NovelToon NovelToon
Purdeb

Purdeb

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Berbaikan
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"Singkirkan tatapan menantangmu itu, Mahasiswa Baru. Kau terlalu sombong hanya karena dari Harvard," desis Amieyara Walker, matanya menghujam sedingin es di koridor sepi.

Maximilian Valerio hanya menyunggingkan seringai tipis yang sarat akan provokasi. "Dan kau? Merasa bisa mengaturku karena memegang gelar Asisten profesor, Nyonya Janda Satu Malam?"

"Jaga mulutmu, Valerio! Jangan menguji batas kesabaranku jika kau tidak ingin hancur di kampus ini!"

"Oh, silakan coba, Yara. Aku tidak takut dengan ancaman kosong dari wanita yang bahkan tidak bisa mempertahankan suaminya sendiri."

Dua jiwa angkuh yang sama-sama terluka, terjebak dalam lingkaran makian dan harga diri yang tinggi.

Tidak ada ruang untuk romansa lembut di antara mereka; yang ada hanyalah benturan ego, dendam, dan obrolan penuh permusuhan yang justru mengikat mereka dalam ketertarikan yang berbahaya dan mematikan.

Happy reading 🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#25

Matahari pagi yang baru saja merayap naik di langit Los Angeles tidak mampu menghangatkan atmosfer dingin yang menyelimuti taman belakang Fakultas Bisnis.

Di balik rimbunnya pohon-pohon akasia yang jarang dijamah mahasiswa, dua siluet wanita berdiri berdekatan. Lembaran kertas berisi denah aula utama universitas tersebar di atas meja batu di hadapan mereka.

Bella Moon melipat kedua tangannya di depan dada, sepasang mata birunya berkilat penuh kebencian yang mendalam saat menatap layar ponsel yang masih dipenuhi artikel rumor tentang Maximilian dan Yara.

Di sampingnya, Cinmocha Walker tersenyum licik, memutar-mutar sebuah botol kaca kecil berukuran beberapa mililiter yang berisi cairan bening tak berbau di antara jemarinya.

"Pesta perayaan ulang tahun kampus tiga hari lagi adalah panggung terbaik kita, Bella," bisik Caca, suaranya terdengar laksana desis ular yang siap menyuntikkan racun. "Semua orang akan hadir. Para petinggi kampus, anak-anak konglomerat, bahkan seluruh sirkel keluarga Valerio dipastikan tidak akan melewatkan acara besar ini."

Bella menoleh, menatap botol kecil di tangan Caca dengan kening berkerut. "Apa itu?"

"Obat perangsang dosis tinggi buatan pasar gelap," jawab Caca dengan seringai yang semakin melebar. "Hanya butuh tiga tetes di dalam minumannya, dan singa betina Fakultas Hukum itu akan berubah menjadi wanita jalang yang kehilangan seluruh akal sehatnya di depan ratusan pasang mata. Kita akan menjebaknya dengan salah satu mahasiswa hidung belang di gudang aula, lalu memastikan seseorang 'secara tidak sengaja' membuka pintunya dan merekam semuanya."

Bella terdiam sejenak, membayangkan bagaimana hancurnya harga diri Amieyara Walker jika rencana ini berhasil.

Rasa cemburu yang membakar dadanya seketika menuntut pembalasan mutlak. "Jika dia mempermalukan dirinya sendiri sebagai pelacur sungguhan di depan umum, Max tidak akan pernah sudi melihat wajahnya lagi. Nama besar Valerio tidak akan pernah menerima wanita sekotor itu."

"Tepat sekali," timpal Caca, matanya berkilat penuh dendam pribadi. "Kita buat dia merangkak di lantai malam itu juga."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Beberapa jam kemudian, atmosfer di kantin utama yang menghubungkan area Fakultas Bisnis dan Fakultas Hukum mendadak berubah menjadi teramat sangat mencekam.

Suara denting sendok dan tawa mahasiswa yang semula memenuhi ruangan semi-terbuka itu seketika senyap, menyisakan keheningan yang janggal dan berat.

Satu per satu mahasiswa menahan napas mereka saat sesosok gadis bergaun hitam elegan dengan pembawaan yang luar biasa angkuh melangkah masuk ke dalam area kantin. Emmeline Valerio.

Sang ratu perundung dari Fakultas Kedokteran yang sangat jarang menapakkan kakinya di wilayah selatan kampus, siang ini berjalan dengan ritme kaki yang mantap, dikelilingi oleh aura intimidasi mutlak yang membuat orang-orang secara otomatis membuka jalan untuknya.

"Gila... kenapa si iblis kedokteran itu ada di sini?" bisik seorang mahasiswa bisnis dengan suara yang teramat lirih.

"Rumor mengatakan dia ke sini untuk mengeksekusi Amieyara Walker. Dia pasti tidak terima kakak kembarnya, Maximilian, dijadikan bahan gosip karena ditiduri oleh pelacur kampus seperti Yara," sahut yang lain dengan mata yang tak berkedip.

Praduga semua orang di kantin itu seragam: Emmeline datang untuk menghancurkan Yara.

Di sudut kantin dekat jendela besar, Amieyara Walker sedang duduk tenang sembari membaca beberapa berkas perkara hukum, sama sekali tidak terganggu oleh ketegangan yang sedang merayap di sekitarnya.

Yara hanya menaikkan sebelah alisnya saat bayangan tubuh Emmeline berhenti tepat di depan mejanya, menghalangi cahaya matahari sore yang masuk.

Dua wanita dengan aura dominasi tertinggi di kampus itu kini saling berhadapan. Atmosfer di sekitar meja mereka mendadak terasa begitu panas, laksana dua predator yang siap saling mengoyak leher satu sama lain.

Emmeline menatap Yara dari atas ke bawah dengan pandangan mata yang tajam laksana pisau bedah. "Kau yang bernama Yara? Si asisten dosen bisnis yang sedang ramai dibicarakan itu?" tanya Emmeline, suaranya terdengar dingin dan datar.

Yara tidak gentar sedikit pun. Dia meletakkan pulpennya di atas meja, lalu menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi sembari menatap balik Emmeline dengan sepasang mata indahnya yang memancarkan ketegasan yang mutlak. "Ya, benar. Kenapa? Kau punya masalah denganku?"

Emmeline menyipitkan matanya, mencondongkan tubuhnya sedikit ke arah Yara. "Tentu saja. Aku datang jauh-jauh dari Fakultas Kedokteran hanya untuk menemuimu secara langsung."

Yara tersenyum tipis, sebuah senyuman formal yang sarat akan wibawa kedewasaan. Dia menatap lurus ke dalam manik mata gadis berusia dua puluh tahun itu.

"Dengar ya, Gadis Muda. Usiaku dua puluh empat tahun, dan di lingkungan kampus ini aku adalah staf pengajarmu. Kau harus memiliki etika dan rasa hormat yang baik saat berbicara padaku."

"Hormat?" Emmeline mengeluarkan kekehan rendah yang terdengar meremehkan, melipat kedua tangannya di depan dada. "Kau meminta dihormati oleh seorang Valerio setelah apa yang kau lakukan pada kembaranku di UKS kemarin, hm?"

Semua mahasiswa di dalam kantin menahan napas mereka dalam-dalam, beberapa bahkan sudah bersiap memalingkan wajah karena mengira sebuah pertengkaran fisik yang brutal akan segera pecah di antara kedua wanita menyeramkan ini.

Namun, di tengah ketegangan yang nyaris mencapai puncaknya, binar mata Emmeline mendadak berubah secara drastis seratus delapan puluh derajat.

Kilat matanya yang semula kejam dan dingin tiba-tiba mencair, digantikan oleh binar mata yang luar biasa ceria, manja, dan dipenuhi oleh binar kekaguman yang amat sangat polos.

Emmeline melangkah maju, memutari meja, dan sebelum Yara sempat menyadari apa yang terjadi, gadis Valerio itu sudah menjatuhkan tubuhnya dan memeluk erat lengan Yara dengan gestur yang teramat sangat manja—persis seperti seorang adik perempuan yang akhirnya menemukan kakak perempuan impiannya.

"Kakak Ipar...!!!" suara Emmeline memecah keheningan kantin, terdengar begitu renyah, manis, dan bersemangat tanpa ada sisa-sisa keangkuhan sedikit pun.

"Oh Tuhan, Kak Yara ternyata jauh lebih cantik dan keren daripada yang ada di foto forum kampus gila itu! Aku menyukaimu sejak detik pertama melihat tatapan matamu tadi!"

Hening.

Seluruh isi kantin utama Fakultas Bisnis dan Hukum seketika dilanda badai kebingungan massal. Rahang para mahasiswa yang menonton pertunjukan itu nyaris jatuh ke atas lantai.

Di mana pertumpahan darah yang mereka nantikan? Kenapa sang ratu perundung yang kejam dari Fakultas Kedokteran mendadak berubah menjadi selembut anak kucing di pelukan seorang Amieyara Walker?

Yara sendiri tertegun mematung di kursinya, tubuhnya mendadak kaku karena tidak siap menerima pelukan fisik yang begitu hangat dan mendadak dari adik kembar Maximilian ini. "Kau... kau memanggilku apa?"

"Kakak ipar!" ulang Emmeline dengan wajah berbinar-binar gembira, melepaskan pelukannya hanya untuk menatap wajah Yara dengan senyuman lebar. "Kak Max sudah menceritakan semuanya padaku di kamar kemarin. Dia bilang kau adalah wanitanya dan aku tidak boleh mempercayai rumor sampah di kampus ini. Dan sekarang setelah melihatmu sendiri... aku benar-benar mendukung penuh hubungan kalian!"

Tepat pada detik yang sama, pintu masuk kantin terbuka. Maximilian Valerio melangkah masuk bersama Carter dan Demon yang masih memegang beberapa kaleng minuman sodanya.

Langkah ketiga pemuda itu seketika terkunci di lantai kantin saat indra penglihatan mereka menangkap pemandangan magis di sudut ruangan.

Max berdiri mematung, kaleng minuman di tangannya nyaris terlepas. Jantung sang pewaris Valerio itu rasanya mau copot dari tempatnya melihat pemandangan di depannya. Sepasang mata gelap Max membelalak lebar dengan ketidakpercayaan yang amat sangat mendalam.

"Sialan..." gumam Carter, mengucek matanya berulang kali. "Gue nggak salah lihat, kan? Itu Emmeline Valerio si ratu psikopat sekolah kita dulu bisa bertingkah semanis dan semanja itu pada cewek?"

"Wah asli, ini dunia sepertinya sudah mau kiamat," timpal Demon dengan ekspresi wajah yang sama melongonya.

Max masih menatap lurus ke arah kursi Yara, di mana adik perempuan kembarnya yang terkenal kejam dan tidak pernah tunduk pada siapa pun, kini sedang sibuk bergelayut manja di pundak Yara sembari mengobrolkan menu makanan dengan tawa yang sangat ceria.

Sudut bibir Maximilian perlahan terangkat, memunculkan sebuah senyuman tipis yang sarat akan rasa hangat dan kebanggaan baru di dalam dadanya, menyadari bahwa benteng pertahanan Amieyara kini tidak hanya berhasil dia retas, melainkan telah resmi diadopsi oleh seluruh sirkel terdekat keluarganya.

1
sitanggang
kukira Valeri kuat ternyata oncom belaka, masa sama 2 cewek bego bisa kalah🤣🤣 parah jalan ceritanya hadeuhh🫣
Ros 🍂: hehhe ceritanya nyambung sama Cerita yang sebelah Ya kak, judulnya "Fi A Ti"
ada Ceritanya sendiri 🫶🥰
total 1 replies
Hotmayanti Yanti
ceritanya menegangkan dsn selalu membuat penasaran,semoga masih ada lanjutannya Thor 😁
Ros 🍂: Ma'aciww Sudah mampir kak🥰
jangan lupa baca Cerita ku yang lain kak 🫶
total 1 replies
nayla tsaqif
Satu kantin kena prank emmie🤣🤣,,
Ros 🍂: Hahah 🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
wes Amieyara Walker-nya cie udah diklaim mutlak nie ceritanya bang😍😍😍😍
Ros 🍂: Nggak klaim Malu Soalnya kak🤭🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
absen dulu kak othor😍😍😍
Ros 🍂: Fanbase Setia 🫶😁🥰
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
gasken bang max tembak langsung😍😍😍biar GK jomblo dan dibilang gamonin si kulanak🤣🤣tumben kak cuma satu
Ros 🍂: tumben satu apa kak?🤭
total 2 replies
Zahra Alifia Hidayat
duo kuntilanak yg kegatelan🤭
Ros 🍂: Ketemu mereka kak🤣🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
gasken bang max buat selidikin asdos cantik
Ros 🍂: hehe iya kak🥰
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
pengen dengerin kekehan sexi bang max juga aku thor sesexi apa sich jadi penasaran?🤭
Ros 🍂: kak 🤭 nanti tak suruh max kekeh sampe nembus layar yaa🤣🫶
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
dih si kuntilanak sok Sokan yg paling tersakiti padahal dirinya sendiri jalang,ayo bang max tunjukan pesona kegendengan klan Valerio🤣🤣
Ros 🍂: hihihi kak basmi kuntilanak 🤭
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
waoooh Bella mengerikan jauhkan babang max dari kuntilanak thorr🤭GK rela daku MBK asdos tolong kekepin bang max jauhin dari si kuntilanak🤭🤣🤣🤣
Ros 🍂: Bell Kuntilanak🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
duh,,,bawa pulang aja bang max kasian banget😭😭😭😭
Ros 🍂: huhuhu bantu angkut kak🤭
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
Bang max jangan galak gitulah entar kecintaan gimana coba🤭
Ros 🍂: Aaa🫶🫶🫶 Ma'aciww kak 🥰
Terharu 🤩
total 5 replies
Zahra Alifia Hidayat
yaah,,,,, kak kok Caca sich itu nama panggilan aku tega banget kaaaak😭😭😭😭😭😭 padahal aku anaknya baik,rajin belajar dan suka menabung🤣🤣🤣🤣
Ros 🍂: Kak 😭 sorry ... 🤣🤣🤣🙏🏻
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
waooh,,,,,pertemuan pertama yg sangaatt- sangaattt😍😍😍
Ros 🍂: Hihihi meresahkan ya kak ? 🤣🤣🙏🏻
total 2 replies
Zahra Alifia Hidayat
Bang max i am coming di tunggu kegendengannya🤭🤣🤣
Ros 🍂: Hahaha Max tunggu kak 🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
fanbase nomer satu absen dulu,,,,😍😍😍😍😍
Ros 🍂: Hallo kak 🫶🥰 Happy Reading ❤️
total 1 replies
winpar
ceritanya keren💪
Ros 🍂: Ma'aciww jejaknya kak🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!