Sekuel dari Novel Arjuna Bopo Istimewa.
Di sini kita akan di suguhkan dengan perjalanan cinta antara Arjuna dan Meshwa.
Perjalanan rumah tangga dan kehidupan dari Bopo Istimewa ini, ternyata banyak sekali ujiannya.
Apakah Meshwa yang berstatus sebagai istri sanggup menemani perjalanan Arjuna? ataukah dia akan menyerah?
Di Novel ini juga akan ada kelanjutan kisah cinta Nala dan Mifta. Lalu, bagaimana dengan Dipta? Apakah dia akan menemukan tambatan hati?
simak kelanjutan cerita dari Keluarga Bopo Desa Banyu Alas di sini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
6. Bullyan Tiada Henti
"Kamu gak makan, Sayang?" Tanya Arjuna saat Meshwa mengambilkan nasi untuknya.
"Kan mau minum obat. Kok gak makan?" Tanya Arjuna lagi.
"Makan, Mas. Tapi suapin." Pinta Meshwa yang membuat Arjuna tersenyum.
"Lagi mode hemat piring, ya." Kekeh Arjuna.
"Minta daun pisang sama Bapak sebelah aja, Mas. Biar gak cuci piring." Sahut Meshwa yang membuat mereka berdua tertawa.
Mereka berdua pun makan malam bersama. Sepiring berdua dengan Meshwa yang di suapi Suaminya.
"Kenapa masakan Yang Ti, Ibu sama Buna enak - enak, sih. Gak ada yang gagal." Kata Meshwa. Ia selalu menikmati stok lauk yang di bawakan oleh mertuanya dua hari lalu.
"Yang gagal cuma aku. Gagal diet." Kata Meshwa.
"Gak usah diet lah, Dek. Biar seger badannya." Kata Arjuna.
"Seger-du (segardu/sebesar pos ronda) gitu?" Tanya Meshwa.
"Ya enggak lah, Sayangku. Masak seger-du, ya kurang besar." Kekeh Arjuna sambil menjawil dagu istrinya.
"Tapi kamu emang kelihatan berisi loh, Dek. Jadi enak di peluk, empuk." Kata Arjuna.
"Ya gimana, aku naik empat kilo tau, Mas, selama di rawat di RS kemarin. Kayaknya gara - gara kebanyakan infus sih ini, aku jadi kayak sapi gelonggongan." Gerutu Meshwa yang membuat Arjuna tertawa.
"Gak apa - apa. Malah enak meluknya, empuk." Sahut Arjuna di sela tawanya.
"Tega banget dari tadi aku di samain kayak kasur, empuk." Kata Meshwa yang membuat tawa Arjuna makin pecah.
Setelah makan malam, Arjuna kembali sibuk dengan pekerjaannya. Sementara Meshwa hanya bisa memantau kegiatan suaminya itu.
"Sayang, kamu mau ngapain?" Tanya Arjuna saat melihat Meshwa hendak memulai proyeknya.
"Mau nyetrika baju, Mas. Udah numpuk tuh, gak enak banget lihatnya." Jawab Meshwa.
"Gak usah kerja - kerja dulu to, Dek. Besok di bawa ke jasa setrika aja." Kata Arjuna yang melarang istrinya.
"Ya aku gabut, Mas. Mau ngapain coba? Udah dua hari cuma guling - guling aja di tempat tidur." Gerutu Meshwa.
"Manut sama Mas to, Sayang. Nanti jahitanmu kenapa - napa, kan belum pulih itu." Kata Arjuna.
"Nanti kalau kamu udah sehat, gak apa - apa kalo mau nyetrika. Mau buja jasa setrika juga njih monggo kerso (Silahkan saja). Tapi sekarang, tolong jangan banyak kegiatan dulu, ya." Pinta Arjuna.
Meshwa hanya bisa menghela nafas mendengar permintaan Arjuna. Meskipun merasa penat, namun ia tak mau membantah Suaminya. Karena ia pun sadar jika terjadi sesuatu padanya, maka Arjuna lah yang akan di repotkan.
Pada akhirnya Meshwa hanya memasukkan pakaian - pakaian itu ke dalam tas loundry dan Arjuna akan mengantarnya ke tempat jasa setrika esok hari.
Setelah selesai membereskan pakaian, Meshwa kemudian menghampiri suaminya yang sedang duduk di sofa bed. Pria itu tampak sibuk dengan MacBook di hadapanya.
"Kerja terus, gak bosen, Mas?" Tanya Meshwa sambil merebahkan kepalanya di pangkuan Arjuna.
"Kalo aja bisa gak kerja, santai, tapi banyak duit, Mas jelas pilih yang itu sih." Jawab Arjuna yang membuat Meshwa tertawa.
"Kenapa, kamu bosen ya?" Tanya Arjuna sambil mengusap rambut hitam dan lebat istrinya. Ia kemudian menghujani wajah istrinya dengan kecupan.
"Bosen, Mas. Aku biasa kerja." Lirih Meshwa.
"Sabar, ya. Nanti setelah kontrol, mungkin kamu udah boleh kerja, Dek." Kata Arjuna yang di jawab anggukan oleh Meshwa.
Detik demi detik berlalu, Arjuna yang sedang sibuk dengan pekerjaan dan juga telfon dari Asistennya, sampai tak sadar jika Meshwa tertidur di pangkuannya.
"Ya Allah, Sayangku." Lirih Arjuna saat melihat Meshwa sudah terlelap. Ia kemudian mengusap - usap kepala istrinya sambil memandangi wajah teduh istrinya.
"Mas elus - elus kepalamu, biar dosa - dosamu gugur. Mas gak ridho kalau sampai dosa istri Mas ini menumpuk." Kata Arjuna sambil tersenyum.
Setelah puas menggugurkan dosa Istrinya, Arjuna kemudian menggendong Meshwa dan memindahkannya ke dalam kamar.
"Aku ketiduran ya, Mas?" Lirih Meshwa yang terbangun saat Arjuna menggendongnya.
"Iya, Sayang. Maaf, ya, Mas tinggal kerja." Kata Arjuna.
"Iya, gak apa - apa, Mas. Memang Mas sudah selesai kerjanya?" Tanya Meshwa.
"Belum, sedikit lagi. Mas harus selesaikan periksanya malam ini, supaya besok bisa di proses." Kata Arjuna.
"Mau aku temenin, Mas?" Tanya Meshwa.
"Gak usah, Sayang. Kamu istirahat aja, orang udah ngantuk gitu. Lagian udah hampir tengah malam." Kata Arjuna sembari membenahi selimut Meshwa.
"Mas tinggal selesain kerjaan, ya. Selamat tidur, Cintaku." Kata Arjuna yang di akhiri dengan kecupan di dahi, pipi dan bibir istrinya.
...****************...
"Assalamualaikum... Assalamualaikum..." suara salam dan ketukan pagi itu membuat Arjuna yang baru tidur setelah subuh terbangun. Meshwa sendiri sedang berada di dapur hingga tak mendengar suara salam itu.
"Waalaikumsalam." Jawab Arjuna sambil berjalan ke depan.
"Selamat pagi, manten anyar! (pengantin baru)" Seru Sashi dan Nala kala pintu rumah terbuka.
"Widih, yang abis lembur. Kusut banget mukanya. Ngomong - ngomong, abis ngelembur apa loh, Mas? Gak mungkin bercocok tanam kan?" Ledek Dipta yang memecah tawa mereka semua.
"Astaghfirullah. Gak sopan banget mulut tamu satu ini." Kata Arjuna.
"Dah lah, manten anyar gak terima tamu. Ganggu aja!" Omel Arjuna. Meski begitu, ia tetap membuka pintu rumahnya lebar - lebar agar tamunya itu segera masuk.
Ya, pagi itu Sashi bersama Gama, Nala, Dipta dan Mifta tiba - tiba sudah berada di rumah kontrakan Arjuna dan Meshwa. Mereka sengaja tak memberi kabar jika hendak berkunjung kesana.
"Kok gak kasih kabar dulu kalo mau kesini? Tau gitu kan tak gelarin karpet merah buat nyambut kalian." Cicit Arjuna yang membuat mereka tertawa.
"Sengaja, mau lihat pasangan baru ini kuat nahan godaan atau enggak." Ledek Gama yang membuat Arjuna mencebik.
"Adek iparku mana? Kamu suruh kerja apa dia, baru abis Operasi gitu? Awas ya, kalo sampe Adek Iparku kenapa - napa." Kata Sashi sambil berjalan ke belakang bersama Nala untuk mencari keberadaan Meshwa.
"Haah! Gak anak, gak Ibunya, kok ya kerjannya nyalahin aku terus." Gerutu Arjuna sambil menghenyakkan tubuhnya di sofa. Tanpa permisi, ia pun merebahkan diri di pangkuan Gama karena masih mengantuk.
"Kamu gak tidur, Jun? Gak bisa tidur karena birahi, ya?" Ledek Mifta.
"Untumu njepat! Aku semalaman nyelesain meriksa materi proyek baru yang mau berjalan." Sewot Arjuna yang membuat Mifta, Gama dan Dipta tertawa.
"Terus, kamu gak tidur sama Mbak Meshwa berati, Mas?" Tanya Dipta yang kepo.
"Ya tetep tidur sama istriku lah. Aku gak bisa tidur kalo gak peluk dia." Jawab Arjuna yang memamerkan kemesraan.
"Halah, cuma bisa peluk aja pamer, Mas... Mas..." Sahut Dipta.
"Abis keenakan peluk terus bingung sendiri, karena yang di peluk gak bisa ngelemesin yang lagi kaku di dalam celana." Celetuk Mifta yang lagi - lagi di sambut gelak tawa oleh Dipta dan Gama.
"Kalian ini, jangan gangguin gitu lho. Coba sekarang berempati sama suami yang kurang beruntung ini." Kata Gama.
"Tenang aja, waktu kita masih panjang kalau mau meledek." Imbuh Gama kemudian yang kembali di sambut tawa.
"Celeeng... Celeeng! Jauh - jauh dateng ke sini, bukannya nyemangatin malah pada ngebully. Nyesel aku bukain pintu." Omel Arjuna yang membuat tawa mereka makin keras.
pancen kabeh podo wae gk onok sg genah 🤭🤭🤭,,, senengane podo jarak2an , nek enak koncone misuh2 nesu2 malah do seneng 🤣🤣🤣