NovelToon NovelToon
Salah Meja Jadi Istri CEO

Salah Meja Jadi Istri CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Slice of Life / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Office Romance
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Aneska (25 tahun) berada dalam situasi darurat: menikah dalam seminggu atau dijodohkan dengan "om-om" pilihan Papanya yang bernama Argani Sebasta. Demi kebebasan, Aneska nekat mencari pacar sewaan lewat bantuan sahabatnya.
Namun, kecerobohan berbuah petaka—atau mungkin keberuntungan. Di sebuah kafe, Aneska salah mendatangi meja. Bukannya bertemu pria dari aplikasi kencan, ia justru mengajak kencan seorang pria asing yang tampak dewasa dan sangat tampan.
Aneska tidak tahu bahwa pria itu adalah Argani Sebasta, calon tunangan yang sangat ia hindari. Arga yang menyadari kesalahan Aneska justru merasa tertarik dan memilih menyamar menjadi "Gani" si pria biasa.
Permainan menjadi serius saat Arga tiba-tiba mengajukan syarat gila: "Jangan cuma pacaran, ayo langsung menikah saja."
Terdesak waktu dan terpesona pada ketampanan "Gani", Aneska setuju. Akankah Aneska tetap bahagia saat tahu bahwa suami yang ia pilih sendiri sebenarnya adalah pria yang paling ingin ia tolak sejak awal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8: Dinding yang Tak Terlihat

​Suasana di kamar Aneska terasa begitu hampa. Gaun champagne yang tadinya terlihat sangat indah kini tergeletak di lantai, tampak seperti kain usang yang tak berharga. Aneska meringkuk di atas tempat tidur, masih mengenakan riasan yang kini sudah luntur karena air mata.

​Setiap kali ia memejamkan mata, wajah Arga yang tenang saat membohonginya terus muncul.

​“Nama saya Gani. Saya tidak koleksi ikan cupang.”

“Saya adalah pria yang akan menikahimu minggu depan.”

​"Penipu," bisik Aneska serak. "Lo bener-bener penipu paling jahat, Arga."

​Ketukan pintu kamar terdengar pelan. "Anes... ini Mama, Sayang. Makan dulu, yuk? Arga sudah pulang, kok."

​Aneska tidak menjawab. Ia menarik selimut lebih tinggi. Ia merasa sangat bodoh. Selama ini ia merasa menang karena bisa menemukan "pacar" sendiri untuk melawan Papanya, padahal ternyata ia justru berjalan sendiri masuk ke dalam kandang singa yang sudah disiapkan.

​Di bawah, di ruang tamu yang kini sudah sepi, Arga masih duduk terpaku di sofa. Keluarganya sudah pulang lebih dulu atas permintaannya. Hanya ada Hendra yang duduk di hadapannya, menyesap sisa kopi yang sudah dingin.

​"Kamu terlalu berisiko, Arga," ucap Hendra tenang. "Papa sudah bilang, temui dia baik-baik. Tapi kamu malah mengikuti permainannya."

​Arga mengusap wajahnya dengan kasar. Rambutnya yang biasanya rapi kini berantakan. "Saya hanya ingin dia melihat saya sebagai pria biasa, Om. Bukan sebagai 'beban' dari Anda. Dia benci sekali dengan nama Argani Sebasta bahkan sebelum kita bertemu."

​"Sekarang dia tidak hanya benci namamu, tapi juga orangnya," Hendra berdiri, menepuk bahu calon menantunya itu. "Berikan dia waktu. Aneska itu keras kepala, tapi hatinya lembut. Kalau kamu benar-benar serius, jangan menyerah di sini."

​Arga mendongak. "Saya tidak akan menyerah. Saya sudah terlanjur jatuh, Om. Dan saya tidak berniat untuk bangun."

​Tiga hari berlalu tanpa komunikasi. Aneska memblokir nomor Arga, mengabaikan semua bunga yang dikirim ke kantor, dan bahkan mengancam akan resign jika Arga berani muncul di lobi lagi.

​Miska, sang sahabat yang merasa paling berdosa, duduk di kubikel Aneska dengan wajah memelas.

​"Nes, sumpah demi apa pun, gue beneran nggak tahu kalau 'Gani' kencan online itu nggak dateng dan yang lo temuin itu Arga asli!" Miska menyodorkan cokelat batangan sebagai sogokan. "Si Gani yang asli itu ternyata kena musibah ban bocor dan hp-nya mati, makanya dia nggak muncul. Gue juga kaget pas tahu Gani yang lo ceritain itu ternyata CEO beneran!"

​Aneska menghela napas panjang, menatap layar komputernya dengan kosong. "Masalahnya bukan itu, Mis. Masalahnya dia tahu gue salah orang, tapi dia diem aja. Dia ngetawain gue di dalam hati sementara gue curhat soal betapa benci gue sama Argani Sebasta. Dia ngerasa hebat banget bisa nipu gue."

​"Tapi Nes... lo inget nggak? Lo sendiri yang bilang dia 'penyelamat'. Lo bilang dia beda dari om-om kaku pilihan bokap lo. Padahal mereka orang yang sama. Berarti... secara nggak langsung, lo sebenernya suka sama sosok Arga, kan?"

​Aneska terdiam. Kalimat Miska menghujam tepat di ulu hatinya. Itu benar. Ia menyukai ketenangan Arga, perhatiannya, bahkan cara pria itu melindunginya. Tapi kenyataan bahwa pria itu adalah "Arga si perjodohan" membuat egonya terluka parah.

​Sore itu, saat Aneska hendak pulang, hujan deras mengguyur Jakarta. Ia berdiri di depan lobi, menunggu ojek online yang tak kunjung mengambil pesanannya.

​Tiba-tiba, sebuah payung hitam besar memayunginya. Aneska menoleh, dan jantungnya mencelos.

​Arga berdiri di sana. Tidak ada mobil mewah, tidak ada asisten. Ia hanya mengenakan kemeja putih yang sedikit basah karena tampias hujan, memegang payung untuk Aneska.

​"Jangan kabur lagi," suara Arga terdengar serak, ada kelelahan yang nyata di matanya. "Saya cuma mau bicara lima menit. Setelah itu, kalau kamu mau saya hilang dari hidupmu, saya akan lakukan."

​Aneska membuang muka. "Lima menit. Mulai dari sekarang."

​Arga menarik napas dalam, membiarkan aroma hujan dan parfum Aneska menyatu. "Saya minta maaf. Bukan karena saya adalah Argani Sebasta, tapi karena saya tidak cukup berani untuk jujur saat saya mulai jatuh cinta padamu di kafe itu."

​Aneska menoleh cepat, matanya berkilat. "Jatuh cinta? Jangan bercanda, Arga. Kita baru ketemu!"

​"Buat kamu, mungkin itu cuma pertemuan salah meja. Tapi buat saya, melihat kamu berjuang begitu keras demi kebebasanmu—bahkan sampai berani ngajak nikah orang asing—itu hal paling berani dan lucu yang pernah saya lihat," Arga tersenyum pahit. "Saya ingin jadi 'Gani' lebih lama, karena saat jadi Gani, kamu menatap saya dengan kekaguman, bukan dengan kebencian."

​Arga merogoh saku kemejanya, mengeluarkan sebuah kotak beludru kecil yang basah.

​"Pertunangan kemarin kacau. Tapi cincin ini... saya beli bukan karena paksaan Papa kamu atau Papa saya. Saya beli ini karena saya mau Aneska Claryz Graceva yang jadi pemiliknya. Pakai atau buang, terserah kamu. Tapi perasaan saya bukan palsu, Anes."

​Arga menyerahkan kotak itu ke tangan Aneska yang gemetar, lalu ia memberikan gagang payungnya pada Aneska. Arga melangkah mundur, membiarkan dirinya sendiri basah kuyup tersiram hujan.

​"Lima menit selesai. Pulanglah, ada supir saya yang menunggu di mobil putih itu. Dia akan mengantarmu dengan aman."

​Arga berbalik, berjalan menembus hujan tanpa menoleh lagi. Aneska mematung, memegang payung dan kotak cincin itu dengan perasaan yang campur aduk. Ia melihat punggung kokoh Arga yang perlahan menjauh, tampak begitu kesepian di bawah guyuran hujan.

​Aneska membuka kotak itu. Di dalamnya ada sebuah cincin emas putih dengan berlian kecil yang sangat indah. Di balik lingkarannya, ada ukiran halus: "To My Brave Girl."

​Aneska menggigit bibir bawahnya, air mata kembali menetes, menyatu dengan rintik hujan.

1
Aidil Kenzie Zie
Anes sangat beruntung
Ariska Kamisa: tapi anes nge gas terus yaa🤭🤣🤣🤣
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
didunia nyata apakah ada yang seperti Arga 🤔🤔🤔
Ariska Kamisa: seperti nya 1001 kak🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
ya Allah Arga ... 😱
umie chaby_ba
so sweet
umie chaby_ba
👍👍👍👍
umie chaby_ba
satria oh satria bikin Arga kesurupan
umie chaby_ba
arga nyebut ga !
umie chaby_ba
anes iiih 🤭
umie chaby_ba
astagfirullah...🤣🤣🤣
umie chaby_ba
arga 🤣🤣🤣
umie chaby_ba
ya Allah Arga udh kebelet banget 🤭
umie chaby_ba
suka suka suka
Ariska Kamisa: terimakasih 🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
gercep Amayyy
umie chaby_ba
gemas banget sih arga🤣🤣🤣
umie chaby_ba
ada siangan nih.
Ariska Kamisa: saingan kali... 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
cerita nya asik nih, ringan ... aku suka yang bucin gini tapi ceweknya sok cuek /Curse//Curse//Curse//Curse/
Ariska Kamisa: terimakasih banyak ya kakak♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
umie chaby_ba
😍😍😍😍
umie chaby_ba
ciee ngajak ngebubur duluan🤭
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
😍😍😍😍
umie chaby_ba
apakah sebenarnya itu rencana para papa mereka berdua?
Ariska Kamisa: pintar...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!