NovelToon NovelToon
System Pohon Ajaib Warisan Kakek

System Pohon Ajaib Warisan Kakek

Status: tamat
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Dikelilingi wanita cantik / Tamat
Popularitas:175.6k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Lelah dengan kehidupan keras sebagai budak korporat di kota besar dan duka setelah kehilangan kedua orang tuanya, Lin Ye memutuskan untuk pulang ke Desa Qingshui, tempat kakeknya dulu tinggal.

Di sana, ia menemukan ladang dan rumah kakeknya yang sudah terbengkalai, kecuali sebatang pohon raksasa misterius di belakang rumah yang anehnya tetap subur dan hijau.

Saat tangan Lin Ye yang terluka menyentuh pohon tersebut, Sistem Warisan Alam yang terkunci sejak kematian kakeknya mendadak aktif, mengenali garis keturunannya sebagai pewaris sah.

Kini, dengan bantuan sistem yang memudahkan pekerjaan bertani dan kehadiran roh-roh alam fantasi, Lin Ye memulai kehidupan barunya yang santai namun penuh keajaiban untuk membangun kembali kejayaan ladang kakeknya, melawan intrik tetangga yang rakus, dan perlahan menjadi kaya raya di tengah kedamaian pedesaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Brummm.

Bus antar kota yang membawa Lin Ye kembali dari Kota Yushan berhenti tepat di pinggir jalan masuk Desa Qingshui. Matahari siang bersinar cukup terik, memanggang jalanan tanah yang berdebu.

Lin Ye turun dari bus dengan langkah hati-hati. Kedua tangannya terisi penuh. Di tangan kanannya, dia membawa dua kantong plastik besar berisi beras, minyak goreng, telur, mi instan, dan beberapa potong daging babi segar. Di tangan kirinya, dia menenteng sebuah tas kain berisi peralatan mandi, paku, palu, dan beberapa bungkus benih sayuran biasa yang dia beli dari toko pertanian lokal.

Meskipun bawaannya sangat berat dan matahari bersinar terik, Lin Ye tidak berkeringat berlebihan. Efek pemulihan dari cangkul kayu besi dan aroma mata air murni tadi malam tampaknya masih membekas di dalam tubuhnya, membuat fisiknya jauh lebih bugar dari biasanya.

Tap. Tap. Tap.

Lin Ye berjalan santai menyusuri jalan utama desa menuju rumah kakeknya. Waktu menunjukkan pukul satu siang. Beberapa warga desa sedang duduk berteduh di bawah pohon beringin besar di dekat balai desa. Saat mereka melihat Lin Ye lewat dengan barang bawaan yang begitu banyak, obrolan mereka tiba-tiba terhenti.

"Hei, bukankah itu cucu si tua Lin Tian yang baru datang kemarin sore?" tanya seorang ibu paruh baya bernama Bibi Li kepada tetangga di sebelahnya.

"Benar. Kudengar dari Kepala Desa, dia mengundurkan diri dari pekerjaannya di kota dan mau tinggal di gubuk reyot itu. Tapi lihat barang bawaannya itu. Daging segar? Beras kualitas bagus? Dari mana anak pengangguran itu punya uang sebanyak itu?" sahut tetangga yang lain dengan nada penuh selidik.

Lin Ye mendengar bisikan-bisikan itu dengan sangat jelas, tapi dia memilih mengabaikannya. Di desa kecil seperti ini, gosip menyebar lebih cepat daripada api yang membakar rumput kering. Dia terus berjalan hingga mendekati perbatasan tanahnya.

Srek. Srek.

Terdengar suara langkah kaki tergesa-gesa dari arah ladang jagung. Zhao He muncul dari balik rimbunnya batang jagung dengan wajah memerah karena kepanasan, memakai topi jerami lebar. Dia sengaja menghalangi jalan Lin Ye.

"Berhenti di sana, anak kota," tegur Zhao He dengan suara keras. Matanya langsung tertuju pada kantong plastik transparan yang dibawa Lin Ye. Dia bisa melihat jelas potongan daging babi segar yang mahal di dalamnya.

"Ada apa lagi, Paman Zhao? Saya sedang lelah dan ingin segera pulang untuk memasak makan siang," jawab Lin Ye dengan nada malas.

Zhao He mendengus kasar. Dia menunjuk ke arah barang bawaan Lin Ye. "Dari mana kamu mendapatkan uang untuk membeli semua kemewahan ini? Daging babi segar di pasar kota sekarang harganya sangat mahal. Jangan bilang kamu mencuri uang kas desa? Atau kamu menjual barang peninggalan kakekmu yang berharga secara diam-diam?"

Lin Ye menatap Zhao He dengan tatapan dingin yang menusuk.

"Paman Zhao, Anda sudah melewati batas sekarang. Tuduhan Anda tidak berdasar. Saya menggunakan uang pesangon dari perusahaan tempat saya bekerja dulu. Apa salahnya saya membeli makanan yang layak untuk diri saya sendiri?" balas Lin Ye.

"Uang pesangon?" Zhao He tertawa mengejek. "Kau jangan banyak membual. Kalau kamu punya banyak uang pesangon, untuk apa kamu kembali ke desa miskin ini dan tinggal di rumah yang hampir rubuh? Pasti ada yang tidak beres denganmu. Aku akan melaporkan hal ini kepada Kepala Desa agar dia memeriksa latar belakangmu."

"Silakan laporkan ke siapa saja yang Anda mau. Kepala Desa Wang adalah orang yang bijak, dia tidak akan termakan omong kosong orang yang iri hati seperti Anda," kata Lin Ye tajam. "Sekarang, menyingkir dari jalan saya. Es di daging babi saya bisa mencair kalau saya harus meladeni Anda lebih lama lagi."

Lin Ye menabrakkan bahunya dengan sengaja ke bahu Zhao He, memaksa pria paruh baya itu menyingkir. Zhao He hampir terjatuh ke belakang. Dia menatap punggung Lin Ye yang berjalan menjauh dengan gigi gemeretak menahan marah.

"Sombong sekali anak itu. Kita lihat saja nanti. Aku jamin kamu tidak akan bisa menanam apa pun di tanah mati itu. Semua uangmu akan habis sia-sia," teriak Zhao He dari kejauhan.

Lin Ye tidak menoleh dan terus berjalan memasuki pekarangan rumahnya. Dia menutup gerbang kayu itu rapat-rapat.

"Orang tua itu benar-benar tidak bisa melihat orang lain senang sedikit pun," batin Lin Ye sambil menggelengkan kepalanya. "Tapi biarkan saja. Semakin dia marah, semakin aku termotivasi untuk membuat ladang ini sukses besar."

Klak.

Lin Ye membuka pintu rumahnya dan meletakkan semua barang belanjaannya di atas meja makan kayu yang sudah dia bersihkan debunya tadi pagi sebelum berangkat. Dia menyalakan kompor minyak tanah kuno yang dia temukan di dapur, menanak nasi, dan menumis sebagian daging babi segar itu dengan bumbu sederhana.

Dalam waktu kurang dari setengah jam, aroma gurih tumis daging memenuhi ruangan kecil itu. Perut Lin Ye berbunyi nyaring. Dia duduk di kursi kayu dan makan dengan sangat lahap. Setelah bertahun-tahun selalu makan makanan cepat saji atau bekal dingin di meja kantor, masakan sederhana yang masih panas ini terasa seperti hidangan restoran bintang lima.

Nyam. Nyam.

"Ah, ini baru yang namanya hidup," gumam Lin Ye setelah menghabiskan suapan terakhirnya. Dia meminum segelas air putih, merasa sangat puas.

Setelah membersihkan piring, Lin Ye duduk bersandar di kursinya. Suasana rumah sangat tenang. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk mempelajari sistem ini lebih jauh. Dia memusatkan pikirannya dan memanggil sistem.

"Sistem, buka antarmuka utama."

Sring.

Layar cahaya hijau transparan itu kembali muncul melayang di depan wajahnya.

Nama Pengguna: Lin Ye

Level Sistem: 1 (Tahap Pemula)

Saldo Koin Alam: 60 Koin

Uang Tunai: 800 Yuan

Status Pohon Ajaib: Stabil

"Kemarin malam aku mendapatkan hadiah pembukaan Toko Sistem Level 1. Sistem, buka menu Toko sekarang," perintah Lin Ye secara lisan.

Tampilan layar hijau itu berkedip sejenak, lalu berubah menjadi deretan kotak-kotak yang menampilkan berbagai gambar barang beserta harganya. Semuanya terlihat seperti katalog belanja online. Lin Ye mencondongkan tubuhnya ke depan, matanya berbinar antusias membaca daftar barang yang tersedia.

Toko Sistem Level 1:

Benih Lobak Putih Giok (10 Koin Alam)

Deskripsi: Lobak yang sangat renyah dan manis. Waktu pertumbuhan normal 10 hari. Tahan terhadap hama tanah biasa.

Benih Tomat Matahari Terbit (15 Koin Alam)

Deskripsi: Tomat merah menyala yang mengandung energi kehangatan ringan. Mengonsumsinya dapat mengusir hawa dingin dari tubuh dan menyembuhkan flu. Waktu pertumbuhan normal 14 hari.

Pupuk Tulang Bumi Kelas Bawah (20 Koin Alam)

Deskripsi: Pupuk ajaib yang terbuat dari sari pati mineral bumi. Satu kantong cukup untuk menggemburkan tanah seluas 4x4 meter secara permanen menjadi lahan kualitas kelas menengah.

Pagar Angin Penolak Hama (30 Koin Alam)

Deskripsi: Artefak pertahanan ladang sekali pakai. Jika ditanam di empat sudut lahan, akan menciptakan penghalang tak kasat mata yang menghalangi serangga, tikus, dan hewan liar kecil memasuki area seluas 5x5 meter. Bertahan selama satu bulan kalender.

"Luar biasa. Barang-barang ini benar-benar tidak masuk akal jika ada di dunia nyata," kata Lin Ye dengan nada takjub.

"Benih tomat yang bisa menyembuhkan flu? Jika aku menjualnya ke orang kaya di kota saat musim dingin, mereka pasti rela membayar mahal," batin Lin Ye, insting bisnisnya kembali menyala. "Tapi yang paling aku butuhkan saat ini adalah mengamankan panenku dan memperluas lahan yang layak tanam."

Dia melihat saldo koinnya. Enam puluh koin. Jika dia tidak berhati-hati membelanjakannya, dia tidak akan punya cadangan untuk keadaan darurat.

"Sistem, aku ingin membeli dua bungkus Benih Tomat Matahari Terbit dan satu Pagar Angin Penolak Hama," ucap Lin Ye membuat keputusan.

1
SENJA
hadeeeh bulshit semua 🤮
Jeffie Firmansyah
keren semangat suka cerita nya
Jeffie Firmansyah
terimakasih Thor saya sdh baca hingga selesai, ceritanya bagus , dengan genre yg berbeda, pada novel 2 , yg lain... sehat selalu Thor 💪💪💪💪
Yui: terimakasih banyak kak sudah membaca sampai selesai, maaf klo banyak kesalahan dalam penulisannya, dan mungkin bisa baca juga novel author yang lain😊😊😊
total 1 replies
Endro Budi Raharjo
tanamannya gak jelas.... cm panen sekali bubar ganti lg...
Memyr 67
𝗉𝖺𝗅𝗂𝗇𝗀 𝗆𝖾𝗅𝗈𝗇 𝗓𝖺𝗆𝗋𝗎𝖽𝗇𝗒𝖺 𝖼𝗎𝗆𝖺 𝗌𝖺𝗍𝗎 𝗂𝗍𝗎 𝖺𝗃𝖺. 𝗅𝗂𝗇 𝗒𝖾 𝗄𝖺𝗇 𝗌𝗂𝗌𝗍𝖾𝗆 𝖻𝖾𝗋𝖼𝗈𝖼𝗈𝗄 𝗍𝖺𝗇𝖺𝗆𝗇𝗒𝖺, 𝗌𝖾𝖽𝗂𝗄𝗂𝗍 𝗌𝖾𝖽𝗂𝗄𝗂𝗍, 𝖽𝗂𝖼𝗈𝖻𝖺 𝗌𝖾𝗆𝗎𝖺.
Memyr 67
𝖽𝗂 𝗍𝖾𝗇𝗀𝖺𝗁 𝖽𝖺𝗇𝖺𝗎 𝖺𝖽𝖺 𝗉𝗎𝗅𝖺𝗎? 𝗈𝗐 𝗂𝗍𝗎 𝖽𝖺𝗁 𝗇𝗒𝖺𝗆𝗉𝖾 𝖽𝖺𝗇𝖺𝗎 𝗍𝗈𝖻𝖺 𝖻𝖾𝗋𝖺𝗋𝗍𝗂 🤣🤣🤣
Memyr 67
𝖽𝗂 𝖼𝗁𝗂𝗇𝖺, 𝗌𝖺𝗒𝗎𝗋 𝖻𝖾𝗇𝗂𝗇𝗀 𝖽𝗂𝗇𝖺𝗆𝖺𝗄𝖺𝗇 𝖽𝗎𝗉 𝗃𝗎𝗀𝖺 𝗒𝖺? 𝗄𝖺𝗅𝖺𝗎 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗂𝗇𝖽𝗈𝗇𝖾𝗌𝗂𝖺, 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝖺𝖽𝖺 𝖽𝖺𝗀𝗂𝗇𝗀𝗇𝗒𝖺 𝗂𝗍𝗎 𝗌𝖺𝗒𝗎𝗋 𝖻𝖾𝗇𝗂𝗇𝗀, 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗌𝗎𝗉.
Memyr 67
𝗌𝖺𝗐𝗂 𝖼𝖺𝗆𝗉𝗎𝗋 𝗆𝖾𝗅𝗈𝗇? 𝖺𝗉𝖺 𝗋𝖺𝗌𝖺 𝖽𝖺𝗎𝗇 𝗌𝖺𝗐𝗂𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗌𝖾𝗉𝖾𝗋𝗍𝗂 𝗆𝖾𝗅𝗈𝗇?
Reyzz: melonnya yang rasa sawi kak😭
tergantung genetik sih, kalo dominan melonnya ya sawi rasanya melon, kalo dominan sawi ya melon rasa sawi
total 1 replies
Memyr 67
𝗌𝖾𝗎𝗉𝗎 𝗐𝖺𝗇 𝗃𝗂𝗇 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗉𝖺𝖽𝖺 𝗌𝖺𝖽𝖺𝗋 𝖽𝗂𝗋𝗂, 𝗆𝖾𝗇𝗀𝗀𝗎𝗇𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗍𝗎𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗎𝗇𝗍𝗎𝗄 𝗆𝖾𝗇𝖾𝗄𝖺𝗇 𝗐𝖺𝗇𝗃𝗂𝗇 𝖽𝖺𝗇 𝖺𝗒𝖺𝗁𝗇𝗒𝖺, 𝗉𝖺𝖽𝖺𝗁𝖺𝗅 𝗉𝖺𝗋𝖺 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀𝗍𝗎𝖺 𝗆𝖾𝗋𝖾𝗄𝖺 𝖽𝗂𝗍𝖾𝗄𝖺𝗇 𝖻𝖺𝗅𝗂𝗄, 𝗀𝖾𝗅𝖺𝗀𝖺𝗉𝖺𝗇, 𝖻𝖾𝗇𝖺𝗋 𝖻𝖾𝗇𝖺𝗋 𝗌𝖾𝗄𝖾𝗅𝗂𝗆𝗉𝗈𝗄 𝗆𝖺𝗇𝗎𝗌𝗂𝖺 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁. 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗆𝗂𝗄𝗂𝗋
Memyr 67
𝗍𝖾𝗋𝗇𝗒𝖺𝗍𝖺, 𝗉𝖺𝗋𝖺 𝗉𝖾𝗍𝗂𝗇𝗀𝗀𝗂 𝗁𝗈𝗍𝖾𝗅 𝗀𝗋𝖺𝗇𝖽 𝗒𝗎𝗌𝗁𝖺𝗇 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁 𝗒𝗀 𝖻𝖾𝗋𝗉𝗂𝗄𝗂𝗋𝖺𝗇 𝗌𝖾𝗆𝗉𝗂𝗍. 𝗉𝖺𝗇𝗍𝖺𝗌 𝖺𝗃𝖺 𝖽𝗂𝗋𝖾𝗆𝖾𝗁𝗄𝖺𝗇 𝗈𝗅𝖾𝗁 𝗀𝗋𝗎𝗉 𝗄𝗎𝗅𝗂𝗇𝖾𝗋 𝗅𝖺𝗇𝗀𝗂𝗍
Memyr 67
𝖻𝖺𝗋𝗎 𝗌𝖾𝗇𝖾𝗇𝗀 𝗌𝖾𝗇𝖾𝗇𝗀 𝖽𝖺𝗉𝖺𝗍 𝖽𝗎𝗂𝗍 𝗋𝖺𝗍𝗎𝗌𝖺𝗇 𝗋𝗂𝖻𝗎 𝗒𝗎𝖺𝗇, 𝖽𝖺𝗁 𝗍𝖾𝗀𝖺𝗇𝗀 𝗅𝖺𝗀𝗂.
Memyr 67
𝗉𝖺𝗋𝖺 𝗌𝖾𝗉𝗎𝗉𝗎 𝗐𝖺𝗇𝗃𝗂𝗇 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁. 𝖺𝗉𝖺 𝗒𝗀 𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗋𝖾𝗄𝖺 𝖽𝖺𝗉𝖺𝗍 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗀𝗋𝗎𝗉 𝗄𝗎𝗅𝗂𝗇𝖾𝗋 𝗅𝖺𝗇𝗀𝗂𝗍, 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝖺𝖽𝖺 𝖺𝗉𝖺 𝖺𝗉𝖺𝗇𝗒𝖺 𝖽𝗂𝖻𝖺𝗇𝖽𝗂𝗇𝗀𝗄𝖺𝗇 𝖺𝗉𝖺 𝗒𝗀 𝖺𝗄𝖺𝗇 𝖽𝗂𝖽𝖺𝗉𝖺𝗍 𝗀𝗋𝗎𝗉 𝗄𝗎𝗅𝗂𝗇𝖾𝗋 𝗅𝖺𝗇𝗀𝗂𝗍. 𝗄𝖾𝗁𝖺𝗇𝖼𝗎𝗋𝖺𝗇 𝗀𝗋𝖺𝗇𝖽 𝗒𝗎𝗌𝗁𝖺𝗇, 𝗒𝗀 𝖻𝖾𝗋𝖺𝗋𝗍𝗂 𝗄𝖾𝗁𝖺𝗇𝖼𝗎𝗋𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗋𝖾𝗄𝖺 𝗌𝖾𝗆𝗎𝖺. 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝗉𝖺𝗋𝖺 𝖺𝗇𝗀𝗀𝗈𝗍𝖺 𝖽𝖾𝗐𝖺𝗇 𝗅𝖾𝖻𝗂𝗁 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁. 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝖽𝗂𝗍𝖾𝗄𝖺𝗇 𝗈𝗅𝖾𝗁 𝗉𝖺𝗋𝖺 𝗌𝖾𝗉𝗎𝗉𝗎 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁 𝗐𝖺𝗇𝗃𝗂𝗇.
Memyr 67
𝗍𝖾𝗀𝖺𝗇𝗀 𝗅𝖺𝗀𝗂
Memyr 67
𝗉𝖾𝗍𝖺𝗇𝗂 𝗎𝖽𝗂𝗄 𝗒𝖺? 𝗅𝗈𝗇𝗀 𝗐𝖾𝗂 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁 𝖽𝖺𝗇 𝖼𝖾𝗋𝗈𝖻𝗈𝗁 𝗀𝗂𝗍𝗎, 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝗉𝖾𝗆𝗂𝗆𝗉𝗂𝗇 𝖽𝗎𝗇𝗂𝖺 𝖻𝖺𝗐𝖺𝗁. 𝗅𝗈𝗅
Memyr 67
𝗉𝖾𝗍𝖺𝗇𝗂 𝗎𝖽𝗂𝗄? 𝗍𝗎𝗇𝗀𝗀𝗎 𝗌𝖺𝗃𝖺, 𝗌𝗂𝖺𝗉𝖺 𝗒𝗀 𝗅𝖾𝖻𝗂𝗁 𝗎𝖽𝗂𝗄. 𝗅𝗈𝗇𝗀 𝗐𝖾𝗂 𝗉𝗎𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝖻𝗎𝖺𝗁, 𝖼𝗎𝗆𝖺 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗆𝖾𝗇𝗀𝖺𝗇𝖽𝖺𝗅𝗄𝖺𝗇 𝗈𝗍𝗈𝗍, 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝖺𝖽𝖺 𝗈𝗍𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺.
Memyr 67
𝖺𝗄𝗎 𝖼𝗎𝗆𝖺 𝖻𝖺𝖼𝖺 𝖺𝗃𝖺, 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝗂𝗄𝗎𝗍 𝗌𝖾𝗌𝖾𝗄 𝗇𝖺𝗉𝖺𝗌
Memyr 67
𝖾𝗉𝗂𝗌𝗈𝖽𝖾 𝗆𝖾𝗇𝖾𝗀𝖺𝗇𝗀𝗄𝖺𝗇
Memyr 67
𝖻𝗎𝖺𝗒𝖺 𝖻𝗎𝗇𝗍𝗎𝗇𝗀 𝗆𝖾𝗇𝖽𝖾𝗄𝖺𝗍𝗂 𝗍𝖺𝗋𝗀𝖾𝗍
Memyr 67
𝗍𝖾𝗀𝖺𝗇𝗀
Memyr 67
𝗆𝖺𝗍𝖺 𝖺𝗂𝗋 𝗄𝗈𝗄 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝖽𝗂 𝖽𝖺𝗅𝖺𝗆 𝖻𝗈𝗍𝗈𝗅?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!