NovelToon NovelToon
Takdir Kita Yang Belum Selesai

Takdir Kita Yang Belum Selesai

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Reinkarnasi / Romansa Fantasi
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nita_001

Setelah dikhianati dan meledakkan diri bersama musuhnya, Chongyue, kapten tim elit pemburu vampir, justru terlahir kembali di dunia kultivasi dalam tubuh Nona Kelima Kediaman Jenderal Kerajaan Dong—seorang gadis yang dianggap bodoh dan tidak berguna.

Namun, tidak ada yang tahu bahwa di balik tubuh lemahnya itu tersembunyi sebuah segel misterius.

Ketika segelnya terbuka, Chongyue berubah menjadi seorang jenius dengan kekuatan luar biasa. Dalam perjalanannya menjadi kuat, dia bertemu Bei Mingye, Pangeran Keenam yang dijuluki Raja Hantu—pria dingin yang ditakuti seluruh Benua Timur, tetapi justru rela menjadi pelindung Chongyue.

Bersama-sama, mereka menghadapi keluarga, sekte kuno, musuh dari alam atas, serta rahasia besar tentang asal-usul Chongyue.

Di tengah takdir yang terus mempermainkan mereka, mampukah dua hati yang telah dipertemukan itu bertahan hingga akhir?

Yuk ikuti kisah lengkapnya dalam sebuah kisah berjudul: TAKDIR KITA YANG BELUM SELESAI

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita_001, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 - Balas dendam pertama

Tatapan dinginnya yang berpadu dengan senyuman tipisnya menciptakan tekanan yang begitu mengerikan.

Bahkan Xuan Qingqing, yang selama ini selalu bersikap angkuh dan sewenang-wenang, kini hanya berdiri kaku tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Sambil menggenggam cambuk di tangannya, Chongyue menatapnya dingin.

"Selama ini kau sudah puas memukuliku, menghinaku berkali-kali. Sekarang... bagaimana kalau giliranku yang mendapatkan kepuasan itu?"

Mendengar itu, mata Xuan Qingqing membelalak lebar.

Apa yang baru saja dikatakan Xuan Chongyue?

Apakah pendengarannya sedang bermasalah?

"Xuan Chongyue..."

Xuan Qingqing baru saja akan melontarkan makian ketika Chongyue menggerakkan tangannya.

Wussh~

Cambuk itu melesat cepat dan menghantam tubuhnya.

Krak

Rasa sakit yang luar biasa seketika membuyarkan amarah Xuan Qingqing. Dia menatap Chongyue dengan wajah penuh ketidakpercayaan, seolah masih tidak menerima kenyataan bahwa gadis itu benar-benar berani mencambukinya di depan begitu banyak orang.

Para pelayan yang menyaksikan dari belakang juga terkejut.

Selama ini, mereka selalu ikut menindas Xuan Chongyue. Kini, melihat gadis itu bahkan berani menghajar Nona Sulung tanpa rasa takut, mereka mulai membayangkan nasib yang akan menimpa diri mereka jika Chongyue membalas dendam.

Memikirkan hal itu, para pelayan buru-buru mundur menjauh, berusaha menghindari jangkauan cambuk di tangan Chongyue.

Akibatnya, tubuh Xuan Qingqing kini benar-benar terbuka tanpa perlindungan di hadapan Chongyue.

Chongyue mengangkat cambuk itu sekali lagi.

Wussh~

Krak

Sapuan demi sapuan cambuk mendarat tanpa ampun di sekujur tubuh Xuan Qingqing.

"Ahhh..."

Jeritan kesakitan terus bergema di seluruh halaman.

Entah sudah berapa puluh kali cambuk itu menghantam tubuhnya. Gaun indah yang dikenakannya telah koyak di berbagai bagian, sementara darah terus merembes dari luka-lukanya.

Bahkan, pada wajahnya yang semula rupawan kini terukir empat bekas cambukan yang saling bersilangan, membuat penampilannya tampak begitu mengenaskan.

"Ahkkk..."

Beberapa pelayan yang bernyali kecil menjerit histeris melihat kondisi tragis Nona Sulung mereka.

Mendengar jeritan itu, Chongyue perlahan mengalihkan pandangannya kepada mereka.

Tatapan dinginnya membuat lutut para pelayan seketika lemas. Tanpa menunggu diperintahkan, mereka serempak bersujud di atas tanah dengan tubuh gemetar hebat.

"Nona Kelima... kami mengaku bersalah! Kami mohon... ampunilah nyawa kami!"

Suara mereka bergetar dipenuhi ketakutan.

Sosok yang berdiri di hadapan mereka saat ini bukan lagi Nona Kelima yang bodoh, penakut, dan selalu pasrah menerima penindasan.

Melainkan iblis yang baru saja keluar dari gerbang neraka.

Chongyue melemparkan cambuk yang berlumuran darah ke dekat tubuh Xuan Qingqing, lalu berkata dengan suara dingin, "Bawa dia dan enyahlah dari halamanku."

"Baik... baik, Nona Kelima!"

Mendengar perintah itu, para pelayan buru-buru bangkit.

Beberapa orang memapah Xuan Qingqing yang hampir tidak sadarkan diri, sementara yang lain membantu para pengawal yang bisa mampu berjalan.

Mereka bergegas meninggalkan halaman dengan langkah tergesa-gesa, seolah-olah ada malaikat maut yang sedang mengejar dari belakang.

Setelah memastikan mereka semua pergi, Chongyue menatap telapak tangannya sejenak. Dia mengembuskan napas pelan sebelum akhirnya berbalik dan memasuki kamarnya.

Dia tahu, dirinya sudah tidak mungkin lagi tinggal lebih lama di Kediaman Keluarga Xuan ini.

Dia segera mengemasi beberapa pakaian. Dia juga mengambil cairan obat yang telah diraciknya untuk mengubah warna mata, kemudian membuka lemari guna memastikan tidak ada barang penting yang tertinggal.

Saat hendak menutup kembali pintu lemari, sudut matanya tiba-tiba menangkap sebuah kotak kecil berwarna hitam yang tersembunyi di sudut paling dalam.

Chongyue mengerutkan kening.

Dia tidak tahu sejak kapan kotak misterius itu berada di sana. Namun, tanpa terlalu memikirkannya, dia mengambilnya dan memasukkannya ke dalam bungkusan.

Bagaimanapun, tambahan sebuah kotak kecil tidak akan banyak memengaruhi beban bawaannya.

Setelah mengikat bungkusan itu dengan erat, Chongyue mendorong pintu kamar dan melangkah keluar.

Namun, baru saja melewati ambang pintu, langkahnya tiba-tiba terhenti.

Di tengah halaman yang masih dipenuhi bercak-bercak darah, berdiri seorang pria berwajah luar biasa tampan dengan jubah putih bersih tanpa noda.

Dan yang paling mengejutkan, pria itu tidak lain adalah orang yang ditemuinya di tepi tebing pegunungan sebulan yang lalu.

Chongyue tertegun.

Bagaimana mungkin pria ini berada di halamannya?

Dia sangat yakin bahwa penampilannya ketika berada di pegunungan benar-benar berbeda dengan dirinya sekarang. Seharusnya, pria itu tidak mungkin mengenali bahwa mereka adalah orang yang sama.

Jadi, untuk apa dia datang ke sini?

"Kau baru saja memukuli seseorang, lalu ingin melarikan diri begitu saja?"

Bei Mingye melirik bungkusan di tangan Chongyue. Senyuman tipis terukir di sudut bibirnya, sulit ditebak apa yang sedang dipikirkannya.

Mendengar itu, wajah Chongyue seketika memerah menahan amarah.

Bei Mingye jelas mengetahui bahwa dirinya baru saja menghajar seseorang. Itu berarti dia telah menyaksikan seluruh kejadian sejak awal. Namun, Chongyue justru tidak menyadari keberadaan pria yang bersembunyi di halamannya ini.

"Bukan urusanmu!" balasnya dingin sebelum melangkah melewati Bei Mingye.

"Ada sekelompok orang yang datang," ucap Bei Mingye pelan ketika Chongyue melewatinya.

Langkah Chongyue langsung terhenti.

Dia memusatkan pendengarannya ke arah luar halaman. Tak lama kemudian, suara langkah kaki yang tergesa-gesa bercampur dengan beberapa hentakan ringan terdengar semakin jelas.

Perbedaan ritme tersebut menunjukkan bahwa orang-orang yang datang memiliki tingkat kekuatan yang berbeda-beda. Bahkan, jarak di antara mereka juga cukup jauh.

"Dua puluh tujuh orang," ucap Bei Mingye sembari menyunggingkan senyum tipis.

Chongyue terdiam.

Dia hanya mampu menangkap keberadaan dua puluh orang.

Artinya, tujuh orang lainnya memiliki kultivasi yang jauh melampaui kemampuannya saat ini.

"Aku bawakan dulu bungkusanmu. Nanti kukembalikan setelah kau selesai membereskan mereka."

Saat Chongyue masih berkonsentrasi mendengarkan pergerakan musuh, Bei Mingye dengan santai merebut bungkusan dari tangannya, lalu melesat ke atas pohon rindang tempatnya bersembunyi sebelumnya.

"Kau..."

Wajah Chongyue menggelap karena marah.

Sayangnya, dia sudah tidak memiliki waktu untuk berdebat karena suara langkah kaki orang-orang itu telah tiba di depan halaman.

Pria sialan!

Kalau hari ini aku benar-benar mati di sini, aku bersumpah akan menghantuinya seumur hidup!

Sementara itu, Bei Mingye duduk santai di atas dahan pohon sambil membuka bungkusan milik Chongyue.

Tatapannya jatuh pada beberapa helai pakaian berbahan kasar yang tersusun rapi di dalamnya.

Seringai tipis segera terukir di sudut bibirnya.

Xuan Yang benar-benar tahu cara memperlakukan putrinya sendiri.

Setelah menyingkirkan pakaian-pakaian itu, pandangannya tertuju pada sebuah kotak kayu kecil yang tersimpan di bagian paling bawah.

Kotak itu tampak sederhana. Bahkan, beberapa sudutnya telah memudar dimakan usia.

Bei Mingye mengangkatnya sambil mengamatinya penuh rasa ingin tahu.

Dia masih bisa memahami jika Chongyue membawa pakaian. Namun, mengapa gadis itu juga membawa sebuah kotak kayu tua?

Mungkinkah ada benda berharga di dalamnya?

Tanpa ragu, Bei Mingye membuka tutup kotak tersebut.

Dugaannya memang benar.

Di dalamnya tersimpan dua keping emas murni yang diletakkan di atas selembar kain tua yang terlipat rapi. Warna kain itu telah menguning karena usia.

1
marlaina marliana
beraninya main keroyokan dasar iblis
marlaina marliana
semangat chongyue, balas dendam musnahkan semua musuh 💪💪
marlaina marliana
nah baru tau cerita awalnya pertemuan mereka ternyata seperti itu ya 🤔
marlaina marliana
masih menyimak 😊😊❤❤
marlaina marliana
kakak syantik ini sama seperti yg yg f**z* ya.
Author Nita_001: Iya kak say, aku pindah kesini, karena disana sepi pembacanya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!