NovelToon NovelToon
Blazing Asura: The Untamed God

Blazing Asura: The Untamed God

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat
Popularitas:911
Nilai: 5
Nama Author: fandy syahputra

Di puncak tertinggi Sembilan Ranah, Yu Fan adalah legenda—seorang Master Tingkat 9 yang menyentuh ranah kedewaan. Namun, kepercayaan adalah pedang bermata dua; ia dikhianati oleh sahabat masa kecilnya dan dibuang ke Dunia Fana dalam keadaan hancur.
Setelah 50.000 tahun tersegel dalam kegelapan yang sunyi, Yu Fan terbangun di dunia yang telah berubah total. Kekuatannya sirna, ingatannya terkikis, namun api amarah di jiwanya tetap membara. Di dunia baru ini, sang pengkhianat dipuja sebagai Dewi Kebajikan, dan sekte yang membantainya telah menjadi penguasa tunggal yang paling disegani.
Mengenakan jubah hitam dan memikul kutukan energi Yin yang dingin, Yu Fan harus memulai kembali perjalanannya dari titik terendah. Di antara kepingan ingatan yang hilang dan dunia yang penuh kebohongan, Sang Ashura akan bangkit kembali—bukan untuk menjadi pahlawan, melainkan untuk menghancurkan langit yang telah memuarakannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fandy syahputra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26: Ambisi Darah Kekaisaran dan Bayang Hitam Teratai Suci

HUMMMMMM!

Lonceng perunggu raksasa di puncak Istana Sembilan Naga Kekaisaran Tianhuang berdentang dengan nada yang teramat berat, menggetarkan fondasi kota megah yang dibangun di atas batuan vulkanik hitam tersebut. Langit di atas kekaisaran selalu diselimuti oleh awan merah kecokelatan, sebuah manifestasi dari energi perang dan niat membunuh yang telah mengental selama ribuan tahun penaklukan.

Di dalam Aula Agung Singgasana Besi, atmosfer terasa begitu mencekam hingga helaan napas pun seolah bisa memicu percikan api.

Kaisar Xuanyuan Lie duduk tegak di atas kursi tertingginya yang terbuat dari lelehan ratusan pedang raja-raja yang telah dia taklukkan. Jubah naga hitam-emas yang dia kenakan memancarkan riak energi batin yang luar biasa dahsyat. Aura kekuasaannya bergejolak hebat, menandakan bahwa sang penguasa tirani ini telah berhasil menembus batasannya dan kini resmi berada di Ranah Master Tingkat 6 Tahap Akhir.

Di bawah podium singgasana, berbaris delapan jenderal besar Kekaisaran Tianhuang dengan zirah besi hitam mereka yang sarat akan goresan pertempuran. Setiap jenderal tersebut memancarkan tekanan batin yang seragam; mereka semua telah mencapai Ranah Master Tingkat 4 Tahap Akhir, sebuah kekuatan militer yang mampu meratakan sebuah kerajaan kecil dalam hitungan hari.

Di sisi kanan podium, berdiri sang Pangeran Utama, Xuanyuan Cheng, dengan senyuman licik yang menghiasi wajah tampannya. Sementara di sisi kiri, berdiri sang Putri Kekaisaran, Xuanyuan Qing.

Gadis itu mengenakan jubah perang perak dengan rambut hitamnya yang diikat tinggi, memancarkan wibawa dan ketegasan seorang pemimpin wanita kekaisaran yang luar biasa. Namun, di balik topeng matanya yang tajam dan sikapnya yang dingin berwibawa, jauh di dalam lubuk hatinya yang terdalam, Xuanyuan Qing sejatinya adalah seorang wanita yang berhati lembut dan penuh kasih. Lahir dan dibesarkan di dalam pusaran keluarga kekaisaran yang haus darah dan tanpa ampun memaksanya untuk mengubur dalam-dalam sisi kelembutannya, menyembunyikan jati dirinya demi bertahan hidup di antara ambisi sang ayah.

Dan akhir-akhir ini, di dalam kesunyian paviliun pribadinya, bayangan sesosok pemuda berjubah hitam bernama Yu Fan selalu muncul di benaknya. Sejak desas-desus mengenai kehebatan Yu Fan dalam membantai mayat hidup tingkat tujuh menyebar, entah mengapa, hati Xuanyuan Qing diam-diam menaruh ketertarikan yang sangat mendalam kepada pemuda misterius itu.

"Melapor kepada Ayahanda Kaisar!" Xuanyuan Cheng melangkah maju, menjatuhkan diri dengan satu lutut. "Konsolidasi pasukan di perbatasan barat telah selesai sepenuhnya

Kekaisaran Tianhuang kita telah siap untuk kembali bergerak, menabuh genderang perang demi merebut sisa wilayah-wilayah kerajaan fana yang belum sempat kita kuasai!"

Xuanyuan Lie membuka sepasang matanya yang berkilat bagai elang malam. "Kerajaan mana yang akan menjadi mangsa pertama pedang Tianhuang kita, Cheng'er?"

Xuanyuan Cheng menyeringai gelap. "Tujuan utama kita sudah pasti adalah Kerajaan Tianwu, Ayahanda. Namun... intelijen kita melaporkan bahwa kekuatan pertahanan mereka saat ini tidak bisa diremehkan. Raja Jin Wu dikabarkan telah berhasil menerobos batasannya dan kini juga berada di Ranah Master Tingkat 6 Tahap Akhir. Ditambah lagi... Leluhur Jin Taixu baru saja lulus melintasi hukuman guntur langit yang mengerikan. Dia telah mencapai Ranah Master Tingkat 7 seutuhnya, namun dia menolak untuk naik ke Alam Dewa Pertama, memilih untuk menekan kultivasinya dan tinggal di dunia fana demi menjadi pelindung abadi Kerajaan Tianwu."

Mendengar nama Jin Taixu yang berhasil menembus Tingkat 7, para jenderal besar di aula sempat berbisik cemas. Seorang Master Tingkat 7 adalah keberadaan yang mampu membalikkan hukum alam fana dengan satu jentikan jari.

"Hmph! Jin Taixu tua itu rupanya lebih memilih menjadi kepala ayam daripada ekor naga di alam atas," ketus Xuanyuan Lie, meskipun alisnya sedikit menukik tajam mendengar kekuatan musuhnya.

"Oleh karena itu, Ayahanda, kita tidak bisa menggunakan cara biasa," lanjut Xuanyuan Cheng, matanya berkilat penuh kegilaan. "Putra mahkota menyarankan agar kita melakukan kerja sama rahasia dengan Sekte Tengkorak. Sesuai dengan teknik sihir hitam sesat milik mereka yang mampu memanipulasi ruang kematian... bagaimana jika kita meminta mereka untuk membangkitkan kembali Dua Jendral Legendaris terkuat kita yang telah gugur seribu tahun lalu?"

Aula seketika menjadi sunyi senyap. Dua Jenderal Legendaris Tianhuang masa lalu adalah para monster yang saat hidupnya telah mencapai Ranah Master Tingkat 7. Sebelum kematiannya, mereka telah mengucapkan sumpah darah kuno untuk terus setia kepada garis keturunan Tianhuang, bahkan menolak takdir kenaikan alam atas demi terus menjadi pedang kekaisaran.

"Kakak besar! Itu tidak bermoral!" Xuanyuan Qing mendadak melangkah maju, memotong pembicaraan dengan suara tegas namun ada nada kecemasan tersembunyi di dalamnya. "Membangkitkan jiwa orang mati menggunakan sihir sesat dari Sekte Tengkorak akan menodai kehormatan leluhur kekaisaran kita! Kita adalah ksatria Tianhuang, kenapa kita harus menggunakan cara kotor seperti itu untuk memenangkan perang?!"

Xuanyuan Cheng menoleh, menatap adiknya dengan pandangan meremehkan. "Adikku Qing'er, moralitas tidak akan bisa memperluas wilayah kekaisaran kita. Di depan kekuatan Tingkat 7 Jin Taixu, moralitasmu hanyalah tumpukan abu yang tidak berguna!"

"Cukup!" suara berat Xuanyuan Lie menggelegar, seketika membungkam perdebatan kedua anaknya. Sang Kaisar Tirani menatap lurus ke arah Xuanyuan Cheng dengan senyuman kejam. "Cheng'er... bagi seorang kaisar sejati, tidak ada kata kotor atau suci. Yang ada hanyalah kemenangan mutlak. Jika membangkitkan dua jenderal Tingkat 7 menggunakan Sekte Tengkorak adalah cara yang paling ampuh untuk menghancurkan pertahanan Kerajaan Tianwu dan meratakan Jin Taixu... maka lakukanlah! Jalankan rencana itu malam ini juga!"

Xuanyuan Qing hanya bisa mengepalkan tangannya di balik jubah perang peraknya. Dia menundukkan kepalanya, menyembunyikan sepasang matanya yang dipenuhi oleh rasa sedih dan keprihatinan yang mendalam atas kegilaan keluarganya, sementara di dalam benaknya, dia semakin mengkhawatirkan keselamatan Yu Fan jika perang besar ini benar-benar pecah.

...****************...

Satu bulan telah berlalu sejak Hari Kelulusan Akbar Akademi Langit Biru.

Malam itu, di puncak Tebing Rembulan yang terletak jauh terisolasi di perbatasan luar akademi, angin malam berembus dengan sangat kencang, membawa hawa dingin yang menusuk tulang. Yu Fan berdiri dengan tenang di tepi tebing, jubah hitam bersulam emasnya berkibar dengan megah di bawah siraman cahaya bulan purnama.

Di pinggang kirinya, Pedang Yin pemberian Dekan memancarkan pendaran cahaya hitam-perak yang teramat redup namun stabil. Selama satu bulan ini, Yu Fan telah mengonsolidasikan seluruh energi batin alaminya dengan sangat sempurna, mengunci rapat-rapat setiap inci energi Ashura merah di dalam segel jiwanya, membiarkan dirinya bergerak murni sebagai seorang kultivator berelemen aura emas murni di Ranah Master Tingkat 4 Tahap Akhir.

Dia datang ke tempat ini untuk memenuhi sebuah surat panggilan rahasia yang dikirimkan oleh Lin Xueru dua hari lalu.

Sret...

Sesosok gadis berpakaian sutra putih bersih perlahan melangkah keluar dari balik pepohonan bambu. Wajah Lin Xueru malam ini tampak sangat pucat, sepasang matanya yang biasanya sedingin es kini memancarkan kegelapan emosi yang teramat kompleks saat menatap punggung tegap Yu Fan. Di tangannya, sebilah pedang giok putihnya sudah terhunus, bergetar tipis melepaskan energi pembunuh yang sangat pekat.

"Kau benar-benar datang, Yu Fan," ucap Xueru, suaranya terdengar bergetar kecil, menahan badai batin yang bergejolak di dalam dirinya.

Yu Fan membalikkan tubuhnya perlahan, menatap wajah gadis itu dengan ketenangan yang mutlak. Dia berpura-pura tidak tahu apa-apa mengenai informasi doktrin sekte yang pernah diceritakan oleh Mei Er malam itu. Baginya, menyembunyikan pengetahuan tersebut adalah cara terbaik untuk melihat apa yang sebenarnya ingin dilakukan oleh gadis di depannya ini.

"Kau yang mengundangku ke sini, Xueru," jawab Yu Fan datar. "Namun, aura pembunuh yang kau lepaskan malam ini... tampaknya kau tidak berniat untuk mengajakku minum teh."

Xueru mengangkat pedangnya, mengarahkannya tepat ke titik batin di dada Yu Fan. "Malam ini... salah satu dari kita harus tetap tinggal di tempat ini selamanya, Yu Fan. Aku harus membunuhmu dengan tanganku sendiri."

Yu Fan menatap ujung pedang giok tersebut, lalu sebuah senyuman tipis yang sarat akan ejekan dan candaan mendadak terukir di bibirnya, sebuah sikap konyol yang sengaja dia pasang untuk memprovokasi emosi gadis es itu.

"Membunuhku? Aku yakin itu tidak akan mudah Xueru" Yu Fan terkekeh pelan, melangkah maju satu tapak tanpa rasa takut sedikit pun. "Xueru, apakah kau menantang ku bertarung karena kau... diam-diam telah jatuh cinta kepadaku selama kita berada di akademi? Dan karena kau tidak tahu bagaimana cara mengungkapkan perasaan cintamu itu, kau memilih untuk mengajakku berkencan di bawah sinar rembulan dengan pedang terhunus? Sungguh selera berkencan yang sangat unik."

"C-Cukup bicara omong kosong, Yu Fan!!!" pekik Xueru, wajah cantiknya mendadak merona merah padam karena amarah sekaligus rasa malu yang teramat sangat akibat tebakan Yu Fan yang secara tidak sengaja menghantam tepat ke dalam lubuk hati terdalamnya.

"Aku tidak bercanda," ejek Yu Fan lagi, melipat kedua tangannya di depan dada dengan posisi yang sangat meremehkan. "Seranganmu sebulan lalu di dalam dimensi perburuan bahkan tidak bisa menyentuh ujung jubahku. Jika kau ingin membunuhku hanya dengan tingkat keahlian pedang kaku seperti itu... kurasa kau lebih baik kembali ke kamarmu dan merajut kain sutra saja."

"KAU TIDAK TAHU APA-APA TENTANG BEBANKU, YU FAN!!! Teknik Rahasia Teratai: Tebasan Penghancur Jiwa!"

BOOM!

Kemarahan Lin Xueru meledak sepenuhnya. Tubuhnya melesat maju bagai kilat putih, mengayunkan pedang gioknya secara vertikal untuk membelah kepala Yu Fan. Tebasan itu membawa seluruh sisa energi es suci Ranah Master Tingkat 4 Tahap Akhir miliknya, menciptakan gelombang tekanan udara yang meretakkan permukaan tebing batu.

Namun, Yu Fan hanya menggeser tubuhnya setengah tapak ke belakang dengan keanggunan yang tidak masuk akal. Pedang Xueru menebas ruang kosong tepat satu inci di depan hidungnya.

"Terlalu lambat," ejek Yu Fan, tangan kanannya bergerak secepat bayangan, menjentikkan jarinya tepat ke arah sisi bilah pedang Xueru.

TINGGG!

Jentikan jari yang dialiri energi aura emas murni itu menghasilkan daya pantul yang sangat kuat, membuat pergelangan tangan Xueru seketika mati rasa dan memaksa langkah kakinya terhuyung mundur hingga lima langkah ke belakang.

"Sialan..." Lin Xueru menggertakkan giginya dengan sangat rapat. Air mata keputusasaan perlahan mulai menggenang di sudut matanya. Dia tahu, jika dia tidak bisa membunuh Yu Fan malam ini, dia tidak akan pernah bisa menyelesaikan ritual pemotongan emosi fana miliknya. Dia tidak akan pernah bisa naik menjadi Ketua Sekte Teratai Putih yang agung, dan seluruh masa depannya serta perlindungan terhadap sektenya akan hancur berantakan. Perasaan cinta yang diam-diam dia simpan untuk Yu Fan harus mati malam ini, agar jiwanya bisa terbebas menjadi manusia tanpa hati demi mencapai puncak tertinggi kekuasaan alam.

"Yu Fan... ini adalah keputusan terakhirku. Jangan salahkan aku jika jiwamu harus hancur!" jerit Xueru dengan suara parau yang dipenuhi kepedihan.

Auuuuummnnnnnn!

Detik berikutnya, Lin Xueru melempar pedang giok putihnya ke udara. Dia merentangkan kedua tangannya, dan sebuah energi kegelapan yang teramat pekat tiba-tiba keluar meledak dari dalam pusaran dantian jiwanya.

Sebuah segel terlarang kuno di dalam tubuhnya dilepaskan secara paksa.

Pakaian sutra putih bersihnya dalam sekejap mata berubah warna menjadi hitam legam bagai malam yang paling sunyi. Rambut hitam panjangnya terurai lepas, melayang di udara, dan di sekeliling sekujur tubuh cantiknya, bermanifestasi puluhan kelopak bunga teratai hitam yang memancarkan energi erotis dan keliaran yang luar biasa pekat, sebuah wujud transfigurasi gelap yang seketika mengubah penampilannya yang suci menjadi sosok penggoda yang hampir mirip dengan gaya Mei Er dari Sekte Penggoda.

SHUUUT!

Wajah Xueru tertutup oleh aura hitam tipis, sepasang matanya kini sepenuhnya berubah menjadi warna merah keunguan yang sarat akan keliaran pertarungan.

"Mati kau, Yu Fan!!!"

BOOM!

Dengan wujud hitam barunya, kecepatan dan kekuatan Lin Xueru meningkat hingga tiga kali lipat melampaui batas Ranah Master Tingkat 4 Tahap Akhir yang normal. Tubuhnya lenyap dari pandangan, meninggalkan belasan bayangan hitam di udara yang mengepung Yu Fan dari segala arah.

Sret! Sret! Sret!

Cakar-cakar energi teratai hitam yang teramat tajam melesat membabi buta, merobek jubah hitam Yu Fan di beberapa bagian. Serangan Xueru kali ini benar-benar tidak memiliki keteraturan; dia menyerang dengan kegilaan seorang monster yang kehilangan akal sehatnya demi bisa menghancurkan eksistensi pemuda di depannya.

Yu Fan mengernyitkan alisnya, dia terus bergerak mundur, menggunakan Pedang Yin yang masih bersarung untuk menangkis setiap hantaman cakar hitam Xueru. BANG! TINGG! BANG! Setiap benturan menghasilkan riak kegelapan yang mengikis energi emas alaminya.

Yu Fan berada di dalam dilema yang besar. Dengan kekuatannya saat ini, dia bisa saja mencabut Pedang Yin dan menggunakan tebasan energi Yang murni untuk menghancurkan wujud hitam Xueru dalam sekejap. Namun... Yu Fan sama sekali tidak berniat untuk membunuh gadis ini. Di balik seluruh ejekan dan candaannya tadi, Yu Fan tahu bahwa Xueru hanyalah korban dari doktrin kejam sebuah sekte yang memaksanya menjadi monster tanpa hati.

CRASH!

Satu cakar hitam Xueru berhasil menggores pundak kiri Yu Fan, merobek kain jubah sutranya dan menumpahkan beberapa tetes darah segar yang langsung menguap terbakar oleh energi hitam.

"Kenapa kau tidak membalas, Yu Fan?! Mencabut pedangmu! Serang aku!!! Selesaikan ini!!!" jerit Xueru di tengah kegilaan serangannya, air matanya kini benar-benar mengalir deras membasahi wajah cantiknya yang berbalut kegelapan.

Yu Fan menatap kedalaman mata merah keunguan Xueru yang dipenuhi oleh penderitaan batin yang teramat sangat. Sebuah rasa keprihatinan dan kesedihan mendalam mendadak merayap ke dalam lubuk hati Yu Fan. Dia merasa teramat depresi melihat kenyataan dunia fana ini, bagaimana bisa sebuah konsep suci seperti cinta dan pengabdian terhadap sekte harus dibayar dengan harga yang begitu mahal? Mengapa seorang gadis yang sejatinya memiliki hati yang murni harus dipaksa mati secara emosional dan membunuh orang yang dicintainya hanya demi bisa naik ke tingkatan kultivasi yang lebih tinggi untuk melindungi eksistensi Teratai Putih?

“Dunia fana ini... benar-benar dipenuhi oleh hukum-hukum busuk yang memuakkan,” batin Yu Fan menjerit dalam kesunyian jiwanya yang dirundung kedukaan.

Yu Fan melepaskan sebuah entakan gelombang batin emas yang sangat besar dari telapak tangan kanannya, menciptakan sebuah dinding pelindung spasial sementara yang menahan laju serangan membabi buta Xueru selama tiga detik.

"Xueru... pertarungan ini tidak memiliki arti apa pun bagiku," ucap Yu Fan, suaranya kini kembali terdengar teramat dalam, dingin, namun sarat akan rasa duka. "Aku tidak akan membunuhmu, dan aku juga tidak akan membiarkan diriku mati di tempat konyol ini demi tujuan mu."

Sebelum dinding energi emas itu pecah oleh hantaman teratai hitam Xueru, Yu Fan menggerakkan tangan kirinya, memicu mantra pergerakan meringankan tubuh Bayangan Langit yang telah dia pelajari dari sisa-sisa ingatan dewa miliknya. Tubuh Yu Fan seketika bermanifestasi menjadi ratusan partikel cahaya emas-hitam yang halus.

SHUUUT!

Dalam satu kedipan cahaya bulan, seluruh eksistensi Yu Fan lenyap sepenuhnya dari atas Tebing Rembulan, membelah ruang malam dan menyembunyikan auranya hingga ke titik nol mutlak, meninggalkan Lin Xueru sendirian di atas tebing yang sunyi.

BUKK!

Melihat mangsanya telah pergi dan usahanya gagal total, wujud teratai hitam di tubuh Lin Xueru perlahan-lahan luruh, mengembalikan pakaiannya menjadi sutra putih semula. Tubuh indahnya lemas, jatuh berlutut di atas tanah berbatu yang dingin dengan kedua tangan yang menopang tubuhnya yang gemetar.

Xueru menangis histeris di bawah siraman cahaya bulan purnama, suaranya yang parau memecah kesunyian malam ngarai. "Yu Fan... kenapa kau pergi?! Kenapa kau tidak membunuhku saja sekalian jika kau tidak mau mati di tanganku?! Bagaimana... bagaimana bisa aku menjadi manusia tanpa hati jika perasaan ku kepada mu itu terus mengunci jiwaku seperti ini..."

Jauh di dalam kegelapan hutan yang terletak bermil-mil dari tebing tersebut, Yu Fan berdiri bersandar di balik sebatang pohon raksasa. Tangan kanannya memegang pundak kirinya yang terluka, sementara sepasang mata hitamnya menatap lurus ke arah langit malam dengan pandangan yang teramat kosong dan depresi.

Rasa sakit dari luka fisiknya sama sekali tidak sebanding dengan rasa sesak yang bergejolak di dalam dadanya. Kehilangan memori masa lalu, dikejar oleh takdir berdarah, dan kini harus menyaksikan seorang gadis yang dia kenal harus perlahan-lahan menghancurkan dirinya sendiri demi tuntutan dunia... Yu Fan mengepalkan tinjunya hingga buku jarinya memutih.

"Kekuatan... aku harus segera menjadi kuat agar aku bisa menghentikan Xueru," gumam Yu Fan dengan nada suara yang teramat dingin dan tajam menembus keheningan hutan. "Jika seluruh dunia fana ini dikendalikan oleh hukum busuk seperti ini... maka aku sendiri yang akan tumbuh menjadi penguasa absolut untuk menghancurkan dan menulis ulang seluruh hukum sialan itu dengan tanganku sendiri!"

Angin malam kembali bertiup kencang, membawa pergi sisa-sisa gumaman sang pahlawan yang kini tengah menatap fajar badai perang kekaisaran yang perlahan mulai membayangi garis cakrawala benua fana.

1
WER
semangat author 👍👍👍👍
Fandi Syahputra: 💪 semangat 45
total 1 replies
Fandi Syahputra
hehehe🤭 support terus
T28J
cocok sama saya Thor... 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!