur2an auranya 🥰
Muft Smoker
si Benny mau main kucing2an krn tkut ketahuan ,, tp di balas permainan p*nas dua singa perbatasan ,,
syok gx tuh mata2ny ,, 😂😂😂😂
Muft Smoker: nah bnr kak ,, panas dingin gx tuh 😂😂😂
total 2 replies
Elisabeth Ratna Susanti
makin seru 🥰
Muft Smoker
aaaa koq sdkiit kak ,, lgi tegang2 ny looo ,,
tp dtggu pake banget kelanjutan ny yx kak ,,
Muft Smoker: tiap hari aq nungguin update an terbaru ny loo kak ,,
😁😁😁
total 2 replies
Muft Smoker
aduuuh bianca Sofia ,,
niat hati mau menjatuhkan ,,
eeeh malah jatuh sendri sejatuh2nya ,,
emnk anda berdua cocok menjadi mertua Dan menantu ,,
😒😒😒😒
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!