Akibat dari cinta satu malam membuat Nara harus merelakan masa mudanya, setelah dikeluarkan dari kampus, ternyata Nara juga di usir dari rumah oleh keluarganya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon annis13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 2
keesokan harinya Nara sudah bersiap pergi bekerja setelah melakukan sarapan paginya saat ini ia sedang berada di luar mencari kendaraan untuk mengantarkan dirinya berangkat bekerja,
saat sampai di tempat kerjanya menara tersebut baik oleh rekan-rekan kerjanya,
" anak baru ya"sapa seorang wanita yang usianya lebih tua dari Nara ,
" ya ka, mohon bimbingan nya ya " sahutnya
" kamu masih muda, ko mau kerja kaya gini,,?
Nara terdiam sesaat jika bukan karena keadaan, mana mau Nara kerja menjadi cleaning servis, mengingat dirinya yang selalu serba ada saat masih tinggal bersama Ayahnya.
Namun sekarang keadaannya berbeda Nara harus berhemat fan berkejaran keras untuk mendapatkan uang,
" maaf jika kata-kataku menyinggung kamu" ucap Rini dengan tersenyum canggung
" tidak apa apa ka.. "
" hmm sebenarnya ada masalah pribadi aja Kak makanya Nara mau bekerja menjadi cleaning service" jelas nya,
" baiklah Semoga kamu betah ya di sini"
Nara pun mengangguk menanggapi ucapan Rini
semenjak perkenalan singkat saat itu Nara dan Rini akhirnya menjadi teman akrab Rini yang ternyata pendatang dari desa, untuk mengadu mengubah nasibnya di kota, siapa sangka Iya bekerja menjadi cleaning service juga dan bertemu dengan Nara di sebuah perusahaan meski berharap bisa salah satu menjadi karyawan tetap,
"oh iya Ra, kamu tinggal dimana ",?
tanya Rini saat mereka sedang beristirahat
" Aku tinggal di kontrakan kecil di Gang sama tidak terlalu jauh sih sebenarnya" sahutnya.
" Oh Sama dong aku juga tinggal di kosan"
" Yuk kita cari makan sebelum jam istirahat habis" ajak Rini
Nara segera mengikuti Rini
...****************...
menjelang sore tidak terasa waktunya sangat cepat marah dan Rini pun keluar dari perusahaan dan mencari angkutan umum untuk segera pulang,
sampai di kontrakan marah pun segera membersihkan tubuhnya yang terasa lengket setelah bekerja seharian,
" ternyata cape juga, " gumamnya
" jadi begini ya pekerjaan mereka" ucap pelan Nara.
" semangat Nara Semoga berhasil Dan kamu ya nak agar menjadi anak yang sehat ya tunggu mama punya uang untuk memeriksa kamu ke dokter"uacapnya sambil mengelus perutnya yang masih rata,
menjelang malam marah pun mengeluarkan bahan makanan yang akan ia masak untuk dirinya dan juga si kecil,
" eh gak kerasa sudah malam, tidur ah biar besok gak kesiangan, " ucap Nara,
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Nara Melati harinya dengan baik, bahkan saat pihak perusahaan tahu kalau marah hamil diluar nikah pun tidak keberatan bahkan tidak mengusir atau memecatnya,
saat ini kandungan Nara sudah memasuki 7 bulan tidak terasa 2 bulan lagi marah akan melahirkan,
Rini sebenarnya penasaran dengan keadaan Nara yang melihat perut sudah membesar tapi masih memaksa bekerja bahkan kelahirannya pun sudah mendekat kurang dari dua bulan lagi,
"Ra Sebenarnya kamu Ha,,, " Rini menahan ucapannya takut menyinggung Rara,
Nara menetap Rini penuh arti dan senyum lalu menarik nafas pasrah,
" Sebenarnya aku hamil diluar nikah Rin"
Rini menutup mulutnya, berharap Nara tidak tersinggung dengan ucapannya.
" maaf Ra, aku tidak bermaksud, membuat kamu
tersinggung aku hanya penasaran dan ingin tau, soalnya semenjak kita kenal, aku belum pernah bertemu pasangan kamu" cicitnya
" wajar Rin ,pasti semua orang akan bertanya-tanya melihat keadaan ku yang seperti ini "
"yang sabar ya Ra "
Nara hanya menanggapi dengan senyuman,
...****************...
Untung saja pihak perusahaan selalu memperhatikan karyawan, tanpa diminta, Nara mendapatkan cuti selama tiga bulan, di muka bulan depan.
wajah bahagia dan berbinar tak bisa Nara sembunyikan, setelah mendapatkan cuti 3 bulan,
" Kamu harus jaga kesehatan ya Nara, "
" sip print aku selalu mengutamakan kandunganku"
" Oh ya kamu sudah tahu jenis kelaminnya, ?
" Hehe Belum Rin Aku belum ingin tahu bagian selama ini kalau aku USG dia tidak pernah menunjukkan jenis kelaminnya Jadi mungkin untuk kejutan aja nanti waktu lahir" jelas Nara
" Oh jadi mau bikin kejutan maminya ya apa Bunda nih nanti sebutannya"
" apa aj lah Rin, mungkin bunda lebih bagus"
Rini mengangguk lalu mereka bergegas keluar dari perusahaan setelah jam kerja habis ,
tidak terasa waktu sudah sore Nara pun segera pulang mengingat perut sudah besar jadi nara tidak bisa ke mana-mana untuk belanja saja dia lewat online,
...****************...
tidak terasa waktu sebulan sudah dilalui semenjak mendapatkan surat cuti 3 bulan Nara dimulai besok sudah melakukan cuti mengingat kandungannya sudah menginjak 8 bulan,
" eh nggak berasa ya kamu akan lahiran jadi besok mulai cuti" tanya Rini
Nara tersenyum melihat ke arah Rini
" Jadi mungkin besok baru mulai cuti setelah itu aku tinggal nunggu lahiran"
" sehat-sehat ya Kalau mules Segera hubungi aku oke".
" ya Rin Terima kasih ya kamu sudah sangat baik Bahkan kamu mau berteman dengan aku yang keadaan aku begini"
" Kamu ngomong apa sih Ra, kita ini kan teman dan aku tidak melihat keburukan kamu menurut aku kamu itu korban Apalagi setelah mendengar cerita kamu semoga saja laki-laki itu bisa menerima akibat perbuatannya'
" Biarkan saja aku tidak berpikir dan tidak pernah memikirkan laki-laki tersebut lagi pula aku tidak mengenal dia Rin,
" betul Ra, yu kerja Lagi "..
mereka akhirnya kembali bekerja menjalankan tugas sesuai dengan tugasnya,
sampai menjelang sore Mereka pun bergegas pulang rutinitas setiap hari bagi mereka berdua,