NovelToon NovelToon
PERNIKAHAN KONTRAK IDOLA

PERNIKAHAN KONTRAK IDOLA

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:692
Nilai: 5
Nama Author: Zhao Eunbi

Zee Chou, atau yang dikenal dengan nama panggung Choi Heesung, adalah idola K-Pop paling populer dan dicintai jutaan penggemar. Di atas panggung, ia bersinar sempurna, tampan, dan memiliki citra bersih yang dijaga sangat ketat. Namun di balik kemegahan itu, ia menyembunyikan satu kenyataan pahit: warisan perusahaan keluarga yang terancam bangkrut. Demi menyelamatkan segalanya, Zee terpaksa menyetujui pernikahan yang tidak pernah ia bayangkan—menikahi Park Hye-ri, gadis biasa dan sederhana, putri sahabat orang tuanya yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan dunia hiburan.

Pernikahan ini hanyalah sebuah kesepakatan di atas kertas, rahasia yang harus dijaga mati-matian dari publik dan penggemar. Tidak ada cinta, tidak ada perasaan, hanya kewajiban dan aturan ketat. Bagi Zee, Hye-ri hanyalah kewajiban yang mengganggu karir cemerlangnya. Bagi Hye-ri, Zee hanyalah idola dingin, angkuh

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhao Eunbi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jejak yang Tertinggal

Malam semakin larut, namun di dalam kediaman besar itu, keheningan terasa berat dan mencekam. Heesung dan Hyeri duduk berhadapan di meja ruang tengah, lampu hanya menyala redup, seolah menyesuaikan dengan suasana hati mereka yang gelap dan penuh kekhawatiran. Di atas meja, tergeletak ponsel Heesung—sumber ancaman yang kini mengancam seluruh hidup mereka.

"Kita harus mencari tahu kebenarannya dulu," ucap Heesung memecah keheningan, suaranya rendah namun bertekad. Ia menatap Hyeri lekat-lekat. "Hanya sedikit orang yang tahu isi perjanjian ini: kau, aku, manajerku, direktur agensi, dan pengacara yang menyusun dokumen itu. Rahasia ini dijaga sangat ketat. Bagaimana mungkin Sooah bisa mendapatkannya? Dan lebih parah lagi, dia bilang punya bukti nyata."

Hyeri mengangguk pelan, keningnya berkerut memikirkan kemungkinan yang ada. "Mungkin ada yang membocorkannya. Seseorang yang kita percaya, seseorang yang punya akses ke dokumen itu. Tapi siapa? Semua pihak yang terlibat punya kepentingan agar rahasia ini tetap terjaga. Jika pernikahan ini terbongkar, agensi juga yang akan rugi besar, bukan hanya kita."

"Kecuali ada yang dibeli," sambung Heesung tajam, matanya menajam seolah baru saja menemukan potongan teka-teki yang hilang. "Sooah berasal dari keluarga yang punya koneksi dan kekayaan besar. Dia selalu punya cara untuk mendapatkan apa yang dia mau. Dia bisa saja menyuap seseorang, atau mengancam seseorang untuk menyerahkan informasi itu padanya."

Pikiran Heesung melayang pada masa lalu. Ia ingat betapa gigihnya Sooah saat mereka masih berpacaran, betapa wanita itu selalu tahu cara masuk ke celah-celah pertahanannya. Dan kini, hal yang sama terjadi lagi—hanya saja kali ini, yang dipertaruhkan bukan hanya perasaan, tapi seluruh masa depan karier dan nama baik mereka berdua.

"Besok pagi, aku akan menemui manajer dan pengacara," putus Heesung tegas. "Kita harus periksa ulang semua catatan, siapa saja yang pernah memegang dokumen itu, di mana saja salinannya disimpan. Kita harus menemukan kebocoran itu sebelum terlambat. Jika kita tahu dari mana dia mendapatkannya, kita bisa menutup celah itu dan membatalkan kekuatan bukti yang dia punya."

Hyeri menghela napas panjang, lalu menatap Heesung dengan pandangan yang campur aduk—khawatir, tapi juga penuh kepercayaan. "Hati-hati, Heesung. Sooah sudah menunjukkan dia tidak segan menggunakan cara kotor. Dia mungkin mengawasi setiap langkah kita. Jangan sampai dia tahu apa yang sedang kita rencanakan."

Heesung mengulurkan tangan, menggenggam tangan Hyeri di atas meja. Sentuhan itu hangat dan memberi kekuatan. "Aku tahu. Dan terima kasih... karena tetap ada di sini bersamaku. Kalau kau tidak ada, aku mungkin sudah menyerah begitu saja pada ancamannya."

Hyeri tersenyum tipis, namun ada kesedihan yang tersembunyi di balik senyum itu. "Ingat, kita masih terikat kontrak. Aku tidak akan membiarkan usahaku sia-sia begitu saja karena orang lain."

Meski berkata demikian, di dalam hatinya, Hyeri tahu alasannya jauh lebih dalam dari sekadar kontrak. Ia bertahan karena ia mencintai pria ini, dan ia tidak akan membiarkan siapa pun—termasuk cinta masa lalu—merusak apa yang perlahan mulai ia bangun bersama Heesung.

Keesokan harinya, Heesung bergerak diam-diam. Ia pergi ke kantor agensi lebih pagi dari biasanya, berusaha memastikan tidak ada yang mengikutinya. Di ruang rapat tertutup, ia bertemu dengan manajernya dan pengacara yang menangani perjanjian pernikahan mereka. Wajah semua orang tampak cemas dan tegang saat Heesung menceritakan ancaman yang dilontarkan Sooah malam sebelumnya.

"Itu tidak mungkin!" seru manajer dengan kening berkeringat dingin. "Dokumen asli disimpan di brankas, salinannya hanya ada di tangan kami bertiga. Tidak ada orang lain yang bisa mengaksesnya!"

"Namun dia tahu," jawab Heesung dingin, matanya menatap tajam ke arah mereka berdua. "Dia tahu detailnya, dia tahu itu pernikahan kontrak, dan dia mengaku punya bukti. Artinya, salah satu dari kalian, atau orang yang bekerja untuk kalian, telah membocorkan informasi ini padanya."

Pengacara itu, seorang pria paruh baya yang tampak tenang, mengerutkan kening berpikir keras. "Tunggu... ada satu kemungkinan lain. Saat dokumen ini disusun dan dicetak, ada satu staf administrasi baru yang membantu pengarsipan. Dia hanya bekerja sebentar, lalu mengundurkan diri tiba-tiba sekitar dua minggu yang lalu. Saat itu kita mengira dia hanya tidak betah bekerja, tapi kalau dipikir-pikir lagi..."

Wajah Heesung berubah tegang. "Siapa nama dia?"

"Namanya Park Jiwon. Tapi ada yang aneh... aku baru ingat, wajahnya agak mirip dengan seseorang. Saat aku melihat foto Nona Jung Sooah di berita kemarin, aku baru sadar. Mereka memiliki ciri fisik yang sama, mungkin kerabat jauh atau orang yang disewa khusus oleh Nona Jung untuk menyusup ke sini dan mencari informasi."

Heesung menggebrak meja rapat dengan keras, amarahnya meluap. Jadi Sooah tidak hanya mengandalkan keberuntungan. Wanita itu sudah merencanakan ini jauh-jauh hari, bahkan sebelum dia muncul kembali secara resmi di hadapan mereka. Dia menyusupkan orang ke dalam agensi, mengumpulkan data, menunggu momen yang tepat untuk menyerang. Dan momen itu sekarang sudah tiba.

"Dia sudah merencanakan ini sejak lama," gumam Heesung dengan suara gemerunduk. "Dia benar-benar tidak main-main."

"Kalau begitu, bukti yang dia punya mungkin hanya salinan tidak resmi, atau rekaman dari komputer staf itu," sahut pengacara mencoba menenangkan suasana. "Itu bukti lemah, bisa kita bantah sebagai rekayasa atau fitnah. Tapi... tetap saja, jika dia menyebarkannya ke media, kerusakan nama baik akan tetap terjadi. Publik akan percaya gosip lebih cepat daripada penjelasan resmi kita."

Heesung mengerti risikonya. Bahkan jika mereka bisa membuktikan bukti itu palsu atau tidak sah, bayangan buruk akan tetap menempel padanya dan pada Hyeri. Citra mereka akan rusak, dan pernikahan kontrak ini yang awalnya dibuat untuk menyelamatkan karier, malah menjadi lubang jebakan yang mematikan.

"Kita harus bertindak lebih cepat darinya," kata Heesung bangkit berdiri, matanya berkilat penuh tekad. "Dia memberi waktu tiga hari. Artinya, dia belum berani menyebarkannya sekarang. Dia masih berharap aku akan menuruti kemauannya. Dia ingin aku datang kepadanya, memohon ampun, dan meninggalkan Hyeri."

Heesung menatap manajer dan pengacaranya bergantian.

"Siapkan semuanya. Kita cari tahu jejak Park Jiwon, hubungi pihak hukum, dan cari celah untuk melaporkan Sooah atas pemerasan dan penyusupan. Sementara itu... aku akan menemuinya sendiri. Aku akan tahu persis apa yang dia punya, dan bagaimana cara menghentikannya."

"Tapi itu berbahaya, Heesung!" seru manajer panik. "Dia bisa saja menjebakmu lagi!"

"Kita tidak punya pilihan lain," jawab Heesung tegas. "Ini satu-satunya cara untuk menyelesaikan ini secara langsung. Dan aku tidak akan pergi sendirian. Hyeri akan ikut."

Siang itu, saat Heesung pulang dan menceritakan semua yang ia temukan pada Hyeri, wanita itu tidak terkejut. Ia sudah menduga bahwa Sooah tidak akan datang hanya dengan bermodalkan perasaan. Wanita itu datang dengan rencana matang.

"Jadi dia menyusup," gumam Hyeri pelan, wajahnya tampak pucat namun matanya tetap tegar. "Dia benar-benar ingin memilikimu kembali, apa pun caranya."

"Dia bukan lagi Sooah yang kukenal dulu, Hyeri," ucap Heesung dengan nada sedih dan kecewa. "Wanita yang kucintai dulu itu lembut, tulus, dan penuh kasih sayang. Wanita yang ada sekarang... dia obsesif, berbahaya, dan tidak peduli siapa yang dia sakiti demi keinginannya sendiri. Aku mulai sadar, apa yang dulu kita miliki mungkin sudah mati lama, dan yang tersisa sekarang hanyalah obsesinya untuk menang."

Hyeri mendekat, meletakkan tangan di lengan Heesung, memberinya kekuatan. "Kalau begitu, kita harus pastikan dia kalah, Heesung. Bukan hanya demi kontrak kita, tapi demi dirimu sendiri. Kau berhak bahagia, bebas dari rasa bersalah dan ancaman dia."

Malam itu, di penghujung hari pertama dari batas waktu tiga hari yang diberikan Sooah, Heesung mengirim pesan pada wanita itu. Ia tidak memohon, tidak marah, tapi tegas:

"Aku akan menemuimu besok sore. Di tempat yang sama, kafe pinggir kota itu. Datanglah sendirian. Aku ingin melihat apa yang kau punya, dan kita bicarakan penyelesaiannya. Tapi ingat satu hal: aku datang bukan untuk kembali padamu. Aku datang untuk mengakhiri ini semua."

Tak butuh waktu lama, balasan masuk:

"Bagus. Akhirnya kau sadar, Heesung. Bawa dirimu sendiri saja. Dan lihatlah... kau takkan punya alasan lagi untuk menolaku setelah melihat apa yang ada di tanganku."

Pesan itu penuh percaya diri, seolah kemenangan sudah ada di genggamannya. Namun, Sooah tidak tahu bahwa kali ini, Heesung tidak datang sendirian. Ia datang bersama tekad baru, dan bersama wanita yang kini menjadi alasannya untuk berjuang—Hyeri.

Besok sore akan menjadi pertemuan penentuan. Di sana, di tempat yang dulu menjadi saksi cinta mereka, masa lalu dan masa kini akan berhadapan langsung. Dan salah satu dari mereka harus kalah.

1
HAN EUNBI
🤭 menarik banget💪 tingkatkan
VOYAGE LEUER: 🤭terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!