NovelToon NovelToon
God Emperor Zhao Xuan

God Emperor Zhao Xuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Mengubah Takdir / Perperangan
Popularitas:18.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Setelah meninggalkan Planet Vermilion, Zhao Xuan, Long Chen & Gu Tianxue menginjakkan kaki di Planet Shenzue sebuah dunia yang menjadi pusat dari Tiga Puluh Tiga alam Immortal Kuno.

Planet Shenzue terbagi menjadi Empat Benua Utama (Timur, Barat, Selatan, dan Utara) yang dikuasai oleh berbagai sekte tingkat puncak, klan kuno, dan kekaisaran raksasa. Lautan Shenzue yang tak berujung dikuasai oleh Ras Laut yang arogan dan tertutup, dipimpin oleh Kaisar Laut dan para keturunan naga airnya. Permusuhan antara kultivator daratan yang serakah dan Ras Laut yang kejam telah berlangsung selama ribuan tahun, menciptakan batas wilayah yang dipenuhi peperangan dan intrik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22: Penghakiman Api Nirwana

Udara di dasar kawah Puncak Gerhana tidak lagi terasa dingin. Padang es abadi yang telah membeku selama ratusan ribu tahun itu kini perlahan mencair, menghasilkan kabut uap air yang tebal.

Sumber panas itu bukanlah matahari, melainkan sosok pemuda yang melangkah pelan di atas salju yang meleleh. Rambut merahnya berkibar lembut, memancarkan cahaya yang membuat warna darah di sekitarnya tampak pucat dan tidak berarti. Setiap langkah yang diambil Zhao Xuan meninggalkan jejak teratai api putih-keemasan di atas tanah.

Avatar Patriark Iblis Darah, yang kini hanya berupa gumpalan daging cacat, merangkak mundur. Kesombongannya sebagai penguasa Setengah Langkah God Emperor telah hancur lebur menjadi teror primordial.

Insting bertahannya berteriak bahwa makhluk berambut merah di depannya ini bukan lagi manusia fana tingkat jenius. Fusi dengan Esensi Phoenix telah mendorong tubuh fisik Zhao Xuan melampaui batas belenggu dunia fana, menyentuh tepi dari Fisik Dewa Sejati.

"T-Tunggu... Zhao Xuan... Tuan Zhao!" Suara sang Patriark bergetar hebat, mencoba memohon. Darah hitam menetes dari bibirnya yang hancur. "Kau telah menghancurkan Kualiku! Kau telah membunuh pasukanku! Jika kau menghancurkan Avatar ini, fondasi kultivasi tubuh asliku di Benua Tengah akan rusak parah! Biarkan aku pergi, dan Klan Iblis Darah akan bersumpah untuk tidak pernah melangkah ke Benua Utara lagi!"

Zhao Xuan berhenti melangkah. Jarak di antara mereka hanya tersisa tiga tombak.

Mata Zhao Xuan, yang kini dihiasi lingkaran emas di sekitar pupil hitamnya, menatap lurus menembus jiwa sang Patriark. Tidak ada amarah yang meledak-ledak. Yang ada hanyalah ketenangan.

"Meninggalkan musuh yang masih bernapas adalah benih dari siklus karma yang menjemukan," ucap Zhao Xuan datar. "Kau merampas jutaan nyawa untuk memperpanjang umurmu, namun saat kematian menatap matamu sendiri, kau mengemis layaknya anjing liar. Hati Dao-mu sungguh menjijikkan."

Sang Patriark menggertakkan giginya. Ia tahu permohonannya sia-sia. Di dunia kultivasi, kebaikan hati kepada musuh adalah bentuk bunuh diri yang paling konyol.

"Jika aku harus mati, maka aku akan menyeretmu ke bersamaku!"

Dalam keputusasaan terakhirnya, Patriark Iblis Darah membakar seluruh sisa Esensi Darah Jantungnya. Gumpalan tubuhnya meledak menjadi ribuan panah darah yang sangat beracun, melesat dari segala arah dengan kecepatan yang mengoyak batas dimensi, mengunci setiap titik vital Zhao Xuan.

"Teknik Kutukan: Hujan Kematian!"

Serangan ini cukup untuk membunuh sepuluh ahli God King Puncak secara bersamaan.

Namun, Zhao Xuan bahkan tidak mengangkat Pedang Kaisar Ketiadaannya. Ia hanya menutup matanya dengan tenang, merasakan kehangatan Phoenix yang berdetak searah dengan jantungnya.

"Api Nirwana tidak membakar untuk menghancurkan," bisik Zhao Xuan, mengangkat tangan kanannya dengan telapak terbuka ke arah hujan panah darah tersebut. "Ia membakar untuk mengembalikan segala sesuatu ke titik nol."

"Teknik Primordial: Teratai Pemurnian."

Sebuah pusaran api berwarna putih bersih dengan tepian merah mekar dari telapak tangan Zhao Xuan.

WUSSSSH!

Ribuan panah darah beracun tingkat dewa itu, saat menyentuh cahaya dari api tersebut, tidak meledak atau memantul. Mereka menguap begitu saja, berubah menjadi kepulan debu yang tak berbahaya. Hukum Kutukan Darah yang diagungkan sang Patriark dihapus dari tatanan alam semesta, seolah-olah hukum itu tidak pernah tercipta.

"T-TIDAAAK! HUKUM DAOKU... TERBAKAR?!" jerit Avatar Patriark.

Teratai api itu perlahan melayang maju, turun tepat di atas sisa tubuh sang Patriark. Api itu tidak membakar dagingnya dengan kasar. Sebaliknya, ia menembus langsung ke dalam Inti Dewa sang Avatar, membakar benang karma yang menghubungkan wujud inkarnasi ini dengan tubuh aslinya.

"A-ARGGGGHHHH!"

Jeritan penderitaan sang Patriark menggema, membelah langit. Di benak Zhao Xuan, melalui ikatan karma api tersebut, ia bisa merasakan sebuah jeritan lain yang bergema dari jutaan mil jauhnya di Benua Tengah. Tubuh asli Patriark Iblis Darah memuntahkan darah hitam, kultivasinya merosot tajam secara permanen akibat pemotongan jiwa ini.

Dalam sepuluh tarikan napas, Avatar yang pernah menebarkan teror di Puncak Gerhana itu memudar. Tidak ada darah, tidak ada tulang, tidak ada abu yang tersisa. Api Nirwana memurnikan eksistensinya hingga bersih tanpa noda.

Zhao Xuan perlahan menurunkan tangannya. Api di sekelilingnya meredup, menyisakan hawa hangat yang menenangkan.

Ia mendongak menatap langit. Awan badai yang tadinya kelabu dan merah pekat kini mulai terbelah. Cahaya matahari pagi akhirnya menembus masuk, menyinari rambut merahnya yang berkibar pelan.

"Tidurlah yang nyenyak, Sahabat Kecil," gumam Zhao Xuan sambil menyentuh lambang segel emas di tengah dadanya. Ia bisa merasakan kesadaran sang Phoenix kini tertidur lelap di dalam Inti Bintangnya, memulihkan diri dengan menelan Qi Zhao Xuan. Fusi ini permanen, namun jiwa burung suci itu masih hidup di dalam dirinya.

Dengan satu hentakan kaki, tubuh Zhao Xuan melayang perlahan, melesat ke atas meninggalkan dasar kawah yang meleleh.

Di luar kawah, sisa-sisa medan perang Puncak Gerhana dipenuhi oleh kesunyian yang mencekam.

Pasukan faksi pemberontak telah lama musnah oleh pengorbanan kuali, sementara ribuan faksi loyalis Klan Iblis Surgawi di dalam benteng masih terpaku, tidak berani bernapas dengan keras. Formasi Tirai Esensi Kutub Utara telah dihilangkan oleh Gu Tianxue.

Gu Tianxue, Jian Zui, dan Long Chen berdiri di tepi kawah raksasa yang masih mengepulkan uap panas. Hati mereka diliputi ketegangan. Ledakan bunuh diri Han Ye tadi terlalu dahsyat, bahkan untuk standar mereka.

Tiba-tiba, dari dalam uap kabut putih tersebut, sesosok bayangan perlahan melayang naik.

Jantung Gu Tianxue berdetak kencang. Ia segera berlutut dengan satu kaki, menghadap sosok yang baru saja muncul dari dasar neraka.

"Tuan!" seru Gu Tianxue.

Long Chen membelalakkan mata naganya lebar-lebar, rahangnya nyaris jatuh ke salju. Jian Zui menahan napasnya, tangannya yang memegang kendi arak bergetar pelan karena takjub.

Zhao Xuan melangkah di udara dan mendarat di hadapan mereka. Jubah hitamnya yang compang-camping memperlihatkan kulit yang memancarkan kilau dewa. Namun, rambut merahnya yang menyala dan mata yang memiliki lingkaran emaslah yang benar-benar memancarkan tekanan. Itu bukanlah Niat Membunuh, melainkan Otoritas. Otoritas seorang Tiran yang telah menundukkan Kematian itu sendiri.

"B-Bos... rambutmu..." Long Chen menunjuk dengan jari gemetar. "Kau... apakah kau memakan burung itu?!"

Zhao Xuan melirik naga barbar itu dengan pandangan datar. Seringai tipis menghiasi wajahnya.

"Phoenix itu memberiku bulunya agar aku tidak kedinginan mendengarkan omong kosongmu, Naga," jawab Zhao Xuan santai, sebuah bukti bahwa kepribadiannya sama sekali tidak berubah, meski penampilannya telah berevolusi.

Jian Zui tertawa pelan, lalu membungkuk hormat dalam-dalam. "Klan Han dan Iblis Darah... apakah mereka telah diselesaikan, Tuan?"

"Satu menjadi abu, satu lagi kehilangan setengah umurnya," jawab Zhao Xuan, mengalihkan pandangannya ke arah Benteng Puncak Gerhana yang menjulang hitam di hadapannya.

Ribuan anggota Klan Iblis Malam keluar dari gerbang benteng yang hancur. Dipimpin oleh Patriark Gu Cang yang dipapah oleh Gu Yue, mereka melangkah keluar menuju padang salju yang berlumuran darah sisa-sisa pertempuran.

Patriark tua yang kondisinya sangat lemah akibat racun Iblis Darah itu menatap Gu Tianxue, lalu menatap pemuda berambut merah di sebelahnya. Sebagai seorang kultivator tua yang telah melihat perubahan zaman, Gu Cang tahu siapa yang sebenarnya menyelamatkan klan mereka dari kepunahan.

Tanpa mempedulikan statusnya sebagai mantan Penguasa Benua Utara, Patriark Gu Cang melepaskan pegangan Gu Yue. Ia menjatuhkan kedua lututnya ke atas salju, dan menempelkan dahinya ke tanah di hadapan Zhao Xuan.

Melihat Patriark mereka berlutut, Gu Yue dan ribuan tetua serta murid klan lainnya serentak mengikuti, berlutut bersujud di bawah sinar matahari pagi.

"Klan Kuno Iblis Surgawi..." suara Gu Cang bergetar penuh rasa syukur yang mendalam, "...berhutang nyawa dan eksistensi kepada Tuan Yang Mulia. Kebaikan Tuan yang telah membelah langit dan menghancurkan Kuali Darah tidak akan pernah bisa kami balas, meski kami menjadi sapi dan kuda di kehidupan selanjutnya."

Zhao Xuan memandang lautan manusia berpakaian hitam yang bersujud di hadapannya. Di masa lalu, ia mungkin akan menuntut kesetiaan mereka. Namun, setelah menyatu dengan Api Nirwana, pemahamannya tentang kekuasaan telah bergeser. Kekuasaan sejati tidak butuh pengakuan dari mereka yang lemah.

"Berdirilah," suara Zhao Xuan bergema tenang.

Sebuah Niat Yang Murni menyapu seluruh padang salju, mengangkat tubuh Gu Cang dan ribuan kultivator lainnya secara paksa dan lembut. Udara hangat dari Api Nirwana itu tanpa sengaja menyapu tubuh Patriark Gu Cang, seketika membakar habis sisa-sisa Racun Pemakan Jiwa yang selama ini menyiksa organ dalamnya.

Mata Gu Cang membelalak. Wajahnya yang keunguan perlahan kembali mendapatkan rona kehidupan. Penyakit yang divonis tak bisa disembuhkan oleh seluruh tabib Benua Utara, lenyap hanya karena hembusan napas aura pemuda ini!

"Tianxue," Zhao Xuan menoleh ke arah pengawalnya. "Urusan keluargamu telah selesai. Pengkhianat telah mati. Rumahmu aman."

Gu Tianxue menunduk hormat. Mata hitamnya memancarkan tekad yang tajam bagai pedang. "Rumah Tianxue bukanlah di benteng ini, Tuan. Rumah saya adalah di dalam bayangan Anda. Di mana pun Anda melangkah, pedang Iblis Malam akan membukakan jalan untuk Anda."

Zhao Xuan tersenyum. Sebuah senyuman tiranik yang menggetarkan langit.

Ia menoleh ke arah selatan, ke luar dari batas Benua Utara yang beku, menatap menembus cakrawala menuju pusat dunia Planet Shenzue.

"Kita telah menghabiskan cukup waktu bermain di pinggiran benua ini," ucap Zhao Xuan, suaranya mengandung antisipasi pertempuran yang lebih masif. "Klan Han dan Klan Iblis Darah telah menari terlalu lama di atas panggung mereka. Sudah saatnya kita menuju Benua Tengah... dan meruntuhkan singgasana mereka."

1
eka suci
ngga rela iiihhhh😥
eka suci
duuuuhhh masa si kakek mati sih long Ceng bakal mewek😥
eka suci
makanan mewah 😥 udah lama Zhao xuan ngga berdarah " shenzu emang agak beda🤭
eka suci
si batu kemana tuh ada camilan gratis malah bobo cantik
eka suci
kakek pemabuk jangan kaget ya ,jantung aman kan😄
eka suci
bantu mengarahkan biar ngga mati
eka suci
panggung nya masih dibutuhkan jadi petir nya harus di serap kau kejam Zhao 🤣🤣🤣
saniscara patriawuha.
blarrrrrrrrrr..... sikatttttt epribadiiii...
Xiao Bar
lanjutin
Xiao Bar
lanjut thor
Sang_Imajinasi
Halo Para Reader.
Jika Kalian Suka dengan cerita ini mohon bantuan untuk beri rating bintang dan vote nya.. 🙏 Penilaian kalian sangat berharga bagi author tetap semangat untuk update cerita ini. TERIMA KASIH.... ✌️
Mahyuni Muhyar
Lanjuuuttttt thor 🦾👍🏻
Boo Ceng Li
💪💪💪🔥🔥🔥
Sang_Imajinasi: Terima Kasih Bintang 5 nya 🙏
total 1 replies
eka suci
si batu itu mirip si kerak 🤭 udah si gembul tukang tidur, si burung suka main api sekarang si batu suka makan qi🤣🤣🤣
Sang_Imajinasi: tahan ya ingat sekerak🤭
total 1 replies
eka suci
arogan ngga akan kalah🤣🤣🤣
Agung Curvanord
jooos
Sang_Imajinasi: Terima Kasih Bintang 5 nya 🙏
total 1 replies
Nova Bustomi
lanjutkan update nya Thor
Sang_Imajinasi: siap kak💪💪
total 1 replies
Arinto Ario Triharyanto
mantuaapp Thor😎
Sang_Imajinasi: mantap dong 🤭
total 1 replies
saniscara patriawuha.
gassdddd pollll 5 bintang lagi mang suannnn...
saniscara patriawuha.
gasssssssdddd....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!