NovelToon NovelToon
Aku Terlahir Kembali Sebagai Bayi Jahat

Aku Terlahir Kembali Sebagai Bayi Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi Isekai / Rebirth For Love / Time Travel / Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Tamyst G

Arvella terlahir kembali sebagai bayi dengan kesadaran dari kehidupan sebelumnya. Dengan ingatan masa lalunya, ia mampu melihat bahaya dan mencegah masalah sebelum terjadi. Sebagai anak tunggal dalam keluarga kerajaan, Arvella belajar menghadapi dunia yang penuh intrik, rahasia istana, dan tanggung jawab besar meski tubuhnya masih kecil.
Seiring tumbuhnya Arvella, ia menemukan lorong rahasia, ramalan kuno, dan misteri yang mengancam kerajaan. Ia belajar memecahkan masalah sosial, menghindari bencana, dan menghadapi intrik politik dengan kecerdasannya yang luar biasa.
Di tengah semua itu, sosok laki-laki misteriusKsatria Anjing kerajaan yang kelak menjadi bagian penting hidupnya muncul secara samar, membangkitkan rasa penasaran dan ikatan takdir yang halus. Bersama ingatan masa lalu dan insting alaminya, Arvella perlahan menemukan kekuatannya, belajar tentang kepercayaan, cinta, dan akhirnya menentukan jalannya sendiri dalam menghadapi takdir yang telah menunggunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tamyst G, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 : Buku Tua dan Ramalan

Pagi itu cahaya matahari menembus jendela tinggi perpustakaan istana, memantul di rak-rak kayu tua yang dipenuhi buku berdebu.

Bayi Arvella sudah bangun, matanya yang merah menyala menatap lorong panjang menuju perpustakaan.

Aku merasakan aroma buku tua bercampur dengan lilin yang masih menyala, aroma kayu hangat, dan sedikit wangi kertas yang sudah kuno.

Bayi ini tahu, hari ini adalah hari yang berbeda; ada sesuatu yang menunggu untuk ditemukan, sebuah rahasia yang tersembunyi di antara halaman-halaman buku tua.

Liora menatapku dari pintu kamar, senyumnya lembut namun penuh perhatian.

“Kau ingin berjalan ke perpustakaan, Arvella? Aku akan menuntunmu, tapi kau harus tetap dekat,” katanya sambil menunduk lembut.

Aku menggeliat, tangan mungilku menyentuh jari Liora sebagai jawaban.

Bayi ini sudah belajar dari pengalaman sebelumnya bahwa setiap langkah di istana bisa membuka rahasia atau bahkan mencegah bahaya yang tidak terlihat.

Lorong menuju perpustakaan panjang dan berliku, dipenuhi lukisan para raja dan patung-patung kecil yang indah.

Aku memperhatikan setiap detail, setiap gerakan pelayan yang membawa nampan buku, mengamati permukaan lantai, karpet yang kadang terlipat, dan tirai yang bergerak lembut oleh angin pagi.

Bayi ini tahu, kehati-hatian adalah kunci untuk menjelajahi tempat berharga seperti perpustakaan kerajaan.

Begitu memasuki ruangan utama perpustakaan, pandangan bayi ini langsung tertuju pada rak-rak tinggi berisi buku tua.

Aku merangkak perlahan di lantai kayu yang hangat, menatap setiap buku dengan rasa ingin tahu yang besar.

Seorang pelayan tua mendekat, tersenyum hangat saat melihat bayi ini mengamati setiap sudut ruangan.

“Kau ingin melihat sesuatu, Arvella? Ada buku tua yang mungkin menarik minatmu,” katanya sambil menunduk lembut.

Aku menggeliat, tangan kecilku menunjuk ke rak paling tinggi di pojok ruangan.

Bayi ini tahu, ada sesuatu yang berbeda dari rak itu, energi yang terpancar seolah memanggilnya.

Pelayan itu tersenyum pelan dan mengambil sebuah buku besar dengan sampul kulit tua, tebal, dan penuh ukiran emas.

Bayi ini merasakan getaran energi dari buku itu, sesuatu yang familiar tapi penuh misteri.

Bayi ini menggenggam buku itu dengan tangan kecilnya, membuka halaman pertama dengan penuh antusiasme.

Tulisan di halaman tua itu berkilau samar, dengan simbol dan kalimat yang seakan berbisik tentang masa depan.

Aku membaca setiap huruf dengan rasa ingin tahu yang tak tertahankan, bahkan sebagai bayi, insting dari ingatan masa lalu membimbing mataku memahami arti setiap kata.

“Tuan kecil… buku itu memang istimewa,” kata pelayan tua sambil tersenyum.

Aku menggeliat, tangan kecilku menyentuh huruf-huruf yang terukir di halaman itu.

Bayi ini tahu, buku ini berisi ramalan dan petunjuk tentang takdirnya, tentang hari-hari yang akan datang, dan bagaimana ia bisa mengubah jalannya.

Saat bayi ini membaca, terdengar suara langkah di pintu perpustakaan.

Bayangan laki-laki misterius dari taman beberapa hari lalu muncul samar di ambang pintu.

Aku menatapnya, merasakan energi hangat yang familiar.

Bayi ini tahu, sosok itu kelak akan menjadi bagian penting dalam hidupnya, tapi sekarang fokus adalah pada buku dan rahasia yang tersimpan di dalamnya.

Di halaman buku tua itu, terlihat ramalan tentang seorang bayi dengan mata merah yang akan memiliki kemampuan istimewa.

Aku menggeliat, tangan kecilku menelusuri simbol dan kalimat, merasakan koneksi dengan pengalaman hidup sebelumnya.

Bayi ini menyadari bahwa setiap tindakan yang dilakukan hari ini bisa mempengaruhi takdirnya, bahkan sebelum ia memahami sepenuhnya apa yang akan terjadi.

Pelayan tua memperhatikan dengan kagum.

“Kau benar-benar berbeda, Arvella… sepertinya kau bisa merasakan hal-hal yang tak terlihat oleh orang lain,” katanya pelan.

Aku tersenyum kecil, bayi ini memahami bahwa instingnya bukan sekadar kebetulan, tapi sebuah kemampuan yang membedakannya dari bayi lain.

Tiba-tiba, angin sepoi-sepoi masuk melalui jendela terbuka, menggerakkan halaman buku tua itu.

Bayi ini menahan buku dengan tangan kecilnya agar tidak tertiup angin, menyadari betapa rapuhnya pengetahuan yang tersimpan dalam kertas kuno itu.

Aku memperhatikan simbol-simbol yang menyoroti bahaya yang bisa terjadi di istana, dan bagaimana setiap keputusan kecil dapat mengubah alur cerita masa depan.

Di luar jendela perpustakaan, taman dipenuhi cahaya sore yang hangat.

Bayi ini menatap bayangan laki-laki misterius yang masih berdiri di sana, matanya biru menatap Arvella dengan perhatian yang dalam.

Aku merasakan dorongan untuk mendekat, tapi insting bayi ini tahu, beberapa rahasia harus dipelajari sebelum bisa dibagikan.

Pelayan tua kembali berbicara, “Arvella… kau memiliki masa depan yang luar biasa, tapi juga penuh tanggung jawab. Buku ini hanya salah satu petunjuk untuk membimbingmu.”

Aku menggeliat, tangan kecilku menyentuh halaman yang berisi simbol ramalan dan garis-garis takdir.

Bayi ini tahu, hari ini adalah awal dari perjalanan panjang untuk memahami kemampuan dan kekuatannya, serta bagaimana menghadapi intrik yang tersembunyi di istana besar.

Ketika malam mulai turun, cahaya lampu menyinari rak-rak buku, menciptakan bayangan yang menari-nari di lantai.

Bayi ini dibawa kembali ke buaian, masih memegang buku tua itu dengan tangan kecilnya.

Aku menatap jendela kamar, mataku yang merah menyala penuh dengan rasa penasaran dan tekad.

Bayi ini tahu, buku tua dan ramalan yang tersimpan di dalamnya akan menjadi panduan untuk menghadapi tantangan dan menemukan takdirnya sendiri.

Sebelum tertidur, bayi ini merasakan kehadiran sosok laki-laki misterius di luar jendela sekali lagi.

Aku tersenyum kecil, sadar bahwa suatu hari ia akan hadir sepenuhnya dalam hidupku, membawa bantuan, perlindungan, dan mungkin… sesuatu yang lebih dari sekadar persahabatan.

Dan malam itu, Arvella menutup mata, siap menghadapi hari-hari penuh misteri, ramalan, dan keajaiban yang menantinya di istana besar.

1
Passolle
lanjut ka
LOL #555
Hebat banget ,baru lahir udah bisa buka mata ,mendengar, ngendaliin kekuatan magis , serba bisa , kayak budak koporat
LOL #555: gak sih kak , biasanya juga kalau reinkarnasi gini ,baru lahir udah bisa ngalahin naga 🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!