NovelToon NovelToon
Sang Pendekar Pengendali Naga

Sang Pendekar Pengendali Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:850
Nilai: 5
Nama Author: cici aremanita

Lue Ang yang hampir mati diselamatkan oleh wanita tua, di sana Lue Ang diberitahu kalau dirinya memiliki spirit.

Untuk membalaskan dendam yang diterimanya selama ini, Lue Ang mencoba berkulivasi dan mengembangkan spirit yang ada di dalam tubuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cici aremanita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pemberian

Tiang tersenyum ke arah Lue Ang yang masih menatapnya, terlihat jelas kalau Lue Ang masih penasaran siapa dirinya sebenarnya.

Tanpa bicara Tiang berjalan ke arah Lue Ang, tepat setelah berada beberapa meter di depannya Tiang melemparkan sesuatu masuk menembus tubuh Lue Ang dan membuatnya tersentak.

"Apa yang kamu lempar ke tubuhku?" Tanya Lue Ang.

"Itu bukan sesuatu yang berbahaya, yang aku lemparkan ke tubuhmu akan banyak membantumu kelak," ucap Tiang.

"Sebenarnya kamu siapa?" Tanya Lue Ang lagi.

"Namaku Tiang, aku ingin kamu menjadi murid," ucap Tiang.

"Nak dia bukan orang jahat, jika dia jahat dia tidak akan memberikan artefak batu kekuatan," Mak Nung bertelepati pada Lue Ang.

"Artefak yang bisa dimasukkan ke dalam tubuh adalah artefak langka," sambung Mak Nung.

"Kalau begitu apa aku harus menerimanya menjadi guruku?" Tanya Lue Ang.

"Kamu ikuti saja apa mau orang itu," ucap Mak Nung.

"Kalau begitu baiklah," sahut Lue Ang.

"Apa kamu tidak penasaran apa yang aku berikan padamu itu?" Tanya Tiang yang melihat Lue Ang kembali diam.

"Artefak penambah kekuatan membantu menambah kekuatan mu tidak peduli seberapa lemah kultivasi mu," sambung Tiang.

"Cobalah Nak," ucap Mak Nung yang bisa melihat kalau Lue Ang saat ini ragu.

Lue Ang berjalan ke arah satu pohon yang paling besar, Lue Ang memfokuskan kekuatannya ke tangan dan bersiap memukul pohon, tepat saat Lue Ang mengangkat tangannya kekuatan besar mengalir di tangannya.

Duuuuuuuuuuuaaaaar.

Lue Ang terkejut melihat pohon di depannya meledak hancur berkeping-keping, dari jauh Mak Nung memasang pelindung untuknya agar tidak terkena ledakan dari pohon di depannya.

"Kamu berhasil meledakkan pohon itu," ucap Tiang.

Lue Ang melihat sisa sisa kekuatan yang masih berada di tangannya, ternyata dunia sangat luas andai dirinya dulu tahu ada artefak yang bisa membuatnya kuat pasti dirinya tidak akan menderita.

"Semakin kuat kamu semakin kuat juga kekuatan dari artefak di tubuhmu, jadi walau memiliki kekuatan tambahan jangan lupa terus berlatih dan menerobos tingkat," ucap Tiang bersiap pergi.

"Tunggu," sahut Mak Nung.

Tiang memutar badannya menatap Mak Nung, Tiang mengira Mak Nung masih ingin bertanya tentang kekuatan artefak yang tertanam di tubuh Lue Ang

"Terima kasih sudah memberikan artefak itu," ucap Mak Nung.

"Tidak perlu berterima kasih," sahut Tiang.

"Bukankah kamu ingin menjadikannya murid, itu kenapa kamu membantunya," ucap Mak Nung yang melihat Tiang kembali bersiap pergi.

"Itu benar, tapi aku bukan ingin menjadikannya murid pribadiku," ucap Tiang.

"Tidak masalah, lagipula tidak lama lagi... ." sahut Mak Nung tidak melanjutkan perkataannya.

"Kalau begitu datanglah ke Perguruan Langit Tinggi," ucap Tiang.

"Aku akan menunggunya," sambung Tiang yang langsung menghilang pergi.

Mak Nung yang melihat Tiang pergi bergegas kembali, Lue Ang jika hanya bersamanya perkembangannya akan sangat lambat, Lue Ang harus pergi mencari cara untuk memperkuat kultivasinya di luar sana.

Melihat Lue Ang yang hanya terdiam Mak Nung menepuk pundak nya, Mak Nung tahu kalau Lue Ang terlihat masih tidak percaya memiliki kekuatan seperti itu.

"Nak artefak itu memiliki banyak kegunaan," ucap Mak Nung.

"Aku tahu aku bisa merasakannya," sahut Lue Ang.

"Seperti yang dikatakan orang itu semakin kuat kamu artefak itu juga akan semakin menambah kekuatan mu," ucap Mak Nung.

Lue Ang hanya menatap Mak Nung, dirinya baru mendapatkan artefak berharga dari Tiang sekarang Mak Nung akan memberikan apalagi untuknya.

"Sebelum itu aku ingin memberitahu mu sesuatu," ucap Mak Nung.

"Sebenarnya segel spirit Naga di tubuh mu sudah terlepas Nak, yang membantu mu mencabut pedang Surgawi adalah spirit Naga di tubuh mu," sambung Mak Nung.

Mendengar itu Lue Ang sangat terkejut, Lue Ang tidak menduga suara sebelumnya adalah spirit Naga miliknya, seharusnya dari awal dirinya menyadari sesuatu karena saat itu tiba-tiba saja terdengar suara dan kekuatannya bergejolak hingga membuatnya bisa mencabut pedang Surgawi.

"Suara yang ku dengar itu ternyata suara spirit Naga api di tubuhku," ucap Lue Ang.

"Benar Nak, itu adalah salah satu Naga di tubuh mu," sahut Mak Nung .

"Setelah aku membantu membuka segel ternyata dia memiliki keinginan yang kuat untuk membantu mu," sambung Mak Nung.

Lue Ang seperti merasa dirinya terus mendapatkan keberuntungan akhir akhir ini, dari bangkitnya spirit Naga api hingga artefak di dalam tubuhnya yang bisa membantu menambah kekuatannya.

"Artefak di tubuhmu itu bisa membantu mu mengeluarkan spirit Naga api di tubuhmu, walau dengan kekuatan mu yang sekarang itu tidak akan bertahan lama," ucap Mak Nung.

"Bagaimana caranya?" tanya Lue Ang.

"Itulah yang ingin ku beri," ucap Mak Nung sembari menarik tangan Lue Ang.

Mak Nung menusuk ujung jari telunjuk Lue Ang membuatnya bergetar sesaat, walau terlihat kebingungan Lue Ang hanya diam dan tidak bertanya.

"Sekarang cobalah, kamu harus memindahkan kekuatan yang ada di artefak ke lautan spiritual mu, biarkan spirit Naga api itu menyerapnya dan kamu bisa memanggilnya," ucap Mak Nung.

Lue Ang yang menganggukkan kepala langsung memfokuskan kekuatannya ke dalam artefak, seketika Lue Ang bisa merasa sangat sesak sesuatu berusaha menerobos keluar tubuhnya.

"Naga Api," ucap Lue Ang.

Tak berselang lama sesosok Naga yang tidak terlalu besar terbang di depan Lue Ang, spirit Naga itu benar benar spirit Naga api yang ada di dalam tubuhnya.

"Dasar lemah, kamu harus menjadi sangat kuat," ucap Sang Naga yang langsung kembali menghilang.

Lue Ang sama sekali tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh sang Naga api, karena memang dirinya sangat lemah, jika dirinya tidak ingin sang Naga mengambil alih tubuhnya dirinya harus semakin kuat dan terus tumbuh kuat.

"Nak," panggil Mak Nung.

"Bagaimana perasaan mu setelah melihat spirit Naga api milikmu?" tanya Mak Nung.

"Aku tidak tahu perasaan ku seperti apa, aku hanya tau aku harus menjadi lebih kuat," ucap Lue Ang.

"Bagus Nak, kalau begitu pergilah," sahut Mak Nung.

Lue Ang langsung melihat ke arah Mak Nung, terlihat raut wajahnya yang saat ini kebingungan.

"Pergi?" Tanya Lue Ang.

"Bukankah kamu ingin menjadi lebih kuat, aku hanya bisa membantumu sampai di sini," ucap Mak Nung.

"Kamu harus mencari jalanmu sendiri," sambung Mak Nung.

"Pergilah ke perguruan Langit Tinggi, orang yang memberimu artefak itu memintamu untuk pergi ke sana," ucap Mak Nung terus bicara bahkan sebelum Lue Ang menjawab.

"Baiklah aku akan pergi," sahut Lue Ang.

"Tapi sebelum pergi ada urusan yang harus aku selesaikan lebih dulu," sambung Lue Ang.

"Tentu saja urusan mu itu memang harus selesai lebih dulu," ucap Mak Nung sambil tersenyum.

1
Suciani Ade
Ditunggu up nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!