NovelToon NovelToon
BANGKITNYA KEKUATAN LEGENDA

BANGKITNYA KEKUATAN LEGENDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Timur / Kultivasi
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mochamad Fachri

Seorang siswa culun yang hidupnya selalu di warnai luka dan derita, ternyata memiliki garis keturunan dewa kultivator. Ia belum menyadarinya hingga suatu hari, ia nyaris tewas karena di keroyok oleh siswa lainnya yang tak suka kepadanya.

Di saat ia sekarat, seorang gadis cantik membawanya masuk ke dalam sebuah dimensi yang jauh dari peradaban manusia.

Namun, tentu saja hal itu membuatnya menjadi bingung saat tersadar, ia menganggap dirinya sudah mati, lalu bagaimana cara ia memulai kembali kehidupannya di dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mochamad Fachri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 Red Stone

“Silahkan duduk, Nova,” ucap pria tua yang tak lain adalah kepala sekolah dari SMA NUSANTARA.

Nova pun duduk, sementara Aruna dan Kinan menunggu di luar ruangan. Setelah basa-basi singkat yang tak penting, akhirnya kepala sekolah memberikan selembaran kepada Nova yang bertuliskan.

Formulir pendaftaran beasiswa universitas international Nusantara.

Begitu membacanya, mata Nova di penuhi dengan binar, ia memperhatikan lembar formulir itu dengan seksama. Lalu ia menatap kepala sekolah dengan penuh tanya.

“Ini, untukmu Nova. Saya akan membantu mengurus semua keperluanmu nanti, dan jika tahun ini kamu lulus dengan nilai terbaik, maka Universitas Nusantara akan membebaskanmu dari segala biaya apapun, dan akan menanggung semua keperluanmu selama berada di universitas...” jelasnya. “Jadi, bagaimana?”

Mendengar penjelasan dari sang kepsek. Nova sangat senang, tanpa basa-basi langi Nova langsung mengangguk senang.

“Baiklah, Pak. Terimakasih banyak,” ucapnya sekaligus menutup percakapan mereka. Nova meraih formulir itu lalu melangkah keluar ruangan setelah berpamitan dengan kepala sekolah.

Begitu pintu terbuka, Aruna dan Kinan langsung berdiri dan menanyakan apa yang di bicarakan oleh Nova dan kepala sekolah.

“Gimana, ada apa Nova? Apa yang kalian bicarakan?” tanya Aruna.

Seraya berjalan Nova menjawab dengan santai sambil menunjukan selembar kertas yang di bawanya.

“Tidak banyak, hanya membicarakan ini.”

Aruna meraih kertas itu, ia dan juga Kina membacanya dengan seksama. Mereka langsung terkejut saat mengetahui, bahwa Nova mendapatkan beasiswa di salah satu Universitas terbaik di negara mereka.

“Hebat! Kuliah disana kan bisa menghabiskan ratusan juta,” ujar Kinan.

Walaupun Aruna dan Kinan mampu masik Universitas tersebut, mereka tetap akan sulit untuk masuk. Di karenakan seleksi yang begitu ketat disana, membuat mereka hanya memiliki sedikit harapan, untuk lanjut pendidikan disana.

Berbeda dengan Aruna, ia menunjukan ekspresi yang senang saat tahu Nova mendapat beasiswa di tempat itu. Ia terlihat seperti menyembunyikan sesuatu dari Kinan dan Nova.

“Itu kan karena Nova pintar, jadi dia mudah saja di terima disana,” sahur Aruna.

Sementara Nova hanya mendengarkan percakapan keduanya tanpa berkata apapun.

Ketiganya masuk ke dalam kelas, tapi saat Nova akan melangkah masuk dia merasakan seseorang sedang memperhatikannya dari arah lain.

Nova pun menoleh perlahan, dan tepat saat ia melihat ke arah lantai dua, dua orang gadis menatap ke arahnya. Nova dapat merasakan sesuatu sedang berbicara kepadanya, bisikan-bisikan halus mulai terdengar.

“Arrrgh!”

Sejenak Nova terdiam, saat bisikan itu mulai menyelinap masuk ke dalam pikirannya, tapi... begitu tubuhnya merespon sesuatu yang mengancam, aura tubuhnya langsung menolak datangnya energi asing yang datang ke dalam tubuh Nova.

Seketika, salah satu dari gadis yang berada di lantai dua itu mundur dan terjatuh ke lantai. Teman di sampingnya terkejut dan langsung menolongnya.

“Ada apa Calista?!” tanyanya.

Calista langsung bangkit dan memegangi kepalanya.

“Tubuh anak itu, sulit di tembus oleh kemampuanku, ada sesuatu di dalam tubuh anak itu, Eve,” jawabnya dengan keheranan.

Calista langsung melihat ke arah dimana Nova berdiri, namun pemuda yang mereka awasi sudah tak ada di tempatnya.

“Siapa sebenarnya dia?”

***

Sementara itu, kabar tentang Nova mendapatkan beasiswa melalui kepala sekolah langsung tersebar luas dan menjadi buah bibir para siswa-siswi disana. Tak sedikit murid yang iri dengan sosok Nova, dan sebagian lagi meremehkan pemuda itu, dan membuat yang tak suka kepadanya semakin benci, terlebih sosok, Dion dkk.

Dan orang yang di bicarakan orang-orang, hanya bersikap santai dan acuh, karena ia tak sabar ingin mencoba kekuatan apa yang ada di dalam tubuhnya itu.

Nova berjalan menuju gerbang dengan santai, dan saat ia hendak menyebrang sebuah mobil merah melaju dengan kecepatan tinggi ke arahnya. Sudut mata Nova melihat itu, dan tepat satu meter sebelum mobil itu menabrak Nova dengan refleks langsung melompat.

Srriiitttt!

Suara derit rem langsung terdengar, dan mobil merah tadi berhenti mendadak tepat saat Nova mendarat di atas aspal dengan mulus.

Semua orang yang memperhatikan itu, di buat terkejut dengan mulut yang menganga.

“Seperti di film-film! Dia melompat sangat tinggi!”

“Mustahil!”

“Nyaris saja dia di tabrak!”

Berbagai spekulasi mulai muncul, sementara Nova sendiri masih berdiri dengan raut wajah yang terlihat bingung bercampur kagum. Jantungnya berdebar hebat karena terkejut dengan apa yang baru saja terjadi kepadanya.

“Aku hampir mati...” gumam Nova, kemudian ia menatap ke arah mobil merah yang masih berada di tempatnya.

Sementara pemuda yang berada di dalamnya, menoleh ke arah spion dan memperhatikan Nova yang terlihat baik-baik saja.

“Sial! Siapa dia sebenarnya?” umpat pemuda itu, kemudian kembali memacu mobilnya dengan cepat, meninggalkan tempat kejadian.

Merasa orang-orang sedang memperhatikan ke arahnya Nova pun segera pergi dari tempatnya berdiri.

Aruna yang baru saja keluar dari gerbang, melihat keramaian itu dari dalam mobilnya, kemudian ia membuka kaca jendela lalu bertanya kepada seorang siswa yang masih berdiri tak jauh dari tempat dimana Nova nyaris tertabrak.

“Ada apa?”

Siswa itu menoleh lalu menjawab dengan santai.

“Tadi, si culun hampir ketabrak. Tapi untungnya dia bisa nge-hindar. Tapi anehnya sih... dia lompatnya tinggi banget,” jelasnya.

Aruna mengangguk, kemudian ekspresinya berubah menjadi khawatir. Ia tahu siapa dimaksud siswa itu.

“Baiklah, terimakasih.”

Setelah itu, Aruna menutup kaca jendelanya kembali dan melanjutkan perjalanan.

Kembali ke Nova yang sudah berada di dalam rumah, ia kemudian mengeluarkan gelang dimensi yang berada di dalam tasnya lalu ia memakainya, Nova melambaikan tangan dan seketika itu juga, sebuah portal membentuk spiral berwarna biru terbuka perlahan.

Nova diam sejenak untuk bersiap kemudian masuk, di susul portal itu yang kembali menutup dengan cepat setelah Nova sepenuhnya masuk.

Tap!

Nova mendarat dengan mulus, meskipun ia belum sepenuhnya bisa menyeimbangkan gravitasi disana karena belum terbiasa dengan tempat itu.

Matanya menyapu sekeliling ruang dimensi, untuk mencari keberadaan Zira. Tepat saat Nova melihat ke arah sebuah bukit, Zira sedang berdiri di atas sebuah batu marmer yang besar.

Zira perlahan menoleh ke arahnya, lalu kembali fokus memperhatikan sesuatu di tangannya.

Nova pun menghampiri dengan langkah yang sedikit terasa berat, meskipun begitu ia harus membiasakan diri agar kekuatannya dapat sepenuhnya ia gunakan.

“Apa itu di tanganmu?” tanya Nova.

Aruna menjawab tanpa menoleh, ia memperhatikan sebuah batu kristal berbentuk opal, cahaya merah berpendar samar di dalam batu itu. Nova bisa merasakan aura di dalamnya membuat siapa saja yang melihat batu itu akan berusaha mendapatkannya.

“Ini adalah red stone, di dalamnya terdapar energi tak terbatas yang membuat siapa saja akan saling membunuh demi mendapatkan benda ini,” jelasnya.

Nova mengangguk paham.

“Lalu, kegunaan batu itu untuk apa?”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!