Antara Arkananta Pradipta dan Leana Anastasya.
pertemuan kembali setelah belasan tahun berpisah mengungkap berbagai rahasia.
sepasang mantan suami istri yg sama-sama msih mendendam cinta dulu adalah pasangan muda yang menikah muda di usia mereka baru 16 tahun dan mereka berpisah karena pertentangan dari orang tua masing-masing...
yang mau tau cerita selengkapnya nya di baca☺️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon #kupunyacerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab. 15 flashback
...ΩΩΩΩΩΩ...
Disebuah club malam, masih dimalam yang sama, jam sudah menunjukkan waktu hampir tengah malam..
Jasmin wanita paruh baya yang berusia 42 tahun tapi masih terlihat cantik dan awet muda itu duduk di depan meja bar sambil memegang gelas kecil berisi minuman beralkohol.
seorang lelaki yang sekiranya seumuran dengannya itu mendekat dan memeluk tubuh Jasmin dari belakang.
"haii baby, ada apa denganmu? Kenapa mukamu seperti sedang marah hmm?! Tanya lelaki yang bernama Adit dia adalah pemilik club malam itu sekaligus sahabat Jasmin dari mereka sekolah. Jasmine bekerja di bar itu sebagai Disjoki (DJ) dari semenjak dia berumur 20 tahun sampai sekarang dia menekuni dan enjoy dengan profesi ini. Tetapi orang-orang yang mengetahui Jasmin bekerja di bar sebagai pe*la*cu*r dan Jasmin sama tidak perduli sama sekali tentang pendapat orang.
"Leana sudah menikah Dit!!"
bukannya percaya lelaki yang bernama Radit itu malah ketawa ngakak memegang perutnya "hahahaha!!" kamu jangan bercanda baby, anak sekecil itu sudah menikah?" Radit sangat tidak dipercaya anak angkat Jasmin atau juga di bilang keponakannya itu sudah menikah, pasalnya Leana baru saja masuk sekolah menengah atas dan sekarang tiba-tiba sudah menikah? Tapi setelah melihat raut wajah Jasmin yang serius dan jasmin juga tidak suka bercanda Radit menghentikan tawanya dan bertanya. "kok bisa? ee maksud ku kenapa dia mau menikah muda,?"
Jasmin menceritakan apa yang dijelaskan oleh Arkan tadi saat di rumah kepada sahabat sekaligus bosnya itu.
"wow, kenapa anak muda zaman sekarang pada nekat si?" Radit tak habis fikir dengan kelakuan suaminya Leana dan juga kenapa para warga juga asal menikahkan mereka tanpa mau mendengar penjelasan dulu. Sungguh ironis sekali pikir Radit. kamu kenal sama suaminya.?"
"gak!! karena aku tidak menyaksikan pernikahan mereka, akupun tidak ingin tahu lagi siapapun dia!!" Kata Jasmin telak.
"aku ngerti perasaan kamu baby, tapi dia itu keponakan kamu, dia tidak sepenuhnya salah, aku tahu walaupun kamu cuek kepada Lea kamu sayang kan sama dia!!." dan sekarang berhenti minum , jaga kesehatan mu baby karena kamu ini tua, tulangmu sudah keropos tidak cocok lagi minum minuman beralkohol.!" kata Radit setengah bercanda yang dimana membuat Jasmin terkekeh kecil.
"gitu dong senyum! Baby, gimana kalau kita juga menikah,? Kita jangan kalah sama keponakan mu itu!" yang di mana membuat Jasmin menatap horor ke arah Radit.
...ΩΩΩΩΩΩ...
Malam telah lewat dan telah berganti dengan pagi. matahari telah menampakkan diri,dan cahaya matahari telah masuk ke kamar kecil tanpa diundang melalui sela-sela gorden rumah sederhana itu. Sepasang suami-istri yang masih meringkuk diatas ranjang saling berpelukan membagi kehangatan tidak terganggu sedikitpun akan cahaya itu. Mereka masih terlelap dalam tidur.
Beberapa menit berlalu, salah satu dari mereka terbangun dan terkaget setelah melihat waktu di jam dinding yang tepat berada di depannya. "astaga udah jam 7, aku udah telat banget kalau mau ke sekolah gimana ini?" saking paniknya Leana dia tidak ingat kalau Arkan tidur bersamanya tadi malam dan ketika sebuah suara serak terdengar di sampingnya baru dia sadar akan keberadaan Arkan. "jangan berisik sayang?!" aku masih ngantuk nih!!". Ucap Arkan dengan suara seraknya dan Arkan berbalik membelakangi Leana untuk melanjutkan tidur nya.
"Ar, kamu beneran ada di sini? jadi tadi malam aku tidak mimpi kamu tidur di sini? Terus yang tadi malam kita...?" Lea mengingat kejadian tadi malam dan refleks menutup mulut nya.
"kita apa sayang,? kamu gak ingat ya apa yang kita lakuin tadi malam,? kalau kamu gak ingat biar aku ingatkan,!" goda Arkan dengan senyum tengilnya dan alis di naik turunkan. sekarang Arkan sudah duduk di depan Lea dan siap untuk mereka ulang adegan tadi malam, tapi saat Arkan melakukannya..."aaaa, Arkan mesum!!! Pukk..puk..puk.!!! Lea berteriak sambil memukul-mukul Arkan dengan bantal. padahal tadi malam mereka sama-sama suka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tadi malam saat Arkan pergi meninggalkan rumah Leana, Arkan tidak langsung untuk pulang ke rumahnya. Dia berdiam diri duduk di atas motornya dengan hati yang tidak tenang. Dia berpikir siapa tahu Leana menelponnya dan membutuhkan bantuan. Dan Arkan memutuskan untuk menunggu sebentar.
kurang dari 30 menit menunggu, Arkan melihat seluit wanita paruh baya yang dia kenal, ya wanita itu adalah mertuanya sendiri.
Arkan buru-buru bersembunyi di belakang motornya takut jika sang mertua melihatnya.
Dan ketika Arkan melihat ibu mertua nya sudah pergi entah kemana, Arkan langsung kembali ke rumah Lea dengan mengendarai motor sportnya itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
waktu Arkan akan ingin mengetuk pintu rumah Leana, dia samar-samar mendengar suara tangis dari dalam dan bisa di pastikan bahwa itu istrinya. Tanpa mengetuk lagi Arkan mencoba untuk membuka pintu dan ternyata pintu bisa terbuka karena memang tadi ibu mertuanya keluar tanpa mengunci pintu.
Arkan menghampiri istrinya dan berjongkok untuk melihat keadaan Lea. Arkan kaget melihat pipi Leana terlihat memerah, Arkan tahu itu bekas apa. Tanpa bertanya Arkan menggendong sang istri untuk masuk ke kamar, membaringkan istrinya di kasur dengan sepelan mungkin, Arkan membantu Leana untuk mengompres memar bekas tamparan di pipi mulus Leana, saat itu lah saat Arkan membungkuk untuk mengompres pipi Lea, saat itu pandangan mereka saling menyatu intens.
Arkan terpaku dengan bibir merah alami istrinya, tanpa Arkan sadari bibirnya sudah di atas bibir Lea yang terbuka sedikit itu. Lea sempat menolak tapi Arkan tidak membiarkan panutan itu terlepas. dan akhirnya Leanapun membiarkan Arkan menciumnya tanpa membalas karena memang dia tidak tahu cara berciuman. Sedangkan Arkan hanya mengikuti insting nya saja walaupun masih terlihat amatir. Dan ciuman itu terjadi beberapa kali. Hanya ciuman belum sampai ke tahap lain karena Alea belum siap ke tahap selanjutnya. Itulah yang terjadi sampai akhirnya mereka bisa tidur berdua di malam pertama pernikahan mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"stop mukul nya sayang, tadi malam kita sama-sama suka kan, kamu juga menikmati nya kan sayang.?!" kata Arkan makin membuat Leana kesel lebih ke malu juga.
Arkan merampas Bantal di tangan istrinya dan membuangnya asal. Arkan mendorong pelan Istrinya untuk berbaring dia merangkak naik ke tubuh istrinya itu , dia pandang wajah istrinya itu yang cantik natural, kulit putih bersih mulus tanpa jerawat sedikitpun, pipi yang sedikit chubby, alis tebal tapi rapi, mata bulat dan jernih dengan bulu mata yang lentik, hidung mancung dan bibir tipis yang merona alami. Pelan-pelan Arkan menurunkan wajahnya untuk menyatukan bibir mereka. Leanapun tidak menolak bahkan Lea memejamkan matanya, pasrah akan hal yang akan lakukan suaminya itu.
terjadilah adegan ciuman antara Arkan dan Lea di pagi yang cerah itu.
"sekarang kamu sudah ingat kan sayang tentang tadi malam? Kamu jangan sampai lupa hmm, dan ini akan menjadi vitamin q sehari-harinya." kata Arkan serak di telinga Leana yang membuat Leana menutup mukanya karena malu.
Arkan terkekeh melihat istrinya yang malu-malu itu, dia gemes dan mengacak rambut istri yang masih ada di bawahnya itu.