NovelToon NovelToon
Dalang Di Balik Pembunuhan

Dalang Di Balik Pembunuhan

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Balas Dendam / Action
Popularitas:109
Nilai: 5
Nama Author: Dian umar

Kayla, Alfian, Joy, dan Jenny berusaha memecahkan dalang di balik penculikan dan pembunuhan. Puzzle demi puzzle mereka susun, hingga membentuk sebuah petunjuk, bahwa Seseorang yang sangat dekat dengan mereka adalah pelakunya. Lalu tindakan apa yang akan mereka ambil? Dan apa motifnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dian umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

"Jenny, kita kan pernah bikin perjanjian? Siapa yang masakannya enak akan meminta permintaan kepada yang kalah, kan?" Tanya Kayla seraya mengirim pesan kepada Jenny.

Ting!

Muncul sebuah pesan dari Kayla di layar handphone. Jenny melirik Kayla sekilas sebelum membuka pesan dari wanita itu.

"Daftar belanjaan? Kakak memintaku berbelanja? Kalau sendiri aku tidak mau!" Jenny melipat tangannya di dada, seolah memberitahukan bahwa ia sedang marah.

Kayla yang posisinya menghadap ke depan itu langsung mengubah posisinya. Kini ia berhadapan dengan Jenny.

Kayla memegangi tangan Jenny, ia menatap Jenny dalam-dalam.

"Kamu tidak akan sendirian. Aku akan meminta Joy menemanimu." Ucap Kayla.

Wajah Jenny mengkerut setelah mendengar Kayla menyebutkan nama pria itu. Ia sepertinya terlihat tidak suka.

"Kenapa nggak sama kamu aja kak? Aku ingin pergi sama kamu...,"ucap Jenny seraya memegangi lengan Kayla dengan dua tangan.

"No!" Ucap Kayla seraya menggelengkan kepala.

"Jenny, permintaanku yang sesungguhnya adalah...." Ucap pelan, sambil tersenyum lebar yang terlihat manis dan sangat menyeramkan.

Melihat hal itu, hati Jenny menjadi gelisah. Dia takut permintaan Kayla adalah sesuatu yang aneh. Dari ekspresi wajah saja kita sudah bisa menebak. Pasti permintaannya adalah sesuatu yang aneh.

Jenny tak bisa berpikir positif. Ia gelisah menunggu ucapan Kayla setelah ini.

"Permintaannya yaitu, kau harus mencium Joy! Entah itu di wajah, tangan, ataupun bibir. Sangat mudah kan?" Tanya Kayla.

"Kak permintaan yang lain aja! Dia pasti akan memarahiku! Atau mungkin ia akan pingsan setelah mendapat sentuhan yang intens dari si kuman jahat!" Jenny merengek, berharap Kayla bisa mengganti permintaan konyolnya itu.

"Hahaha... Apa katamu? Kuman jahat? Kau pasti salah paham padanya." Ucapnya meyakinkan Jenny.

Namun ia masih tertawa. Kata "Kuman jahat" baginya sangatlah lucu dan menggemaskan.

Kayla menggeleng-gelengkan kepala seraya tersenyum. Ia merasa pengamatannya itu tak salah. Joy itu memperlakukan Jenny bukan sebagai teman, melainkan sebagai seseorang yang spesial.

Tapi di benak Jenny, Joy sangat membencinya. Mungkin karena sikapnya yang selalu menghindari sentuhan dari Jenny.

"Bingung juga sih... Mana sikapnya gitu lagi!" Ucap Kayla seraya menangkup wajahnya dengan kedua tangan.

"Lupakan permintaanmu itu, Kak! Aku akan melakukan apa saja asal jangan yang itu." Ucap Jenny.

" Plis..."

Matanya membulat, dari matanya terpancar cahaya yang seolah-olah bisa menghipnotis sang lawan bicara.

"Sang kesatria akan menepati janjinya kan?" Tanya Kayla yang dibalas anggukan kepala.

"Yaudah! Tepati janjimu!" lanjutnya tegas.

Jenny bernapas panjang, wajahnya cemberut. Senjata pamungkas yang dia gunakan tidak mempan kepada Kayla.

"Oke deh..." Jawabnya pasrah.

Ting!

Sebuah ide yang cukup aneh dan masuk akal pun muncul di benaknya. Ia tersenyum tipis sambil memandang ke arah depan, seolah sedang memikirkan sesuatu.

Namun, senyum tipis itu lama-lama berubah menjadi senyum yang lebar dan terlihat aneh, tapi sangat menyeramkan. Ia seperti sedang membuat lelucon di kepalanya.

"AKU, JENNY! Akan melaksanakan perintah dari NYO- NYA KAYLA! YEAH!" Teriak Jenny dengan penuh semangat dan percaya diri.

Jenny membayangkan wajah Joy yang terlihat sempurna. Wajahnya simetris, hidungnya mancung, serta bibirnya yang sedikit tebal dan merah alami itu terlihat sangat menggoda.

"Aku juga tidak akan rugi." Ucapnya pelan sambil tertawa cekikikan.

Aku harus melihat tutorial menikmati pria tampan! Agar aku tidak salah dalam melakukannya!

"Jenny! Hey! Kenapa bengong?" Ucapnya seraya melambaikan tangan di depan Jenny.

Sedari tadi Jenny bengong sambil tersenyum, kadang juga tertawa kecil. Hal itu membuat Kayla khawatir.

Rasanya Kayla ingin sekali memanggil Pak Ustad untuk menyembuhkan temannya ini.

"Nggak apa-apa, aku hanya kesenangan aja." Jawabnya sambil tersenyum.

Jenny bangkit dari sofa. Dia meregangkan tangannya. "Aku akan berbelanja sekarang!"

"Sekarang? Cepat banget! Tadi katanya nggak mau...." Ledek Kayla.

"Sekarang aku sudah berubah pikiran! Aku adalah kesatria sejati! Kesatria sejati tidak akan mengingkari janjinya." Ucapnya penuh semangat, seolah-olah sedang melakukan demo.

"Ohh... Gitu? Masa? Nggak ada rencana busuk?" Ucapnya sambil menyipitkan mata, ia seakan curiga dengan apa yang akan di lakukan Jenny.

"Nggak!" Teriak Jenny.

Tanpa aba-aba Jenny berlari meninggalkan Kayla. Ia pergi menyelamatkan diri sebelum Kayla mengadakan persidangan.

................

Tak butuh waktu lama mereka sampai di parkiran minimarket. Parkirannya berada di bawah minimarket. Jadi, gedungnya dibuat lantai satu dan parkirannya berada di bawah.

Jenny celingak-celinguk, ia memperhatikan bahwa parkirannya sudah sepi atau tidak.

Bagaimana cara memulainya? Ayo dong jenny! Lakukan seperti di video! Harus cepat dan tepat.

Jantungnya berdebar-debar, tubuhnya sedikit lemas, tangannya gemeteran. Tapi dia mencoba menenangkan dirinya.

Gimana caranya supaya bikin dia diam? Kalau dia diam, aku punya kesempatan!

Jenny mencoba cari ide agar ia bisa membuat Joy fokus kepadanya.

Ting!

"Dulu yang sering belanja bulanan kamu atau Kak Alfian?" Tanya Jenny.

"Dulu yang sering belanja itu aku sama Alfian." Jawab Joy singkat.

"Berdua? Atau?" Jenny kembali melontarkan pertanyaan.

"Nggak! Aku sama Alfian sudah bagi jadwal. Kami belanja sendiri-sen...."

Cup!

Sebuah ciuman hangat mendarat di bibir pria itu. Ciuman yang awalnya hanya menempel biasa itu, kini semakin dalam. Jenny melumatkan bibirnya tanpa memberikan dia kesempatan untuk bereaksi.

Jenny seakan sudah dimasuki oleh jin. Ia tak memberikan kesempatan kepada Joy untuk melepaskan ciuman itu.

Joy terkejut, dirinya diam mematung. Ia ingin sekali melepaskan ciuman itu. Namun, Jenny tak memberikan kesempatan.

Kontrol dirimu Joy! Jangan sampai kamu berbuat sesuatu yang sangat bahaya.

Wajah Joy memerah, jantungnya berdebar kencang. Tangannya ingin sekali menyentuh dan menari-nari di tubuh Jenny.

Namun, Joy yang masih memiliki kesadaran penuh itu berusaha menahannya. Ia berusaha menahan setiap pikiran-pikiran kotor yang muncul di benaknya.

Jangan! Jangan muncul! Plis! Jenny berhenti! Aku tidak akan sanggup lagi!

Setelah kesadarannya pulih, Joy langsung mendorong tubuh Jenny dengan kuat. Sehingga, Jenny terdorong beberapa langkah ke belakang.

"A...Aku.... Aaa!"

Joy berlari ke kamar mandi. Ia tidak sanggup melanjutkan kalimatnya.

"Manis banget... Pengen lagi...." Ucap Jenny sambil menatap kepergian Joy dengan wajah yang terlihat sedih.

Gimana caranya agar bisa merasakannya lagi? Bibir Sexi itu bikin aku ketergantungan! Semakin di coba, semakin candu!

30 menit kemudian, tapi Joy belum keluar dari kamar mandi. Entah apa yang dia lakukan di dalam sana.

Mencuci muka?

Mencuci bibir?

Atau malah mandi?

Jenny yang sudah bosan itu memilih untuk duduk bersandar di dinding. Ia menyalakan Handphone dan membuka aplikasi melolo.

Ia memilih menonton drama, dari pada harus diam menunggu Joy yang entah kapan keluar.

Mungkin Joy akan membersihkan dirinya dengan pembersih anti virus? terdengar sedikit aneh. Namun itulah yang ada di benak Jenny.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!