Kematian beruntun datang menghantui desa ujung pandang, banyak warga yang meninggal secara mendadak dan akhirnya menimbulkan fitnah kejam di dunia iblis.
Arwah suci bernama Sukma harus membersihkan nama, dia mendapatkan tuduhan keji bahwa dia yang sudah menyebar racun tersebut.
sebab kematian para warga sangat mengerikan dan para dokter juga tidak menemukan ada yang janggal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24. Mencari arwah Andi
Nana berjalan dengan langkah gontai menuju kuburan yang masih basah itu, seperti ucapan dia tadi bahwa dirinya akan menemui arwah Andi bila ternyata memang pria itu bangkit untuk mencari tahu ke mana arah tujuan dia sekarang, Bila memang Andi sudah bangkit maka Nana bisa membawa dia pergi untuk menemui Purnama saja.
Sebab bila dirinya tidak tahu jalan Maka nanti yang ada iblis akan memanfaatkan arwah Andi untuk menambah kekuatan yang ada di dalam diri, bisa saja pelaku dari pembunuhan ini akan mengincar arwah Andi juga, sebab biasanya memang seperti itu bila ada pembunuhan misterius dan yang melakukannya adalah bangsa iblis maka dapat dipastikan arwah korban juga akan dia hisap.
Jadi Nana memang sengaja bergerak duluan untuk mencari arwah Andi dan tidak peduli dengan omongan para member lain yang mengejek bahwa dirinya ingin mencari mantan kekasih, sebab tujuan dirinya saat ini adalah tujuan yang baik karena dia tidak mau bila nanti arwah Andi Kian tersesat.
Kembang Desa Ini juga masih merasa bersalah ketika Andi dulu merasakan trauma yang begitu besar ketika dia harus menghadapi arwah Nani, adik dari kembang desa itu memang terobsesi dengan ketampanan Andi sehingga dia rela melakukan apa saja dan meski sudah menjadi arwah gentayangan maka yang dia incar adalah Andi juga.
"Mana sih, Masa dia tidak tahu cara bangun dari dalam kuburan itu ya?" Nana menunggu dengan tegang di atas kuburan
"Aiiih kau jangan terlalu bodoh walau meski memiliki wajah tampan seperti itu.'' kucing hitam ini terus saja merutuk kesal.
Duaaaar.
"Eh bangsat!" Nana kaget Bukan main ketika dia dikejutkan oleh seseorang dari belakang.
"Haaaa Kau pasti ingin menunggu mantan ini bangkit kan." Maharani menatap Nana dengan pandangan penuh curiga.
"Lah ya memang aku ingin menunggu dia bangun dan membawa Dia segera ke agensi." Nana langsung mengakui tentang hal itu.
"Eh Apa kau tidak takut kalau nanti Samuel merasa curiga dan cemburu?" tanya Maharani kembali.
Nana tertegun sesaat karena sejak tadi Dia melupakan Samuel, tahu sendiri bahwa sang kekasih juga memiliki rasa cemburu yang begitu besar sehingga tidak mungkin bila dia tetap setuju saja ketika nanti Nana pulang sambil membawa arwah Andi untuk masuk ke dalam agensi yang telah dipimpin oleh ratu ular ini.
''Kau juga aku lihat terlihat begitu cemas sekali.'' Maharani tersenyum penuh misteri.
''Nah kalau kau berbicara seperti itu jelas nanti akan menjadi kompor untuk Samuel.'' Nana jadi kesal.
''Loh aku ini datang ke sini karena tahu bahwa kau akan mencari arwah Andi.'' ujar Maharani sambil menatap sekitar dengan seksama.
Padahal dia datang ke sini karena ingin memastikan terlebih dahulu Apakah kuburan milik Iis itu bergerak atau tidak, sebab saat ini Sukma telah masuk ke dalam penjara bawah tanah sehingga dia tidak akan berkeliaran ke mana-mana dan sudah menjadi tugas member lain untuk mengawasi kuburan milik Iis.
''Santai saja, berikan dulu Aku rokok biar sedikit tenang ini.'' Maharani mencari tempat duduk yang sangat nyaman.
''Kau sedang menunggu Siapa di sini?'' Nana mengeluarkan rokok jumbo itu dari dalam saku celana.
''Hahaaa Aku mau tertawa kalau melihat kau pakai celana cutbray seperti itu.'' Maharani sudah mulai tertawa geli.
''Jelas ini lebih baik daripada legging macan yang sering kau pakai itu.'' Nana melempar rokok.
''Hahhhhh.'' Maharani tidak menjawab lagi karena dia sedang sibuk memikirkan sesuatu yang menurutnya terasa begitu berat.
''Kenapa?'' Nana juga ikut duduk di sebelah Ratu burung hantu untuk bertanya tentang perasaan yang tersimpan.
Maharani masih belum menjawab dan dia sibuk menghisap rokok yang terasa begitu nikmat sekali di lidah dia, terlebih lagi saat ini masalah begitu berat menimpa mereka semua sehingga Butuh sesuatu yang bisa membuat pikiran ini sedikit lega dan melupakan apa itu beban yang telah bersarang di dalam otak milik mereka semua.
''Kuburan itu sama sekali tidak berubah.'' ujar Maharani sambil menatap kuburan Iis.
''Lalu?''
''Karena tidak ada perubahan itu maka aku semakin tidak yakin bahwa dia ada di dalam tanah, Mungkin saja dia telah melakukan sesuatu dan menaruh dendam.'' Maharani menatap lurus.
''Jadi menurutmu sekarang dia sengaja bersembunyi dan malah memfitnah Sukma?'' Nana paham dengan arah pembicaraan Maharani.
''Bisa saja begitu, sebab ketika masih menjadi manusia saja dia sudah begitu licik selalu.'' ujar Ratu burung hantu.
''Tapi kenapa kita tidak bisa menemukan arwah dia dan di dalam tanah itu juga masih tetap sama.'' Nana ikut bingung memikirkan tentang masalah ini.
Maharani menggeleng karena sampai sekarang dia juga masih tidak memahami Kenapa mereka belum berhasil menemukan arwah Iis, jangankan untuk menemukan arwah gadis itu. bahkan sekarang mereka tidak tahu apakah Iis sudah bangkit dari dalam kubur atau sekedar dikendalikan oleh seseorang yang tidak mereka ketahui juga, biasanya sosok yang lebih kuat akan mengendalikan arwah yang penuh dengan dendam.
Kasus ini semakin rumit saja karena malah melibatkan member purnama dan sekarang para iblis lain juga menuding keras bahwa member Purnama adalah pelaku, Purnama sendiri tidak tahu akan mengambil Sikap apa karena sampai sekarang dia tidak ada buka suara atau bahkan mengatakan kepada para iblis bahwa dia akan menangani masalah Sukma.
''Aku sejujurnya merasa sangat kasihan dengan Sukma.'' Nana Berkata sambil membuat lubang kecil di kuburan milik Andi.
''Dengan Kejadian ini maka dia sudah mendapat fitnah sebanyak dua kali.'' angguk Maharani.
''Kau juga yakin kalau ini semua hanya fitnah belaka?'' tanya kucing hitam itu sambil menoleh.
''Benar, kan tidak mungkin karena dia ingin mencoba racun itu maka sampai membunuh banyak orang dan juga banyak iblis.'' sanggah Maharani.
''Andi, ayo bangun sekarang dan Ceritakan bagaimana wujud orang yang sudah mencelakai dirimu ini.'' Nana berbisik di dalam kuburan itu.
Kucing hitam ini ingin bertemu dengan arwah Andi bukan karena alasan biasa saja, tapi karena dia ingin berbicara langsung kepada Andi tentang siapa yang sudah mencelakai dia sampai mati. karena Andi pasti bisa melihat siapa yang sudah memberikan dia racun itu ketika sedang mencari daun pisang.
''Andi ku mohon, ayo bangun sekarang dan temui aku di sini.'' kucing hitam kembali membuka suara.
''Tapi aku memang tidak melihat arwah dari orang yang sudah mati keracunan ini.'' Maharani baru sadar.
Nana reflek menoleh Karena bila mereka tidak menemukan arwah dari yang sudah mati keracunan itu, maka kasus ini akan semakin panjang dan mereka tidak tahu harus mencari bukti ke arah mana lagi, nanti yang ada justru fitnah Sukma akan semakin parah.
Selamat sore, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook ya.