NovelToon NovelToon
MILIARDER JALUR DEWA BALAS DENDAM SANG PEWARIS NAGA

MILIARDER JALUR DEWA BALAS DENDAM SANG PEWARIS NAGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Selama tiga tahun menjadi menantu yang numpang hidup, Arya Permana dianggap tak lebih dari sampah. Ia dihina oleh ibu mertuanya, dipandang rendah oleh saingan bisnis istrinya, dan menjadi bahan tertawaan seisi kota Metropolitan. Arya diam dan menanggung semua penghinaan itu demi melindungi wanita yang dicintainya.
​Namun, kesabarannya memiliki batas. Ketika keluarganya didorong ke ambang kehancuran, setetes darah Arya tanpa sengaja jatuh ke atas cincin usang warisan mendiang ibunya.
​Ding! [Sistem Naga Leluhur Berhasil Diaktifkan!]
​Dalam semalam, takdirnya berbalik 180 derajat. Tabir masa lalunya terbongkar; Arya ternyata bukan anak yatim piatu miskin, melainkan pewaris tunggal dari keluarga konglomerat paling berkuasa di dunia yang sedang disembunyikan.
​Berbekal kartu hitam dengan saldo triliunan dolar, keterampilan medis tingkat dewa yang bisa menghidupkan orang mati, dan teknik kultivasi kuno pembelah langit, Arya mulai menunjukkan taring aslinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13: Perjamuan Berdarah dan Hancurnya Pedang Angin

​Kabut tebal yang menyelimuti anak tangga batu menuju Puncak Awan perlahan terbelah, seolah alam itu sendiri menyingkir untuk memberi jalan bagi sang dewa kematian. Di belakang Arya, pada jarak sekitar lima puluh meter, Elena mengikuti dengan langkah tanpa suara. Mata tajam wanita pembunuh bayaran itu tak lepas dari punggung Arya, mencoba mengukur batas kekuatan pria yang berjalan dengan santai seolah sedang menyusuri taman bunganya sendiri.

​Di puncak Gunung Lawu, sebuah pelataran batu kuno yang sangat luas telah disulap menjadi arena perjamuan mewah. Puluhan meja kayu jati berjejer rapi, dipenuhi dengan hidangan langka dan arak spiritual bermutu tinggi.

​Duduk di kursi utama yang dilapisi kulit harimau putih adalah Bastian Tjandra, pewaris utama Keluarga Tjandra dari Ibukota. Pemuda itu memutar-mutar gelas arak di tangannya dengan senyum arogan. Di sekelilingnya duduk para petinggi sekte bela diri, pengusaha korup, dan tokoh-tokoh dunia bawah tanah yang berafiliasi dengan kekuasaannya.

​"Tuan Muda Bastian, hancurnya Tiga Keluarga Besar di Nusantara City benar-benar membuka ladang emas bagi kita," ucap seorang pria tua berjanggut panjang dengan jubah abu-abu. Ia adalah Tetua Jian dari Sekte Pedang Angin, seorang praktisi bela diri yang telah mencapai Ranah Guru Bela Diri (Martial Master) Tahap Puncak.

​Bastian tertawa pelan. "Itu semua berkat kebodohan seekor anjing kampung bernama Arya. Dia pikir, dengan membunuh beberapa preman lokal dan mengambil alih Dragon Corp, dia bisa menjadi raja. Dia bahkan berani memotong telinga adik sepupuku. Hari ini, jika dia tidak merangkak kemari untuk menyerahkan stempel Dragon Corp, aku akan mengirim Tetua Jian untuk memenggal kepalanya dan menjadikannya hiasan di gerbang Ibukota."

​Para tamu undangan tertawa terbahak-bahak, menjilat arogansi Bastian. Bagi mereka, Keluarga Tjandra adalah langit, dan menentang mereka adalah kemustahilan yang konyol.

​BUMMM!

​Tawa mereka terpotong secara brutal saat dua daun pintu gerbang perunggu raksasa di pintu masuk pelataran meledak ke dalam. Daun pintu seberat ratusan kilogram itu terlempar ke udara dan menghantam beberapa meja perjamuan hingga hancur berkeping-keping, mengirimkan pecahan kayu dan piring terbang ke segala arah.

​Jeritan kaget bergema. Musik tradisional yang mengalun seketika berhenti. Ratusan pasang mata menoleh dengan ngeri ke arah pintu masuk yang kini dipenuhi debu.

​Dari balik kepulan debu tersebut, suara langkah kaki yang tenang dan teratur terdengar. Arya Permana melangkah masuk, mengibaskan sedikit debu dari bahu jasnya dengan ekspresi bosan.

​Mata Bastian Tjandra menyipit. Ia meletakkan gelas araknya dengan keras. "Jadi, kau benar-benar punya nyali untuk datang. Aku kira kau akan mengirim pasukan bayaran, tapi kau datang sendirian? Kebodohan yang luar biasa."

​Arya menghentikan langkahnya tepat di tengah pelataran, dikelilingi oleh ratusan musuh bersenjata. Matanya langsung terkunci pada Bastian. Indera dari Fisik Petarung-nya menganalisis struktur energi di sekitar tempat itu—banyak praktisi bela diri tingkat menengah, beberapa tingkat tinggi, namun tidak ada satu pun yang menimbulkan ancaman logis baginya.

​"Bastian Tjandra," suara Arya tidak keras, namun mengandung fluktuasi Qi yang membuatnya terdengar jelas di telinga setiap orang, menggetarkan gendang telinga mereka. "Tiga tahun lalu. Penerbangan 777 di Samudra Hindia. Aku butuh nama orang yang menginstruksikan transfer dana dari rekening keluargamu ke teknisi pesawat tersebut."

​Mendengar kata "Penerbangan 777", pupil mata Bastian seketika mengecil. Jantungnya berdetak satu ketukan lebih cepat.

​[Ding! Sistem mendeteksi fluktuasi detak jantung target meningkat 40%. Sekresi adrenalin melonjak. Konfirmasi: Target memiliki pengetahuan langsung tentang peristiwa tersebut.]

​Wajah Bastian dengan cepat berubah menjadi topeng kemarahan untuk menutupi kepanikannya. "Aku tidak tahu omong kosong apa yang kau bicarakan! Beraninya kau menuduh Keluarga Tjandra di hadapan publik! Tetua Jian, karena anjing ini sudah datang mengantar nyawa, potong anggota tubuhnya! Sisakan lidahnya agar dia bisa menandatangani kontrak penyerahan Dragon Corp!"

​Tetua Jian mendengus dingin. Ia bangkit dari kursinya, tubuhnya melesat ke udara seperti burung elang, mendarat dengan anggun sepuluh meter di hadapan Arya. Jubah abu-abunya berkibar meski tidak ada angin, bukti dari Qi murni yang bergejolak di dalam tubuhnya.

​"Bocah arogan," ucap Tetua Jian sambil menghunus pedangnya perlahan. Pedang panjang itu memancarkan kilau perak kehijauan. "Kau mungkin memiliki sedikit bakat hingga bisa membunuh murid-murid di gerbang bawah. Tapi di hadapan Guru Bela Diri sepertiku, kau hanyalah serangga yang terjebak di jaring laba-laba. Lihat baik-baik, ini adalah Jurus Tebasan Angin Membelah Gunung!"

​Tetua Jian tidak membuang waktu. Ia mengayunkan pedangnya dari atas ke bawah. Qi murni miliknya terproyeksi keluar, membentuk bilah angin raksasa sepanjang lima meter yang melesat dengan kecepatan sangat tinggi menuju Arya, membelah lantai batu di sepanjang jalurnya.

​Para tamu menahan napas. "Itu adalah teknik pamungkas Tetua Jian! Pemuda itu akan terbelah dua!"

​Elena, yang baru saja tiba di ambang gerbang yang hancur, membelalakkan matanya. Bilah angin itu terlalu cepat. "Menghindar!" teriaknya tanpa sadar.

​Namun, Arya tetap berdiri tegak dengan satu tangan di saku celananya. Matanya menatap bilah angin raksasa yang datang mendekat dengan ketidakpedulian yang mutlak.

​"Teknik yang mencolok, tapi tidak memiliki kepadatan inti," komentar Arya rasional.

​Tepat ketika bilah angin itu hendak membelah wajahnya, Arya perlahan mengangkat tangan kanannya dan hanya menjulurkan dua jari—jari telunjuk dan jari tengah.

​TRANG!

​Suara logam yang beradu dengan sangat keras bergema memekakkan telinga.

​Bilah angin raksasa yang diklaim bisa membelah gunung itu berhenti seketika, tertahan dengan sempurna hanya oleh jepitan dua jari Arya. Gelombang kejut dari benturan itu menyapu debu di sekeliling mereka, namun rambut Arya bahkan tidak berantakan.

​Keheningan absolut menyelimuti Puncak Awan. Wajah angkuh Tetua Jian berubah menjadi pucat pasi seolah ia baru saja melihat hantu. Seluruh energi di tubuhnya terasa seperti menabrak dinding baja yang tak berujung.

​"B-Bagaimana mungkin... kau menahan Qi murniku dengan dua jari?!" suara Tetua Jian bergetar hebat.

​"Kau menyebut ini Qi murni?" Arya menyeringai dingin, senyum yang menjanjikan kematian. "Biar kutunjukkan padamu apa arti kepadatan yang sesungguhnya."

​Arya mengalirkan setetes energi dari Ranah Pembentuk Fondasi ke dua jarinya dan memutar pergelangan tangannya sedikit.

​KRAK!

​Bilah angin raksasa itu hancur berkeping-keping menjadi partikel cahaya. Tidak berhenti di situ, energi Arya merambat dengan kecepatan kilat melalui sisa Qi di udara, langsung menghantam pedang asli di tangan Tetua Jian.

​Pedang pusaka Sekte Pedang Angin yang telah diwariskan turun-temurun itu hancur berkeping-keping bagaikan kaca tipis.

​Sebelum Tetua Jian sempat memproses keterkejutannya, Arya mengambil satu langkah maju dan telah berada tepat di hadapannya. Jari telunjuk Arya meluncur ke depan, menyentuh lembut titik Dantian (pusat energi) di perut sang Tetua.

​"Hancurlah," bisik Arya.

​BUMMM!

​Sebuah ledakan energi internal meledak dari dalam tubuh Tetua Jian. Pria tua itu memuntahkan darah segar yang bercampur dengan serpihan organ dalamnya. Tubuhnya terpental ke belakang sejauh dua puluh meter, menabrak pilar batu paviliun hingga pilar itu retak, lalu jatuh ke tanah sebagai mayat tanpa nyawa. Pusat energinya hancur total; kematian instan.

​Seorang Guru Bela Diri Tahap Puncak... dibunuh hanya dengan satu sentuhan jari.

​Ratusan praktisi bela diri di pelataran itu mundur serentak, kaki mereka gemetar hebat. Gelas-gelas arak berjatuhan dari tangan para pengusaha.

​Bastian Tjandra jatuh terduduk kembali ke kursinya. Arogansinya hancur lebur, digantikan oleh teror primitif yang menembus hingga ke sumsum tulangnya. Ini bukan kekuatan manusia. Ini adalah anomali monster.

​Elena, sang pembunuh bayaran, berdiri mematung di gerbang. Pedang di tangannya terasa sangat berat. Ia baru menyadari bahwa peringatan Arya di bawah tadi bukanlah kesombongan, melainkan fakta yang sangat rasional.

​Arya menurunkan tangannya dan menatap lurus ke arah Bastian yang kini pucat pasi dan gemetar.

​"Pengawalmu sudah mati, Bastian," ucap Arya, langkah kakinya kembali terdengar memecah keheningan, berjalan perlahan namun pasti menuju kursi utama. "Sekarang, mari kita lanjutkan perbincangan kita tentang Penerbangan 777. Kau memiliki tepat sepuluh detik untuk mengingat nama itu sebelum aku mulai mematahkan tulangmu satu per satu."

1
T28J
hadiir 👍
Aisyah Suyuti
menarik
Glastor Roy
update ya torku yg baik hati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!