𝐑𝐢𝐳𝐮𝐤𝐢 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐥𝐚𝐧𝐢 𝐡𝐚𝐫𝐢 𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐢𝐝𝐞𝐧𝐭𝐢𝐭𝐚𝐬 𝐠𝐚𝐧𝐝𝐚. 𝐡𝐚𝐫𝐢-𝐡𝐚𝐫𝐢 𝐧𝐲𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐣𝐚𝐥𝐚𝐧 𝐭𝐞𝐫𝐚𝐬𝐚 𝐛𝐢𝐚𝐬𝐚. 𝐡𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚 𝐝𝐢𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐭𝐞𝐦𝐮 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐰𝐚𝐧𝐢𝐭𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐮𝐛𝐚𝐡 𝐣𝐚𝐥𝐚𝐧 𝐧𝐲𝐚. 𝐝𝐚𝐧 𝐭𝐚𝐤𝐝𝐢𝐫 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐮𝐧𝐠𝐤𝐚𝐩𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐢𝐬𝐢 𝐥𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kazuki Taki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 8 - PESAN PERTAMA
Setelah kejadian sore itu, Malam terasa lebih panjang dari biasanya.
Vhiena duduk bersandar di kepala tempat tidurnya. Lampu kamar dimatikan, ia masih mengingat kejadian sore tadi. Begitu dekat dengan rizuki. Melihat sorot mata nya dan masih mengingat wangi Dari rizuki.
Begitu juga dengan rizuki, dia duduk di meja kerja nya. Terdapat beberapa lembar kertas kerja dan tumpukan Map laporan dari perusahaan nya. Rizuki mengingat kejadian tadi dan tersenyum kecil
cahaya layar ponsel yang menerangi wajah vhiena. Nomor baru itu tersimpan dengan satu nama.
Rizuki.
Ia menggigit bibir bawahnya pelan. "Chat duluan nggak ya…" gumamnya. Ia membuka percakapan dan --Kosong, Tidak ada pesan. "Katanya mungkin..…? "Ia menatap jam.
22.17.
Ponselnya tiba-tiba bergetar. Satu notifikasi masuk.
Jantungnya langsung berdetak cepat.
Rizuki: Kakimu bagaimana?
Sederhana, Tanpa emoji, Tanpa basa-basi Namun cukup membuat napas Vhiena tertahan. Ia membaca ulang pesan itu dua kali Lalu mengetik, Berhenti, Menghapus, Mengetik lagi. Vhiena: Sudah lebih baik. Terima kasih sudah antar tadi.
Balasan datang tidak sampai satu menit.
Rizuki: Pastikan tidak membengkak.
Vhiena tersenyum. "Kaku banget sih orang ini…" ucap nya sambil menggerutu dalam hati. Namun anehnya, ia merasa hangat, Percakapan berlanjut.
Vhiena: Kamu sampai rumah dengan selamat?
Rizuki: Ya.
Hening lagi.
Vhiena memutar mata kecil.
Vhiena: Kamu memang selalu jawab pendek ya?
Tiga titik muncul lalu Menghilang, Muncul lagi.
Rizuki: Aku tidak pandai berbasa-basi.
Vhiena tertawa kecil di kamarnya.
Vhiena: Ya sudah, aku saja yang banyak bicara.
Beberapa menit kemudian.
Rizuki: Tidak masalah.
Jawaban itu singkat , Namun terasa berbeda. Seperti izin.
Di apartemen pusat kota. Rizuki duduk di kursi kerjanya. Ponsel pribadinya berada di tangan. Ponsel kedua—khusus bisnis—tergeletak di meja tanpa disentuh. Untuk malam ini, ia hanya memegang satu peran.
Remaja 18 tahun Bukan CEO. Ia membaca ulang pesan Vhiena, Senyum kecil muncul di sudut bibirnya. "Berisik , tapi.... - ," gumamnya pelan. Ia menyadari satu hal. Ia merasakan kehangatan Ia menunggu balasan. Dan itu bukan sesuatu yang biasa ia lakukan.
Kembali ke kamar Vhiena.
Ayu dan Lala mengirim pesan di grup kecil mereka.
Ayu: Kamu nggak cerita soal cowok itu?
Lala: kalian pernah ketemu lagi belum? sahut lala dalam chat group.
Vhiena langsung menutup notifikasi. Ia tidak membalas. Untuk pertama kalinya, ia menyimpan sesuatu untuk dirinya sendiri. Bukan karena malu. Namun karena rasanya terlalu… pribadi.
Ia kembali ke chat Rizuki.
Vhiena: Kamu suka hujan nggak?
Balasan agak lama kali ini.
Rizuki: Biasa saja.
Vhiena: Aku suka. Hujan bikin semua orang melambat.
Beberapa detik.
Rizuki: Kadang melambat itu perlu.
Kalimat itu membuat Vhiena diam. Bukan jawaban kosong melainkan Ada makna di dalamnya.
vhiena tersenyum dan Percakapan terus berjalan. Tentang sekolah. Tentang pelajaran favorit. Tentang hal-hal kecil yang terasa besar di usia mereka. Tidak ada rayuan, Tidak ada kata manis, Namun ada kenyamanan.
Dan ketika jam menunjukkan pukul 23.48—
Rizuki: Istirahat.
Vhiena: Kamu juga.
Sebelum meletakkan ponsel, Vhiena menatap layar beberapa detik. Rasanya aneh Tapi bahagia dan --Hangat. Ia memeluk bantalnya. "Kenapa cuma chat doang bisa bikin begini sih…"
Di apartemen tinggi itu. Rizuki meletakkan ponsel pribadinya. Ia menatap langit kota dari balik kaca. Untuk pertama kalinya dalam waktu lama— Ia tidak memikirkan angka, Tidak memikirkan ekspansi, Tidak memikirkan Bisnis Hanya memikirkan satu nama.
Vhiena.
Dan entah sejak kapan, Hujan bukan lagi sekadar cuaca.
Tinggal bilang nunggu si dia apa ssh nya si?/Slight/
SMA kls 3, trnyta CEO😌
cnth
"Tuan Rizuki, maaf mengganggu! Saya lihat lampu masih menyala." kata Mira./Smile/
tapi tergantung masing-masing cerita sih, hehehe
kak skip titiknya /Whimper/
Skip titiknya kak. /Bye-Bye/