NovelToon NovelToon
Kali Ini Aku Menyerah, Mas!

Kali Ini Aku Menyerah, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Penyesalan Suami / Cerai
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: Zhao_Xena

Pernikahan yang Ayra perjuangkan selama bertahun-tahun ternyata hanyalah kebohongan yang dibungkus cinta.
Dia begitu mencintai Arga, suaminya. Pria itu terlihat sempurna dimatanya—dewasa, perhatian, dan selalu mampu membuat Ayra merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia. Hingga suatu hari, semuanya hancur dalam sekejap.
Ayra menemukan fakta menyakitkan yang selama ini disembunyikan rapat-rapat oleh Arga. Suaminya ternyata memiliki wanita lain dibelakangnya. Bukan orang asing… melainkan sekretaris pribadinya sendiri.
Yang lebih menghancurkan, hubungan terlarang itu telah melahirkan seorang anak laki-laki.
Anak yang selama ini Ayra rawat sepenuh hati. Anak yang dia peluk setiap malam. Anak yang dia anggap sebagai pelipur lara karena rumah tangganya belum juga dikaruniai buah hati.
Namun nyatanya… putra kecil itu adalah darah daging suaminya bersama wanita simpanannya.
Hati Ayra runtuh seketika. Semua kasih sayang, pengorbanan, bahkan cintanya terasa dipermainkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhao_Xena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 2 ~ Donor Darah

“Aku ikut melihat keadaan Sam sebentar.”

Arga sempat terdiam sepersekian detik, lalu mengangguk cepat.

Mereka berjalan terburu-buru keluar ruangan CEO. Langkah Arga terlihat sangat cepat hingga beberapa karyawan yang berpapasan otomatis minggir memberi jalan.

Untuk pertama kalinya selama bekerja disana, mereka melihat CEO Arga Ferdinan Lorenzo benar-benar kehilangan ketenangannya.

Lift meluncur turun dengan cepat, namun bagi Arga waktu terasa berjalan begitu lambat.

Pria itu berdiri dengan rahang mengeras, sementara tangannya mengepal kuat disisi tubuhnya. Bayangan wajah Samuel terus berputar dikepalanya.

Tawa bocah itu. Senyum kecilnya setiap kali menyambutnya pulang.

Semua membuat dada Arga terasa sesak.

Disampingnya, Shella tampak meremas rok kerjanya pelan. Wajah wanita itu terlihat pucat dan penuh kekhawatiran.

“Bagaimana bisa ini terjadi…” bisik Shella lirih.

Arga menghembuskan nafas berat.

“Aku yakin Sam anak yang kuat,” ucapnya mencoba terdengar tenang. “Dia pasti akan baik-baik saja.”

Namun bahkan dirinya sendiri bisa mendengar bagaimana suara itu terdengar tidak benar-benar yakin.

Ting.

Pintu lift terbuka.

Arga langsung berjalan cepat menuju parkiran basement, diikuti Shella dibelakangnya. Langkah pria itu nyaris seperti berlari.

Beberapa menit kemudian mobil hitam miliknya melaju membelah jalanan kota.

Sepanjang perjalanan, Arga terus terlihat gelisah. Sesekali pria itu mengetukkan jarinya pada stir mobil, sesuatu yang selalu dia lakukan saat gugup.

Sementara Shella duduk diam dikursi penumpang.

Tatapannya lurus kedepan, tapi pikirannya kacau.

“Ayra pasti sangat panik sekarang…” gumam Arga pelan. Pria itu mengusap wajahnya kasar. “Tadi dia menangis,” lirihnya. “Aku belum pernah dengar dia setakut itu.”

Kalimat itu membuat Shella menunduk pelan.

Untuk sesaat suasana mobil menjadi sunyi.

Hanya suara mesin kendaraan dan derasnya lalu lintas sore yang terdengar samar.

Tak lama kemudian, mobil Arga akhirnya memasuki area parkir rumah sakit.

Pria itu langsung membuka sabuk pengamannya dengan tergesa, berjalan cepat dengan langkah lebar yang diikuti oleh Shella dibelakangnya.

-

-

Diruang tunggu ICU, Ayra masih terduduk lemas dikursi panjang rumah sakit.

Matanya sembab akibat terlalu banyak menangis. Ujung hidungnya memerah, sementara jemarinya saling menggenggam gelisah diatas pangkuan.

Tatapannya terus tertuju pada pintu ICU yang belum juga terbuka.

Hingga tanpa sadar, pikirannya kembali melayang pada tiga tahun silam.

Saat pertama kali Samuel hadir dalam hidup mereka.

Kala itu Ayra dan Arga sudah berkali-kali mencoba program bayi tabung. Mereka rela keluar masuk rumah sakit, menjaga pola hidup, bahkan mengikuti berbagai saran dokter demi mendapatkan seorang anak.

Namun hasilnya selalu sama.

Gagal.

Sedikit demi sedikit Ayra mulai kehilangan harapan.

Dia sering menangis diam-diam dikamar mandi. Bahkan pernah menyalahkan dirinya sendiri karena merasa tidak mampu memberikan keturunan untuk Arga.

Dan Arga…

Pria itu selalu ada menenangkan dirinya.

“Aku nggak butuh anak kalau harus kehilangan kamu,” ucap Arga waktu itu sambil memeluknya erat.

Namun justru karena terlalu mencintai Ayra, Arga tidak tega melihat istrinya terus larut dalam kesedihan.

Akhirnya mereka memutuskan untuk mengadopsi seorang anak sebagai pancingan, berharap setelah itu Ayra bisa segera hamil.

Mereka sepakat mengambil bayi yang masih sangat kecil.

Ayra ingin merasakan semuanya. Menggendong bayi. Menyuapi susu. Mendengar kata pertama. Melihat langkah pertamanya.

Menjadi seorang ibu seutuhnya.

Hari itu mereka datang ke sebuah panti asuhan dipinggir kota. Tempatnya sederhana, namun cukup hangat dan bersih.

Saat Ayra dan Arga tengah menjelaskan tujuan mereka pada pemilik panti, tiba-tiba terdengar suara langkah kecil mendekat.

Tap.

Tap.

Tap.

Seorang balita laki-laki berusia sekitar satu tahun berjalan tertatih menghampiri mereka.

Pipinya chubby. Matanya bulat jernih. Dan senyumnya… begitu manis.

Bocah kecil itu langsung memeluk kaki Ayra tanpa rasa takut.

“Mama…”

Suara itu belum terdengar jelas. Masih pelo dan sangat kecil.

Namun sukses membuat Ayra membeku ditempat.

Matanya langsung berkaca-kaca.

“Mama…” ulang bocah itu lagi sambil mendongak menatapnya polos.

Seketika hati Ayra seperti runtuh.

Ada rasa hangat yang tidak bisa dijelaskan memenuhi dadanya saat itu juga.

Tanpa sadar air mata menetes dipipinya.

“Mas…” lirih Ayra sambil menoleh pada Arga.

Pria itu juga terlihat terdiam menatap bocah kecil tersebut.

Dan sejak hari itu…

Samuel Adanan Lorenzo menjadi anak mereka.

Beberapa detik kemudian, suara langkah sepatu pantofel terdengar tergesa dilorong rumah sakit.

Tap. Tap. Tap.

Arga berjalan cepat menyusuri koridor bersama Shella dibelakangnya. Nafas pria itu masih sedikit memburu setelah hampir berlari dari area parkir.

Dan tak butuh waktu lama hingga tatapannya menemukan seorang wanita yang duduk sendiri dikursi depan ruang ICU.

Tubuh Ayra terlihat kecil dan rapuh saat itu.

Kepalanya tertunduk. Bahu wanita itu bergetar pelan menahan tangis.

“Ayra…”

Arga langsung menghampirinya.

Mendengar suara itu, Ayra perlahan mendongak. Matanya langsung memerah lagi saat melihat sang suami datang.

“Mas…”

Tanpa menunggu sedetik pun, Ayra berdiri lalu memeluk Arga erat sambil menangis dipelukannya.

Tangis yang sejak tadi dia tahan akhirnya pecah begitu saja.

“Aku takut…” suaranya bergetar.

Arga langsung membalas pelukan istrinya. Satu tangannya mengusap punggung Ayra lembut berusaha menenangkan.

“Tenanglah…” bisiknya pelan. “Sam pasti baik-baik saja.”

Namun sebenarnya jantung Arga sendiri juga dipenuhi kecemasan.

“Aku takut, Mas…”

“Aku ada disini,” ucap Arga lagi sambil mengusap rambutnya lembut. “Kita tunggu saja perkembangan dari dokter.”

Ayra mengangguk kecil meski air matanya masih terus mengalir.

Wanita itu kembali memeluk Arga lebih erat seolah takut kehilangan tempat bersandar satu-satunya.

Sementara dibelakang mereka…

Shella berdiri diam mematung.

Tatapannya tertuju pada pasangan suami istri itu dengan perasaan yang bercampur aduk.

Dan tanpa sadar, jemarinya meremas tangannya sendiri kuat-kuat.

--

Waktu terus berlalu begitu lambat.

Lorong rumah sakit masih dipenuhi suasana tegang yang menyesakkan. Ayra duduk bersandar lemah dibahu Arga, sementara Shella berdiri beberapa langkah dari mereka dengan wajah gelisah.

Hingga akhirnya—

Ceklek.

Pintu ICU terbuka.

Seorang dokter keluar bersama beberapa perawat.

Arga dan Ayra langsung berdiri bersamaan.

“Dok, bagaimana keadaan anak saya?” tanya Arga cepat.

Dokter itu membuka masker medisnya perlahan sebelum menjawab dengan wajah serius.

“Putra Tuan mengalami benturan yang cukup keras dibagian kepala hingga kehilangan cukup banyak darah.”

Kalimat itu membuat Ayra kembali menahan nafas.

“Kami harus segera melakukan transfusi darah,” lanjut sang dokter. “Namun untuk sementara stok darah dengan golongan yang sama sedang kosong dirumah sakit ini.”

“Apa?” Ayra langsung pucat.

“Kami sedang mencoba menghubungi PMI pusat, tapi kami juga berharap keluarga inti bisa membantu donor agar prosesnya lebih cepat.”

Deg.

Jantung Ayra seakan jatuh.

Wanita itu refleks mundur satu langkah.

“Tidak…” bisiknya pelan.

Arga menoleh kearah Ayra yang mendadak terlihat panik.

“Ayra?”

Namun wanita itu justru menggeleng perlahan dengan wajah pucat pasi.

Tidak mungkin…

Bagaimana mereka bisa memberikan donor darah yang cocok sementara…

Samuel bukan anak kandung mereka.

Tangan Ayra mulai bergetar hebat.

Selama ini dia tidak pernah memikirkan kemungkinan seperti ini. Samuel sudah terlalu melekat dihati mereka sampai Ayra lupa bahwa secara darah, mereka sama sekali tidak memiliki hubungan biologis.

“Apa golongan darah Samuel langka, Dok?” tanya Arga cepat, mencoba tetap tenang.

Dokter itu membuka data ditangannya.

“AB negatif.”

Hening.

Ayra langsung menutup mulutnya menahan tangis.

Golongan darah itu sangat jarang.

Dan mereka sama sekali tidak tahu harus mencari siapa dalam waktu sesingkat ini.

Sementara didalam ruang ICU…

Samuel sedang berjuang mempertahankan hidupnya.

1
Anonim
BUNUH ARGA
You `ka
sekarang tinggal takut sendiri kan, Arga?? makannya jangan jadi orang bodoh!😡
sunaryati jarum
Laporkan Arga pada pihak yang berwajib atas tindakan kekerasan
Zhao_Xena: siap Mak/Good/
total 1 replies
Ma Em
Biar saja Ayra keguguran agar TDK punya anak keturunan dari Arga dan bisa lepas bebas tdk ada hubungan lagi dgn Arga , semoga nanti Ayra hamil lagi setelah menikah dgn lelaki yg baik dan bertanggung jawab juga cinta dan sayang pada Ayra .💪
gina altira
Arga kamu jahat
Zhao_Xena: marahin aja kak...🤣🤣
total 1 replies
You `ka
Arga ini suami macam apa sih! tega banget buat ayra kesakitan seperti itu 😡😡
Zhao_Xena: macam-macam kak..🤣🤣🤣
total 1 replies
You `ka
Tristan datang tepat waktu!💪
sunaryati jarum
Sebelum mobil bergerak Bima sudah datang menyelamatkan dan menangkap pelakunya
You `ka
ayo Bima cepat sampai. ayra dalam bahaya /Determined/
Zhao_Xena: nunggu minjem kostum Batman dulu kak.. biar bisa terbang..💃💃💃🤣🤣🤣
total 1 replies
You `ka
enak banget Nyonya Ratna bicara seperti itu... dasar wanita picik!😤😤
You `ka
waduh.. bahaya sekali mamanya Tristan ini 😭😭🤣🤣
You `ka
calon mantu niih.. senggol dong..🤣🤣
You `ka
waaahh.... duren niih..🤣🤣
Ma Em
Oma jgn mau terbujuk oleh rayuan Bu Ratna karena Bu Ratna tdk mau hdp nya susah setelah Arga berpisah dgn Ayra makanya Bu Ratna tdk ada ngin Arga bercerai dgn Ayra , lbh baik Ayra secepatnya bisa berpisah dgn Arga karena Ayra sdh dapat kenalan baru untuk menjadi pengganti Arga yaitu Tristan .
sunaryati jarum
Calon jodoh sepertinya,doa mama Wijaya terkabul , bahkan nanti dapat bonus , karena Aira sedang hamil
Zhao_Xena: sepertinya begitu 🤣🤣
total 1 replies
sunaryati jarum
Bagus
Zhao_Xena: terimakasih banyak untuk bintang sempurnanya....🥰🥰
total 1 replies
sunaryati jarum
Bravo Aira sudah benar apa yang kamu lakukan, dibicarakan baik- baik Arga? Apa saat kamu akan menikahi Shella kamu bicarakan dengan Aira? Kalian egois tidak memikirkan perasaan Aira.Sekarang rasakan akibatnya.Numpang hidup mewah saja berani selingkuh.Dan Ratna sok- Sokan berkuasa.
Ma Em
Makanya Bu Ratna , Lisa kalau hdp mewah mu dari harta orang lain jgn sombong sok berkuasa sedangkan uang yg kalian untuk senang2 beli ini itu uang dari perusahaan milik Ayra dan setelah diambil sama yg punya nya kamu jadi gembel , sekarang kalian rasakan menyesal pun sdh tdk ada gunanya lagi .
sunaryati jarum
Kalian mau kembali ke asal 🤣🤣🤣🤭
sunaryati jarum
Nikmati saja buah dari perbuatan kalian, karena dilimpahi kemewahan kalian lupa diri asal ada harta melimpah hingga berani membohongi orang yang sangat berjasa pada kalian.
Zhao_Xena: kacang lupa kulitnya 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!