NovelToon NovelToon
Jiwa Ditubuh Maya

Jiwa Ditubuh Maya

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Teen Angst
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: Desau

Suatu hari sikap Maya mendadak berubah seratus delapan puluh derajat. Dia yang tadinya gadis pendiam dan lemah, kini memiliki tatapan tajam mematikan. Semua itu terjadi setelah pingsan yang dia alami. Semua orang terkejut dengan perubahan Maya. Julukan psiko mulai tersemat pada dirinya.

Abang tirinya yang mesum dan geng yang sering membully Maya di sekolah sekarang hanya bisa tercengang. Jika dahulu Maya hanya pasrah hingga bahkan tak berani menatap, maka kini dia malah berkata, "Aku akan sobek mulutmu jika berani menyentuhku!"

Apa yang terjadi pada Maya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 14 - Tak Mau Dianggap Lemah

Toilet belakang akhirnya kembali sunyi setelah Geng Violet pergi terburu-buru. Masih tersisa bau air pel dan ketegangan yang menggantung di udara.

Marsya langsung berlari mendekati Maya dengan wajah panik. “Ya ampun, Maya!” serunya sambil memegang lengan Maya. “Lo nggak apa-apa?!”

Maya menoleh sekilas. Dia tak menjawab. Raut wajahnya justru tampak kesal.

“Kok diam aja sih?” timpal Marsya hampir frustrasi.

Sementara itu Axel berdiri beberapa langkah dari mereka sambil memperhatikan Maya diam-diam. Tatapannya penuh khawatir.

Seragam putih Maya basah kuyup sampai menempel di kulit. Rambut hitamnya juga masih meneteskan air.

Axel menghela napas pelan. “Maya,” katanya hati-hati. “Lo harus lapor ke guru.”

Maya langsung menatapnya datar. “Nggak perlu.”

Axel mengernyit. “Mereka udah kelewatan.”

Maya mendecakkan lidah kecil. Tatapan Axel yang terlalu khawatir itu justru membuat Priska merasa jengah. Karena di dunia lamanya dulu, cowok yang datang dengan wajah “pahlawan” biasanya menganggap perempuan lemah. Perlu diselamatkan, dan Priska paling benci dipandang seperti itu.

“Axel,” ucap Maya dingin.

Cowok itu sedikit tersentak karena nada suaranya berubah.

“Jangan ikut campur lagi.”

Marsya langsung bengong. “Hah?”

Axel juga tampak kaget. “Apa?”

Maya menyilangkan tangan santai walau tubuhnya masih basah kuyup. “Gue bisa urus masalah gue sendiri.”

Axel langsung menggeleng pelan. “Ini bukan soal bisa atau nggak.”

“Terus?”

“Orang normal nggak seharusnya ngalamin beginian sendirian.”

Maya malah tersenyum tipis. “Sayangnya gue nggak normal.”

Kalimat itu membuat Axel diam sesaat.

Marsya buru-buru menyela. “Tapi kita kan cuma khawatir—”

“Nggak usah repot-repot!” Kali ini suara Maya lebih tegas.

Marsya langsung terdiam.

Maya memandang mereka bergantian. “Aku nggak suka dikasihani,” katanya datar.

Tatapan Axel sedikit berubah. Entah kenapa Maya sekarang terasa seperti sedang membangun tembok besar di sekeliling dirinya, dan itu membuat dadanya nggak nyaman.

“Maya…” ujar Axel pelan. “Nggak semua orang yang bantu itu kasihan sama lo.”

Maya menatap lurus ke matanya. “Di hidup gue,” katanya dingin, “kalau seseorang tiba-tiba sok nolongin, biasanya ada maksudnya.”

Axel membeku. Marsya juga ikut melongo. Karena ucapan itu terlalu pahit untuk keluar dari anak SMA enam belas tahun. Namun Maya sudah terlanjur kesal pada dirinya sendiri. Priska memang tidak terbiasa menerima perhatian. Perhatian membuatnya tidak nyaman. Karena perhatian berarti keterikatan, dan keterikatan selalu berbahaya.

Maya akhirnya menghela napas kasar. “Pokoknya jangan ikut campur lagi. Gue nggak mau kalian ikut kena imbasnya."

Marsya tampak sedih. “Lo marah sama gue juga?”

Maya diam beberapa detik. Lalu menjawab tanpa ekspresi, “Gue cuma nggak butuh dijagain.”

Setelah itu dia langsung berjalan keluar toilet begitu saja.

“Maya!” panggil Marsya.

Namun Maya tak berhenti.

Axel hanya bisa memandangi punggung gadis itu menjauh.

Marsya menoleh kesal ke arah Axel. “Tuh kan! Gara-gara lo terlalu serius!”

Axel langsung bingung. “Lah kok jadi gue?”

“Lo tadi mukanya kayak polisi interogasi!”

“Kan gue khawatir!”

Marsya menghela napas frustrasi. “Dia tuh aneh sekarang.”

Axel terdiam. Tatapannya masih mengarah ke lorong tempat Maya pergi.

“Aneh…” gumamnya. “Tapi gue malah makin pengen ngerti dia.”

Marsya langsung melotot. “Nah kan! Lo suka!”

Axel spontan panik. “Hah?! Nggak usah teriak-teriak!”

“Wajah lo merah tuh!”

“Itu panas!”

“Dih! Boong!”

Sementara itu, Maya berjalan santai menyusuri lorong sekolah sambil meneteskan air di sepanjang jalan. Beberapa murid langsung menoleh bingung.

“Anjir kenapa tuh?”

“Kecemplung kolam?”

“Maya habis berantem?”

Namun Maya tak peduli. Dia malah terus berjalan menuju ruang guru.

Tok tok.

Pintu diketuk pelan.

“Masuk,” terdengar suara Pak Kemal dari dalam.

Begitu Maya membuka pintu, suasana ruang guru langsung hening beberapa detik. Semua guru menoleh dan semuanya langsung melongo melihat kondisi Maya.

Basah kuyup. Rambut acak-acakan. Seragam menempel karena air.

Pak Kemal sampai berdiri cepat dari kursinya. “YA AMPUN!”

Bu Fitri juga langsung panik. “Maya?! Kamu kenapa?!”

Maya tetap santai. “Pak,” katanya sambil menunjuk seragamnya. “Saya mau hutang seragam baru.”

Pak Kemal berkedip bingung. “Hah?”

“Seragam saya rusak.”

“Bukan itu poinnya!” pekik Bu Fitri. “Kamu kenapa bisa begini?!”

Maya berpikir cepat beberapa detik. Kalau bilang habis diguyur air sama geng pembully, pasti bakal ribet.

Akhirnya dia menjawab santai, “Kran toilet jebol.”

Semua guru langsung bengong.

“Kran?” ulang Pak Kemal.

Maya mengangguk mantap. “Iya.”

“Terus?”

“Nyembur.”

“Tapi tenang,” lanjut Maya santai. “Udah saya benerin.”

Ruangan langsung hening total. Pak guru olahraga sampai menurunkan koran perlahan.

Bu Fitri berkedip beberapa kali. “Kamu… benerin kran?”

Maya mengangguk lagi. “Pakai apa?” tanya Pak Kemal curiga.

“Tendangan.”

“APA?!”

Maya baru sadar salah ngomong. “Eh maksud saya…” dia berdeham kecil. “Diputer.”

Pak Kemal memijat pelipis. Entah kenapa dia sama sekali nggak percaya. Apalagi melihat ekspresi Maya yang terlalu tenang.

“Kamu habis berantem ya?” tanya Bu Fitri hati-hati.

“Enggak.”

“Yakin?”

“Kalau berantem harusnya saya berdarah.”

Semua guru langsung diam. Pak Kemal menatap Maya lama sekali. Semakin hari dia makin merasa gadis ini berubah terlalu drastis. Namun sebelum dia sempat bertanya lagi, Maya sudah kembali ke topik awal.

“Jadi…” katanya sambil menunjuk bajunya. “Seragamnya bisa hutang dulu nggak?”

Pak Kemal refleks menghela napas. “Ya ampun, Maya…”

Bu Fitri langsung berdiri membuka lemari kecil di pojok ruangan. “Kebetulan ada seragam cadangan UKS.”

Mata Maya sedikit berbinar. “Gratis?”

“Dipinjamkan.”

“Oh.”

“Kamu kecewa ya?”

“Sedikit..."

Beberapa guru sampai terkekeh kecil mendengar jawabannya.

Bu Fitri menyerahkan satu set seragam olahraga sekolah dan handuk kecil. “Nih. Ganti dulu di UKS.”

Maya menerimanya pelan. Untuk sesaat dia terlihat ragu. Lalu akhirnya berkata pelan, “…makasih.”

Suasana ruang guru langsung mendadak sunyi lagi. Karena itu pertama kalinya mereka mendengar Maya mengucapkan terima kasih dengan tulus. Bu Fitri bahkan sampai tersenyum hangat.

Pak Kemal ikut menghela napas lega kecil. Mungkin di balik semua perubahan aneh ini, Maya sebenarnya sedang berusaha bertahan dengan caranya sendiri.

1
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
aq benci dan trauma dengan nama norma. blh dng aq maki2 si norma ini.
Ass Yfa
woo yg dikasih obat pak Darto kiraib kasih ke Jamie
Rommy Wasini Khumaidi
pasti obatnya dikasih pak Darto,kirain mau dikasih ke Jamie tuh obat
Ass Yfa
Weh ..Rangga muncul gaesss....Polisi ganteng
W I 2 K
cicak masuk perangkap.. 🤣🤣🤣, g usah kasih ampun pedofil Darto
Auraliv
lanjutttt
Rommy Wasini Khumaidi
bukanya barang² Maya sudah dibakar habis thor,waktu Maya mau laporin Jamie ke polisi?
Desau: itu barang yg tersisa kak
total 1 replies
istianah istianah
selesaikan dulu masalah maya kak, author,. baru masalah friska di atur sebaik mungkin, 😍😍 semngattt kak
Rommy Wasini Khumaidi
waduh siapa lagi ini,main kroyokan
mery harwati
Priska bikin ramuan obat bwt siapa itu? Jomie kah? Angel kah? Atw Darto? 🤔
Atw ramuan bwt orang lain?
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
aq salfoo. disini pria muda, dibawah pria tua
Desau: maaf kak, harusnya pria muda. awalnya aku terlanjur nulis pria tua, tapi ngeditnya tergesa gesa jd gk ke edit semua. karna tiba2 dapat ide terkait tokoh sambudi ini 😅
total 1 replies
mery harwati
Rangga aq kasih kopi ya sebelum kau bantu selidiki kasus Maya 💪
mery harwati
Rangga The Hot Police Man muncul euy 🤣💪 Dita mana Rangga? Udah punya anak belum kau sama Dita?
Tiara Bella
wah Rangga polisi yg itu bukan ya...🤭
mery harwati
Lemah Priska !! Sudah disiram air pel, sudah ditampar, sudah dikunci di toilet sekolah & Priska sudah tau bahwa Maya asli tersiksa & diperkosa, tapi lembek aja penyelesaian akhirnya 😃
Mau nunggu diperkosa sama Jomie lagikah baru bertindak Priska?
Atw nunggu dibully rame² baru dibales Priska?
Enak banget tuh yang nge bully & merkosa dikasih waktu pengampunan terus sama Priska
🤨
Nadira ST
kebanyakan bacot,langsung hajar lah bikin darting saja
Tiara Bella
pd jahat bngt ya geng violet ini....
Rommy Wasini Khumaidi
ayok Maya segera beraksi...semangat May💪💪
Tiara Bella
oh no....ada guru yg begono ...
mery harwati
Sekolah favorit atw sekolah anak² pengusaha atw sekolah internasional atw sekolah biasa² yang untuk kalangan pada umumnya ya ini sekolah Maya?
Karena gak disinggung sama sekali keamanan sekolah baik penjaga sekolah, CCTV atw harus divideokan oleh orang lain baru viral semua kelakuan minus anggota sekolah disitu? 🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!