Ruang posesif...
Velycia amora daneswara adalah seorang mahasiswi cantik di universitas rayaksha yang pindah karena akan menikah dengan seorang mahasiswa bernama kevin Arya alexsa dari universitas ganesha yang terkenal dengan price ice, dia termasuk ketua BEM di universitasnya dan seorang kapten basket. Karena pernikahan mereka disembunyikan banyak dari mahasiswa universitas Ganesha yang menyukai istrinya hal itu membuat kevin frustasi.
episode 8 CSKB
"Calsum! apatuh, calonnya bubur sumsum" ucap velycia yang mendapatkan kata asing itu, raffi yang melihat tingkah adiknya langsung mencubit gemas pipi velycia yang membuat sang empuh kesakitan.
"Auh.. Sakit tau bang" keluh velycia.
"Kamu tuh ya pikirannya makan mulu calsum itu artinya CALON SUAMI paham?" ucap raffi.
"Oh bilang kek dari tadi noh tuh orangnya" ucap velycia menunjuk ke arah kevin yang sedang berjalan.
"dingin bang, kayak lemari es dengan suhu minus dua drajat celcius, beh langsung beku kalo ngomong sama dia mah? "bisik vely kepada raffi. Kevin hanya bisa menggeleng kepalanya saja.
" bang kapan sampai ke negara A? "ucap kevin dan menyalami raffi yang lebih tua dari dirinya. Raffi dan genta abang dari kevin memiliki umur yang sama.
"Vin udah sekitar satu jam yang lalu, tadi pulang bereng sama abang kamu" ucap raffi dan di angguki oleh kevin.
"Kamu mau langsung masuk dulu atau langsung pulang? "
"Ni mau pulang bang takutnya nanti kemalaman"
"Ya sudah, abang juga tidak akan menyita waktumu yang lama, hati hati dijalan dek antar calsummu ke depan"
" dih males lah jalan aja sendiri "
"Adek, tidak boleh gitu cepet anter kevin, kevin lebih cepek lagi loh! dari kamu, kamu aja udah sampai rumah lah kevin belum." tutur raffi menasehati velycia.
"Iya iya ya udah ayok"sambil berjalan keluar arah gerbang.
" kalo gitu kevin balik dulu bang titip salam untuk tante winda sama om alan. "Ucap kevin dan diangguki oleh raffi. kevin pun mengekor velycia
" udah? "Tanya velycia. Dan diangguki kevin lalu masuk ke mobil dan menghidupkan mesin mobilnya langsung tancap gasnya pulang.
" aneh tuh orang bukan pamit sama gue, malah langsung pergi aja dia kira gue pajangan disini tau gitu tidak usah keluar bikin gue kesel aja tuh orang "gerutu vely sambil berjalan memasuki rumahnya.
Tidak terasa hari sudah berganti begitu cepat hari perpindahan vely ke kampus barunya sudah siap dan hari pernikahan juga semakin sudah dekat, yang membuat sahabat vely menangis.
"Huaaa.. vel! gue bakal kangen sama lo" ucap anggi sambil memeluk velycia.
"Gue gak mau lo pindah gue gak mau jauh jauh dari lo " ucap anggi.
"Hei bambang lo harus ngertiin vely dong, diakan mau nikah, ya otomatis harus ikut suaminya, kan gak mungkin nanti suaminya gandengan sama pelakor sedangkan dia punya istri cakep kayak begini kasian tau vely, kaya tertekan sama lo lagiankan kalau kangen kita bisa tuh samperin vely disana, ya ?sekalian refreshing gitu cuci mata ya gak? " tutur ella panjang lebar sambil menggoda ella.
"Emang bener sih ya udah deh gak jadi kangen sama lo nanti libur semester kita kesana mayan juga cari jodoh disana mau tau dapet yang cakep kayak jungkook bts atau jay enhypen"ucap ella.
"kepala lo cari modelan mereka gak sekalian aja nikah sama mereka, kalau tidak lo nikahi semua member itu sesisain gue seokjin ya" ucap velycia sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Ya elah lo mah, udah ada suami juga masa minta seokjin juga mau lo jadikan ape noh orang? "ucap ella.
" ya suami gue lah yang kedua "ucap velycia bangga.
"Enak aja, ni yah gue pun gak berani kali, jadikan tuh orang orang jadi suami gue yang ada kena teror lagi nanti. gue males ah fans mereka nyeremin kan bagusan cari yang kaya mereka" ucap ella sambil mengangkat bahunya ke atas.
"Udah yuk, lo pada ceritanya entah kemana mana bagusan kita nongki yuk di kafe sebrang capek ni gue berdiri di sini aja yang iya aja gue jadi panjang disini" ucap anggi menarik tangan ella dan velycia menuju ke kafe.
Mereka pun masuk ke kafe dan banyak sekali keributan, yang berarti bukan berantem melainkan rasa senang yang berlebihan dari para mahasiswi yang berada di kafe karna mereka melihat rangga bersama teman-temannya sedang duduk disana.
"Gila ya padahal kita gak ngpain-ngapain, fans lo udah pada minta belaian lo merinding gue ga" ucap endrik merinding.
"Halo kak boleh duduk bareng gak? " ucap salah satu mahasiswi.
"Aduh sayang sekali adek manis disini udah ada yang punya kalau mau duduk noh disana pojok bareng bima " ucap wawan sambil menunjuk bangku yang kosong disebelah bima, mahasiswi yang mendengar itu pun menghentakkan kakinya dan meninggalkan mereka.
"Gila ya ga dia masak cewek yang samperin cowok jaman kayak udah terbalik aja dimana tuh harga dirinya untung aja ayang velycia gue gak kayak dia" ucap wawan.
"Eh bujang, enak aja lo bilang velycia ayang lo mau ngerebut dari gue lo"tidak terima endrik
"Enak aja lo ngerebut, lo sama dia aja belum pacaran jadi tidak masalah dong gue klaim itu punya gue " ucap wawan sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Enak aja lo mau.... " Belum siap endrik berbicara sudah potong oleh dika.
"Udah udah lo pada napa sih.. orang yang lo pada suka belum tentu suka sama lo pada, lagian ni yah kalian apa gak kasian sama ni si kulkas rusak ni yang suka sama tuh dedek vely secara diam diam " ucap dika.
"Suruh sapa dia mau mencintai dalam diam yang ada sakit bro " ucap wawan sambil memukul dadanya rangga.
"Tau tu nanti kita kita yang dapat panas llo? timpal endik dan diangguki oleh wawan
"kalau tidak gini aja, bagaimana kalau mau, mari bersaing sehat untuk mendapatkan hatinya dedek vely yang cantik itu" ucap endrik sambil menunjuk ke arah pintu masuk wawan, dika, maupun rangga langsung menoleh dan bener terdapat velycia sedang berjalan ke arah kasir untuk memesan bersama sahabatnya sambil bercanda ria,
"Oke" ucap dika dan wawan serempak.
"Eh lo kok ikutan" ucap endrik menunjuk ke arah dika.
"Ya coba aja kali mana tau vely lebih mau sama gue dari pada kalian" ucap dika enteng yang membuat endrik kesal.
Kembali ke velycia.
Velycia yang asik bercengkrama bersama sahabatnya tidak menyadari bahwasanya dari tadi dirinya jadi perbincangan seorang pemuda yang ada disana sampai anggi menyadari bahwa dimeja tidak jauh dari mereka terdapat rangga duduk bersama teman-temannya sedang menatap mereka.
"Eh vel lo liat deh rombongannya kak rangga liatin lo tuh" ucap anggi sambil menyenggol sikut vely.
"Daebak vel mereka ajak kita gabung sama mereka vel aduh.. gimana ni apa gue udah cantik atau belum mana kaca mana kaca" ucap ella sambil memukul lengan velycia.
"Iss apaan si ell sakit tau lo kayak baru ketemu sama mereka baru semalem aja padahal tiap hari jumpa juga" kesal velycia karna lengannya sakit dipukul oleh ella.
"Ya elah vel lo mah gak tau aja jarang lo kita bisa sama sama meraka, lagian ni ya kita bisa sekalian cucimata melihat kegantengan kak rangga, aaaa.... Sumpah gue seneng banget" ucap anggi sambil melompat lompat kecil kesenangan. Tak berselang lama pesanan mereka pun datang.
"Eh vel kita duduk bareng sama kak rangga ya? "bujuk anggi
"Ogah males gue"tolak velycia
"Oh ayolah vel sekali kali aja"sambung ella
"Sekali kali tapi mintanya berkali kali"
"Gak gue janji ini yang terakhir dah lagian ini hari terakhir lo ketemu sama kak rangga juga emang lo gak kangen nanti? "
"Gak udah ah males gue berdebat sama kalian berdua ya udah ayo"
"Ye asik" serempak anggi dan ella sambil cekikikan mereka di belakang velycia.
"Hai vel udah siap atau masih ada kelas lagi nih? " ucap rangga.
"Hai kak rangga udah abis kelas, makanya kami di kalau tidak ya.. paling ke kantin kayak biasa kakak juga udah abis kelas? " tanya velycia.
"Belum nanti masuk lagi dua sks lagi" ucap rangga. Velycia mengangguk mengerti.
"Oh ya dek vel lo pulang sama siapa abang anterin ya?" pinta wawan.
"tidak usah kak g... "Belum siapa vely ngomong sudah dipotong oleh dika.
" woi woi enak aja lo, tidak ada, biar sama abang aja vel! tidak usah sama buaya ini nanti lo tidak di anter pulang entah di bawa kemana lagi. "Tutur dika tidak terima.
" bangsat lo, lo pikir gue laki apaan? "ucap wawan tidak terima.
" tapi kak.. " belum siap berbicara sudah dipotong oleh endrik
"Udah dek vel tidak usah di belain, lo jangan mau percaya sama mereka berdua, mereka sama sama aja ,lebih aman sama gue atau sama rangga aja nah anak itu lebih aman tuh dari pada sama dua algojo itu" ucap endrik sambil menunjuk ke arah wawan dan dika sampai yang empuh yang ditunjuk itu pun kesal.
"Eh buaya, lo juga sama kayak kita gue lebih tidak percaya lagi jika vely sama lo lebih baik sama rangga aja bener gak wan? " ucap dika. Mereka masih saja bertengkar ingin memperebutkan vely pulang dengan siapa.
"Nih kita kayak melihat perang dunia ke tiga" ucap anggi.
"Iya nggi kira kira judul nya apa ya! kan gak mungkin cinta segitiga, yang rebutin aja banyak "ucap ella sambil berpikir
" emmm ah, gimana kalau kita buat judul pertempuran mengambil hati seorang mahasiswi junior. "Ucap anggi memberikan usul
" bagus itu, padahal mereka tidak tau aja kalau vely abis libur semester panjang ini bakalan pindah plus nikah hihihi...bagaimana ya reaksi orang orang yang memperebutkan vely tahu kalau vely bakal di cantol sama seseorang hihi.."ucap ella sambil cekikikan. Mereka tidak tahu jika mereka diperhatikan oleh semua orang yang ada di sana.
"He..he..he hello sok atuh, lanjutkan lagi " ucap ella dan tidak sadar ada seorang pria menghampiri mereka.
"Dek udah siap yuk pulang? " ucap orang itu sambil menarik tangan velycia yang membuat velycia terkejut.
"Eh a.. " belum siap berbicara tangannya sudah ditarik kembali oleh wawan.
"Woi enak aja lo mau bawa kamana ayang gue? " pekik endrik.
"Bener... " tanya pria asing itu, vely menggeleng sambil melotot ke arah pria itu. Pria itu pun menarik vely dan dihadang oleh wawan, endrik, dika, dan rangga.
"Woi gak bisa gitu bro lo bawa bawa dia, dia ni udah dititipin bokapnya sama gue jadi jangan seenaknya aja lo bawa" geram wawan.
"Wah mau ngajak gelud lo sama-sama kita kita"ucap dika
" sudah sudah jangan cari ribut disini semuanya pada liatin kita tenang kita selesaikan dengan kepala dingin jangan ada emosian gini"ucap rangga tegas, karna mereka sudah menjadi pusat perhatian.
"Gak bisa gitu ngga! dia udah mulai dengan mengganggu api yang sedang tenang" ucap endrik, dan di angguki oleh wawan dan dika.
"Tunggu dul..." belum siap vely berbicara sudah dipotong oleh anggi.
"Eomo vel ni pacar lo ganteng banget..., ya gak ell? " ucap anggi sontak membuat ke empat pria itu langsung melotot.
"Boleh lah kenalan ya, gak kak? " ucap anggi sambil mengulurkan tangannya dan langsung di tarik tangannya oleh ella.
"Is ni anak lagi panas panasnya masih aja gombalin anak orang " gerutu ella.
"Is apaan sih ell? "
"Lo diem gak "kesal ella dan langsung kicep anggi kembali duduk.
" vel jadi bener ni pacar lo? "ucap rangga, vely menggeleng cepat.
"Wa wah wah lo bukan pacarnya kenapa lo sok akrab sama vely lepasin gak? " ucap endrik.
"Kalau tidak mau, kamu mau apa? " ucap pria itu sambil mengangkat dagunya dengan sombongnya.
"Wah emang cari gara gara ni anak" ucap wawan yang hampir melayangkan pukul ke pria asing itu, dengan vely yang melihat itu langsung menggebrak meja dengan kuat.
Brakk..
"Berhenti" teriak vely. Yang membuat semua orang melihatnya.
"Lo apa apaan sih kak! lo gak tanya gue dia ni siapa! jangan main tonjok aja dong" kesal velycia.
"Vel, kita ni mau melindungi lo masak lo belain bajingan ini. emang lo kenal sama bajingan ini?" ucap endrik sambil menunjuk ke arah pria asing itu
"Dia tuh bukan bajingan kak en dia ni abang gue" teriak vely.
"Ahhh.. "