dari kisah nya tentang kehidupan seorang wanita tangguh bernama Rana yang hidup nya penuh liku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia usman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
08 author
sudah dua Minggu lebih Rana tinggal di rumah mertua nya, dan hari ini tepat sembilan bulan pernikahan mereka, dan mis v yang terluka pun sudah sembuh sepenuh nya.
malam hari nya setelah makan malam bersama keluarga, berbincang sebentar di ruang tamu , menceritakan kegiatan seharian.
Rana dan suaminya pun masuk kamar untuk beristirahat
" dek apa luka nya sudah sembuh belum ya, kan udah hampir satu bulan lho dek"
" dengan perasan tak menentu dan dag Dig dug tak karuan Rana menjawab" sudah mas" kenapa?
ehhh, pura pura bodoh apa gimana nih Rana ya?
" boleh gak mas minta hak mas malam ini, kita kan udah sembilan bulan menikah tapi masih bujang aja" Romi terkekeh pelan sambil menatap Rana dalam dalam
dengan malu malu Rana hanya menganggukkan kepala saja tanda setuju atas permintaan suaminya
dan apa yang Romi dambakan selama sembilan bulan ini pun akhir nya terjadi dan dia mendapatan hak nya sebagi suami
" ah, akhirnya hilang juga perjaka ku, terimakasih ya dek, kamu udah ijinin mas jadi suami se utuh nya"
" iya mas, dan maafkan aku ya mas selama ini sudah menunda nunda nya dengan sengaja" ucap Rana karna dia sadar selama ini telah merasa berdosa pada suami nya
dan malam pertama yang tertunda sekaian lama itu pun terjadi dengan panas penuh gelora.
.
.
pagi hari nya Romi sudah bangun dan sudah mandi dan berpakaian rapi siap berangkat kerja, dia memadang tempat tidur yang dimana istri tercinta nya masih tidur pulas, setelah solat subuh tadi rupanya Rana tidur kembali karna kelelahan, dan Romi pun membiarkan kan nya sengaja tidak membangun kan nya, supaya istri nya bisa beristirahat lebih lama
dia tersenyum bahagia terbayang kejadian semalam
dia keluar kamar menuju meja makan dan disana sudah duduk kedua orang tua nya
kedua orang tua itu saling pandang ketika melihat sang putra terlihat bahagia dan wajah nya berseri seri,
"ekhmm, kayak nya ada yang bahagia nih" sang ayah bertanya, ingin menjahili putra bungsu nya itu
" hehehe," sambil memperlihatkan deretan gigi nya yang putih, Romi hanya tersenyum saja,
"wah wah kayak nya ada yang udah nge bobol gawang nih, maka nya seneng banget" sang ibu pun tak mau kalah meledek
" tau aja ibu"
" bu biar kan Rana tidur lebih lama ya, kasian"
" iya ibu ngerti kok, lagi pula semua pekerjan rumah udah beres semua" nanti dia bangun pasti lapar jadi bisa langsung makan saja"
" terimakasih bu"
enak nya Rana di manjakan mertua di ratu kan suami.
.
.di kamar nya Rana membuka matanya perlahan Karana silau oleh matahari yang menerobos lewat jendela, dia menggeliat meregangkan otot otot nya yang kaku
" hah jam berapa ini, Rana pun menoleh pada jam dinding, tatkala melihat angka jam menunjukan pukul sepuluh pagi, mata Rana melotot tak percaya, karna baru kali ini dia terbangun begitu siang nya,
pantas saja lapar rupanya sudah siang
Rana pun teringat sesuatu
"eh ya ampun aku kesiangan gimana ini, suamiku harus sarapan, karna mau kerja"
Rana terburu buru bangun dan langsung menuju dapur, dia melihat di atas meja makan sudah ada hidangan yang siap santap
dan sekeliling rumah pun sudah rapi
" aih aku jadi malu kalau begini" bagai mana nanti tanggapan mertuaku ya"
"ah masa bodoh ah aku lapar mending isi perut dulu nih cacing cacing udah pada demo"
setelah makan Rana melihat sekeliling, ternyata tidak ada siapa pun
" semua udah pada berangkat kerja, terus aku ngapain ya, kesepian juga kalo gini, biasa aku sibuk setiap hari bantu ayah di restoran, eh sekarang jadi pengangguran" lirih Rana sambil terkekeh kecil.
di syukuri saja Rana....
semangat