Bella menikah dengan lelaki pujaan hatinya dengan perjodohan yang dirancang oleh nya dengan bantuan keluarganya, tapi kehidupan yang dia inginkan dan nantikan setelah menikah tidak pernah dia dapatkan.
suaminya bahkan tidak pernah melihatnya sebagai seorang istri, baginya pernikahan Dnegan Bella adalah neraka
Tapi siapa sangka setelah 49 hari yang diminta oleh Bella pada suaminya menumbuhkan rasa cinta yang besar dan rasa penyesalan pada suaminya itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 8
Wajah Merry langsung berkeringat dingin, dia tidak tahu jika rekening itu adalah hal yang sangat ketat dan berasal dari perusahaan karena Niko memberikannya saja waktu itu.
"Aset bersama??". Cicitnya ketakutan.
Bella nyaris tertawa melihat wajah tertekan dan pucat Merry yang ketakutan mendengar perkataan dirinya itu.
"Itu benar nona Merry, kemungkinan besar, anda akan ikut rapat dewan direksi nanti untuk menjelaskan semua yang anda lakukan pada rekening itu karena secara pribadi saya tidak melakukan transaksi yang ada disana, dan saya hanya menggunakan sebagian kecil bahkan hanya 5 persen saja setiap bulannya selama setahun lebih pernikahan yang diatur ini".
Merry semakin ketakutan mendengar perkataan Bella kepadanya barusan, dia tidak mungkin mengatakan kepada dewan direksi jika dia menggunakan semua dana itu untuk kepentingan pribadinya walau aliran dananya disana sangat jelas larinya kemana.
"Anda mencoba menekan saya dengan semua ini??". Tanya berusaha menutupi ketakutannya.
Bella tertawa pelan, tatapannya tajam dan juga sangat meremehkan
"Tidak juga, saya tidak perlu menekan seseorang untuk merasa menang, bukti dan data sudah berbicara, sekalipun saya tidak memanggil anda kemari, anda sudah pasti akan mempertanggungjawabkan apa yang anda buat nona Merry, apalagi dalam laporan itu jelas sekali jika anda dan tuan Niko memanipulasi aliran dana yang terjadi disana, dan itu melanggar hukum". Ucapnya penuh penekanan.
"Tapi saya". ucapnya terbata-bata karena ketakutan.
"Anda boleh pergi nona Merry, anda bisa berpikir bagaimana mempertanggungjawabkan laporan yang anda buat ini karena sebentar lagi ada rapat dewan direksi dan saya yakin pak Niko akan datang menghadiri rapat itu". Usirnya dengan pelan.
"Saya hanya menjalankan apa yang diminta pak Niko Bu Bella , dimana letak kesalahan saya??". Ucapnya melimpahkan masalah ini kepada kekasihnya ,dia tidak mau masuk penjara setelah ini.
"Terserah anda, pastikan anda dan pak Niko bekerja sama memberikan pertanggungjawaban yang masuk akal pada mereka nanti, karena saya tidak akan diam ketika apa yang menjadi milik dan hak saya diganggu dan juga dirampas seenaknya seperti ini". Jawabnya menghempaskan tangannya mengusir Merry dengan tangannya.
Merry mengepalkan tangannya karena tidak terima, dia akan meminta Niko untuk mencari cara untuk dirinya lepas dari masalah ini.
Dia melangkahkan kakinya dengan hentakan kaki yang menyebalkan.
"Pastikan anda tahu etika dan tahu sopan santun nona Merry, jika anda masih mau bekerja ditempat ini". Tegurnya dengan dingin bahkan tatapan matanya sangat tajam.
Merry yang kesal langsung menghentikan langkahnya dan berbalik melihat wajah tajam Bella kepadanya, dia menyunggingkan senyum sinis kepadanya kemudian berkata
"Walau anda adalah istri sah, anda tidak akan menang melawan saya jika itu tentang pak Niko ibu Bella, anda bisa melihatnya nanti seperti apa sebenarnya yang terjadi". Ucapnya pelan tapi seperti ejekan .
Bella mengangguk pelan sambil tertawa menghina dan terkesan merendahkan.
"Benar, saya tahu persis itu, saya hanya memperlihatkan pada anda sekalipun anda memiliki orangnya tapi istri sah lah yang mengendalikan segalanya apalagi jika berurusan dengan perusahaan, anda bahkan bukan siapa-siapa ". Ucap Bella dengan tawa pelan.
Tawa sarkas dan penuh dengan hinaan bagi Merry saat ini. Merry mengepalkan tangannya, dia berusaha mengendalikan dirinya untuk tidak menyerang Bella karena mereka berada di perusahaan dan benar kata Bella, dia tidak bisa melawan sekalipun dia memiliki Niko sebagai tamengnya.
Saat dia akan keluar dari ruangan itu bersamaan dengan masuknya Nana yang menyampaikan pesan.
"Rapat dewan direksi sudah siap Bell dan suami kamu Si Niko sedang berada di lobi perusahaan, aku sudah meminta para pegawai untuk memberitahukan kepadanya ". Ucapnya dengan pelan.
Tubuh Merry mulai bergetar, ternyata perkataan itu bukan gurauan semata yang berusaha menekannya tapi bukti nyata jika kini Bella tengah bertindak sesuai perkataannya tadi.
"Baguslah, jika para dewan direksi sudah akan datang, kita kesana sekarang dan mulai rapatnya dan anda nona Merry pastikan memberikan jawaban yang bagus saat didalam sana". Ucapnya bangkit dari duduknya dengan anggun kemudian melangkah keluar .
Nana yang melihat Bella tersenyum puas pun menyeringai sinis kemudian menatap Merry dengan hina.
" Istri sah selalu lebih unggul dari selingan sekalipun kamu yang memenangkan hatinya, perusahaan ini adalah milik bersama sekalipun Niko adalah pemimpinnya, kamu akan lihat bagaimana jika seseorang yang selama ini diam dan menerima segalanya bergerak mengambil haknya dan kamu akan tahu lelaki yang kau kira punya segalanya tidak lebih dari seorang pecundang tanpa Istrinya". Ucap Nana dengan ejekan khasnya
Dia langsung keluar dari sana meninggalkan Merry yang mematung mendengar perkataan Nana barusan.
Apa ini akhir dari karir yang begitu dia banggakan selama ini, jika dia keluar dari sini dengan banyak kasus maka dia tidak akan bisa masuk perusahaan besar lagi.
Niko yang sudah tiba dikantor pun langsung terkejut dengan resepsionis yang mengatakan dia ditunggu diruangan rapat karena di sana ada dewan direksi mengadakan rapat darurat, tangannya mengepal erat karena tahu ini adalah perbuatan istrinya.
"Sial, sepertinya dia sungguh-sungguh akan menjadikan aku pecundang sekarang ". Cicitnya dalam hati.
Sesampainya disana, bisa dia lihat jika kekasihnya kini berjalan kearahnya dengan wajah pucat dan juga ketakutan.
"Kamu baik-baik saja?". Tanyanya pelan dan penuh rasa khawatir .
"Kita dalam masalah sekarang, istrimu memberikan bukti yang tak akan bisa kita bantah karena laporan yang kamu minta buatkan itu adalah palsu dan itu melanggar hukum". Cicitnya pelan .
Nafasnya berat karena takut apalagi sekarang didepan mereka ada sidang .
"Aku akan menanganinya, kamu tenang saja, aku yang akan bertanggungjawab atas semua laporan itu, kamu tidak akan kenapa-napa, percaya padaku". Ucapnya menatap kekasihnya berusaha meyakinkan walau dirinya sendiri tidak yakin.
Laporan yang diperlihatkan oleh Bella tadi pagi sudah membuktikannya tapi dia hanya melihatnya sekilas karena dirinya tidak tahu jika Bella memiliki bukti.
"Masuklah, mereka menunggumu didalam, tenanglah".
Niko mengangguk kemudian masuk kedalam dengan ketakutan luar biasa, dia bisa lengser dari jabatannya kini jika dirinya terbukti bersalah dan itu sudah ada di perjanjian pranikah mereka.
"Silahkan duduk pak Niko, kami akan memulai rapat dewan direksi". Ucap Bella yang duduk di kursi kebesaran diseberang tempat duduknya.
Tangannya mengepal erat menatap tajam sang istri walau istrinya itu menatapnya dengan tatapan sinis.
"Baiklah sebelumnya, kalian silahkan lihat laporan yang saya pegang dan bandingkan hasilnya, silahkan nona Nana bagikan laporan itu kepada mereka". Ucapnya pelan .
Nana mengangguk dan melakukan apa yang dikatakan sahabatnya itu.
Terdengar grasak-grusuk ketika mereka melihat laporan itu dan mereka langsung menoleh kepada Niko meminta penjelasan dari apa yang ada pada laporan itu.
"Laporan ini sama seperti yang kamu pegang tapi yang diberikan ibu Bella ini sangat berbeda, bisa anda jelaskan pada kami pak Niko??".
😆😆😆😆
kalau Niko melakukan nya saat masih bujangan masih bisa dimaafkan,mungkin saat itu masih labil.laaaah ini malah udah nikah tapi indehoi ma cewe lain.bukan ma istri sendiri... haddeuh, gimana mau maafin
ya kesalahan nya sangat fatal... dari awal tidak ada sedikit pun hati Niko terbuka untuk Bella...
setelah semua kejahatan Merry terungkap baru ingat Bella...
kemana aja selama ini??? 😆
Bella kayak ban serap,Merry pergi masih ada Bella...
gila aja ya kamu 😆😆😆
klo gak bakalan sibuk kelonan ma Merry
yang kemaren di bela habis habisan...
sekarang di hina di caci maki habis habisan juga...
kesiaaaaaan...
kemaren video cctv,kalau sekarang di depan biji mata ya Niko