NovelToon NovelToon
Isteri Pemberontak :" Aku Tidak Butuh Cinta."

Isteri Pemberontak :" Aku Tidak Butuh Cinta."

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Nikah Kontrak / Diam-Diam Cinta
Popularitas:10.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rosma mossely

Mungkin ada typo di dalamnya,mohon bantu dikoreksi ya Kakak-kaka.🙏😊


Menjalani sebuah pernikahan kontrak??

Jane Alexander sama sekali tidak cemas.Apa itu suami dingin? Keluarga dan Ipar iblis?

Dengan satu kali lambaian tangan,semua menyingkir.

Jane Alexander yang tengah memenangkan pertengkaran, : " Persetan dengan keluarga mu...beri aku uang."

Semua orang, : "...."

Cerita ini menggambarkan cinta dan benci antara Jane Alexander dan Carlos Benjamin.Bagaimana keseruannya...?

Ikuti terus ya.

Like,vote,dan comment.
😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma mossely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27.Mesum.

Mungkin karena Carlos terlalu terburu-buru untuk mencari keadilan bagi Camelia,sehingga dia lupa untuk bertanya tentang keseluruhan ceritanya.

Sekarang, ketika mendengar pembelaan dari Jane,Carlos merasa sedikit malu.

Dia bahkan belum sempat meminta maaf kepada Jane atas tindakannya yang menurunkan Jane sembarangan dijalan.Kini Carlos malah menambah masalah dengan buru-buru menghakimi Jane tanpa tahu kebenarannya.Berpikir demikian,tatapan Carlos tertuju kearah lutut Jane yang terbungkus perban.

Kebetulan,gaun tidur yang Jane gunakan malam ini hanya memiliki panjang sampai diatas lutut.Sehingga betisnya yang bulat dan kencang,serta lututnya yang terluka dapat dilihat dengan jelas.

"Aku...maaf karena membuat mu terluka." Ucap Carlos tiba-tiba.

Jane yang tengah berkacang pinggang setelah melemparkan kalimat pembelaannya tadi,terkejut dan tidak tahu harus merespon bagaimana terhadap permintaan maaf Carlos kepadanya.

"Waktu itu aku terlalu panik,dan memperlakukan mu dengan kasar.Jadi, aku minta maaf dengan tulus."Kata Carlos melanjutkan ucapannya.

Karena sudah seperti ini,Jane juga tidak enak hati jika harus membesar-besarkan masalah.Toh,mereka masih harus bekerja sama dalam pernikahan ini selama tiga bulan kedepan.Jadi,tidak ada salahnya mundur satu langkah.

"Baik,untuk kali ini aku akan memaafkan mu.Tapi tidak ada lain kali.Jika kau memiliki urusan mendesak,sebaiknya tidak usah membawa ku pergi bersama mu." Jawab Jane tegas.

Lagi pula,dia sudah membalas Carlos dengan dua tamparannya.Jane merasa itu sudah cukup.Terlebih karena Carlos secara pribadi meminta maaf kepadanya.

Carlos mengangguk setuju.

Wajahnya tidak lagi semasam sebelumnya.Penilaiannya terhadap Jane meningkat satu tingkat.

Ternyata,jika dilihat dari dekat.Jane bukan hanya cantik,tetapi juga menyenangkan secara pribadi.Dia tidak sekampungan yang dipikiran Carlos.Dia tidak memiliki sifat yang picik,yang akan membuat keributan untuk masalah kecil.Dan juga tahu untuk mundur satu langkah dan tidak menyimpan dendam untuk masalah ini.

Jika itu wanita lain,atau bahkan Camelia yang selalu berpenampilan lembut.Mereka pasti akan menyimpan dendam lama didalam hati mereka.

Contohnya Camelia.

Meskipun dia tidak akan memukul orang lain seperti Jane,tetapi Camelia akan berbisik ditelinganya,mengeluhkan betapa menyedihkannya dirinya dan betapa arogannya orang lain.Sehingga kerap sekali Carlos harus berurusan dengan orang lain demi melampiaskan amarah Camelia.

Sifat keduanya memang sangat bertolak belakang.

Tanpa sadar, Carlos telah membandingkan Camelia dan Jane didalam hatinya.

....

Malam sudah sangat larut,namun Camelia sama sekali belum berniat untuk memejamkan matanya.Dia masih duduk disofa sembari sesekali menatap kearah pintu.

Malam ini Camelia sengaja mengenakan gaun tidur katun yang sedikit terbuka.Dia juga menyemprotkan parfum beraroma lembut keseluruh tubuhnya.Entah sengaja atau tidak,tali gaun tidur itu diikat dengan longgar,sehingga menyebabkan gaun itu sedikit melorot memperlihatkan bahu putihnya yang bulat.

Camelia sama sekali tidak terlihat seperti orang yang tengah sakit.

Tok

Tok

Tok

Tidak lama kemudian,terdengar suara ketukan dipintu.

Camelia yang sudah menantikan kedatangan Carlos sejak tadi,seketika merasa jantungnya berdebar.Dia mencoba merapikan gaunnya agar terlihat terbuka tanpa sengaja,lalu memasang wajah yang cemas dan ketakutan.Setelah merasa puas,barulah Camelia melangkah mendekat kerah pintu.

Ceklek.

Benar saja,tepat didepan pintu,Carlos telah berdiri masih dengan seragam kantornya.

"Kakak.." Sapa Camelia dengan lembut.

Dia segera menyingkirkan tubuhnya dari depan pintu,agar Carlos bisa masuk kedalam kamarnya.Entah sengaja atau tidak,Camelia seperti mencondongkan dadanya kedepan,agar Carlos dapat melihat kecantikan tubuhnya.

Namun sayang bagi Camelia,Carlos sama sekali tidak berniat untuk menikmati keindahan tubuhnya.Pikiran Carlos masih terpaku pada kejadian baru saja,yang dialaminya bersama Jane dikamar.

Bahkan telapak tangan Carlos masih kaku akibat sensasi yang sempat dirasakannya walaupun sangat singkat.

Jadi beberapa waktu lalu,sebelum Carlos keluar dari kamar tidur Jane.Carlos sempat berbincang sebentar dengan Jane,mengenai kamarnya yang terlalu polos.

Carlos berjanji akan meminta Pak Will untuk menambah perabot di kamar Jane.

Pada awalnya Jane menolak karena merasa itu hanya akan membuat ruang kamarnya menjadi semakin sempit.Namun karena Carlos tetap memaksa,pada akhirnya Jane setuju.

Carlos yang merasa puas tentu saja senang.Dia juga berjanji akan menyiapkan hadiah permintaan maafnya kepada Jane,dan berjanji untuk tidak mengulangi hal yang sama lagi.

Jane tentu saja tidak akan menolak hadiah yang dijanjikan oleh Carlos,karena Jane yakin pasti hadiah itu mahal.

Dengan perasaan senang,keduanya sepakat untuk berjabat tangan.Sebenarnya tidak ada yang salah dengan berjabat tangan tersebut.Hanya saja,ketika hendak mengulurkan tangannya kearah Jane,tiba-tiba saja kaki Jane tersandung kaki sofa yang tengah diduduki oleh Carlos.Lutut Jane yang sakit,tentu saja tidak akan mampu menahan berat badannya yang sudah condong kedepan.

Melihat hal tersebut,Carlos yang duduk didepannya bermaksud menopang tubuh Jane yang hendak menimpanya.Tapi disinilah masalahnya.

Tepat ketika Carlos berfikir bahwa dia menahan bagian tubuh Jane yang tepat,ternyata Carlos malah menggenggam sesuatu yang seharusnya tidak dia genggam.Keduanya melotot bersamaan.

"Apa yang kau pegang itu?" Tanya Jane dengan gigi terkatup.

Hah.

Carlos melongo bak orang bodoh.Telapak tangannya yang tengah mencengkeram benda lembut dan kenyal tanpa penghalang itu,tanpa sadar meremasnya dengan lembut.

"CARLOS !!!!!"

Bugh.

Jane melayangkan tinjunya ke wajah Carlos.

Karena itu,cengkeraman Carlos pada dada Jane akhirnya terlepas.

"Itu,aku...maaf."

"Keluarrrrrr!"

Dan disinilah Carlos berada sekarang.

Berdiam diri didepan pintu kamar Camelia,dengan tatapan kosong.Kedua tangannya masih dalam posisi mencengkeram.

Tentu saja,Camelia kebingungan melihat Carlos yang tampak linglung didepannya.

"Kak Carlos,ada apa?" Tanya Camelia dengan pelan.

Carlos langsung tersadar.

Dia melihat dimana dia berdiri sekarang,lalu melihat Camelia yang juga tengah menatapnya dengan penuh kekhawatiran.

"Kakak tampak linglung,jadi aku sedikit cemas." Jelas Camelia pelan.

"Tidak apa-apa.Kebetulan ada yang ingin aku katakan kepada mu." Ucap Carlos setelah berhasil mengumpulkan kembali pikirannya yang sempat terpecah.

Camelia segera merasa senang didalam hatinya.Dia tahu jika Carlos baru saja pergi ke kamar Jane,setelah mendengar keluhan darinya.Camelia menjadi tidak sabar untuk mendengar kata-kata penghiburan dari Carlos.Karena dia yakin jika Carlos pasti menegur Jane dengan keras,sebelumnya.

"Kalau begitu,kenapa Kakak tidak masuk dulu.Kebetulan,aku juga baru saja menyiapkan makanan kesukaan Kakak." Kata Camelia dengan antusias.

Karena kebiasaan,dia hendak meraih lengan Carlos dan menggandengnya masuk kedalam kamarnya.

Namun Carlos jauh lebih cepat.Dia menghindari tangan Camelia yang hendak meraih lengannya,dan berbicara dengan nada yang datar.

"Mulai besok,jangan muncul lagi dihadapan Jane dan Ibu.Atau Kau bisa tinggal di apartement ku saja."

Duarrr.

Wajah Camelia mendadak pucat ketika mendengar peringatan dari Carlos.

1
elief
akhirnya terbongkar juga ... semoga secepatnya carlos bucin sama jane😄
elief
lanjut thor, lagi seru itu hehehe
Rosma mossely
Di usahakan ya kak.🙏
elief
lanjut thor, crazy up hehe
EvhaLynn
Cerita Nya Bagus Thor😉😊
ana
lanjut thor
Rosma mossely: Terimaksih kak.🙏
total 1 replies
elief
Luar Biasa ceritanya thor, suka sekali dengan alur ceritanya, semangat terus ya thor💪💪💪
Rosma mossely: 🤭🤭🤭😭🙏
Terimakasih ya kak.
jadi malu
total 1 replies
elief
lanjut thor
Rosma mossely: Tolong kasih ratingnya kak.🤭
Biar saya tahu kekurangan saya..😁😁🙏
total 1 replies
Noveni Lawasti Munte
kalo sampe Jane gampang luluh sama Carlos awas ja tak siram muka Jane pake kopi susu😤
Rosma mossely: Serem amet buk.🙏
🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
ren_iren
suka karakter flowy, galak2 tp perhatian...
Herli Yani
masih kurang badas cewe nya thorr
Rosma mossely: Terimakasih kak, atas dukungan dan saran.
Saya akan terus meningkatkan karakter Jane,agar sesuai dengan ekspetasi para pembaca.Tapi...kita buat dia kuat dan bangkit secara bertahap ya.
Dukung dan ikuti terus kelanjutan ceritanya Kak.😁🤭🙏
total 1 replies
Noveni Lawasti Munte
si mawar ditamatin dlu Thor....Jane jngan gampang baper dong telan ja semua mentah2 jgan pake hati
Rosma mossely: Lagi otw say...🤭🙏

Karakter Jane nya secara bertahap tumbuhnya ya.😁
Terimakasih buat semua masukannya.
Dukung terus ya...🙏
total 1 replies
Herli Yani
buat kuat dong thor cewe nya masa lemah bnget gregetan jdi ya aku pengen tak tapol bapak nya
Rosma mossely: Siap boss ku.!!
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!