Luna di nikahi Keanu dua tahun yang lalu. Berharap mendapat keluarga baru yang baik dan penyayang. Siapa sangka mulut manis sang mertua berubah seratus delapan puluh derajat setelah beberapa bulan pernikahannya.
Begitu juga dengan suaminya begitu mendengarkan apa yang mamanya katakan. Rumah tangga Luna menjadi tak sehat karna ada campur tangan mertua. Luna di perlakukan tak lebih seperti babu gratisan mereka, hingga Luna mendapat kabar jika kedua orang tuanya menjual tanah. Tanpa memberi tahu suaminya tentang penjualan tanah orang tuanya, Luna berencana membuka usaha untuk masa depanya dan membahagiakan orang tuanya.
Perlahan Luna mulai membalas perlakuan suami, mertua dan iparnya satu persatu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8
Sementara itu di rumah mertuanya Luna, mama baru saja bangun. Wanita itu nampak lebih bahagia dari hari sebelumnya. Dengan langkah kaki pasti wanita itu berjalan menuju wastafel untuk mencuci mukanya sebelum keluar melihat apa yang menantunya kerjakan.
"Akhirnya bebas juga aku, mau liat dulu keluar. Kira - kira Luna masak apa ya?" dengan senyum bahagia mama berjalan keluar kamar menuju dapur. Saat sampai di dapur yang ada hanya sepi. Tak nampak ada aktivitas apapun, dapur masih sama seperti kemaren. Cucian piring kotor masih nampak menumpuk di bak pencucian piring. Tak ada aroma masakan apapun tercium dari kompor.
"Lah, kemana si Luna. Masa jam segini belum bangun. Ga bisa di biarin ini mah, harus segera di labrak. Enak saja jam segini masih tidur." geram mama lantas bertolak menuju kamar putranya. Beberapa ketukan tapi tak ada sahutan karna sudah tak tahan mama mendorong pintu yang ternyat tak terkunci.
"Bagus, aku bisa masuk. " Mama berjalan menuju ranjang yang nampak hanya putranya yang tengah tidur memeluk guling sementara kasur di sebelahnya kosong.
"Keanu bangun, istrimu mana?" mama mengoyang tubuh Keanu agar segera bangun.
"Ada apa sih, ma? Pagi - pagi ganggu aja, aku masih ngantuk ma." Keanu merengut karna merasa terganggu dengan ulah mamanya.
"Bangun, udah siang."
"Ini kan liburan ma. Aku masih mau tidur."
"Istrimu mana?"
"Masak kali ma atau beberes." jawab Keanu malas dengan mata masih ngantuk.
"Ga ada, makanya mama bangunin kamu." Keanu membuak matanya dengan sempurna dan langsung duduk.
"Masa sih, ma. Lalu dia kemana ya?" tanya Keanu masih santai.
"Kalau mama tau, mama ga akan tanya kamu. Mana rumah belum di beresin lagi, sarapan juga ga ada." sungut mama kesal dengan menantunya.
"Kok bisa, apa Luna lagi beli sarapan buat kita ma?" ujar Keanu.
"Ga mungkin, uang dari mana ia buat beli sarapan. Atau kamu udah kasih dia uang." tuding mama.
"Ga ma." tepis Keanu.
"Cari istrimu sana sampi ketemu, mama ga mau tau hari ini ia harus beberes rumah dan masak buat kita." perintah mama.
"Cari kemana, ma." tanya Keanu bingung.
"Terserah. Sini beri mama uang buat beli sarapan, mama lapar." Mama menandakan tanganya di depan wajah Keanu.
"Ga ada ma." tolak Keanu yang tak mau rugi lagi harus mengeluarkan uang.
"Buruan, atau mama sendiri yang ambil di dompet kamu." ancam mama.
"Iya, iya." Keanu turun dari ranjang mengambil uang dari saku celananya dan memberikan pada mama.
"Kok cuma segini, kurang."
"Segitu udah cukup ma."
"Mama mau beli nasi uduk pake telur sekalian buat adikmu."
"Trus aku makan apa, ma?" tanya Keanu dengan raut wajah menyedihkan.
"Terserah kamu, lagian kamu kan punya istri suruhlah istrimu masak." ujar mama
"Orangnya aja ga tau kemana, beliin buat aku sekalian ma."
"Iya, tapi sini uangnya tambah lagi." Keanu terpaksa merekam uangnya untuk membeli sarapan mereka. Tadinya ia sudah senang bangun tidur istrinya sudah menyiapkan sarapan sepeti biasanya. Dalam hati lelaki itu bertanya istrinya pagi - pagi pergi kemana? pergi tanpa pamit.
...****************...
Assalamualaikum kk terimakasih supportnya dan jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen serta vote yang banyak biar thor semakin semangat untuk melanjutkannya bab berikutnya kk 😘👍🙏
lagian luna gak sopan deh bentak petugas pengadilan.
semangat menulis thor, gak ada salahnya baca novel2 penulis lain lho buat nambah ilmu, yg penting gak plagiat ...semangaaat