NovelToon NovelToon
Saat Istriku Setuju Bercerai

Saat Istriku Setuju Bercerai

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Penyelamat
Popularitas:50.3k
Nilai: 5
Nama Author: Muhammad Yunus

Gavin tidak menyangka istri yang dulu berbuat licik demi menikah dengannya, Tiba-tiba setuju bercerai.

Dua tahun menikah dengan rasa dendam, Gavin tidak pernah benar-benar mengenal sosok Azalia, ah, lebih tepatnya tidak peduli.

Perceraian yang dinanti itu akhirnya akan segera terwujud. Gavin sudah tidak sabar menunggu kedatangan kekasihnya yang dulu pergi karena dirinya terpaksa menikah.

Lantas apakah perceraian yang dinanti Gavin akan benar-benar terwujud?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Yunus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Topeng yang retak

Azalia mengisyaratkan pelayan yang masih ketakutan untuk segera pergi, sebelum Gavin yang sedang sibuk memeriksa kakinya melihat laki-laki itu lagi dan kembali marah. Begitupun dengan manajer yang berdiri kaku karena diabaikan oleh Gavin sejak tadi.

Mereka diminta berpindah ke meja lain untuk sementara.

Pelan-pelan para tamu restoran itu kembali duduk. Baik di meja Gavin maupun meja Azalia, sunyi tak ada suara. Sesekali mereka hanya melirik pasangan suami istri di sana. Gavin masih sibuk memeriksa kaki istrinya yang wajahnya sudah merah karena malu.

"Lebih baik ke dokter." Ujar Alvin mengusulkan. Dia ikut khawatir dengan kulit Azalia, bagaimanapun minuman itu jelas-jelas masih panas dan tumpah mengenai paha dan beris Azalia.

"Oke, kita pulang, Aku akan meminta dokter ke rumah." Gavin meraup tubuh istrinya dari atas meja dengan mudah, tanpa menoleh pada siapa pun dia berjalan keluar dari restoran.

Begitu pasangan suami- istri itu keluar, suara-suara dalam restoran mulai terdengar.

Alvin yang masih melihat punggung saudaranya menghilang, berjalan menuju kasir. Dia membayar makan malam untuk mereka.

"Maaf, kami pulang dulu. Aku takut kami harus ke dokter kalau kaki Azalia terluka." Laki-laki itu santai saja, tak peduli wajah-wajah di meja itu masih dibalut ke terkejutan.

"Ya, pergilah." Renata menyahut cepat, sedikit tercekat karena masih kaget. Alvin menimpali dengan senyuman menawan. Lalu juga pergi begitu saja.

"Gila, Gavin dan Alvin begitu mengkhawatirkan keadaan wanita itu." Maysa mulai berceloteh.

"Azalia nggak kalah cantik dari Renata, sayang aja emang nggak pakai riasan." Bisik salah satu dari mereka, seolah mulai membandingkan.

"Ren, kayaknya nggak ada peluang. Gavin benar-benar mengacuhkanmu."

"Diam!" Renata mulai meradang, karena malam ini, Azalia semakin menjadi pusat perhatian.

Keributan juga terjadi di meja yang Gavin tinggalkan. Beberapa wajah masih tercengang di sana. Bagaimana tidak? Mereka hampir percaya jika malam ini akan menjadi malam Gavin dan Renata.

"Yakin si Gavin sudah bucin banget sama istrinya."

"Kau lihat gimana paniknya dia tadi, gue sampai nahan napas, njirr."

Makan malam dua kubu itu berakhir penuh kejutan malam ini.

Semua takjub dengan kelembutan Gavin pada istrinya, padahal selama ini dia di kenal dengan sosok yang dingin dan tidak tersentuh.

"Gavin, Alvin.. brengsek!"

Teriakan Renata memenuhi restoran.

Membuat suasana kembali hening.

"Kenapa kalian mempermainkanku seperti ini..?"

Suaranya lemah, rasa putus asa merayap naik, menggantikan kemarahan yang kini perlahan menguras energinya.

Matanya beralih ke meja, dan tanpa berpikir, tangannya terayun.

Prank!

Dia meraih apapun yang ada di dekatnya, piring, gelas, vase, bahkan lilin. Semuanya dilemparkannya dengan brutal ke lantai.

Prank!

Prank!

Prank!

Benda-benda itu menghantam lantai, diiringi jeritan dari beberapa pelayan.

Mereka semua bergeming.

Membiarkan Renata melampiaskan semua kepedihannya.

Membiarkan Renata mengeluarkan semua yang telah lama ia pendam.

Sampai akhirnya...

Renata jatuh terduduk.

Napasnya terengah, tubuhnya lemah.

Air mata membasahi wajahnya, tapi dia tidak peduli. Ini untuk kedua kalinya dia ditinggalkan oleh mereka.

Awalnya dia berpikir ini adalah waktu yang tepat untuk mengganti pesta penyambutan hari itu yang tidak dihadiri oleh Gavin dan Alvin.

Dia ingin menunjukan pada teman-temannya posisinya di hati lelaki itu.

Namun, ternyata dia kembali menelan kekecewaan.

Lagi-lagi Azalia berhasil mencuri perhatian yang seharusnya ditujukan padanya.

Gavin mengendarai mobil dengan lebih cepat dibandingkan biasanya. Dia tak bisa tenang dengan wajah memerah Azalia yang dia pikir mengisyaratkan kalau gadis itu sedang menahan sakit. Padahal sebenarnya Azalia hanya malu, karena baru saja menjadi pusat perhatian seluruh pengunjung restoran.

"Jangan terlalu ngebut. Aku tidak apa-apa, minumannya tidak terlalu panas, juga tidak tumpah semua ke kakiku." Azalia menyuara karena khawatir Gavin terlalu ngebut.

"Kau yakin? Jangan berbohong padaku. Lalu kenapa wajahmu masih merah seperti itu?" Gavin sesekali menoleh pada istrinya sembari sangat fokus ke jalan di depannya.

Azalia menghela napas panjang, tak menjawab pertanyaan Gavin.

"Kenapa tidak dijawab?" Gavin tak puas saat tak kunjung mendapatkan jawaban.

"Aku merusak momen kalian." Lirihnya.

Gavin terperangah. "Apa yang membuatmu berpikir seperti itu?"

Apa Gavin lupa di sana ada Renata? Wanita itu pasti terluka melihat Gavin yang lebih memperhatikannya.

Namun Gavin tak berpikir demikian.

Saat Azalia terluka tadi, responnya terjadi begitu saja. Dia tak punya waktu dan tak terpikir mengenai apa pun. Yang ada dalam pikirannya, Azalia tidak boleh terluka, sedikitpun.

Azalea mulai merasa bersalah. Gadis itu menggigit bibir bawah saat melihat Gavin berdiam diri lama, menatap lurus ke depan dengan raut muka yang sukar untuk dibaca.

"Katakan padaku. Seandainya hal buruk terjadi padaku, apa kau akan diam saja?" Dia kemudian bertanya kembali. Azalia terperangan dengan pertanyaan tak terduga dari mulut suaminya. Sungguh itu sebuah pertanyaan yang menjebak dan jawabannya sudah pasti tidak. Azalia hanya tahu kalau kejadian di restoran tadi bukan hal yang sangat buruk, sehingga dia pikirkan seharusnya Gavin masih bisa menahan diri. Tapi kemudian dia berpikir, mungkin kalau di posisi Gavin, dia pun akan melakukan hal yang sama.

"Tentu saja tidak," cicit Azalia, serba salah.

Gavin menoleh mendengar jawaban istrinya. "Begitu pun denganku. Aku tak sempat berpikir dengan jernih. Aku hanya ingin memastikan tidak ada hal buruk yang menimpamu saat bersamaku."

Azalia menunduk, antara merasa bersalah karena menyalahkan Gavin juga kembali berusaha menetralkan debar jantung yang tiba-tiba kembali berdegup kencang. Tak ada lagi percakapan di antara mereka hingga tiba di apartemen.

Saat Azalia masuk ke dalam kamar, Gavin justru memanggil Abu.

Azalia memilih mengganti baju, dia sedang memeriksa betis dan pahanya yang untungnya memang tak terluka sedikitpun dalam walk in closet. Kakinya memang sedikit memerah karena kopi yang masih panas, untungnya dia memakai celana panjang hari ini hingga tak ada sedikitpun luka bakar di kulitnya.

Azalia terperanjat saat menyadari Gavin tiba-tiba berdiri tepat di belakangnya. Dia belum sempat menoleh dan mengatakan bahwa dia benar-benar tak terluka pada suaminya yang malam ini begitu khawatir. Dia memekik pelan saat tubuhnya tiba-tiba dibalik dan diangkat ke atas meja island. Azalia mengerjapkan mata berkali-kali, terlebih karena sedikit silau. Kepalanya tiba-tiba lebih dekat dengan lampu chandelier yang menggantung di atasnya. "Aku bisa mengkhawatirkanmu sepuasku di sini, bukan?" Azalia mengangguk pelan, sebuah respon cepat tanpa berpikir. Dia harus kembali berkutat dengan debaran jantung yang berlalu-lalu tak semestinya saat mata suaminya menyusuri betis dan paha telanjangnya.

Tubuhnya meremang di setiap sentuhan jari Gavin di kulit paha dan betisnya, menjalari sekujur kakinya. "Syukurlah. Kita tidak perlu memanggil dokter." Gavin meraup tubuh mungil istrinya itu, tangan kokohnya menumpu punggung dan bagian belakang paha Azalia. Dia menurunkan Azalia dari atas island table dengan mudah, tempat penuh laci yang digunakan untuk meletakkan dasi dan jam tangannya. Tak mengindahkan wajah Azalia yang kembali memerah dan pergi dari sana setelah melihat kaki Azalia tidak terluka.

1
Marini Suhendar
thor..tegaaaaaaaaaa😭😭😭😭😭😭
Bela Viona
sad ending,ternyata tidak ad keajaiban. hanya penyesalan di akhir .
apakah mungkin gavin menduda seumur hidup ?
kisah alvin dan renata tidak ada .
Bela Viona
udah gitu aja ? TAMAT ? serius thor TAMAT ?!
TAAAAAMMMMAAATTTTTTT ????!!!!!!

GAK....gak..gak
aku gak bisa terimaaaaaaa 😢😭😭😭😭
Marini Suhendar
Teruslah Berdoa Gavin Yakin pada d atas ..Oprasinya lancar 🥰
ana
lanjut thor
Rahma Inayah
hanya outhor yg bisa jwb doa mu Gavin Karn dia yg nulis cerita ini azalia hidup dan mati ada di tangan nya 💪💪semangat Thor moga bisa up lgi
Vivo Y21: sad banget gila ceritanya, tapi saya suka😭
total 1 replies
Emi Sudiarni
semoga operasi azalia berhasil
Rahma Inayah
jadi melow /Sob//Sob//Sob/ andai waktu BS di ulang tp syg nya GK bisa .nasib azalia author yg menentukan 🤭🤭 klu pun azalia tiada mkn akan ada wanita yg mirip azalia nnt
Nie_Ayu
bagus ceritanya
Setyowati Setyowati
benar" menyesakkan dada
Jumi Saddah
aq nangis lho,,seakan2 nyata terjadi,,pada hal hanya cerita🥹🥹😭😭😭😭
Marini Suhendar
😭😭😭
Emi Sudiarni
nasib azalia di tangan author. tlong kak author berhasil kan operasi azalia.. ksihan pembaca pd nangis mlihat kisah azalia... jgn di tambah mewk lgi klw azalia di buat pergi. tlong kak sembuhkan azalia🙏🙏🙏
Dew666
Mewek hikzzzz
Allfa Rizky
makin ke sini kok makin nyesek ya bacanya....
Rahma Inayah
Gavin maa kebablasan SDH di Kash sekali mnt nambah SDH tau azaliah lemah dan GK memungkn km mah aja di genjot🤭🤭
Marini Suhendar
Seandainya azalia pergi dia tlah bahagia d saat terakhir hiduonya tlah menyempurnakan pernikahanya..
tp hanya othor yg tau sgalanya ..azalia sehat kembali ya thor pliiss...tisu ku abis 2 bok nih🤭
Emi Sudiarni
sedih bngat. smoga operasi azalia🙏 berhasil
Jumi Saddah
moga ada keajaiban azalia di beri kesempatan untuk bahagia,,doa terbaik deh kelancaran operasi aza,,
Jumi Saddah
kita mah cuma bisa meamiiinnkan sja,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!