NovelToon NovelToon
Sang Mafia di Biara

Sang Mafia di Biara

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Mafia / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:3
Nilai: 5
Nama Author: Gizelly Ladislau

Dante Herrera adalah bos organisasi kriminal paling ditakuti—seorang pria yang tumbuh di dunia penuh timah panas, perintah, dan darah. Namun ketika sebuah bom menghancurkan helikopternya, takdir menjatuhkannya ke tempat yang paling mustahil: halaman sebuah biara yang sunyi.

Mary Mendez baru delapan belas tahun. Seorang yatim piatu yang dibesarkan di balik tembok biara, hidupnya adalah doa, ketenangan, dan kasih tanpa syarat untuk anak-anak panti asuhan. Sampai ia menemukan pria berlumuran darah itu di halaman—dan sesuatu dalam hatinya berbisik bahwa kedatangannya akan mengubah segalanya.

Dua dunia yang seharusnya tak pernah bersinggungan kini saling bertaut. Sang mafia yang tak percaya cinta, dan sang suster yang terikat sumpah pada Tuhan. Setiap tatapan adalah dosa. Setiap detak jantung adalah pertaruhan. Dan semakin keras mereka berusaha menjauh, semakin dalam mereka terjerat.

Namun cinta terlarang bukan satu-satunya bahaya. Rahasia masa lalu, sebuah keluarga yang mengubah gairah menjadi setia, dan musuh lama yang haus balas dendam—semua bersiap menyeret mereka ke dalam badai yang belum pernah mereka bayangkan.

Bisakah kemurnian menyelamatkan seorang pria yang tangannya berlumur dosa? Dan sanggupkah cinta bertahan ketika seluruh dunia menuntut mereka berpisah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gizelly Ladislau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

POV Consuelo Herrera

Aku mengenal anak-anakku lebih dari siapa pun.

Seorang ibu belajar mengenali kapan ada sesuatu yang salah hanya dari sorot mata mereka. Dan Dante... anak sulungku, putraku yang kuat, dingin, dan penuh perhitungan... tampak berbeda.

Sejak ia pulang setelah kecelakaan itu, ada sesuatu yang berubah.

Ia lebih pendiam.

Lebih menjauh.

Lebih banyak melamun.

Kerap kali kutemukan ia berdiri di depan jendela ruang kerjanya, memegang secangkir kopi yang sudah dingin, menatap ke arah yang entah ke mana.

Dan itu tidak wajar.

Dante Herrera selalu menjadi pria yang tegas. Ketika ia menginginkan sesuatu, ia langsung mengejarnya tanpa ragu.

Tapi kini ia tampak tersesat.

Dan aku tahu persis kapan semuanya bermula.

Suster Mary Mendez.

Aku tersenyum sendiri sambil memperhatikan putraku berjalan di taman mansion.

Mereka berdua baru saja saling mengenal.

Tapi aku melihatnya.

Aku melihat tatapan-tatapan itu.

Aku melihat cara dia menyentuh putraku.

Aku melihat cara putraku memperhatikannya ketika ia mengira tak ada yang memperhatikan.

Dan yang terpenting...

Aku melihat betapa terganggunya ia oleh candaan Giovanni.

"Seorang biarawati jatuh cinta pada bos mafia. Ini baru bisa jadi sinetron yang bagus."

Hari itu Dante nyaris mencabut kepala adiknya.

Reaksi yang terlalu berlebihan untuk seseorang yang katanya tak merasakan apa-apa.

Aku menggeleng.

Lebih baik seorang biarawati.

Daripada gadis-gadis manja tak tertahankan yang selalu mengejar-ngejar harta anak-anakku.

Semoga Tuhan mengampuniku.

Tapi aku memang lebih memilih seorang biarawati sebagai menantu.

Aku menghela napas.

Masalahnya, tak satu pun dari anak-anakku yang masih percaya pada cinta.

Tidak setelah apa yang terjadi pada Kevin.

Hatiku masih terasa perih setiap kali mengingatnya.

Wanita pengincar harta itu nyaris menghancurkan anakku.

Nyaris membunuhnya.

Dan sejak itu mereka semua mulai memandang perasaan sebagai kelemahan.

Terutama Dante.

Tapi aku seorang ibu.

Dan para ibu tak pernah menyerah.

Saat itulah sebuah gagasan lama kembali muncul di benakku.

Rumah sakit anak.

Sebuah proyek yang dibuat bertahun-tahun lalu oleh mendiang ibuku, di Roma.

Sebuah rumah sakit yang dibangun berdampingan dengan panti asuhan untuk menampung anak-anak telantar dan keluarga tak mampu.

Aku selalu ingin memperluas pekerjaan itu.

Dan kini aku punya kesempatan yang sempurna.

Senyum perlahan merekah di bibirku.

Kalau saja Suster Mary ikut dalam proyek itu...

Ia perlu bepergian.

Ia perlu bekerja langsung dengan yayasan kami.

Dan mau tak mau...

Ia akan menghabiskan lebih banyak waktu di dekat Dante.

Oh, itu sempurna.

Aku bangkit dari kursi dengan penuh tekad.

Aku perlu berbicara dengan para pengurus yayasan.

Lalu dengan Ibu Kepala Biara.

Dan, kalau Tuhan mengizinkan, membujuk Suster Mary untuk ikut serta.

Tentu saja semuanya dilakukan demi tujuan mulia.

Bagaimanapun, anak-anak yang membutuhkan memang layak dibantu.

Fakta bahwa itu juga akan mendekatkan putraku dengan sang biarawati hanyalah detail kecil.

Detail yang sangat menguntungkan.

Aku tersenyum lagi.

"Consuelo Herrera, kau wanita yang mengerikan."

Tapi bahkan itu tak menghapus kepuasanku.

Aku menatap sebuah foto keluarga di atas meja.

Dante tampak serius seperti biasa.

Begitu berkuasa.

Begitu dihormati.

Begitu sendirian.

Hatiku terasa sesak.

Setiap pria berhak mendapatkan seseorang untuk dicintai.

Bahkan seorang Mafia sekalipun.

Kutangkupkan kedua tanganku di depan dada.

"Tuhan, ampuni aku karena mencampuri urusan hidup putraku."

Aku berhenti sejenak.

"Tapi kalau ada wanita yang mampu membawa kedamaian bagi hati Dante Herrera... wanita itu adalah Suster Mary Mendez."

Aku tersenyum.

Karena Operasi Cupido baru saja dimulai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!