NovelToon NovelToon
Samsara Sembilan Naga

Samsara Sembilan Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Lin Chen dulunya adalah jenius nomor satu di Kota Awan Merah. Namun, pada usia 12 tahun, Meridiannya dihancurkan oleh musuh misterius, membuatnya menjadi "Sampah" yang tidak bisa mengumpulkan Qi. Dihina oleh klannya dan tunangannya dibatalkan, Lin Chen jatuh ke titik terendah. Suatu malam, darahnya secara tidak sengaja membangunkan sebuah relik kuno peninggalan ibunya: Sisik Naga Primordial. Relik ini tidak hanya memulihkan meridiannya, tetapi juga memberinya Teknik Kultivasi terlarang: Seni Pemakan Surga Sembilan Naga. Dimulailah perjalanan Lin Chen dari kota kecil yang terpencil menuju puncak semesta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34: Benturan Fisik Absolut

​BOOOOOOOOOOM!

​Ledakan suara yang memekakkan telinga merobek kesunyian Hutan Kutukan Iblis. Gelombang kejut berbentuk cincin menyapu keluar dari titik benturan, meratakan pepohonan hitam dalam radius ratusan meter dan menghempaskan kabut beracun ke udara.

​Cakar raksasa Beruang Besi Ekor Kalajengking yang ukurannya sebesar kereta kuda, bertabrakan langsung dengan Bilah Besi Bintang Jatuh yang diayunkan Lin Chen dari bawah.

​Bagi siapa pun yang melihat, ini adalah pemandangan yang tidak masuk akal. Seorang pemuda setinggi 180 sentimeter menahan beban serangan dari monster setinggi delapan meter tanpa tergeser satu inci pun ke belakang!

​Namun, hal yang lebih mengerikan terjadi satu detik kemudian.

​KRAAAAK!

​Suara retakan tulang yang nyaring bergema. Lempengan armor tulang merah di lengan beruang raksasa itu—yang konon bisa menahan serangan pedang ahli Inti Emas—hancur lebur seperti kerupuk murahan.

​Daya tolak dari besi seberat 40 ton yang dilapisi oleh sepuluh tetes Qi Cair Emas merambat naik, meremukkan seluruh tulang lengan kanan beruang itu hingga ke pangkal bahu.

​ROAAAAAARRR!

​Beruang Besi itu meraung histeris. Matanya membelalak dipenuhi rasa sakit dan ketidakpercayaan. Kekuatan fisik semut manusia ini ternyata melampaui ras iblis mereka!

​Monster itu terhuyung mundur. Namun, naluri buasnya mengambil alih. Dalam kondisi kesakitan, ekor kalajengkingnya yang sepanjang lima meter melesat dari belakang punggungnya. Ujung ekor berduri baja yang meneteskan racun korosif itu menusuk lurus ke arah dahi Lin Chen dengan kecepatan suara.

​"Awas! Racun korosifnya bisa melelehkan pelindung Qi dalam sekejap!" peringat Mo Xuan.

​"Terlalu lambat."

​Mata Lin Chen memancarkan kilatan dingin. Ia tidak mengangkat besinya untuk menangkis. Sebaliknya, pusaran lubang hitam seketika bermanifestasi di telapak tangan kirinya.

​Seni Pemakan Surga Sembilan Naga: Telan Mutlak!

​Saat ujung ekor beracun itu berjarak satu jengkal dari dahinya, Lin Chen mengangkat tangan kirinya dan mencengkeram duri baja tersebut dengan tangan kosong!

​JLEB!

​Duri tajam itu berhenti total. Racun korosif berwarna ungu pekat menyembur, namun bukannya melelehkan tangan Lin Chen, racun itu justru disedot masuk ke dalam pusaran lubang hitam di telapak tangannya dengan rakus.

​Beruang Besi itu panik. Ia mencoba menarik ekornya, tetapi tangan Lin Chen terasa seperti tang baja yang dikunci oleh gunung. Ia tidak bisa bergerak. Energi kehidupannya mulai tersedot deras melalui ekornya.

​"Armor yang bagus. Racun yang mematikan," gumam Lin Chen, mendongak menatap wajah monster yang kini diselimuti ketakutan itu. "Sayangnya, kau memilih mangsa yang salah."

​Lin Chen menarik ekor kalajengking itu ke bawah dengan kekuatan brutal, memaksa beruang setinggi delapan meter itu kehilangan keseimbangan dan merunduk hingga wajahnya sejajar dengan Lin Chen.

​Pada saat yang sama, tangan kanan Lin Chen memutar gagang Bilah Besi Bintang Jatuh, membawanya ke atas bahu, lalu menghantamkannya lurus ke arah tengkorak beruang yang berlapis baja.

​Seni Pedang Berat: Hantaman Pemecah Langit!

​BAMMMMMMM!

​Bunyi tumpul yang mematikan terdengar. Balok besi meteor itu menghantam dahi sang beruang.

​Armor tulang yang paling tebal di bagian kepalanya hancur seketika menjadi serpihan debu. Tengkorak monster Tingkat 4 itu amblas ke dalam. Darah kental dan materi otak menyembur ke segala arah.

​Tubuh raksasa seberat puluhan ton itu menegang sesaat, sebelum akhirnya jatuh berdebum ke tanah rawa, mati tanpa sempat mengeluarkan suara raungan terakhir. Gempa kecil kembali mengguncang daratan di sekitarnya.

​Hutan Kutukan Iblis kembali sunyi. Hanya tersisa deru napas Lin Chen yang tenang.

​Lin Chen berdiri di atas genangan darah, mencabut besinya dari tengkorak beruang yang hancur itu. Ia membelah dada monster tersebut, lalu merogoh ke dalam genangan darah panas.

​Ketika tangannya ditarik keluar, ia memegang sebuah bongkahan kristal berwarna merah tua sebesar buah melon. Kristal itu memancarkan aura elemen tanah yang sangat kental dan elemen racun yang mematikan.

​"Inti Spiritual Tingkat 4 Tahap Awal," Lin Chen tersenyum tipis. "Sangat padat. Jauh lebih baik daripada Kera Iblis waktu itu. Jika aku memurnikan ini, mungkin aku bisa menambah setidaknya 50 tetes Qi Cair Emas lagi."

​"Jangan diserap sekarang," cegah Mo Xuan. "Kau sedang dalam perjalanan ke ibukota. Inti Tingkat 4 utuh adalah mata uang yang sangat berharga di lelang tingkat tinggi. Simpan saja, kau mungkin membutuhkannya untuk menukar materi atau informasi nanti."

​Lin Chen mengangguk. Ia membersihkan inti itu dan memasukkannya ke dalam cincin penyimpanan, lalu menyimpan mayat beruang tersebut (karena material Tingkat 4 seperti tulang dan dagingnya juga berharga mahal).

​Baru saja Lin Chen berniat melanjutkan perjalanannya, telinganya menangkap suara dengungan samar dari arah utara.

​Wusss... Wusss...

​Itu bukan suara binatang buas, melainkan suara baling-baling formasi angin yang biasa digunakan pada artefak terbang tingkat tinggi. Namun, suaranya terdengar tidak stabil.

​Lin Chen menyipitkan matanya menembus kabut miasma.

​Dari balik rimbunnya pepohonan hitam raksasa, sebuah kapal terbang kayu seukuran rumah merosot turun dari udara dengan asap hitam mengepul di bagian ekornya. Kapal terbang itu dilapisi oleh formasi pelindung berwarna emas yang kini berkedip-kedip redup karena terkikis oleh racun miasma Hutan Kutukan Iblis.

​KRAAAK!

​Kapal terbang itu menabrak dahan pohon raksasa, mematahkan sayap kanannya, dan akhirnya jatuh terseret mendarat keras di atas daratan rawa berjarak sekitar dua ratus meter dari posisi Lin Chen berdiri.

​Dari lambung kapal yang berlogo pedang menyilang dan timbangan emas, terdengar suara teriakan panik dan derak senjata yang dihunus.

​Lin Chen tidak langsung bergerak. Ia memanggul Bilah Besi Bintang Jatuhnya dengan santai dan melompat ke dahan pohon yang cukup tinggi untuk mengamati.

​Formasi pelindung kapal itu hancur total setelah pendaratan darurat. Begitu pelindungnya hilang, kabut miasma hijau langsung menyerbu masuk.

​"Aktifkan Pil Anti Racun! Bentuk formasi lingkaran! Lindungi Nona Muda!"

​Sebuah teriakan tegas bergema dari reruntuhan kapal. Sepuluh sosok berpakaian zirah perak bergegas keluar dari kapal, membentuk formasi perlindungan di sekitar seorang gadis muda yang mengenakan gaun sutra biru.

​Pemimpin mereka adalah seorang pria paruh baya dengan bekas luka goresan pedang di pipi kirinya. Kultivasinya cukup mengejutkan; ia memancarkan aura Inti Emas Tahap Menengah. Sementara para pengawalnya rata-rata berada di Bintang 9 Pengumpulan Qi atau Inti Emas Tahap Awal.

​Namun, wajah pria paruh baya itu sangat pucat, dan bahu kirinya tertusuk sebuah panah hitam yang meneteskan racun.

​"Paman Wei, bagaimana kondisimu?" gadis bergaun sutra biru itu bertanya dengan nada cemas yang sulit disembunyikan. Wajahnya cantik dan anggun, memancarkan aura keturunan bangsawan tingkat tinggi.

​"Tidak apa-apa, Nona Su," pria bernama Wei itu menggertakkan gigi dan mematahkan ujung panah di bahunya. "Sayap kapal kita sengaja ditembak jatuh oleh artileri anti-udara. Ini bukan ulah bandit biasa. Formasi panah itu milik militer... Seseorang dari ibukota benar-benar ingin Anda mati di Hutan Kutukan Iblis ini."

​Kata-kata Wei terbukti benar. Sesaat setelah ia berbicara, bayangan-bayangan hitam melesat turun dari pepohonan di sekeliling kapal yang jatuh.

​Dua puluh orang pria berjubah hitam dan bertopeng wajah hantu mengepung mereka. Mereka tidak mengatakan sepatah kata pun. Tidak ada negosiasi, tidak ada tawa ejekan seperti bandit pada umumnya. Hanya kesunyian mematikan dari pembunuh profesional.

​Tiga dari mereka yang memimpin kelompok itu secara bersamaan melepaskan aura Inti Emas Tahap Menengah!

​"Tiga ahli Inti Emas Menengah!" Wei terkesiap. Keputusasaan mulai merayapi matanya. Dalam kondisi terluka dan terpengaruh miasma, menahan satu ahli selevelnya saja sudah sulit, apalagi tiga.

​"Serahkan nyawa Su Qingxue," ucap salah satu pembunuh bertopeng dengan suara serak yang disamarkan. "Kalian semua tidak akan mati sia-sia. Setidaknya kalian akan menjadi makanan yang baik untuk pohon-pohon di hutan ini."

​Gadis bernama Su Qingxue itu menggigit bibirnya hingga berdarah. Matanya memancarkan kemarahan, namun ia tidak menyerah. Ia mengeluarkan sebuah belati giok tingkat Bumi. Meski ia baru berada di Bintang 7 Pengumpulan Qi, ia siap bertarung hingga mati daripada ditangkap.

​"Lindungi Nona Su dengan nyawa kalian! Serang!" raung Wei, melesat maju menyongsong ketiga pembunuh Inti Emas Menengah tersebut dengan tombak peraknya.

​Pertempuran pecah dalam sekejap. Dentingan logam, ledakan Qi, dan cipratan darah menghiasi tanah rawa.

​Namun, perbedaannya terlalu jauh. Dalam waktu kurang dari dua menit, lima pengawal berbaju perak tewas terpenggal. Wei memuntahkan darah, tertendang keras oleh salah satu pembunuh hingga terhempas ke samping kapal.

​Para pembunuh bertopeng itu perlahan menyempitkan lingkaran mereka, mendekati Su Qingxue yang kini hanya dilindungi oleh tiga pengawal yang tersisa.

​Di atas pohon, Lin Chen menonton semua ini dengan bosan.

​"Klan Su dari Ibukota Kekaisaran," Mo Xuan tiba-tiba berbicara. "Lambang pedang dan timbangan itu... itu adalah lambang Asosiasi Perdagangan Seratus Harta. Salah satu dari tiga raksasa ekonomi di Kekaisaran Bintang Surgawi."

​"Orang kaya, ya?" Lin Chen membelai dagunya. "Aku sedang butuh tumpangan dan panduan untuk melewati ibukota. Menyelamatkan seorang Nona Muda dari klan super kaya tampaknya bukan investasi yang buruk."

​Lin Chen berdiri di dahan pohon raksasa itu. Ia melepaskan pegangannya dari Bilah Besi Bintang Jatuh dan menendang gagangnya.

​Balok besi seberat 40 ton itu meluncur turun dari udara bagaikan meteor hitam, mengarah tepat ke tengah-tengah kepungan para pembunuh.

​WUUUUUSSSSHHH!

​Suara lengkingan benda super berat yang membelah udara membuat semua orang di bawah, baik pihak Su Qingxue maupun para pembunuh, secara refleks mendongak.

​Sebelum otak mereka sempat memproses apa yang turun dari langit, besi raksasa itu menghantam tanah rawa tepat di antara Su Qingxue dan para pembunuh.

​BOOOOOOOOOOM!

​Gempa lokal berskala dahsyat meletus. Lumpur rawa, air beracun, dan batu karang terlempar ke udara layaknya ledakan gunung berapi. Gelombang kejut fisik yang sangat beringas menyapu area tersebut, menghempaskan selusin pembunuh bertopeng ke belakang hingga mereka menabrak pepohonan.

​Su Qingxue dan sisa pengawalnya terdorong jatuh oleh tekanan angin, menatap lubang kawah berasap di depan mereka dengan mata membelalak horor.

​Di tengah kawah itu, menancap sebuah lempengan besi hitam tak bertajam setinggi orang dewasa.

​Lalu, dari atas, sesosok pemuda berjubah hitam dan bertopi bambu mendarat dengan ringan tepat di atas gagang besi raksasa tersebut. Tangan kirinya masuk ke dalam saku jubahnya, sementara mata kanannya mengintip dari balik celah topi bambunya, memancarkan kedinginan mutlak.

​"Bisa kalian kecilkan suara kalian?" suara Lin Chen datar, menembus keheningan yang tercipta tiba-tiba. "Kalian mengganggu jalan pagiku."

​Pemimpin pembunuh yang berada di Inti Emas Tahap Menengah berdiri dengan marah, menahan gejolak darah di dadanya akibat gelombang kejut tadi. Matanya menatap pemuda aneh yang berdiri di atas besi tersebut.

​"Siapa kau?! Beraninya ikut campur dalam urusan Aula Bayangan Kegelapan! Kultivasimu baru Bintang 8, apakah kau bosan hid—"

​Sebelum pembunuh itu menyelesaikan kalimatnya, sosok Lin Chen di atas gagang besi itu perlahan memudar.

​Itu hanya bayangan sisa!

​Mata pembunuh itu melebar. Insting kematian tingkat ekstrem memperingatkannya. Ia memutar pedangnya ke arah belakang secara membabi buta.

​Namun, sebuah tangan yang terasa sedingin es sudah lebih dulu mencengkeram wajahnya dari arah samping.

​"Bintang 8?" bisik Lin Chen tepat di telinga pembunuh tersebut. "Ya. Cukup untuk mematahkan lehermu."

​KRAAAAAK!

​Lin Chen memelintir leher ahli Inti Emas Tahap Menengah itu hingga berputar 180 derajat ke belakang. Tulang lehernya hancur berkeping-keping.

​Tanpa repot-repot menggunakan teknik Qi atau senjata, hanya dengan kecepatan absolut dan kekuatan fisik murni, Lin Chen menjatuhkan ahli Inti Emas tingkat menengah layaknya membunuh seekor ayam.

​Tubuh pembunuh itu jatuh ke rawa dengan bunyi bruk.

​Dua pemimpin pembunuh lainnya dan belasan bawahan mereka mematung seketika. Darah mereka terasa membeku. Su Qingxue dan Paman Wei yang terluka parah menatap pemuda bertopi bambu itu dengan rahang yang nyaris lepas.

​Lin Chen berdiri di atas lumpur, menepuk-nepuk tangannya untuk membersihkan debu, lalu menatap sisa pembunuh bertopeng tersebut. Senyum tiran mengembang di balik bayangan topinya.

​"Sekarang... siapa berikutnya?"

1
yos helmi
biasanya cerita ng pernah selesai.. putus di tengah jln.. 🤣🤣
yos helmi
💪💪💪💪💪💪🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
💪💪💪💪💪💪💪🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
💪💪💪💪💪💪🤣🤣🤣👍
yos helmi
🤣🤣👍🤣🤣🤣👍👍👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🙏🤣👍👍👍👍
yos helmi
😄😄😄👍👍👍👍😄👍😄
yos helmi
💪💪💪💪💪💪🙏🙏🙏🤣🤣🤣
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍💪💪💪💪
yos helmi
👍👍👍👍👍🤣🤣🤣🤣🤣💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍l👍l👍l👍l👍l👍l💪💪💪ĺ
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍👍💪1
yos helmi
👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏💪💪💪💪
Fiktor
mantap alur cerita nya ngak bertele2👍
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪
yos helmi
😄😄😄😄🙏🙏🙏👍👍👍👍💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!