Lady suka uang.
Lady juga cinta uang!
But, jika Lady disuruh memilih antara Ace atau uang, maka jawabannya sudah pasti Ace, karena bagi Lady, Ace adalah sumber uangnya. Simple kan jawabannya..
Menikah dengan Ace adalah salah satu hal yang tak pernah terlintas di pikiran Lady. Menikah dengan cowok galak yang memiliki tingkat kesabaran setipis tisu. mungkin juga lebih tipis dari tisu, gak tau deh.
Andaikan saja cowok itu tidak kaya raya serta berwajah jelek, maka mustahil Lady mau menerima perjodohan paksa ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon capr.gurlll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 3
Star High School. Sekolah ini menghasilkan banyak murid-murid berbakat dan berprestasi. Namun, bukan hanya itu saja yang membuat sekolah ini menjadi terkenal. Banyak sekali murid-murid cantik dan ganteng yang berseliweran di sekolah ini.
Kalian mau cuci mata setiap hari? Mendaftar saja ke SMA favorit ini.
"Emang lo kenapa, sih, sampai nggak datang seminggu ke sekolah?"
Ace mangangkat acuh bahunya mendengar pertanyaan yang dilayangkan oleh Atan, seorang cowok ganteng yang membawa seekor bunglon di pundakanya.
"Ace, jawab! Lo budek, ya?!" sentak Atan. Seketika cowok itu langsung terkekeh saat Ace menatapnya dengan sinis.
"Suka-suka gue mau datang ke sekolah atau nggak," jawab Ace dengan tampang lempengnya.
Kellan yang sedari tadi menyimak pembicaraan keduanya lantas menggeleng mendengar omongan Ace barusan. Kalau alpa sehari aja, mah, wajar. Lah, ini? Malah sampai seminggu.
Kellano Baran Sanskerta. Lelaki berpenampilan rapi dengan dasi yang tidak pernah absen dari seragamnya. Lelaki pendiam yang diam-diam selalu menghanyutkan. Dia, yang paling berbeda di antara yang lainnya.
"Eh? Kenapa tuh rame-rame?" sahut Gaidan yang sedang berjalan bersama Ace, Atan, Leon, dan juga Kellan di lorong besar SMA Star.
Mereka berlima berjalan menuju ke halaman ruang ekskul musik dengan Ace dan Leon yang berjalan di depan.
"Minggir!" usir Ace kepada kerumunan para murid yang sedang bergerumun.
Melihat siapa yang menyuruh mereka, sontak para murid itu pun langsung menyingkir guna memberikan akses jalan kepada Ace dan para antek-anteknya.
"Ngapain ngeliatin gue kayak gitu? Nggak terima lo?" sentak Leon yang langsung dibalas gelengan takut oleh para murid itu.
Mau marah? Lebih baik mereka mengalah saja daripada berakhir dengan wajah penuh lebam di rooftop.
"Jadi gimana? Kamu mau nggak jadi pacar aku?" tanya Bryan dengan memegang bunga mawar di tangannya.
Lady yang berdiri di depan Bryan lantas menggelengkan kepalanya. "Sorry, tapi gue nggak bisa."
"Plis, dy. Kasih aku kesempatan."
"No, thanks," tolak Lady mentah-mentah.
Pemandangan seperti ini pastinya akan selalu kalian lihat, jika kalian bersekolah di SMA Star. Lady , gadis cantik yang selalu menjadi pusat perhatian semua orang. Gadis yang menyandang status sebagai primadona kesayangan SMA Star.
Kalau kata Lady tuh gini 'yah mau gimana lagi? Resiko jadi cewek cantik, hot, pintar, lucu, sama gemesin tuh emang kayak gini'.
"Pasti Neng Lady nolak Bryan demi gue." Di tengah kerumunan itu, Atan tampak cengar-cengir sendiri, membuatnya mendapat geplakan gemas dari Gaidan.
"Seenggaknya, kasih aku satu kesempatan buat bisa dapetin kamu, Dy," pinta Bryan dengan memelas kepada gadis cantik di depannya tersebut.
Lady mengibaskan rambut panjangnya, membuat beberapa murid terkena kibasan rambutnya yang selembut sutra itu. "Kalau gitu, beliin gue Ferrari dulu. Lo, kan, tahu sendiri kalau gue matre."
Bryan meringis. "Dy, gue tau kalau lo matre, tapi semua orang lebih tau kalau gue kere."
Lady menghela nafas. "Gue maunya sama yang banyak duit.
"Dy, gue-"
"Sorry. Gue nggak mau sama cowok yang isi dompetnya sekarat," tolak Lady yang tak ingin dibantah.
Saat hendak keluar dari kerumunan, iris coklat Lady dan iris hazel Ace sempat bertemu beberapa saat sebelum akhirnya Ace membuang muka.
Dia Ladyanne Putri Maesa. Siswi ter-hits di Star High School. Memiliki body-goals serta kecantikan yang di atas rata-rata, membuat Lady semakin digandrungi oleh para siswa-siswa SMA Star, dan bahkan para siswa dari sekolah lain.
Bukannya lebay, tapi Lady memang ikon favorit di sekolah ini maupun di sekolah lain.
Meskipun gayanya yang terlalu cetar membahana, fashionable, modis, glamor, humornya tinggi, dan bahkan matre, namun tetap saja para cowok-cowok akan selalu mengejar Lady.
"Adek lo tuh." Gaidan menyikut kecil lengan Leon yang hanya dibalas tatapan malas oleh cowok bertindik hitam itu.
Setelah bel pulang sekolah berbunyi, kini gerombolan lelaki berbadan tegap itu kembali memenuhi rooftop SMA Star yang sudah mereka klaim sebagai markas pribadi mereka.
Thunder. Geng legendaris milik Jakarta Star High School yang menjadi ikon paling terkenal di sekolah ini bersama dengan geng Leiden. Thunder juga sudah diwariskan secara turun-temurun dari para purna mereka di sekolah ini.
Perkumpulan cowok-cowok brandal ini juga memiliki dua pemimpin sekaligus pentolan yang namanya sudah sangat tak asing lagi.
Yang pertama, Leonardo Maesa. Si pemimpin utama Thunder. Cowok tegas yang sangat keras kepala.
Yang kedua, Arcelorge Dirgantara. Si wakil pemimpin Thunder. Cowok dengan tingkat kesabaran yang sangat tipis. Intinya, senggol dikit bacok.
"Ada yang liat Kellan sama Leon?" tanya Ace kepada anggotanya yang sedang bermain kartu di pojok.
Salah satu anggota Thunder tersebut lantas menganggukkan kepalanya. "Tadi, gue ngelihat Kellan lagi ngobrol sama Pak Barrol. Kalau Leon, dia katanya lagi ada urusan sama Yuna."
Ace mengacungkan jempolnya kepada anggotanya itu sebagai tanda terima kasih.
"David, kamu mau makan?" tanya Atan kepada bunglon kesayangannya.
Seketika Atan tersentak kaget saat Ace tiba-tiba berusaha menggapai bunglon kesayangannya tersebut untuk dibanting. Buru-buru Liam segera menahannya.
"Gue emosi ngeliat peliharaan lo," cibir Ace.
"Cantik-cantik banget, sih, anak orang," gumam Gaidan, si cowok berkalung salib dengan rambut sebahu sambil menggeser naik turun akun sosmednya yang dipenuhi oleh wanita-wanita cantik.
Gaidan Syanjaya Sagaskara. Sebut saja dia crocodile sejati. Terkadang, cowok itu selalu membuat anak-anak SMA Star bertanya-tanya tentang rambutnya. Bagaimana cowok itu selalu lolos dari razia?
Memang, sih, razia di sekolah ini hanya satu bulan sekali. Tapi, razianya itu dadakan banget sampai nggak tentu tanggal berapa dan hari apa. Selain satu bulan sekali itu, guru tidak akan me-razia mereka.
"Gila, senyumnya manis banget," sahut Gaidan sekali lagi yang membuat Atan melirik kepo pada handphone-nya.
"Kayak baru ngeliat cewek cantik aja," celutuk Ace sambil bergabung bersama teman-temannya yang lain untuk bermain kartu.
"Kalian semua harus tahu kalau cewek cantik di mata gue itu cuman Neng Lady doang." Atan mendongak, menatap langit biru di atasnya sambil membayangkan wajah cantik Lady yang sedang tersenyum manis kepadanya.
Aduh, indahnya kehaluan ini.
Gaidan mengangguk membenarkan. "Iya, sih. Secantik-cantiknya mereka, masih lebih cantik Lady, Zena, sama Viva. Mereka bertiga, mah, cantiknya udah nggak ada obat."
"Ehh, si cantik Lady bikin postingan baru lagi, nih," ucap Gaidan sambil memperhatikan layar handphone-nya yang terdapat notifikasi terbaru dari akun Instagram Lady.
Seketika para anak Thunder tersebut langsung berhambur ke samping Gaidan. Mereka ingin melihat postingan si cantik Lady juga.
Memang ya, cewek cantik selalu di utamakan. Mata para lelaki, kecuali Si Ace tentunya.
Coba saja mereka tinggal dengan Lady tiap harinya, pasti mereka bakal menyesal mengidolakan cewek material seperti lady itu, pikir Ace Sinis.
@PUTRI_LADYYY
PUTRI_LADYYY : school again
"Oh my Lady, cantik banget, sih," gumam Atan yang cengar-cengir sendiri sambil memandangi foto Lady tersebut.
"Emang cantik, sih. Gue aja sampai minat jadiin dia partner hidup gue, meskipun dompet gue nantinya bakal nangis-nangis," ujar Gaidan yang sontak membuat Ace melirik kepadanya.
Tidak heran jika banyak cowok yang bisa sampai sesuka itu dengan Glora.
Jika Lady mau membuka lowongan pencari jodoh, maka sudah pasti sembilan puluh persen siswa di sekolah ini maupun siswa dari sekolah lain akan mendaftar dengan senang hati.
"Kayaknya, lo itu harus ganteng dan punya banyak duit dulu biar si Lady mau sama lo. Lady itu ekstra glamor, fashionable, cetar, humornya tinggi. Pasti rata-rata cowok yang dia mau harus bisa nyeimbangin dia," saran Gaidan.
Atan tersenyum lebar. "Gue ganteng kok, duit orang tua gue juga banyak."
Gaidan menggeleng. "Muka lo kayak biawak kesurupan. Duit lo juga emang banyak, tapi lo pelitnya minta ampun. Duit dua ribu aja, lo harus mikir sepuluh kali kalau mau ngebelanjain."
Atan menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Ada benarnya juga sih.
"Contoh tuh si Ace. Dia mah bisa aja masuk kriterianya Lady," tunjuk Gaidan kepada Ace, membuat Atan ikut menatap Ace.
"Emang Si Ace kenapa?" tanya Atan.
Gaidan menghela nafasnya. "Dia ganteng, cool, royal, blasteran, keren, duitnya banyak, anak sultan juga. Ace itu setara banget sama Lady."
"Lady, kan, matre habis tuh, coba kalau Lady disatuin sama Ace. Pasti mereka bakal saling melengkapi," jelas Gaidan yang membuat Ace melirik kepadanya.
Atan meringis ketika mendengar omongan Gaidan barusan. Matanya masih setia memandangi Ace yang sibuk bermain kartu.
Ace hanya melirik sekilas ke arah kedua sahabatnya itu sambil menghembuskan asap rokoknya ke udara dan kembali fokus dengan kartu-kartu di tangannya.