NovelToon NovelToon
Istri Yang Tak Pernah Dicintai

Istri Yang Tak Pernah Dicintai

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:16.4k
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Alya terbangun di tubuh Sabrina—seorang wanita hamil yang dibenci suaminya sendiri. Dalam novel yang pernah ia baca, Sabrina akan mati tragis setelah melahirkan.

Kini hidup sebagai Sabrina, Alya berusaha mengubah takdirnya dan menjauh dari Leon, suami dingin yang tak pernah mencintainya. Namun semakin ia mencoba pergi, semakin Leon mulai memperhatikannya.

Di balik kebencian, perlahan tumbuh rasa yang tak seharusnya ada. Tapi apakah cinta bisa lahir dari hubungan yang sejak awal dipenuhi luka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 — Ayah yang Datang Terlambat

Pagi di rumah sakit terasa jauh lebih tenang dibanding malam sebelumnya. Cahaya matahari masuk lembut melalui jendela kamar rawat inap, menyinari wajah kecil Liora yang masih tertidur sambil memeluk boneka kelincinya.

Alya duduk di samping ranjang sambil menyisir pelan rambut putrinya dengan jari.

Semalaman ia hampir tidak tidur.

Bukan hanya karena menjaga Liora…

Tapi karena Leon.

Pria itu benar-benar muncul kembali dalam hidupnya.

Dan lebih buruknya lagi—

Liora terlihat menyukainya.

Pintu kamar diketuk pelan.

Alya mengira itu Kate, namun saat membuka pintu, tubuhnya langsung membeku.

“Papa…”

Armand Elvara berdiri di depan pintu dengan napas sedikit berat seolah datang terburu-buru.

Pria itu terlihat jauh lebih tua dibanding terakhir kali Alya melihatnya tiga tahun lalu.

Ada garis lelah di wajahnya.

Dan mata yang biasanya tegas kini tampak penuh rasa bersalah.

Untuk beberapa detik mereka hanya saling diam.

Hubungan ayah dan anak itu terlalu lama dipenuhi jarak.

Armand akhirnya membuka suara pelan.

“Boleh Papa masuk?”

Alya menunduk sesaat sebelum akhirnya mengangguk kecil.

Armand masuk perlahan ke dalam kamar.

Tatapannya langsung jatuh pada sosok kecil yang tertidur di atas ranjang rumah sakit.

Dan saat melihat wajah Liora…

Mata pria itu langsung memerah.

“Itu… cucu Papa?”

Suara beratnya terdengar bergetar samar.

Alya menggigit bibir pelan lalu mengangguk.

“Iya.”

Armand berjalan mendekat perlahan seolah takut mengganggu tidur Liora.

Tatapannya begitu lembut saat melihat gadis kecil itu.

Tiga tahun.

Dan ini pertama kalinya ia melihat cucunya sendiri.

“Cantik…” bisiknya lirih.

Hidungnya terasa panas.

Selama bertahun-tahun ia terus memendam ego dan kemarahan terhadap Sabrina.

Namun sekarang saat melihat putrinya hidup sendiri sambil membesarkan anak kecil ini…

Yang tersisa hanya penyesalan.

“Maafin Papa.”

Kalimat itu keluar begitu saja.

Alya langsung membeku.

Armand menatap putrinya dengan mata merah.

“Papa terlalu keras sama kamu waktu itu.”

Suasana kamar mendadak sunyi.

Alya tidak pernah membayangkan ayahnya akan meminta maaf lebih dulu.

Karena sejak kecil, Armand Elvara selalu dikenal dingin dan penuh wibawa.

Namun sekarang pria itu terlihat seperti ayah biasa yang menyesali kesalahannya.

“Papa marah karena kamu menghancurkan semua rencana keluarga…” lanjut Armand pelan. “Tapi Papa lupa kalau kamu juga anak Papa.”

Mata Alya mulai panas.

“Tiga tahun ini Papa nyari kamu diam-diam.”

Suara Armand terdengar semakin berat.

“Dan tiap kali nggak nemu jejak kamu… Papa takut.”

Alya menunduk cepat karena air matanya mulai jatuh perlahan.

Hubungan Sabrina dengan ayahnya memang rumit.

Namun di balik semua itu…

Pria ini tetap menyayanginya.

Hanya saja caranya terlalu buruk.

“Aku juga salah,” bisik Alya lirih.

Armand langsung menggeleng.

“Kamu cuma jatuh cinta.”

Dan entah kenapa kalimat sederhana itu membuat hati Alya terasa semakin sesak.

Tiba-tiba suara kecil terdengar dari ranjang.

“Mama…”

Liora mulai menggeliat kecil lalu membuka mata perlahan.

Tatapan bulatnya langsung tertuju pada Armand.

Anak kecil itu tampak bingung.

Alya buru-buru menghapus air matanya lalu tersenyum kecil.

“Lio bangun?”

Liora mengucek mata pelan sebelum menunjuk Armand.

“Siapa?”

Armand langsung terlihat gugup mendadak.

Pemandangan itu hampir membuat Alya tertawa.

Pria pebisnis dingin itu sekarang tampak panik di depan anak kecil.

Alya akhirnya berkata lembut—

“Ini Kakek.”

Mata Liora langsung membulat.

“Kakeeek?”

Armand langsung tersenyum kecil untuk pertama kalinya pagi itu.

“Iya.”

Liora menatap wajah pria itu beberapa detik sebelum akhirnya mengangkat tangan kecilnya.

“Kakek sini.”

Deg.

Wajah Armand langsung berubah lembut total.

Pria itu mendekat perlahan lalu duduk di sisi ranjang.

Dan tanpa ragu, Liora memeluk lehernya kecil.

“Kakek jangan nangis.”

Kalimat polos itu langsung menghancurkan pertahanan Armand.

Pria itu tertawa kecil serak sambil memeluk cucunya hati-hati.

“Iya…”

Pemandangan hangat itu membuat Alya diam-diam tersenyum.

Namun ketenangan itu tidak berlangsung lama.

Pintu kamar kembali terbuka.

Dan kali ini—

Leon masuk ke dalam ruangan.

Pria itu baru kembali dari hotel setelah mandi dan mengganti pakaian. Rambut hitamnya masih sedikit basah, sementara wajah tampannya terlihat jauh lebih segar dibanding semalam.

Namun langkah Leon langsung berhenti begitu melihat Armand berada di sana.

Suasana mendadak canggung.

Sementara Armand menatap Leon tajam sambil tetap menggendong Liora.

Tatapan kedua pria itu langsung bertemu.

Dingin.

Tegang.

Dan Liora yang tidak sadar apa-apa justru tersenyum ceria sambil menunjuk Leon.

“Om taman datang lagi!”

1
wulaniii
gais komen like dan kasih gift dong biar tambah semangat 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!