Seorang Raja Vampir yang kehilangan ratunya di medan perang, lalu menunggu 1000 tahun untuk menemukan reinkarnasi istrinya di dunia manusia. Namun ketika ia menemukannya kembali, sang ratu tidak lagi mengingat masa lalu mereka, sementara ancaman perang antara bangsa vampir dan manusia serigala kembali muncul.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naomihanaaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10 Segel Sang Raja
Malam datang perlahan di desa kecil yang berada di tepi hutan itu.
Langit berubah menjadi biru gelap yang dalam. Bintang-bintang mulai bermunculan satu per satu, berkilau lembut di atas hamparan langit yang luas.
Angin malam berhembus tenang melewati jalan tanah desa.
Beberapa rumah masih menyalakan lampu minyak di jendela mereka. Namun sebagian besar penduduk sudah beristirahat setelah menjalani hari yang panjang di ladang dan pasar.
Desa itu terlihat damai dan sunyi seolah tidak ada bahaya yang mengintai namun, di atas atap sebuah rumah di ujung desa, seorang pria berdiri dalam bayangan matanya tajam menatap ke arah satu rumah tertentu rumah Alana.
Edward berdiri dengan tenang, tangannya terlipat di depan dada ,Ia tidak bergerak sejak beberapa saat yang lalu indra vampirnya menangkap setiap suara yang ada di desa.
Suara langkah kaki yang lewat di jalan.
Suara pintu rumah yang ditutup.
Suara percakapan kecil dari dalam rumah-rumah kayu.
Namun yang paling jelas terdengar oleh Edward adalah suara dari rumah Alana.
Suara Alana dan bibinya.
“Alana, besok kau harus pergi lebih pagi ke pasar,” kata bibinya dari dalam rumah.
“Iya, Bibi,” jawab Alana lembut.
“Kita kehabisan gandum. Jangan lupa membeli beberapa karung.”
“Baik.”
Edward memejamkan matanya sesaat.
Suara itu suara yang sudah ia rindukan selama seribu tahun walaupun kini Alana tidak memiliki ingatan tentang masa lalunya suara itu masih terdengar sangat familiar bagi Edward.
Beberapa saat kemudian suara langkah kaki terdengar dari dalam rumah lampu minyak dipadamkan rumah itu kini tenggelam dalam kegelapan.
Alana sudah tidur Edward masih berdiri di tempatnya tatapannya lembut Namun jauh di dalam hatinya, ia tahu keadaan tidak akan tetap damai seperti ini selamanya.
Indra vampirnya tiba-tiba menangkap sesuatu.
Sebuah aura mendekat.
Cepat Namun tidak bermusuhan.
Edward tidak bergerak ia hanya menunggu.
Beberapa detik kemudian sebuah bayangan muncul di ujung jalan desa.
Sosok itu bergerak dengan sangat cepat, hampir seperti bayangan yang meluncur di antara kegelapan malam Namun ketika sosok itu mencapai halaman rumah Edward, ia berhenti.
Ia langsung berlutut.
“Yang Mulia.”
Edward turun dari atap rumah dalam satu gerakan ringan.
Ia mendarat di tanah tanpa suara.
“Herry.”
Herry tetap berlutut dengan kepala sedikit tertunduk ia terlihat baru saja melakukan perjalanan jauh Pakaiannya sedikit kotor oleh debu hutan Namun ekspresinya serius.
“Saya mohon maaf datang tanpa pemberitahuan, Yang Mulia.”
Edward mengangkat satu alis tipis.
“Jika kau datang sejauh ini malam-malam, berarti ada sesuatu yang penting.”
Herry mengangguk pelan
“Benar.”
Edward berjalan beberapa langkah menjauh dari rumah agar percakapan mereka tidak terdengar oleh manusia Angin malam bergerak pelan di antara pepohonan.
“Katakan.”
Herry menarik napas sebentar sebelum berbicara.
“Raja Serigala… sudah mengetahui tentang reinkarnasi Ratu.”
Suasana malam terasa sedikit lebih berat.
Namun Edward tidak menunjukkan reaksi terkejut tidak ada perubahan di wajahnya.
Seolah ia sudah mengetahui kabar itu bahkan sebelum Herry mengatakannya.
Herry memperhatikan rajanya dengan sedikit heran.
“Anda tidak terkejut?”
Edward menatap ke arah hutan yang gelap di kejauhan.
“Aku sudah memperkirakannya.”
Herry sedikit mengernyit.
Edward melanjutkan dengan tenang.
“Bangsa serigala telah mengawasi wilayah ini sejak lama.”
“Dan sejak para vampir mulai bergerak di hutan…”
Edward berhenti sejenak.
“Raja Serigala pasti akan menyadarinya.”
Herry mengangguk.
“Itu benar.”
Ia kemudian berkata lagi dengan nada lebih serius.
“Kami juga melihat beberapa serigala di hutan.”
“Mereka belum mendekati desa.”
“Tapi mereka jelas sedang mengawasi.”
Edward tidak terlihat khawatir ia hanya berdiri diam sambil memandang desa yang tenang.
Beberapa saat kemudian ia berkata,
“Berapa banyak?”
“Sekitar delapan,” jawab Herry.
“Namun mereka hanya pengintai.”
Edward tersenyum tipis.
“Tentu saja.”
“Raja Serigala tidak akan bergerak sembarangan.”
Herry kemudian berkata lagi,
“Yang Mulia… jika Raja Serigala sudah mengetahui tentang reinkarnasi Ratu…”
“maka kemungkinan besar mereka akan mencoba menculiknya.”
Edward menatapnya.
Tatapannya berubah sedikit lebih dingin.
“Mereka tidak akan berhasil.”
Herry langsung menundukkan kepala.
“Tentu saja.”
Namun ia tetap bertanya,
“Apakah Anda memiliki rencana?”
Edward memandang ke arah rumah Alana sekali lagi Gadis itu sedang tidur tanpa mengetahui apa pun tanpa mengetahui bahwa dirinya adalah reinkarnasi Ratu Vampir.
Tanpa mengetahui bahwa banyak makhluk berbahaya mulai mengincarnya.
Edward akhirnya berbicara.
“Mulai malam ini desa ini akan berada di bawah perlindunganku.”
Herry sedikit mengangkat kepalanya.
“Yang Mulia…?”
Edward berjalan ke tengah jalan desa.
Langit malam berada tepat di atasnya.
Ia mengangkat tangannya perlahan.
“Aku akan menyegel desa ini.”
Herry terdiam.
Ia tahu betapa kuatnya mantra itu.
Itu adalah sihir kerajaan vampir yang sangat kuno Jarang sekali digunakan.
Edward menatap langit malam.
“Selama gadis itu berada di desa ini…”
“tidak ada makhluk dari bangsa mana pun yang bisa menyentuhnya.”
Herry bertanya,
“Dan jika dia keluar desa?”
Edward menjawab dengan tenang.
“Maka perlindungan itu tidak berlaku.”
Herry mengerti sepenuhnya arti kalimat itu.
Edward tidak ingin Alana keluar dari desa.
Karena dunia di luar terlalu berbahaya.
Edward mengangkat tangannya lebih tinggi.
Aura gelap yang sangat kuat mulai keluar dari tubuhnya.
Udara di sekitar mereka berubah.
Angin berputar perlahan.
Tanah bergetar sangat halus.
Herry mundur beberapa langkah.
Ia bisa merasakan kekuatan besar yang keluar dari tubuh rajanya.
Edward mulai mengucapkan mantra kuno bangsa vampir Bahasa itu sangat tua.
Bahkan sebagian besar vampir tidak lagi memahaminya.
Namun kekuatan yang terkandung di dalamnya sangat besar.
Simbol-simbol sihir muncul di udara.
Mereka bercahaya merah gelap.
Simbol-simbol itu mulai berputar di sekitar Edward seperti lingkaran energi.
Angin malam semakin kuat.
Langit di atas desa mulai berubah.
Awan gelap bergerak membentuk lingkaran besar.
Simbol-simbol sihir itu kemudian terbang ke segala arah.
Mereka meluncur melewati rumah-rumah desa Melewati ladang Melewati jalan tanah.
Kemudian menyebar membentuk lingkaran raksasa yang mengelilingi seluruh desa.
Di kejauhan…
beberapa serigala yang berada di dalam hutan tiba-tiba berhenti bergerak.
Salah satu dari mereka menggeram pelan.
“Kalian merasakan itu?”
Serigala lain mengangguk.
“Aura vampir…”
Namun aura itu bukan aura vampir biasa.
Itu adalah aura seorang raja.
Sang Raja Serigala yang berdiri di antara mereka menatap ke arah desa dengan tajam.
“Raja Vampir…”
Ia bisa merasakan kekuatan besar yang sedang digunakan.
Sementara itu di desa…
Edward terus mengucapkan mantranya.
Simbol-simbol sihir itu akhirnya menyatu membentuk sebuah perisai energi yang tak terlihat.
Perisai itu menyelimuti seluruh desa.
Tidak ada manusia yang bisa melihatnya.
Namun makhluk supernatural akan langsung merasakannya.
Edward akhirnya menurunkan tangannya.
Aura gelap perlahan mereda.
Angin malam kembali tenang.
Namun segel itu tetap ada.
Kuat.Tak terlihat.
Herry menatap desa dengan kagum.
“Segelnya sempurna, Yang Mulia.”
Edward hanya menatap rumah Alana.
“Sekarang desa ini berada di bawah perlindunganku.”
Herry bertanya,
“Apakah Raja Serigala bisa menembusnya?”
Edward menjawab tanpa ragu.
“Tidak.”
Ia kemudian melanjutkan dengan suara lebih pelan.
“Selama Alana tetap berada di dalam desa…”
“tidak ada yang bisa menyentuhnya.”
Angin malam kembali berhembus lembut.
Namun Edward menambahkan satu kalimat lagi.
“Namun jika dia melangkah keluar…”
tatapannya berubah tajam.
“…aku tidak bisa menjamin keselamatannya.”
Herry menundukkan kepala.
“Saya mengerti.”
Edward kembali memandang desa yang sunyi.
Malam itu…tanpa diketahui oleh para penduduk desa seluruh wilayah mereka telah disegel oleh kekuatan Raja Vampir.Dan di rumah kecil di tengah desa…Alana tidur dengan tenang.
Tanpa mengetahui bahwa dunia di sekelilingnya mulai dipenuhi oleh bayangan perang.