NovelToon NovelToon
Manual Book: Obsesi Tersembunyi Sang CEO Dingin

Manual Book: Obsesi Tersembunyi Sang CEO Dingin

Status: tamat
Genre:Pernikahan Kilat / CEO / Mantan / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:22.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

"Zel, kita cuma nikah kontrak! Berhenti kirim kurir obat ke sekolah, aku malu sama guru-guru lain!"
Dazello Zelbarra, CEO dingin itu justru menarik Runa ke pelukannya. "Di catatanku, jam segini lambungmu mulai perih karena kamu lupa sarapan. Aku tidak peduli kamu malu, Runa. Aku hanya peduli kamu tetap hidup untuk melunasi kontrakmu padaku."
Runa Elainzica, guru honorer yang ceroboh dan pelupa, terpaksa menikahi mantan pacarnya, Dazello ‘Azel’ Zelbarra, demi menyelamatkan sekolahnya dari kebangkrutan.
Runa mengira Azel membencinya. Namun, ia tak pernah tahu bahwa di ponsel Azel terdapat aplikasi rahasia berjudul "Runa’s Manual Book". Sebuah catatan obsesif berisi ribuan detail tentang kebiasaan kecil Runa, pantangan makannya, hingga cara melindunginya saat badai datang.
Dunia mereka berbeda, tapi di buku catatan Azel, nama Runa sudah tertulis sebagai milik sahnya... selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Suara guntur kembali menggelegar, kali ini lebih keras hingga kaca jendela balkon terasa sedikit bergetar. Runa tersentak, refleks ia meraih tangan terdekat yang bisa ia jangkau—yaitu jari jemari Azel yang sedang bebas di atas kasur.

"Zel... jangan ke mana-mana dulu," bisik Runa pelan, suaranya hampir hilang ditelan suara hujan yang mulai turun dengan deras. Genggamannya pada jari Azel begitu erat, seolah-olah pria itu adalah satu-satunya tiang kokoh di tengah badai yang menakutkan ini.

Azel terhenti. Jemarinya yang sedang membetulkan letak kacamata langsung kaku. Ia menoleh perlahan, menatap Runa yang masih meringkuk dengan mata terpejam rapat. Ada dorongan kuat di hatinya untuk menarik tangan itu dan memeluk Runa, namun sisi tsundere-nya lebih dulu mengambil kendali.

"Aku nggak ke mana-mana, Runa. Kerjaan duniaku masih banyak, nggak ada waktu buat pindah ruangan cuma gara-gara kamu takut suara langit," sahut Azel ketus, namun ia sama sekali tidak menarik jarinya dari genggaman Runa. Malah, ia membiarkan tangannya berada di posisi yang nyaman agar Runa bisa menggenggamnya lebih mudah.

Hening sejenak di antara mereka, hanya ada suara denting piano dari speaker dan rintik hujan yang menghantam kaca. Efek obat lambung tadi mulai bekerja, rasa perih di perut Runa menghilang, digantikan oleh rasa kantuk yang luar biasa berat. Beban emosional seharian ini—dari belanja hingga trauma petir—benar-benar menguras tenaganya.

Perlahan, genggaman Runa pada jari Azel berubah. Tanpa sadar, karena sudah masuk ke alam bawah sadar, Runa menarik lengan Azel mendekat, lalu memeluk tangan kekar itu seperti sedang memeluk guling favoritnya. Kepalanya menyandar nyaman di lengan atas Azel.

Azel menahan napas. Jantungnya berdegup dua kali lebih cepat. Ia bisa merasakan hembusan napas Runa yang hangat mengenai kulit lengannya.

"Runa? Kamu tidur?" tanya Azel pelan, suaranya kini jauh lebih lembut, tidak ada lagi nada dingin di sana.

Tidak ada jawaban. Hanya terdengar dengkur halus yang sangat teratur. Runa sudah benar-benar terlelap, menyerah pada rasa aman yang ia dapatkan dari lengan pria yang selalu ia anggap "dingin" itu.

Azel menghela napas panjang. Ia perlahan menutup laptopnya dengan tangan kiri yang bebas, meletakkannya dengan hati-hati di nakas agar tidak menimbulkan suara. Ia kini terjebak dalam posisi miring yang agak canggung, tapi ia tidak berniat sedikit pun untuk menarik tangannya dari pelukan Runa.

Ia menatap wajah istrinya di bawah remang lampu tidur. Wajah yang selama ini ia rindukan setiap malam di London. Wajah yang dulu sering menunggunya dengan bekal makanan di lobi kantor, yang kini tampak begitu damai dalam tidurnya meski bibirnya sedikit mengerucut.

"Masih saja seperti dulu," bisik Azel sangat pelan. "Cerewet saat bangun, tapi seperti bayi saat sudah tidur."

Azel meraih ponselnya dengan tangan kiri. Ia tidak bisa bergerak banyak, jadi ia hanya membuka aplikasi catatannya lagi dengan ibu jari. Ia mengetik dengan pelan agar suara ketikan di layar tidak mengganggu tidur Runa.

’Malam kedua: Badai besar. Dia memeluk tanganku sampai tidur. Sepertinya dosis obat lambungnya tepat, dia tidak mengerang sakit lagi. Catatan: Tambah stok noise-cancelling headphone di laci meja riasnya, supaya kalau aku sedang rapat di kantor dan hujan turun, dia bisa menggunakannya sendiri.’

Setelah menyimpan catatan itu, Azel meletakkan ponselnya. Ia membetulkan posisi kepalanya di bantal, tetap membiarkan tangan kanannya menjadi tawanan pelukan Runa. Sambil menatap langit-langit kamar, sebuah senyum tipis—kali ini tulus tanpa sinisme—muncul di wajah sang CEO.

"Selamat tidur, kekacauan kecilku," gumamnya, sebelum akhirnya ia pun ikut memejamkan mata, membiarkan badai di luar sana menderu, sementara di dalam kamar itu, semuanya terasa begitu tenang dan lengkap.

1
Aidil Kenzie Zie
benar kata Azel maunya kamu Run diakui oleh Arlan🤔🤔🤔🤔
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 2 replies
Aidil Kenzie Zie
si Arlan tau-tau aja rahasia Runa padahal baru bertemu lagi 🤣🤣🤣
Aidil Kenzie Zie
ya nggak masalah toh Run kalo satu sekolahan tahu kamu istrinya Azel💪💪💪
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
Azel kuat y nahan🤭🤭
Aidil Kenzie Zie
Azel bisa tau kalo Runa suka ngigau tidur kalo lagi stres penasaran sama hubungan mereka dulu
Ariska Kamisa: Runa terlalu minderan gitu
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
keluarga Azel baik banget
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
liat gelagat Mama Azel sepertinya nggak mungkin mamanya mau menjodohkan Azel wong mamanya senang mereka datang pasti akal-akalan Azel aja 🤔🤔🤔🤔
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
mampir lagi
Ariska Kamisa: terimakasih 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
dwi ka
Runa nyebelin bgt, udh penyakitan gak tau diri pula.
Sok2 omongin harga diri, sok mandiri. Tp gak sadar diri klo hampir aja "ngebunuh" anak kandungnya sendiri.
Pake nangis2 mulu, merasa jd korban yg tersakiti tp gak pernah ngaca, suaminya jd "monster" jg gara2 ulahnya sendiri.

Hrsnya klo udh penyakitan itu nurut aja, pasrah. ini malah kebanyakan tingkah
Mifta Nurjanah
wkwk jebol
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Ayusha
wes karep mu lah run/Sleep/
Ariska Kamisa: Maklum kak ngidam ceunah 🤭
total 1 replies
Ayusha
udah kaya mau beli cilok aja Lo jel 🤣🤣
Ariska Kamisa: enak banget ya jadi Runa 🤭
total 1 replies
Mifta Nurjanah
cie jebol 😭😭
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Katon Kc
menarik juga /Good/
umie chaby_ba
enak banget sih jadi runa🤭🤭🤭
Ariska Kamisa: bayangin aja kaka adalah Runa nya azel🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
Runa anaknya azel kayany🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: lebih cocok yaaa🤣
total 1 replies
Ayusha
"kalo Kamu libur kerja, nanti kamu Miss queen aku gamau sama kamu lagi jel" 🤣
Ariska Kamisa: 😍😍😍😍😍😍
total 1 replies
Ayusha
waah cari penyakit ini sih 😄
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
zel loh kok rajin banget yaaa... /Chuckle/
aditya rian
👍👍👍👍👍👍
Ariska Kamisa: terimakasih jempolnya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!