Kisah seorang anak gadis yang melarikan diri ke negri Jiran Malaysia untuk jadi TKW,
perjalanan panjang dan penuh perjuangan, hingga bertemu dengan seorang pria
penasaran kan yuk simak kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mia Putry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
H-8
Alex dan Ais cuek saja dengan keadaan Juwita. Karena Ais tahu Juwita seperti itu untuk merayu Alex.
Namun Alex bergeming, mereka berdua masuk kamar tanpa menoleh kearah Juwita.
Sedangkan Husna tertawa terbahak-bahak melihat itu.
Hahahaha Hahahahahh
" Apa lihat lihat " tanya Juwita sambil melotot tajam
" Ko pulang saja . Tidak terima tamu yang kegatalan dirumah ini. " Kata Husna menohok.
" Awas saja nanti, saya tidak terima di perlakukan seperti ini " ucapnya sambil berdiri dan keluar dari rumah dengan menghentakkan kakinya.
" Ayah hanya bisa geleng-geleng kepala melihat itu Husna" ucap pak Ramli.
" Astaga, ibu dan anak sama saja. ," Gerutu Fuad.
Husna dan pak Ramli pun menoleh kearahnya.
Fuad yang melihat itu pun cepat cepat berkata lagi.
" Ahk tidak ,tidak. Ini tidak seperti yang kalian pikirkan" ucapnya sambil berjalan masuk kedalam kamar.
Fuad tentu tahu arti tatapan itu. Ayah dan adiknya itu pasti menuntut jawaban dari nya.
" Ayah denger kan ucapan kak Fuad tadi?" Tanya Husna
" Hummmm, seperti nya Fuad punya rahasia antara ibunya Juwita dan dirinya hehehe " ucap pak Ramli sambil terkekeh geli
" Kayanya begitu hehehe" Husna pun ikut ikutan terkekeh.
" Ayo kita tidur. Sepertinya anak dan suami mu sudah tidur duluan. Alya dan Adiba kayanya begitu" ucap pak Ramli lau mereka bergegas masuk kekamar masing-masing.
""""
Dirumah Juwita
" Ibu,,, ibu,,," panggil Juwita dengan suara lantang.
" Aih kamu dari mana lagi begitu gayamu?" Tanyanya ketus.
" Dari rumah calon suami " jawabnya cuek.
" Kalau cari suami itu yang kaya " jawabnya datar.
" Ibu tau suaminya Ais ?" Tanyanya pada ibunya
" Oh iya tahu. Waktu hari itu sempat ketemu dipasar. " Jawabnya sambil duduk di sofa ruang tamu.
" Ko tau dia itu ganteng dan juga kaya asal ibu tau" ucapnya dengan mata berbinar.
" Dari mana kamu tau tentang itu?" Tanyanya penasaran.
" Tadi waktu saya pergi bantu bantu sempat ketemu dengan Alex. Kita cerita cerita. Tapi tiba-tiba Ais datang langsung dia tampar saya " ucapnya sambil menunduk sedih.
Sengaja Juwita berkata seperti itu. Karena yakin ibunya akan membalas perlakuan Ais lebih dari itu. Dan berharap ibunya mau membujuk Alex supaya menikah dengan nya. Walaupun harus jadi yang kedua. Pikirannya.
*" Dasar anak itu, tidak diajarkan sopan santun sama sekali. Besok harus minta pertanggung jawaban dari dia. Kalau bisa sekalian kamu minta nikah dengan suami nya itu," ucapnya dengan penuh kemarahan.
' akhirnya.. kamu tidak lepas dariku Alex. Bahkan aku yang akan pisah kan kalian berdua. Lihat saja. ,'
Gumam nya percaya diri
" Iya Bu tapi bagaimana kalau dia tidak setuju Bu?" Tanya Juwita merengek
" Kamu tenang saja. Apa yang tidak bisa ibu lakukan pada mereka. Kamu belum tau ibu siapa ?" Jawabnya jumawa.
" Baiklah. Besok kita kesana. Kalau perlu batalkan pernikahan mereka ibu. " Ucap Juwita.
" Tenang saja. Nanti ibu atur. Malam ini kamu tidur cepat biar besok kamu kelihatan lebih segar. supaya Alex makin tertarik sama kamu. "
" Oke ibu. Saya tidur dulu. "
" Awas saja knu Ramli, Fuad dulu kamu tolak saya jadi menantu. Sekarang kamu tidak akan kubiarkan begitu saja. " Gumannya penuh dendam.
Ibu Juwita pun segera masuk kekamar.
Disana dia membuka album foto
Foto yang sudah kelihatan usang namun masih terlihat jelas siapa di foto itu.
Ibu Juwita pun kembali teringat masa lalu.
Ketika itu dia baru menjadi janda.
Flash back on
Dela adalah ibunya Juwita. Dela seumuran dengan Fuad. Namun dela menikah dengan mantan suaminya ketika masih berusia belia.
Pernikahan mereka tidak berlangsung lama.
Karena dela , ibunya Juwita diceraikan oleh suaminya. Dengan alasan tidak jelas.
Dela hanya bisa menerima begitu saja. Ternyata dela diceraikan karena suaminya menikah lagi.
Dela kembali kerumah orang tuanya dalam keadaan hamil Juwita.
Disana dela bingung harus bagaimana.
Lalu dia berkenalan dengan Fuad. Yang kebetulan posisi rumah mereka berdekatan.
Fuad yang saat itu , masih sekolah mau berteman dengan dela. Hari hari mereka lewati. Dan Juwita kini merasa nyaman dengan kedekatan mereka.
Semua perhatian Fuad , membuat dela merasa bahwa Fuad jatuh cinta padanya.
Ketika Juwita lahir dan berusia tiga bulan.
Dela memberanikan diri untuk mengatakan perasaannya.
" Fuad, terimakasih atas semuanya kebaikan kamu_ "ucap dela suatu hari.
" Ahk kita ini teman jadi wajar kalau saya baik sama kamu. " Ucap Fuad santai
," Fuad apa selama kita dekat ini ,tidak ada perasaan mu sama saya ,?" Tanya dela hati hati.
," Ada perasaan nyaman berteman dengan kamu. Oh iya kebetulan hari ini say mau kenalin seseorang. " Ucap Fuad lagi.
" Ohh, Fuad kalau boleh saya jujur saya suka sama kamu. Dan saya rasa kamu juga suka sama saya. Bagaimana kalau kamu jadi ayah sambungnya Juwita. ?"
.
Mendengar itu Fuad mendadak jadi gamang.
Bagai di sambar petir disiang bolong. Sungguh ini diluar dugaan.
Kedekatan nya dengan Dela karena Memang dia beranggapan bahwa mereka teman. Dan tetangga rumah.
Sungguh Fuad tidak bisa menerima begitu saja.
Lalu dengan berat hati Fuad mengatakan.
," Maaf Dela ,, saya sebenarnya sudah punya pacar. Dan dia juga calon istriku. " Ucap Fuad hati hati takut menyinggung perasaan Dela
Dela begitu terkejut dengan kenyataan itu. Ternyata Fuad menganggap kedekatan mereka selama ini hanya sebagai teman.
Sungguh hancur perasaan Dela ketika itu.
Della pun berdiri dan berkata.
" Mulai hari ini kamu tidak usah datang lagi disini. Karena mulai hari ini kamu bukan temanku lagi. Sekarang keluar dari rumah saya. ,Dan saya berjanji kamu tidak pernah bahagia dengan pilihan kamu. Ingat itu " ucapnya sambil menangis.
Flash back end
Hanya menarik nafas dalam-dalam.
" Akhirnya tiba waktunya juga untuk membalas perlakuan mu Fuad. Mungkin ini terdengar jahat tapi ini sepadan dengan harga kelakuan mu karena sudah menolak ku waktu itu. " Desis nya dengan sinis.
,"""""
Esok hari.
Keluarga Ais kin sedang bercengkrama di ruang tamu sambi membahas remeh temeh.
Ais dan Alex terlihat sangat antusias.
Karena sebentar lagi acaranya akan segera terlaksana.
" Ais tinggal satu Minggu ini acaranya . Tapi sukur lah sudah siap semua. " Kata pak Ramli.
" Iya ayah , tinggal kita tunggu saja beberapa hal yang belum siap. Katering sudah., Gaun Sudah, baju seragam untuk keluarga sudah,, terakhir tenda sekarang lagi dikerjakan. Berarti kita bisa sedikit lega sambil menunggu acaranya. Kita bisa meluangkan waktu untuk kumpul bersama disini.," Ucap Ais.
" Oh iya kak Alya ,, suaminya kalian kapan datang? Supaya kita bisa kumpul bersama."
Mendengar pertanyaan Ais mereka hanya diam tak menjawab.
Sesungguhnya mereka tidak nyaman untuk berinteraksi dengan Ais. Karena di otak mereka masih saja menggerutu.
Sedan asyik berbincang dari arah luar terdengar suara keributan.
" Ais keluar kamu Ais. ,,,"
Ais yang mendengar itu pun keluar,
Ais pun membuka pintu lebar-lebar. Dan apa yang terjadi di depan matanya ini sungguh pemandangan yang sangat mengejutkan.
" Alex , suami Ais harus menikah dengan Juwita, kalau tidak maka dengan kamu pun tidak boleh menikah. Dan di hari pernikahan kalian. Alex harus menikah dengan Juwita lebih dulu,,,,,,,"
" Apa,,,,,,?"