NovelToon NovelToon
Three Princes And The Cat Who Knows Too Much

Three Princes And The Cat Who Knows Too Much

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Epik Petualangan / Keluarga & Kasih Sayang / Penyeberangan Dunia Lain
Popularitas:243
Nilai: 5
Nama Author: Rootea

Rumi terlempar ke dunia otome game yang sedang digandrungi. Tapi, dia bukan tokoh utama wanitanya.... Dia cuma seekor kucing!

Berbekal pengetahuan akan seluruh akhir cerita bersama tiga pangeran, Rumi bertekad mengatur jalur romansa agar semuanya berakhir bahagia.

Namun, kehidupan tidak pernah sesederhana permainan game....

Tiga pangeran berarti tiga jalan hidup. Tiga pilihan. Dan hubungan yang perlahan menghancurkan dari dalam.

Apakah yang dia ketahui masih cukup? Ataukah, pada akhirnya Rumi tidak bisa melakukan apa-apa....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rootea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 10 - Kebetulan?

Di antara orang-orang istana, yang paling sering Jovienne temui sejak datang ke Kaelros ialah Caldris Melvaris, royal tutor yang bertanggung jawab mendidik ketiga pangeran sejak mereka kanak-kanak.

Sebagai calon pengantin salah satu pangeran, rupanya ada banyak hal yang harus Jovienne pelajari. Gadis itu harus menghabiskan waktu berjam-jam di perpustakaan, menerima sejumlah materi dengan buku-buku tua bertumpuk di meja. Aku separuh kasihan tiap melihatnya berjalan lesu menuju ruang belajar, lalu keluar seperti mayat hidup yang cuma terdiri dari tengkorak dilapis kulit pucat.

Kadang-kadang aku menemani anak itu belajar. Lebih sering aku hanya bergelung di dekat kakinya, tidur nyenyak sembari menunggu pelayan membawakan camilan.

Salah satu materi yang cukup aku senangi ialah sejarah Kaelros. Negeri ini memiliki sejarah kuno yang tercatat secara mendetil.

Kaelros berdiri sebagai salah satu kerajaan manusia pertama setelah masa kekacauan dunia purba. Di mana manusia mulai membentuk peradaban terpusat, Raja Kaelros pertama, Othrynn Valthera menjaga keseimbangan dunia bersama Kaum Naga. Thaelgor, naga emas pucat dengan sisik berkilau sewarna fajar, menemani Kaisar Othrynn selama ia memimpin Kaelros. Negeri ini mencapai masa keemasan melalui hubungan harmonis dengan Kaum Naga. Karena itu keberadaan Naga dianggap sebagai entitas agung dan menjadi simbol keseimbangan juga berkah.

Kaelros selalu meyakini kerajaan mereka dibangun berkat kekuatan naga. Dahulu kala, kabarnya, syarat mutlak untuk menaiki tahta ialah mendapat pengakuan dari Naga Pelindung.

Seiring waktu berlalu, Kaum Naga menghilang dari dunia manusia. Keberadaan naga pun menjadi legenda; yang tersisa hanyalah kuil suci dan patung pualam yang menghiasi pekarangan Istana Astryion. Di sisi lain, Kaelros berkembang semakin besar, mengambil alih kuasa banyak negara di sekitar hingga menjadi kekaisaran seperti sekarang.

Seperti kebanyakan materi sejarah, ada banyak nama yang tercatat. Terutama mengenai siapa menikahi keluarga bangsawan mana, lalu melahirkan raja mana dan yang akhirnya naik tahta siapa. Tidak lupa juga data rinci mengenai perkembangan hukum serta wilayah mana berada di bawah kuasa keluarga siapa.

Bagian itu terlalu rumit, aku hanya menguap dan kembali tidur ketika mendengarnya.

Satu hal saja yang aku ingat dari penjelasan itu; Dinasti Dravaryn, darah keluarga ketiga pangeran ini, telah berkuasa sejak 9 abad lalu. Mereka melanjutkan Dinasti Eryndor, yang memimpin Kaelros selama dua ribu tahun.

Yah, seperti umumnya kisah kerajaan, kurasa selalu ada konflik dalam suksesi tahta.

Sejarah.

Tak lebih dari kisah yang telah lalu.

...*...

...*...

...*...

Sejak insiden perburuan di hutan Eryndale aku lebih sering menemani Havren.

Tidak bohong, aku sedih memikirkan pangeran bungsu itu tampak dikucilkan. Aku pikir mereka memiliki hubungan yang baik. Yah, meski asumsiku hanya berlandaskan poster-poster dalam game, di mana ketiga pangeran ini terlihat begitu dekat. Sementara di sini…

Sebenarnya bukti yang aku punya juga tidak kuat. Hanya menurut perasaanku saja, mereka… terlihat renggang.

Apa hubungan di antara keluarga kerajaan memang selalu seperti ini?

Yang jelas, Havren selalu terlihat senang ketika melihatku. Senyum selalu terkembang di wajahnya tiap kali aku menghampiri. Tidur siang di pangkuannya juga adalah salah satu kegiatan favoritku. Mendengarkan permainan harpa yang lembut membuat hatiku damai.

Tapi, tidak selalu aku berhasil menemukan Havren.

Terkadang, ada hari di mana aku tidak melihat Havren, kemanapun aku mencarinya. Beberapa kali juga aku melihatnya sepintas di koridor istana, lalu kehilangan jejak begitu saja.

Sepertinya istana Astryion yang megah dan luas ini masih terlalu memusingkan untukku.

Sementara itu, Jovienne sepertinya terkena kutukan. Pasalnya, dalam dua bulan ini ia sering sekali dilanda kesialan. Terlalu banyak kejadian yang nyaris mencelakainya dan terjadi di waktu yang tidak terduga.

Contohnya saja, gadis itu hampir tertimpa lampu gantung di aula makan. Dari langit-langit yang tinggi, kristal itu roboh dan meluncur tepat di atasnya.

Atau, dia pernah tergelincir ketika menaiki tangga batu menara. Lalu, ketika dia mencari pegangan, batu itu terlepas dari dinding.

Contoh lainnya adalah ketika berjalan-jalan di taman istana. Dahan besar sebuah pohon ek tiba-tiba runtuh dan menghantam tanah di jalur yang akan Jovienne lalui.

Ada juga pot tanaman di balkon menara, yang tidak sengaja tersenggol dan jatuh sewaktu Jovienne melintas di bawahnya.

Kali lainnya, saat makan malam, taplak meja di dekatnya tersulut api kecil.

Yang menarik adalah, tiap kejadian sial itu terjadi pada Jovienne, Havren selalu berada di dekatnya. Begitu yang aku dengar. Hanya selang sepersekian detik—Jovienne tiap kali bercerita—sebelum dia sendiri sempat bereaksi, Havren selalu mendahului dan menyingkirkan Jovienne dari bahaya. Pot tanaman yang jatuh dari balkon menara itu bahkan berhasil ditangkap sebelum menyentuh tanah.

Kursi panjang berlapis bantalan empuk di kamar Jovienne adalah salah satu tempat favorit kami bersantai ketika malam tiba. Peletakannya di samping jendela yang menghadap danau memberi pemandangan indah. Seperti malam ini. Sembari memandangi langit yang bertabur bintang, aku dan Jovienne menikmati anggur segar yang baru saja dipetik.

Biarpun memiliki banyak pelayan, Jovienne paling suka duduk santai sambil curhat padaku.

“Aneh sekali, kan?”

Gadis itu berkata, selesai menceritakan kesialan terbaru yang terjadi siang tadi.

Kuda yang ia pakai untuk berlatih mendadak saja panik tanpa alasan jelas. Kuda itu tiba-tiba memberontak. Lepas kendali biarpun Jovienne berusaha mengendalikannya. Putri Solmara ini bukan orang awam dalam menangani kuda. Tapi, hari itu semuanya sia-sia tanpa bisa dijelaskan. Gadis itu hampir saja terlempar atau terinjak.

Lalu, lagi-lagi Havren berhasil menenangkan kuda itu sebelum keadaan semakin buruk.

“Tidak mungkin seseorang yang tidak terlatih bisa melakukan semua itu.” Jovienne kembali berkata. “Gerak-geriknya terlalu presisi. Tidak mungkin hanya karena dia jago menari.”

Mendengarkan semua ceritanya, aku sebenarnya setuju.

Sekali waktu aku juga melihatnya langsung. Ketika hendak berlatih panahan, ada anak panah nyasar melesat tepat ke arah Jovienne. Lalu, tahu-tahu saja anak panah itu menancap di buku Havren, yang muncul menjadi tameng di depan wajah sang dara.

Gerakan semacam itu hanya bisa dilakukan seorang yang ahli.

“Gerak-geriknya seperti petarung,” Jovienne bergumam.

Aku mengeong mengiyakan.

“Kau setuju, bukan?” Jovienne mengelus bulu emasku. Sejenak tatapannya menerawang. “Yang paling aneh adalah, dia selalu muncul di waktu yang tepat. Seolah-olah dia tahu sesuatu akan terjadi. Seolah-olah dia selalu mengawasi.”

Jovienne mengernyit.

“Tapi itu tidak masuk akal. Aku pasti menyadarinya.” Ia berkata lagi. Lalu menghembuskan napas keras dan membusungkan dada. “Aku tidak mungkin tidak menyadari kalau ada yang mengikutiku.”

Di ujung kalimat, namun, suaranya memelan. Seakan dia sendiri pun ragu.

“Apa mungkin….hanya kebetulan.…”

...*...

...*...

...*...

Kebetulan.

Itu katanya tidak ada.

Yang ada hanyalah kejadian yang tak terelakkan.

Barangkali bukan kebetulan juga aku melewati ruangan itu. Area yang belum banyak aku telusuri. Menara rendah yang sedikit tersembunyi di balik taman labirin. Cahaya lilin bergoyang di salah satu ruang tengah menara. Jendelanya sedikit terbuka.

Aku tidak berniat tinggal lebih lama.

“Kudengar Caelian sudah menanganinya.”

Kalau saja aku tidak mendengar kalimat itu.

Rasa penasaran tidak bisa aku abaikan. Terutama karena aku kemudian mengenali pemilik dua suara itu.

Tuan Melvaris…. dan Kaisar.

Maka aku memanjat dinding dan bersembunyi di dekat jendela.

Tawa Kaisar Lucerian terhembus pelan, bersama asap tembakau.

“Masa depan Kaelros berada di tangan yang tepat, bukan?” sahutnya.

Tuan Melvaris mengisi gelas anggur mereka. “Begitu cepat ditangani sehingga tidak ada rumor yang bocor ke jalanan.” Royal tutor itu hanya berkata.

“Dia selalu tahu apa yang harus dilakukan.” Kaisar kembali berucap, “Untungnya Putri Solmara juga tidak membesarkan masalah.”

Aku semakin merapatkan telinga ke dekat jendela. Masalah apa yang sedang mereka bicarakan? Apakah soal…

“Walau begitu, makhluk itu tidak seharusnya keluar dari Hutan Selubung.” Suara Tuan Melvaris kembali terdengar.

“Tidak.”

“Apakah mungkin…. ada yang membiarkannya melewati perbatasan?”

Kaisar Lucerian tidak segera menanggapi. Ia hanya menyesap tembakaunya. Lambat. Asap dengan aroma yang khas memenuhi ruangan itu. Tercium pekat hingga ke luar jendela.

“Kau yang paling tahu, Caldris, tidak ada yang benar-benar memahami wilayah itu.”

Setelah sekian lama, suara berat Kaisar kembali terdengar. Lebih rendah.

“Mungkin… pelindung kuno itu tidak lagi seperti yang kita tahu.”

...*...

...*...

...*...

Dalam perjalananku kembali ke kamar, aku jadi teringat, sore hari setelah insiden itu. Selesai dari menara penyembuh di mana dokter istana memastikan Jovienne tidak luka sedikitpun, Caelian mengunjungi. Ingin memastikan gadis itu baik-baik saja. Mereka berbincang di paviliun taman utara. Lalu, putra Mahkota itu mengajak Jovienne ke ruang koleksi senjata Kaelros. Gadis itu teramat girang dan menghabiskan waktu lama di sana. Bahkan selepas Caelian undur diri lebih dulu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!