NovelToon NovelToon
Scripted Love: Menikahi Musuh Bebuyutan

Scripted Love: Menikahi Musuh Bebuyutan

Status: tamat
Genre:Menikah dengan Musuhku / Live/Variety Show / Showbiz / Nikah Kontrak / Model / Enemy to Lovers / Tamat
Popularitas:13.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Satu skandal, dua musuh bebuyutan, dan 24 jam kamera yang menyala.
Sienna Rose, seorang supermodel papan atas, mendadak dihujat publik dan dituduh menjadi simpanan sugar daddy. Di waktu yang sama, Declan Bryer, aktor internasional berwajah sedingin es, tersandung skandal orientasi seksual. Demi menyelamatkan karier bernilai jutaan dolar, manajemen mereka memaksa keduanya bergabung dalam reality show pernikahan palsu, We Got Married.
Publik mengira mereka pasangan serasi yang romantis. Namun di balik layar, saat kamera mati, mereka adalah musuh bebuyutan masa kecil yang saling membenci! Sanggupkah Sienna menahan diri untuk tidak mencakar Declan di depan kamera? Dan apa yang terjadi saat masa lalu yang belum usai serta rahasia besar keluarga mereka perlahan mulai terkelupas di tengah sandiwara ini?
"Kurangin manjanya di depan kamera. Geli gue dengernya." — Declan Bryer.
"Pikir gue sudi?! Lo itu cuma kanebo kering, Declan!" — Sienna Rose.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24: Jurang Ego dan Dendam yang Jatuh

"Lo bener-bener gak punya harga diri ya, Ed? Di depan puluhan kamera lo tega telantarin gue cuma demi cewek penyakitan itu!"

​Suara Maura Gilbert mendadak melengking di balik sebuah pohon pinus besar, beberapa meter dari area puncak tempat kru sedang bersiap-siap untuk mengemas peralatan karena hari mulai beranjak sore. Maura meremas tali tas gunungnya dengan sangat kencang, matanya yang dilapisi eyeliner tebal menatap Edrick penuh amarah dan kebencian yang sudah mendidih sejak pagi.

​Edrick yang sedang meneguk air mineral dari botolnya hanya melirik Maura sekilas dengan tatapan sedingin es. "Gue rasa lo lupa posisi lo di sini, Maura. Lo ikut ke acara ini karena gue yang bayar, dan agensi lo butuh investasi dari perusahaan gue setelah skandal CCTV kemarin siang. Jadi, stop ngatur-ngatur ke mana mata gue harus ngelihat."

​"Tapi gue pacar lo di acara ini! Penonton WGM lagi ngehujat gue habis-habisan karena lo kelihatan lebih milih Sienna!" Maura maju satu langkah, napasnya memburu menahan malu yang teramat sangat. "Gue benci sama cewek itu. Dari dulu zaman modeling sampai masuk ke acara ini, dia selalu aja bisa merebut semua perhatian cowok-cowok terhormat!"

​"Dia gak merebut apa-apa," potong Edrick datar, menyeka bibirnya dengan punggung tangan lalu menatap lurus ke arah langit sore yang mulai berubah jingga keunguan. "Lo aja yang gak pernah cukup berharga buat bikin seorang cowok bertahan. Jadi jangan salahin Sienna kalau pesona lo kalah jauh dari mata kucingnya."

​Kalimat terakhir Edrick bagaikan minyak tanah yang disiramkan ke atas kobaran api di dada Maura. Rahang aktris papan atas itu mengeras sempurna, wajah cantiknya terdistorsi oleh rasa dendam yang teramat pekat. Kebenciannya pada Sienna Rose kini bukan lagi sekadar urusan persaingan panggung hiburan, melainkan sebuah luka harga diri yang menuntut pembalasan mutlak.

​Sementara itu, di sudut tebing yang sedikit menjorok ke luar dari jalur aman, Sienna sedang berdiri sendirian menikmati embusan angin sore. Jaket parkanya berkelebat ditiup angin pegunungan yang semakin dingin menjelang malam.

​"Dec... lo ke mana sih? Lama banget ambil termos airnya," gumam Sienna sengau, merapatkan kerah jaketnya ke leher.

​Declan sedang turun sedikit ke area tenda logistik kru untuk mengisi ulang air hangat bagi Sienna yang sejak tadi tidak berhenti bersin. Beberapa kru kamera utama juga sedang sibuk merapikan kabel di area tengah perkemahan, membuat posisi Sienna di tepi tebing itu agak luput dari pandangan langsung karena terhalang oleh kabut sore yang mulai turun dengan tebal.

​KREK.

​Suara patahan ranting kering di belakangnya membuat Sienna refleks menoleh setengah badan. "Dec? Udah selesai ambil airnya—"

​Kalimat Sienna terputus di udara. Bukan sosok tinggi Declan yang dia temukan, melainkan Maura yang berjalan mendekat dengan langkah cepat yang aneh. Kacamata hitam Maura sudah dilepas, memperlihatkan sepasang mata yang merah dan dipenuhi oleh kilat kegilaan yang mengerikan.

​"Kak Maura? Ngapain lo ke sini? Jalur turun kan lewat sebelah sana," ucap Sienna, insting cegilnya mendadak menangkap sinyal bahaya saat melihat wajah Maura yang tampak sangat tidak stabil.

​Maura berhenti tepat dua langkah di depan Sienna. Senyuman sinis dan dingin terukir di bibirnya yang gemetar. "Gue cuma mau mastiin satu hal, Sienna. Kalau lo gak ada di dunia ini... apa Declan dan Edrick bakal tetep ngacangin gue?"

​"Lo... lo ngomong apa sih?! Lo bener-bener udah gila ya gara-gara dihujat netizen?!" Sienna mundur satu langkah, namun sialnya, tumit sepatunya langsung membentur pembatas tanah tebing yang langsung longsor kecil jatuh ke dalam jurang curam di bawah mereka. Di bawah sana hanya ada kegelapan semak belukar dan tebing batu yang terjal.

​"Iya, gue gila! Dan semua ini gara-gara lo, cewek pembawa sial!" teriak Maura histeris.

​Sebelum Sienna sempat berteriak memanggil bantuan atau mengambil posisi bertahan, Maura sudah melompat maju dengan kecepatan yang luar biasa. Kedua tangan Maura mencengkeram kuat bahu Sienna, lalu dengan seluruh sisa kekuatan tenaga kedengkiannya, Maura mendorong tubuh mungil Sienna ke arah jurang yang menganga lebar di belakang mereka.

​"Mati lo, Sienna!"

​"Aaaaa!!!"

​Tubuh Sienna langsung kehilangan keseimbangan, melayang mundur jatuh melewati batas tebing perbukitan. Angin sore yang dingin langsung menyambar wajah pucatnya saat tubuhnya mulai meluncur deras ke dalam kegelapan jurang, menembus ranting-ranting pohon yang tajam.

​BRUK! KRAK!

​"Sienna!!!"

​Sebuah teriakan bariton yang teramat kencang dan dipenuhi oleh rasa ketakutan yang luar biasa murni mendadak menggema, memecah kesunyian perbukitan sore itu. Declan yang baru saja kembali dengan termos di tangannya langsung melempar benda itu ke tanah hingga hancur berkeping-keping. Pria itu berlari kesetanan bagai singa lapar yang melihat teritorinya dihancurkan, mengabaikan teriakan panik para kru yang baru menyadari adanya jeritan Sienna.

​Declan mencapai tepi jurang dalam hitungan detik, matanya melebar sempurna menatap ke bawah kabut tipis tempat tubuh Sienna menghilang. Di sampingnya, Maura berdiri membeku dengan tubuh bergetar hebat, baru menyadari kegilaan yang baru saja dia lakukan di bawah pengaruh emosi sesaat.

​"Lo... apa yang udah lo lakuin, Maura?!" Edrick yang baru sampai dari balik pohon pinus langsung mencengkeram leher gaun Maura dengan wajah yang pucat pasi penuh kepanikan.

​Declan tidak memedulikan drama kedua orang itu. Pikirannya kosong, jantungnya serasa berhenti berdetak saat membayangkan tubuh ringkih Sienna yang sedang sakit harus berbenturan dengan batu tebing di bawah sana. Tanpa berpikir panjang tentang keselamatannya sendiri, tanpa menunggu tali pengaman dari tim evakuasi kru yang mulai ricuh berteriak, Declan langsung menerjang turun melompati pembatas tebing, merosot tajam menyusuri jalur curam jurang demi menyusul ceweknya.

​"Sienna! Denger suara gue, Rose! Di mana lo?!" teriak Declan dengan suara yang parau dan bergetar hebat sepanjang dia meluncur turun menembus semak belukar yang merobek kemeja hitamnya.

​Di dasar lereng jurang yang berjarak sekitar lima meter dari atas tebing, tubuh Sienna tergeletak diam di atas tumpukan daun-daun kering. Beruntung, sebuah dahan pohon besar sempat menahan laju jatuhnya sebelum dia menghantam dasar batu yang paling keras. Namun, jaket puffer-nya sudah robek besar dan dahinya tampak mengeluarkan darah segar akibat goresan ranting tajam.

​"Uhuk... Dec... Declan..." cicit Sienna lirih, matanya berkedip sayu menatap kabut malam yang mulai menutup pandangannya. Seluruh tubuhnya terasa sangat sakit dan ngilu, traumanya terhadap kegelapan dan kesendirian seketika bangkit membuat air matanya lolos begitu saja.

​Splash! BRUK!

​Declan mendarat dengan tidak sempurna di dekat tubuh Sienna, lututnya sempat membentur batu keras hingga mengeluarkan suara benturan yang cukup ngilu, namun pria tsundere itu sama sekali tidak memedulikan rasa sakit di kakinya. Dia langsung merangkak cepat, meraup tubuh lemas Sienna ke dalam dekapan lengan kekarnya yang bergetar sangat hebat.

​"Sienna... hei, buka mata lo, Rose! Lihat gue!" bisik Declan parau, suaranya terdengar sangat ketakutan—sebuah nada suara yang belum pernah Sienna dengar sebelumnya dari seorang Declan Bryer yang selalu tenang dan angkuh. Tangannya yang besar dengan gemetar mengusap darah segar di dahi Sienna, lalu memeluk kepala cewek itu erat-erat di dadanya.

​"Dec... sakit... dingin banget..." rintih Sienna, mencengkeram robekan kemeja Declan dengan sisa kekuatan jarinya yang mulai membeku.

​"Gue di sini. Gak usah takut, ada gue," ucap Declan lembut, mengecup puncak kepala Sienna berkali-kali dengan penuh rasa penyesalan dan kepemilikan yang mutlak di tengah kegelapan dasar jurang. "Gue gak bakal biarkan lo sendirian lagi. Maafin gue karena telat datang, Sienna."

​Di atas tebing, lampu-lampu senter dari tim penyelamat kru dan Edrick mulai menyorot ke bawah kabut, memecah kegelapan sore yang mencekam. Namun di dasar jurang yang dingin itu, di dalam dekapan hangat dan protektif dari Declan, Sienna perlahan memejamkan matanya dengan rasa aman yang aneh. Batas antara skenario drama WGM dan kenyataan kini telah hancur sepenuhnya oleh darah dan air mata di sore hari itu.

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Baca marathon akhirnya End juga... 👍
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak🙏🙏🙏
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Oowhh bukan Satria Toh pelaku utamanya.. padahal sudah nuduh Dia tad tapi ternyata Asisten dan Agensi lain.i.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Feeling Aku sih pelakunya si Satria, apa lagi tadi terlambat masuk pas yang lain sudah ngumpul dan semua petunjuk mengarah ke dia karna sejak awal dia ga suka denganDeclan.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Thor kenapa panggilan Declan sama Siena masih pake Lo Gue... padahal kan udah nikah, di kirain bakal di ganti Aku Kamu lebih mending enak di denger halus.🙏

Atau sekalian saja pake sebutan Sayang, Honey biar lebih romantis.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Siena protes mulu perasaan, sekali² bales lah Dec biar Dia ga ngerasa di cintai dan di posesifin terus sama kamu makanya ga tau rasanya Cemburu.🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Coba bales aja Dec kamu deketin perempuan lain dengan ngobrol boasa di depan Siena, tar lihat gimana reaksinya bakal tetep cuek apa cemburu... biar Dia ngerasain juga kalau cemburu rasanya gimana.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
terus apa kabar dengan kedua musuh Siena Declan... niihh, ga kedengeran si Edrick dan si Maura kemana plus gimana kehidupannya.😁
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Hmmm... Good para Orang Tua gercep.👍👏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Lah Bapaknya Siena Ketua mafia tapi kenapa bisa kecolongan hanya karna seorang Maura yang ga punya kekuatan apa²... emang yang ngasih info Siena jatuh ke jurang cuma liatin aja tah tapi ga gercep instingnya sebagai pengawas bayangan.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎: Iya sih, Harab Maklum karna pengawal bayangan juga manusia ada lengahnya.🤭🤭
total 2 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Nah gitu kek jujur awal mula masalah kalian jadi sedikit lebih ringan kan jadinya dengan hubungan kalian... teruuusss sekarang ga harus Akting yerlalu di buat² lagi karna bisa dengan natural aja pasti lebih bisa buat ngalahin tuh si Edrick dengan Maura.
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Mudah²an komflik di dalam ceritanya ga berat² alnya Aku suka males kalau ujung² musuh yang lebih bahagia dan bikin esmosii.🤣✌️🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎: Awas saja tar kena Aku seruduk lho Thor kalau kepalaku sudah berasap.🤣🤣🤣
total 2 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kalau kamu takut Siena terluka lagi harusnya kasih tau biar bisa nyari jalan keluar dan hadepin bareng² atau siaga Declan beda lagi kalau dia ga tau malah masalahnya lebih ruwet... Dan Siena kalau kamu mau masuk dalam kehidupan Declan dan ngerasa perlu atau bersedia buat jadi pendengarnya harus usahakan cara bicaramu pada tempatnya dulu bukan dengan marah² dan ketus karna yanga ada Declan ga bakal buka suara sedang kamu saja ga bisa ambil kepercayaannya dengan sikapmu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Iiiihhh autor sampe soal pribadi di ajuin juga, depan umum lagi banyak yang liat.🫣

Perlu sapu ga Thor buat bantu bersihinnya biar ga Ngeres kemana².😁✌️
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Hah... Siena padahal.kamu sendiri yang duluan sok²an jual mahal semua di sangkut pautin dengan Akting dan giliran di balas ketus sama Declan malah ngerasa jadi korban karna terluka sama jawabannya... hadeuuhh makanya kalau jangan sok jual, gaya mahal seolah ga butuh bantuan dia dan nuduh buruk mending diem saja.

Komunikasikan juga sama Declan tentang kesalahan mu dulu kalau memang kamu salah jangan gengsi di gedein.🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Sanfok dengan kata HANCUNG itu suara bersih atau apa Thor.🤔

karna biasanya yang Aku sering denger dan lumrah bunyinya HATCIIHHH.🤭✌️
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎: Oowwhh .. untung Aku ga sampe salfok sama dengan HANGC*T... Thor ya Ampuunn.🤣🤣🤣✌️🫣
total 2 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Wkwkwkk Kenapa ga di komunikasikan biar jelas kesalah pahaman dulu mungkin bisa terbuka dan ga bikin kalian menjauh lagi dengan batasan.🤭🤭

Tapi ngomong² siapa nih Edrick.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Jangan marah² mulu Dec tar darah tinggi kan repot... harusnya di sayang² kek.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Lah kalau cinta ngapain di tutupin pake benci segala... mending di ungkapin aja Declan.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎: Iya jadi pengen di getok biar Tunjukin aja langsung tanpa harus sembunyiin lagi.😁😁
total 2 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
baru Mampir bab awal sudah berantem... moga² mah ga bikin darting, Maaf Thor bercanda.😁✌️
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Ayusha
herman, perasaan gada romantis2 nya /Sleep/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!