NovelToon NovelToon
Air Mata Istri Hamil, Janji Mafia Yang Mengikat

Air Mata Istri Hamil, Janji Mafia Yang Mengikat

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Mafia / Dark Romance
Popularitas:13.4k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Diselingkuhi saat hamil besar, ia hampir kehilangan segalanya, termasuk anak yang belum sempat ia peluk.

Di titik terendah hidupnya, seorang pria asing menyelamatkannya.
Berbahaya. Dingin. Dan tidak pernah memberi tanpa imbalan.

Satu syarat.
Satu ikatan yang tak bisa ia tolak.

Demi bertahan… demi anaknya, ia menerima.
Lima tahun berlalu.

Hidup yang ia bangun perlahan terasa utuh, hingga masa lalu datang kembali, menuntut apa yang dulu ia abaikan.

Namun kali ini, ia bukan wanita yang sama.
Dan pria di sisinya…
bukan seseorang yang bisa disentuh tanpa konsekuensi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Keesokan harinya…

Seperti tidak terjadi apa-apa, rumah itu kembali hidup dengan rutinitas yang tampak normal.

Di dapur, Alyssa berdiri di depan meja. Tangannya bergerak tenang, menata sarapan dengan rapi. Dua gelas jus sudah tersedia—warnanya segar, tampak menggoda.

Ia melirik sejenak ke arah tangga… memastikan.

Lalu, perlahan…

Botol kecil itu kembali muncul di tangannya.

Tanpa suara, tanpa ragu.

Alyssa membuka tutupnya.

Serbuk putih halus itu kembali ia tuangkan, kali ini ke dalam salah satu gelas jus.

Tidak banyak.

Hanya cukup.

Cukup untuk… memulai sesuatu.

Ia mengaduknya perlahan hingga larut sempurna, lalu meletakkan kedua gelas itu di meja makan, berdampingan...tidak ada yang tampak berbeda.

Semuanya terlihat… normal.

Langkah kaki terdengar mendekat.

“Alyssa, selamat pagi!” suara Vanessa terdengar lebih cerah dari biasanya, namun nada sinis dan meremehkan tetap terselip jelas.

Ia berjalan berdampingan dengan Darius, tangannya bahkan menyentuh lengan pria itu tanpa rasa canggung.

Alyssa menoleh.

Senyumnya kembali muncul—lembut, hangat… sempurna.

“Selamat pagi, Darius, Vanessa. Sarapan dulu sebelum berangkat kerja,” ucapnya tenang. “Setelah kalian pergi, aku akan membeli beberapa kebutuhanmu.”

Tanpa menunggu jawaban, ia berbalik, seolah tidak ingin mengganggu mereka lebih lama.

“Kau ingin ke mana?” tanya Darius, alisnya sedikit berkerut, nadanya datar.

Alyssa berhenti, lalu menoleh sedikit.

“Ada dokumen yang perlu kau tanda tangani,” jawabnya ringan. “Sebelumnya bukankah kau sudah membeli sebuah apartemen?”

Ia menatap Darius sekilas, matanya tenang.

“Dan tentu saja… butuh tanda tanganmu untuk proses pemindahan nama.”

Alasannya terdengar masuk akal.

Darius mengangguk tanpa banyak berpikir.

“Baik.”

Ia kemudian duduk bersama Vanessa di meja makan.

Vanessa melirik ke arah jus di depannya, lalu kembali menatap Darius dengan senyum penasaran.

“Kau beli apartemen?” tanyanya. “Apakah untuk kita?”

Darius tersenyum tipis, nada suaranya penuh kepastian. “Tentu saja,” jawabnya. “Hanya kau dan aku di sana.”

Ia menyandarkan tubuhnya dengan santai.

“Ke depannya, kalau kita sudah punya anak… kita akan tinggal di sana bersama,” lanjutnya.

“Dan setelah wanita itu melahirkan…”

Ia berhenti sejenak, lalu tersenyum dingin.

“…anaknya akan tinggal bersama kita.”

Vanessa terdiam, menunggu kelanjutan kalimat itu.

“Sedangkan dia,” lanjut Darius tanpa ragu, “akan aku ceraikan tanpa memberinya kompensasi.”

Beberapa langkah dari sana, Alyssa masih berdiri di lorong. Ia tidak benar-benar pergi.

Semua kata itu…Ia dengar dengan jelas.

Namun—

Tidak ada air mata.

Tidak ada kemarahan yang terlihat.

Hanya…

Senyum tipis yang perlahan terangkat di bibirnya.

“Tanpa kompensasi…” bisiknya pelan.

Matanya berkilat dingin.

Di meja makan…

Vanessa akhirnya meraih gelas jus di depannya.

“Kalau begitu… masa depan kita sudah jelas,” ucapnya sambil tersenyum puas.

Ia mengangkat gelas itu perlahan.

Darius juga melakukan hal yang sama.

Dua gelas.

Dua pilihan.

Tapi hanya satu yang berbeda.

Dan tidak satu pun dari mereka… menyadarinya.

Dari kejauhan…

Alyssa menatap tanpa suara. Ia melihat suaminya yang sedang meneguk minuman yang telah dicampur obat.

"Darius...Darius...setelah bercerai denganku, kau dan wanita itu juga tidak akan bertahan lama. Karena dia akan pergi meninggalkanmu," batin Alyysa.

Beberapa saat kemudian…

Langkah Alyssa kembali terdengar di ruang makan.

Ia membawa map tipis berisi dokumen, wajahnya tetap tenang seperti biasa. Tidak ada yang mencurigakan dari geraknya—semuanya terlihat wajar, bahkan terlalu rapi.

Ia berhenti di samping Darius, lalu meletakkan map itu di hadapannya bersama sebuah pulpen.

“Tandatangani,” ucap Alyssa ringan. “Setelah ini, apartemen itu akan menjadi milikmu.”

Nada suaranya santai, seolah hanya urusan biasa.

Ia membuka halaman pertama, memposisikannya tepat di depan Darius, lalu sedikit menjauh, memberi ruang, namun juga mengarahkan.

Darius bahkan tidak membaca.

Tanpa curiga, tanpa berpikir panjang.

Tangannya langsung bergerak—

coret.

Tanda tangan pertama.

Alyssa tidak berkata apa-apa. Hanya menatap sekilas… lalu membalik ke halaman berikutnya.

“Yang ini juga,” katanya singkat.

Darius kembali mengambil pulpen.

Tanpa ragu.

Tanpa membaca.

Coret.

Tanda tangan kedua.

“Selesai,” katanya ringan, bahkan tidak peduli isi dokumen yang baru saja ia sahkan.

Alyssa tersenyum tipis.

Senyum yang sama seperti sebelumnya.

Namun kali ini… terasa berbeda.

“Habiskan minumannya,” lanjutnya santai. “Buah jeruk yang aku beli sangat segar. Bisa membantu stamina.”

Ia tidak menunggu jawaban.

Langsung berbalik.

Dan pergi.

Darius mengangkat gelasnya tanpa pikir panjang.

Dalam beberapa tegukan...

Minuman itu habis.

Ia tersenyum puas, lalu melirik Vanessa.

“Lihat? Bahkan sekarang dia semakin patuh,” ucapnya meremehkan.

Di sisi lain…

Alyssa kembali ke kamarnya.

Pintu tertutup pelan di belakangnya.

Klik.

Ia berjalan menuju meja, lalu membuka map yang tadi ia bawa.

Satu per satu lembaran dibuka.

Tatapannya jatuh pada judul di bagian atas.

Surat Perceraian.

Perjanjian Pembagian Aset.

Tanda tangan Darius terpampang jelas di sana.

Sah.

Tanpa bantahan.

Tanpa syarat.

Tanpa ia sadari…

Ia baru saja menjerat dirinya sendiri.

Alyssa menatap dokumen itu lama.

Lalu…

Senyum perlahan terangkat di bibirnya.

“Darius Fan…” gumamnya pelan.

Matanya berkilat tajam.

“Jangan salahkan aku… karena menuntut semua aset darimu.”

Ia menutup map itu perlahan.

“Karena kali ini…” lanjutnya lirih, “…aku akan menekanmu… sampai kau tidak punya jalan keluar.”

1
stela aza
kenapa s Jean g di depak aja s dr rumah itu ,,, lagipula juga g berguna itu orang sama kaya anaknya ,,,
stela aza
lanjut thor up-nya double y ❤️❤️❤️
stela aza
dasar sampah ibu sama anak sama saja ,,, g guna ,,,,🤦
stela aza
good job Lucien,,, lanjut thor ❤️❤️❤️
💝F&N💝
lanjut, lagi.
ayooooo
stela aza
lanjut thor lagi seru bgt malah bersambung ❤️❤️❤️
Inez Putri
ayuk thour jgn mbulet² ahh biar cpet beres. biar tau rasa. dpt blsnnya
stela aza
lanjut thor up-nya double donk ❤️❤️❤️
💝F&N💝
hukuman itu
💝F&N💝
ayo up lagi doooooong😅😅😅
Dini Anggraini
Itu karena do'a seorang istri yang tulus dan ikhlas menembus langit kamu gak bisa lagi selingkuh sama Vanessa. Bagaimana bila kamu lemah apakah Vanessa akan tetap setia sama kamu ataukah mencari penggantimu. Alssya wujudkan keinginanmu menikah dengan Lucien dan ambil hak asuh anakmu dan harta bersamamu jangan mau keluar tanpa apapun. 😍😍😍
stela aza
next thor up-nya double ❤️❤️
💝F&N💝
lanjut lagi thor.yang banyak
Basri Ambung
sangat bagus ,aku suka jalan ceritanya
stela aza
lanjut up-nya double thor
Minarni
lanjut ya
stela aza
lanjut thor up-nya double y 🤭
Dini Anggraini
Bagus alyssa apalagi kamu punya video saat Darius dan Vanessa melakukan hubungan badan itu akan semakin membuatmu menang di pengadilan hak asuh anak, kekayaan Darius akan jatuh ke tanganmu. Setelah sendiri nanti mulailah berkarir lagi buktikan pada Darius tanpanya kamu bisa sukses sampai kamu bisa bilang Hai mantan kamu bukan seleraku lagi. Semangat 💪💪💪
stela aza
lanjut thor double y kemarin g up
Dini Anggraini
Bagus alyysa balas dendam terbaik adalah merangkul musuhmu saat musuhmu lena dengan perlakuan manismu di saat itulah kamu mengumpulkan bukti sebanyak2 nya untuk menggugat cerai suamimu dan ambil hak asuh anakmu. Biarkan perusahaan Darius koleps dengan skandalnya. Kamu bila sudah janda nanti perbaiki hidupmu buat karirmu yang sempat redup berjaya lagi. Dan saat kamu sudah berjaya jangan pernah mau balikan sama mantan lagi. 😍😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!