seorang wanita yang bernama Alisa putri harus menjalani hidupnya sebagai istri dan menantu yang terhina,dia bahkan merawat anak haram suaminya.
dia melakukan semua itu karna harus bergantung pada suami dan mertuanya, di jual oleh ibu tirinya membuat Alisa tidak bisa berbuat apa-apa.
hingga suatu hari,dia di ceraikan oleh suaminya,hanya karna ingin menikahi selingkuhan nya,di dalam keputusasaan nya,dia tiba-tiba mendapatkan sistem yang membantu kehidupan nya.
balas dendam pun di mulai,dia mengumpulkan kekayaan nya dan membangun banyak usaha nya.
bagaimana kah kisah Alisa selanjutnya ?
yuk mampir disini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EMiliya PUtry S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
mencari keberadaan Naura
Di kediaman Naura.
Di halaman kediaman nya,yang terlihat indah dan luas,disana Naura sedang duduk bersama dengan ayahnya,keduanya terlihat serius berbicara.
" jadi aku akan berencana mendirikan toko obat,dan juga restoran,,aku ingin kita mendapatkan uang masuk,agar ayah tinggal duduk saja dan menerima uang yang banyak" ucap Naura dengan tersenyum.
pak Kim tertegun dia menatap wajah putri nya dengan serius.
" tapi nak,darimana kita akan mendapatkan modal mendirikan toko dan restoran? " tanya pak Liam.
Dia tidak ingin putrinya kesulitan membiayai hidupnya,apalgi putrinya harus menikah.
" ayah tenang saja,aku sudah memikirkan nya,oh ya aku juga sudah mencarikan 4 pengawal untuk ayah,aku takut kedua kakak durhaka itu datang dan menyakiti ayah ! " ya Naura tidak boleh lengah,dia takut kedua kakaknya membuat masalah,apalagi saat ini pasti kedua pria itu mencari keberadaan nya.
" kamu benar,mereka pasti sedang ribut di desa apalagi uang mahar pernikahan mu,sudah pasti uang nya dihabiskan oleh kedua istri kakak mu " ucap pak Kim,dia juga tidak akan keluar rumah saat putri nya tidak ada,dia tau kedua putranya tidak akan menyerah begitu saja.
" kalau begitu ayah istirahat di kamar ayah,aku akan keluar sebentar dan ingat jangan pernah keluar dari rumah " sebelum pergi Naura memperingatkan ayahnya,melihat pak Kim mengangguk dia tersenyum lega dan pergi berjalan meninggalkan halaman.
Pak Kim melihat kepergian putrinya,dia merasa amat bahagia karna putrinya begitu perhatian dan menyayangi nya.
" jika Naura sudah mendirikan toko obat dan restoran,aku akan mencarikan pria yang baik untuk nya,aku tidak mau putri ku hidup sendiri tanpa seorang pendamping,,," gumam nya,dia berdiri dan berjalan menuju kamarnya, pengawal yang sejak tadi berdiri tidak jauh darinya, mengikuti nya dari belakang.
*************
sedangkan di kediaman jenderal,didalam kamar Raisa yang sedang duduk di atas ranjang nya, merasakan dadanya sesak,dia mengambil minum yang ada di meja,tapi karna tidak memiliki tenaga dia menjatuhkan nya,sehingga suara cangkir jatuh membuat pelayan nya masuk kedalam kamar.
" nona apa yang terjadi,,saya akan memanggil tabib " panik pelayan saat melihat nona nya terlihat pucat,dia langsung berlari memanggil tabib.
" apa aku akan mati,, uhkkkkkkkkk... uhkkkkkkkkk,,,ini sangat sakit sekali,, ternyata obat ku juga sudah habis. " gumam Raisa saat mengingat obat yang di resep oleh tabib keluarga nya.
Pelayannya akhirnya datang bersama dengan tabib,dan ternyata kedua orang tua Raisa juga memasuki kamarnya dengan wajah panik.
" Raisa sayang,,ada apa denganmu nak,apa penyakit lama mu kambuh lagi " tanya ibunda Raisa dengan wajah sedihnya.
" aku tidak apa-apa ibu,,aku hanya lupa ternyata obat ku sudah habis " jujur Raisa,dia tidak mau ibunya bersedih.
Ayah Raisa yang menjabat sebagai jenderal menatap putrinya dengan wajah cemas,lalu dia menatap tabib yang terlihat sudah memeriksa Raisa.
" bagaimana dengan keadaan putriku ? " tanyanya,dia begitu risau dengan penyakit Raisa,padahal putrinya masih muda.
tabib itu berdiri dan menatap jenderal dengan menggeleng sembari menghela nafasnya.
" penyakit nona Raisa semakin parah,aku kira dengan meminum obat penyakitnya akan sedikit membaik,tapi.." tabib itu tidak berani melanjutkan ucapannya.
Kedua orang tua Raisa terkejut, wajah mereka memucat dan menatap Raisa yang sedang terbaring dengan mata tertutup.
" katakan padaku, bagaimana cara menyembuhkan putriku,,dan jika kamu bisa menyembuhkan aku akan memberimu banyak uang " ucap jenderal dengan serius.
tabib itu menghela nafas lagi dan menatap wajah jenderal dengan serius.
" tuan saya tidak bisa berbuat banyak,tapi saya punya solusi,,bukankah pangeran William memiliki penyakit yang hampir sama dengan nona Raisa ? dan saya mendengar kabar jika orang yang mengobati pangeran ketujuh adalah tabib yang hebat,,dan yang lebih mengejutkan nya lagi dia adalah seorang wanita " beritahu tabib,dia ingin jenderal mencari wanita itu agar bisa mengobati Raisa,dengan begitu dia bisa lepas tangan dari pengobatan nya.
Jenderal dan istrinya terdiam sejenak,memang mereka pernah mendengar kabar itu,tapi mereka bingung harus mencari keberadaan tabib wanita itu.
" apa kamu tau dimana tabib wanita itu tinggal ? " tanya jenderal dengan penuh harap.
" kalau tidak salah dia baru saja membeli kediaman di kota ini,jika anda mencari nya pasti kalian akan menemukan nya " ucap tabib lagi,lalu dia mengambil tas nya dan kembali menatap jenderal.
" kalau tidak ada lagi yang ingin dibicarakan saya permisi tuan,,jangan lupa agar segera mencari keberadaan tabib wanita itu,,penyakit nona Raisa semakin parah,,semoga kalian menemukan nya " setelah mengatakan itu,si tabib pergi meninggalkan kamar Raisa.
Jenderal buru-buru memanggil pengawal rahasia nya,setelah melihat pengawal nya muncul dia menatapnya dengan tajam.
" pergilah cari seorang pendatang di kota yang baru saja membeli kediaman,dia seorang wanita dari desa setelah kamu menemukan nya, beritahu aku secepatnya" perintah jenderal.
" baik tuan " pengawal itu langsung pergi dengan berlari meninggalkan kediaman jenderal.
" suamiku aku berharap tabib wanita itu secepatnya di temukan,aku tidak bisa kehilangan putriku Raisa " Isak istrinya dengan air mata menetes.
Jenderal memeluk istrinya dan mengangguk tegas.
" kamu tenang saja,tabib wanita itu pasti akan di temukan,aku juga tidak sanggup kehilangan putri ku satu-satunya" jelas jenderal dan menatap putrinya yang terlihat pucat.
************
di istana,kaisar yang mendengar kabar jika putri jenderal dalton sakit parah merasa kasihan,dia menatap Kasim yang baru saja menyampaikan kabar itu.
" pergilah katakan pada pangeran William agar segera menjenguk nona Raisa,,katakan padanya ini adalah perintah ku ! Jika dia berani menolak aku akan mengirim nya ke perbatasan!" perintah kaisar.
" baik yang mulia " Kasim itu pergi,kaisar menghela nafasnya karna menurutnya putranya sangat keterlaluan.
" kenapa putraku tidak menerima nona Raisa, padahal selama ini wanita itu sangat perhatian padanya,, sebenarnya apa yang di fikiran oleh anak itu " geram kaisar, menurut nya pangeran William sudah cocok dengan Raisa yang memiliki hati yang lembut dan tulus.
Sedangkan di istana pangeran William, mendengar ucapan Kasim,dia merasa marah,tapi dia tidak ingin di anggap sebagai pemberontak karna berani menolak perintah sang kaisar.
" pergilah katakan pada ayahanda,aku akan kesana menjenguk nya,,dia tidak perlu mengancam ku " kecam pangeran William.
" baik pangeran " Kasim itu pergi menyampaikan pesan pangeran pada kaisar, sedangkan pangeran William yang ditinggalkan mendesah kecil.
" tidak ada salahnya aku menjenguk nya,selama ini dia juga sudah begitu perhatian,tapi sayang sekali aku tidak bisa menerimanya sebagai wanita ku,, sudahlah sebaiknya aku pergi sekarang, pengawal siapkan kereta " pangeran William berdiri,dan berjalan menuju halaman istana nya.