NovelToon NovelToon
Undefined: The Guardian Dog

Undefined: The Guardian Dog

Status: sedang berlangsung
Genre:Dark Romance / Mafia / Romansa
Popularitas:943
Nilai: 5
Nama Author: hrarou

🌶️ WARNING!!🌶️

Mengandungi ***** ****** yang mungkin tidak sesuai untuk semua pembaca.
.
.
.
Dalam dunia gelap yang dipenuhi darah, senjata, dan pengkhianatan, Seravina dikenal sebagai wanita sempurna yang tidak pernah gagal.

Cantik. Elegan. Mematikan.

Tidak ada yang tahu bahwa di balik wajah anggunnya, tersembunyi monster dingin yang tidak ragu membunuh siapa pun yang membuatnya jijik.

Hingga suatu malam, pencarian anjing baru membawanya ke arena pertarungan underground.

Dan di sanalah dia bertemu Viktor—pria yang bertarung bukan demi uang atau kemenangan, tetapi demi merasakan sesuatu yang bahkan tidak dia pahami.

Satu kehilangan diri karena trauma.

Satu lagi hidup tanpa pernah benar-benar memilikinya.

Ketika dua manusia yang sama-sama rusak dipertemukan, siapa yang akan hancur lebih dulu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hrarou, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Galak!

Viktor melangkah keluar dari pintu otomatis supermarket dengan kedua tangan penuh membawa kantong belanjaan besar yang beratnya tidak main-main.

Meski membawa beban sebanyak itu, langkah Viktor tetap tegap, seolah ia hanya membawa kantong berisi kapas.

Begitu mereka sampai di trotoar, pengawal Seravina yang tadi sempat tertinggal di lampu merah langsung berlari mendekat. Pria berjas itu tampak berkeringat dingin karena cemas.

"Nona Seravina! Maafkan saya, saya tidak bisa meninggalkan mobil di tengah jalan tadi—"

Seravina mengangkat satu tangannya, memberi isyarat agar pengawalnya diam. Matanya sama sekali tidak beralih dari punggung Viktor yang terus menjauh. Sebuah ide liar muncul di kepala Seravina saat ia melihat betapa banyaknya barang yang harus dibawa pria itu sendirian.

"Viktor!" panggil Seravina, suaranya lantang namun tetap terdengar elegan.

Pria itu tidak berhenti. Ia terus berjalan mengabaikan suara wanita yang tadi baru saja melunasi belanjaannya.

"Bagaimana kalau aku mengantarmu sampai ke rumah?" tanya Seravina sambil melangkah cepat mengejarnya. "Kau membawa barang sebanyak itu, dan apartemenmu—jika tempat tinggalmu bisa disebut apartemen—pastinya masih cukup jauh dari sini."

Hening.

Viktor benar-benar tidak memberikan respon. Ia seolah menganggap suara Seravina hanyalah suara angin yang berlalu.

"OI!"

Karena merasa diabaikan untuk kesekian kalinya, Seravina kehilangan kesabaran. Dengan gerakan cepat, ia berlari kecil menyalip Viktor dan berdiri tepat di depannya, menghalangi jalur jalan pria itu.

Viktor terpaksa berhenti mendadak agar tidak menabrak wanita yang tingginya bahkan tidak mencapai bahunya itu. Ia menunduk, menatap Seravina dengan pandangan dingin.

"Jangan mengujiku," ucap Viktor, suaranya rendah dan mengancam seperti guntur di kejauhan.

Seravina tidak mundur satu inci pun. Ia justru melipat tangan di depan dada, menatap Viktor dengan tantangan yang sama besarnya. "Aku baru saja menghabiskan seratus ribu Rubel untuk barang-barang itu. Setidaknya biarkan aku memastikan makananku sampai ke tempat tujuan dengan aman, bukan?"

Viktor menatap tumpukan kantong belanjaan di tangannya, lalu beralih menatap Seravina dengan ekspresi datar yang menyiratkan kelelahan batin.

"Makananmu?" gumamnya pelan, hampir tidak percaya bahwa wanita ini mengklaim belanjaan itu sebagai miliknya hanya karena dia yang membayar.

"Aku akan mengganti uangmu nanti," ucap Viktor dingin. Ia tidak suka berutang, apalagi kepada wanita asing yang perilakunya sulit ditebak seperti Seravina.

Seravina tertawa kecil, suara yang terdengar mengejek di tengah keramaian trotoar. "Dengan apa? Uang hasil bertarungmu? Simpan saja untuk dirimu sendiri." Ia kemudian menoleh ke arah pengawalnya yang berdiri kaku di belakangnya. "Bawa barang-barang ini ke mobil."

Si pengawal, yang ingin menebus kesalahannya karena kehilangan jejak Seravina tadi, langsung bergerak maju dengan sigap. Ia mencoba meraih kantong belanjaan dari tangan Viktor. "Mari, Tuan, biarkan saya yang membawanya."

Namun, sebelum tangan pengawal itu sempat menyentuh plastik belanjaan, sebuah gerakan kilat terjadi.

DUAK!

Tanpa melepaskan genggamannya pada kantong belanja, Viktor melancarkan tendangan rendah yang sangat teknis dan bertenaga tepat ke arah tulang kering pengawal itu. Itu adalah gerakan bela diri yang presisi—cepat, efisien, dan mematikan.

"Argh!" Pengawal itu mengerang kesakitan, terhuyung mundur sambil memegangi kakinya yang terasa hampir patah.

Viktor kembali berdiri tegak, matanya menatap tajam ke arah si pengawal lalu beralih ke Seravina. Suasana di trotoar itu mendadak mencekam.

"Jangan menyentuhku. Dan jangan menyentuh barang-barangku," ancam Viktor dengan nada suara yang sangat rendah, memberikan peringatan terakhir bahwa ia bukanlah orang yang bisa diatur oleh siapa.

Seravina bukannya takut, ia justru terpaku.

Matanya berbinar melihat gerakan bela diri Viktor yang begitu bersih dan brutal barusan. Ia seolah baru saja menonton pertunjukan seni yang luar biasa indah.

"Galak sekali," bisik Seravina dengan senyum yang semakin lebar. "Kau baru saja menendang orang yang hanya ingin membantumu. Tapi... aku suka caramu."

Seravina melirik sekilas ke arah pengawalnya yang masih meringis kesakitan sambil memegangi kakinya. Tidak ada rasa simpati sedikit pun di matanya.

"Kau, bawa mobilnya kembali ke kediaman," perintah Seravina dingin tanpa menoleh. "Aku akan berjalan kaki dari sini."

"Tapi Nona... kaki saya—maksud saya, keselamatan Anda—"

"Pergi," potong Seravina singkat dengan nada yang tidak menerima bantahan.

Si pengawal hanya bisa tertunduk patuh, tertatih-tatih kembali ke mobil mewah yang terparkir tak jauh dari sana. Seravina kemudian berbalik menghadap Viktor, lalu menyunggingkan senyum ceria seolah insiden kekerasan baru saja tidak terjadi.

"Nah, sekarang tidak ada gangguan lagi," ucap Seravina riang. "Ayo, tunggu apa lagi? Jalanannya ke arah sini, kan?"

Tanpa menunggu persetujuan atau jawaban dari Viktor, Seravina langsung melangkah maju dengan penuh percaya diri. Ia berjalan mendahului Viktor dengan langkah anggun di atas trotoar yang mulai retak-retak menuju area pemukiman yang lebih kumuh.

Masalahnya hanya satu: Seravina sama sekali tidak tahu di mana rumah Viktor.

Setelah berjalan sekitar sepuluh meter dengan kepala tegak seolah ia tahu persis tujuannya, Seravina tiba di sebuah persimpangan gang yang sempit dan gelap. Ia berhenti sejenak, menatap ke kiri dan ke kanan dengan bingung, namun tetap berusaha menjaga harga dirinya.

Viktor berdiri di belakangnya, masih memegang tumpukan kantong belanjaan berat itu. Ia menatap punggung Seravina dengan ekspresi datar yang lebih dalam dari sebelumnya. Ia tidak habis pikir dengan jalan pikiran wanita ini—berjalan dengan angkuh memimpin jalan ke rumah seseorang yang bahkan alamatnya tidak ia ketahui.

Seravina perlahan menoleh ke belakang, menatap Viktor dengan senyum tipis yang sedikit canggung namun tetap terlihat menantang. "Yah... gang yang ini atau yang satunya?"

Viktor hanya menghela napas panjang, sebuah suara yang menyiratkan bahwa ia sedang berurusan dengan orang paling tidak waras yang pernah ia temui seumur hidupnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!