sequel: terpaksa menikah adik tiri × bayi rahasia idola kampus
Axelle Aididev Atharic adalah definisi masalah berjalan di SMA Galaksi. Nakal, keras kepala, dan anti diatur. Hidupnya yang bebas mendadak jungkir balik saat sebuah kecelakaan konyol memaksanya terjebak dalam nikah kilat dengan Rea Zelene Xavandra, cewek paling ambisius dan kaku di sekolah.
Dua kutub utara dan selatan harus tinggal di bawah satu atap yang sama. Bagi Axelle Aididev Atharic, ini adalah penjara. Tapi bagi sang istri, Rea Zelene Xavandra, Axelle adalah rahasia terbesar yang harus ia sembunyikan rapat-rapat demi reputasinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
8
..
..
Langit di atas SMA Galaksi pagi ini mendung, kemunculan Bentley Continental putih dan Jeep Wrangler Rubicon monster di depan lobi sekolah menyebar lebih cepat daripada sinyal Wi-Fi kantin. Nama besar yang selama ini hanya dikaitkan dengan satu orang—Axelle—kini mendadak berlipat ganda dengan kehadiran klan penguasa bisnis lainnya.
Rea masih berdiri kaku di pinggir lapangan, papan absen di tangannya bergetar halus. Matanya yang biasanya tajam kini membelalak menatap sosok gadis pirang abu-abu yang baru saja turun dari Bentley dengan keanggunan seorang it-girl global. Dia adalah Valerie Queena Xander, putri tunggal Kelvin Xander dan Anna. Meskipun baru kelas satu SMA, tinggi badan dan auranya sanggup mengintimidasi siapa pun.
"KAK AXELLE! BUBUB-KU SAYANG!" pekikan Valerie membelah lapangan, membuat bola basket yang sedang dipegang Jaxon terlepas begitu saja dan menggelinding liar.
Seisi lapangan mendadak senyap. Bubub? Seorang siswi baru kelas satu yang terlihat seperti model kelas dunia memanggil Axelle Aididev Atharic—singa kelas 11 yang paling ditakuti—dengan panggilan semanis dan sememalukan itu?
Valerie tidak peduli dengan tatapan ratusan pasang mata yang melotot heran. Dia berlari kecil menghampiri Axelle yang masih bersimbah keringat setelah menjalani putaran kedelapan hukumannya. Begitu sampai di depan Axelle, Valerie langsung mengeluarkan tisu basah premium dari tas branded-nya dan mulai mengusap dahi Axelle tanpa permisi.
"Ih, Kak Axelle jorok banget sih! Kok bisa-bisanya dihukum lari? Daddy Kelvin kalau tahu keponakan kesayangannya disiksa begini, bisa-biasanya sekolah ini dibeli terus dijadiin kandang kuda!" omel Valerie manja. Suaranya yang cempreng yang terdengar sangat protektif.
Axelle yang tadinya mode garang, mendadak lemas. Dia memegang pergelangan tangan Valerie, menjauhkannya dengan wajah kesal yang tertahan. "Val, stop it. Gue bilang jangan panggil gue pake nama itu di sekolah. Malu, bego!" bisik Axelle tajam.
Di sudut lain lapangan, Jeep Wrangler itu menderu keras sebelum akhirnya mati dengan bunyi boom dari knalpotnya. Seorang cowok dengan rambut hitam acak-acakan dan tindikan kecil di telinga kirinya melompat turun. Dia adalah Arsen Giodan Xander, putra sulung Gio Xander dan Icel. Arsen berjalan dengan gaya angkuh, menyampirkan tasnya di satu bahu. Dia adalah sepupu Valerie, dan meski mereka dari keluarga Xander, orang tua mereka sangat dekat dengan Elgard Atharic sehingga Axelle sudah dianggap sebagai "Abang" tertua di lingkaran mereka.
"Woi, Bang! Kesiangan lagi lo? Kenapa muka lo kayak jemuran basah gitu?" Arsen menghampiri mereka dan langsung merangkul bahu Axelle dengan kasar. "Kenalin, gue Arsen. Mana nih yang namanya Geng Badboy? Gue mau daftar!" seru Arsen lantang ke arah Ferro dan kawan-kawan.
Ferro yang tadinya mau marah karena ada anak kelas satu yang sok asik, langsung ciut saat melihat logo klan Xander di kunci mobil yang dipegang Arsen. "Anjir... Xander? Lo adeknya Axelle?"
"Adek ketemu gede, bro! Tapi gue adek paling ganteng!" jawab Arsen sambil tertawa lepas, tawa yang sangat mirip dengan Gio di masa muda.
Sementara itu, di barisan OSIS, Clarabella, Giselle, dan Jovanka sudah sibuk berbisik dengan wajah yang tak kalah shock.
"Re, gila... itu keluarga Xander semua? Gue denger mereka itu penguasa properti dan teknologi paling tajir di Asia. Pantesan Axelle nggak pernah takut sama siapapun, back-up-nya ngeri banget!" bisik Jovanka sambil mengecek tabletnya.
Rea tidak menjawab. Matanya terus menatap Valerie yang sekarang sedang bergelayutan di lengan Axelle. Ada perasaan panas yang menjalar di dadanya—cemburu? itu tak mungkin tapi di hatinya tetap nyeletuk. "Itu suami gue, Dia milik gue", batin Rea. Tapi di sekolah, dia hanyalah teman sekelas Axelle yang bertugas menghukumnya. Rea menarik napas panjang, mencoba tetap pada mode yang biasa mereka gunakan.
Valerie tiba-tiba menoleh ke arah barisan OSIS. Dia menyadari tatapan intens dari sang Ketua OSIS. Dengan senyum miring yang penuh provokasi, Valerie menarik Axelle untuk mendekat ke arah Rea.
"Oh, ini ya Kak Ketua OSIS yang katanya galak itu? Temen sekelas Kak Axelle kan?" tanya Valerie sambil menatap Rea dari atas sampai bawah. "hey.. ketos, jangan kejam kejam dong sama kak axel aku! kasihan liat wajah ganteng nya udah kayak korban kerja paksa"
Rea menarik napas panjang, mencoba menstabilkan suaranya. "Aturan sekolah tetap berlaku untuk siapapun, termasuk keluarga Xander maupun Atharic. Axelle tetap harus selesaiin hukumannya dan bersihin toilet."
Arsen tertawa mengejek dari kejauhan. "Bersihin toilet? Bang Axelle disuruh nyikat WC? Wah, unik juga ya sekolah ini. Bang, mending kita cabut kantin sekarang. Gue laper."
"Gak bisa! Dia harus selesaiin hukumannya!" potong Rea dengan nada bicara yang mulai naik.
Arsen menatap Rea tersenyum di buat seramah mungkin. "eh ketos.. galak amat sih! pasti hidup nya gak asik"
"menyingkir lah! kalau enggak lo yang bakalan lanjutin lari di lapangan!!" tegur rea datar
arsen tertawa pelan "gua gak mau... persetan dan bodoh amat aturan OSIS! eh bang lo kok lembek amat mau aja di atur OSIS, kalau di keluarin kita pindah.. gak usah ambil pusing bang! " ucap arsen memprovokasi
"Arsen,.. masuk kelas kalian sekarang. Jangan bikin rusuh di hari pertama," perintah Axelle dengan nada suara yang sangat pelan. arsen ini sangat kontras sekali dengan citra keluarganya, yang terkenal mementingkan pendidikan nah giliran cucu meraka kayak gini
Arsen mengernyit, "Loh? Kok lo belain dia, Bang? Biasanya lo paling benci yang namanya ketua OSIS" ledek arsen menggerakkan dua alisnya
"Gue bilang... masuk sekarang!" axelle menatap arsen jengkel,
"ih.. arsen mah gitu! dia mah, di tendang sekolah elit udah lima kali masih aja bandel! " ucap Valerie geleng geleng,
"lo juga val.. sana masuk! " usir axelle
"ih.. kak axel gak asik..! " velerie cemberut menarik arsen dari sana
Setelah mereka pergi menuju gedung kelas satu, lapangan perlahan mulai sepi karena murid-murid takut kena amukan Axelle. Axelle berbalik menatap Rea yang masih menatap nya datar
"apa yang lo liatin? " tanya axelle sinis
"lo.. lanjut lari! tambah 3 putaran lagi!! " perintah rea, sambil melipat tangan nya ke dada
axelle mendengus.. "gak asik lo xavandra, itu namanya menyalah gunakan kekuasaan! " ucap axelle sebelum pergi sempat sempat nya menyentil hidung rea
Rea mendengus. tapi Clara, giselle dan jovanka menatap rea cengo, dan sedetik kemudian histeris..
"wah.. gila!! " pekik giselle yang menyaksikan pandangan langkah barusan
seorang rea si ketos dingin itu di goda si brandalan sekolah, interaksi nya itu kalau siswi liat pasti ngereog tak Terima pangeran mereka barusan bersikap manis pada ketos meski berbungkus ketengilan.
valery di lawan singa betina nya xander lo 🤣🤣🤣🤣
gemes jadi nya🤣🤣🤣🤣
rea keceplosan 🤣🤣🤣
semngat thor
tapi aku suka terimakasih kk author 😘😘
ceritanya hampir mirim kyk kisah hidup ku , axelle adalah aku si manusia kesepian yang terabaykan😭😭😭😭
jd curhat kan aku , btw makasih kk author 😘😘😘
kasian bgt my bad boy
cepet sadar ready
cepet bucin
cepet ada junior kalian
wkwkwkwkww
biar author pusing🥳🥳
tapi percaya sih , semua di bawah kendali kk author, ya ikuti alur nya aja , walau baca nya sambil nangis😭😭
rea pinter ngeles nye yeee🤣🤣
kak up 2 dong kepo sama yg ini😁😁😁