Jatuh cinta pada anak tiri seiring nya waktu karena istri selingkuh terus menerus?! padahal... Renzo Draja adalah pria mapan.. bagaimana konflik mereka dan cara Renzo Draja mengatasi nya?
Setelah bercerai dengan istri nya, entah bagaimana caranya Nias Wiliam yaitu mantan istri nya Renzo Draja mendapatkan uang, sedangkan Renzo Draja nyaris menguasai semua bisnis di kota.
Setelah bercerai, Renzo di perintahkan untuk kencan buta dengan para wanita pilihan Ayah Renzo Draja, yaitu Jhonson Draja.
Gaskeun mampir baca novel ku cuyy!
[Karya Official Wulan.Chanz]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wuna.Chanz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8 Putus Ikatan
...****************...
...Renzo yang menggendong paksa Zelia menuju sofa, lalu Renzo menurunkan Zelia dari bahu nya, ke lengan lalu menaruh Zelia di atas sofa dengan lembut, Zelia duduk dengan nyaman dan tersenyum ke Renzo, Renzo berlutut di lantai hadapan nya Zelia lalu mulai mengobati luka di jari nya Zelia dengan penuh kelembutan dam perhatian, Zelia bertanya ke Renzo....
..."Daddy, sebenernya Mommy hamil atau enggak sih?", Renzo berhenti sejenak, jelas belum tau pasti dengan ucapan nya Nias itu, lalu menjawab dengan agak ragu....
..."Daddy gak tau pasti Baby, kita lihat saja besok", Zelia tersenyum, mengangguk, Renzo menempelkan plester ke jari nya Zelia, dengan tidak terlalu kencang, Zelia berbicara dalam hati....
...* Aku curiga sih sama Nias, dia keliatan banget bohong nya, menurutku *...
...Renzo mengecup jari yang di plester dengan penuh kasih sayang, mengangkat kepala nya untuk menatap Zelia, lalu tersenyum, Zelia agak merona, jelas tidak pernah merasakan atau melihat orang yang melakukan hal manis itu pada diri nya sendiri, Renzo tertawa kecil melihat pipi Zelia yang merona, jelas tidak menyangka kalau Zelia akan sangat pemalu, Renzo bertanya dengan jahil....
..."Baby, kamu pemalu ya?", Zelia menjawab dengan memalingkan pandangan nya ke arah lain....
..."Bukan Daddy, Baby bukan pemalu, Baby kan gak kerja sebagai pemalu", Renzo terdiam lalu tertawa geli, menjawab dengan gemas....
..."Baby... ada-ada aja kamu candaan nya", Zelia kembali menatap Renzo, lalu tertawa kecil, Renzo tersenyum bahagia, berbicara di dalam hati dengan hangat....
...* Aku udah lama gak merasakan bahagia kayak gini, terakhir kali itu... waktu aku sama Nias masih pacaran *...
...Renzo berbicara pada Zelia sembari membelai rambut nya Zelia dengan lembut....
..."Udah, sekarang kamu gak perlu ikut masak ya? kita tunggu aja di sini, mau nonton televisi gak?", Zelia mengangguk-anggukkan kepala nya dengan antusias, Renzo tersenyum, bangkit dari posisi berlutut nya lalu duduk di samping Zelia, mengambil remote televisi dan menekan tombol menyalakan televisi, Renzo memberikan remote televisi nya ke Zelia, membiarkan Zelia memilih saluran televisi yang Zelia mau tonton....
...****************...
...Di dapur, Pia yang sedang merapihkan meja makan bersama Alen, tiba-tiba berbicara, memecahkan suasana hening di ruang makan yang luas dan mewah megah itu....
..."Weh, kata lu, Nona Zelia lebih cocok jadi istri nya Tuan Renzo gak sih?", Alen memukul meja dengan keras....
...BRAKKK!!!...
...Lalu menjawab dengan setuju yang sangat setuju....
..."Setuju!!! apalagi pas kita diam-diam dengar itu, Nyonya Nias udah keterlaluan banget", Pia tertawa kecil melihat aksi Alen yang membuat nya terkejut, Jane masuk ke dalam ruang makan membawakan makanan lain, lalu menaruh makanan nya ke meja, Jane berbicara pada merek berdua dengan kepo....
..."Hei, kalian berdua asik mengobrol terus, ada apa sih sebenar nya? kasih tau aku dong", Pia dan Alen terdiam lalu tersenyum gugup, Pia menjawab....
..."E-Eh iya kapten, kita berdua cuman bicarain tentang Nona Zelia sama Tuan Renzo aja kok", Jane menghela nafas, lalu menaruh makanan di meja makan sembari berbicara....
..."Iya aku tau kalian ngomongin itu, tapi kalian kayak seru banget ngomong nya, kasih tau detail nya dong", Pia dan Alen saling bertatapan dengan gugup, Alen berbicara dalam hati, masih sembari menatap ke Pia....
...* Jangan Pia, jangan *...
...Pia berbicara dalam hati sembari menatap Alen juga....
...* Gue kayak nya harus kasih tau deh *...
...Alen tau kalau Pia akan memberi tau ke Jane tentang mereka berdua diam-diam mendengarkan percakapan nya keluarga Renzo, tiba-tiba pintu terbuka, Pia dan Alen memalingkan pandangan mereka berdua ke arah pintu, pintu terbuka itu menunjukkan Renzo, Zelia, Jhonson dan Vione yang berjalan masuk ke ruang makan, Jane menoleh ke belakang, lalu menatap kembali ke Pia dan Alen, berbicara dengan tegas....
..."Kita ngobrolin ini nanti aja", Pia dan Alen mengangguk, lalu segera berjalan ke sisi meja makan, Jhonson bertanya pada Renzo....
..."Nias mana?", Renzo baru teringat pada Nias, lalu berbicara pada Pia....
..."Pia, panggil Nias, kayak nya dia di kamar tamu", Pia segera mengangguk, lalu bergegas berjalan ke luar ruang makan, menuju kamar tamu yang di tempati Nias, Renzo, Zelia, Jhonson dan Vione sudah duduk di kursi masing-masing, Alen, Jane dan pelayan lain menyiapkan piring untuk mereka berempat....
...****************...
...Pia berjalan cepat menuju kamar Nias, saat sampai di depan pintu, Pia mengetuk pintu, berbicara dengan sopan dan agak lantang agar Nias mendengar kata-kata yang Pia katakan....
..."Nyonya? makan malam sudah siap, semua nya menunggu Nyonya", Pia tersenyum, menunggu jawaban Nias, tapi tidak ada jawaban apapun, Pia mau mengetuk pintu lagi, sebelum jari-jari nya menyentuh pintu, ada terdengar suara Nias....
..."M-Maaf Pia... malam ini aku gak ikut makan malam", Pia menghela nafas lalu melangkah pergi, tidak memberikan jawaban lain untuk Nias....
...****************...
...Di ruang makan, Pia masuk ke ruang makan, sedikit terdiam melihat semua tatapan langsung tertoleh ke arah nya, Pia tersenyum gugup, berbicara dengan malu-malu....
..."Nyonya Nias gak mau ikut makan malam kali ini", Renzo memalingkan wajah nya dari Pia ke Zelia, Jhonson menghela nafas, menjawab dengan tidak terkejut....
..."Ya sudah ku duga, dia ngambek", Renzo mengusap pipi Zelia, tersenyum lembut, berbicara pada Zelia dengan penuh perhatian....
..."Gak papa, ada Daddy di sini yang nemanin Baby, oke?", Zelia tersenyum, mengangguk, mereka mulai makan malam bersama dengan tenang, hanya terdengar suara garpu, sendok dan piring....
...****************...
...Di kamar Nias, Arka sudah bersiap untuk pulang, dan memanjat turun ke lantai bawah, Nias berjalan menghampiri Arka yang berada di area balkon, Nias membuka mulut nya untuk berbicara tapi Arka menyela perkataan nya Nias dengan dingin....
..."Kayak nya... aku udah gak bisa berteman sama orang kayak kamu lagi deh Nias", Nias terkejut dengan perkataan Arka, sesuatu di hati nya menjadi tidak aman, Nias menjawab dengan heran dan agak takut....
..."Seriusan Arka? kita udah bersahabat selama lima tahun loh, lima tahun! kamu mau memutuskan tali persahabatan kita?!", Arka tidak menatap ke Nias sedikit pun, hanya tertawa tanpa humor sembari menatap langit malam yang terbuka tanpa ada nya awan yang menghalangi cahaya bulan yang menyinari malam, angin berhembus, membuat rambut pirang Arka bergerak, Nias membiarkan rambut hitam nya yang panjang berkibar bebas, menunggu jawaban Arka dengan cemas, Arka menoleh sedikit ke arah Nias, menjawab dengan serius....
..."Aku gak mau lagi menipu perasaan gak nyaman aku, aku sejujur nya gak nyaman menjadi sahabat kamu, aku rindu Nias yang dulu, perhatian, lembut, dan gak nakal, maaf Nias, aku egois, aku akui itu, aku egois karena aku memilih-milih teman, tapi kamu benar-benar udah keterlaluan sama semua ini", Arka tidak menunggu jawaban dari Nias, langsung saja memanjat turun dari lantai dua, ke lantai satu melalui sela-sela bangunan, dan pijakan yang aman, Nias terdiam, menatap ke Arka dengan tatapan tidak percaya dan kecewa, Nias berbicara dalam hati....
...* Sialan... aku makin kehilangan orang yang aku sayangi... *...
...Nias menghela nafas, jelas pasrah dengan apa yang Nias lakukan hari ini....
...-Bersambung-...