NovelToon NovelToon
PUTRI YANG TERLANTAR

PUTRI YANG TERLANTAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Contest / Patahhati / Perjodohan / Balas Dendam
Popularitas:97.9k
Nilai: 5
Nama Author: Zarina Andriani

Elsa Pervis merupakan anak satu-satunya dari kelurga Pervis, kelurga yang sangat terkenal akan kekayaannya, serta sifat kerja kerasnya, membuat Duke Pervis ayah dari Elsa menjadi mudah terkenal.

Hidup serba berkecukupan memang lah menjadi kebahagiaan bagi banyak orang termasuk dengan Elsa, dimana semua kebutuhan yang kau inginkan akan mudah didapatkan.

Namun itu semua tidak lah bertahan lama, kebahagian yang dulu sangat mudah Elsa dapatkan seketika sirna, saat kecelakaan kereta kuda yang dulu dia alami membuat kedua orang tuanya meninggal.

Meninggalnya kedua orang tuanya, membuat Elsa seketika menjadi gadis yang tidak berguna, dimana saat itu lebih banyak orang yang menyukai harta keluarganya dibandingkan orang yang ingin merawatnya.

Di kehidupan kedua ini Elsa akan bertekad, untuk membuat kelurga pamannya menjadi hancur, setelah dirinya mengetahui meninggalnya kedua orang tuanya ada hubungannya dengan pamannya saat itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zarina Andriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8_

Ada banyak sekali rencana yang akan dia buat untuk merubah masa depan yang akan datang, hal pertama yang ingin dia lakukan adalah menyelamatkan orang-orang yang dulu pernah mengalami nasib sama seperti dirinya.

Pokonya dia harus bisa menyelamatkan orang-orang terdekatnya dulu, dari Melly yang dulu pernah dibunuh, para pekerja di mansion yang dipecat secara sepihak, serta Elena yang terus bekerja tanpa digaji oleh Mia.

Untuk saat ini, biarlah begini dulu, Elsa sangat berharap Mia tidak bisa menemui Elena, akan sangat berbahaya jika Elena sudah bertemu dengan Mia bukan hanya karyanya saja yang nanti akan diambil oleh Mia, namun hak Elena terhadap neneknya pun akan di ambil juga.

"Dua hari lagi saya akan berkunjung kembali ke sini, saya berharap gaun saya bisa selesai tepat waktu, dan membuat saya juga anda merasa sangat senang."

"Karena mau bagaimana pun, jika saya senang dengan hasil karya anda, anda sendiripun juga pasti merasa bangga kan?" sahut Elsa, Elena hanya bisa terdiam dengan wajah memerah menahan malu.

"Panggil Elena saja, itu terasa nyaman untuk ku," sahut Elena yang membuat Elsa langsung terdiam.

"Ah... Begitu, baiklah Elena."

Tenang saja Elena aku yakini, di kehidupan ini akan ku buat kau bisa hidup dengan Nayaman tanpa ada ancaman dari Mia yang selalu memberi mu teror.

"Kalo begitu aku pergi dulu, sampai ketemu lagi Elena dan juga nenek."

"Ya sampai jumpa lagi," balas Nenek sambil melambaikan tangannya ke arah Elsa.

Setelah selesai mengunjungi Elena, Elsa kembali melanjutkan perjalanannya keluar dari lorong bawah tanah.

Tas

"Agh... Astaga tas ku, dasar Maling! MALING!," Teriak Elsa saat mendapatkan tasnya telah dicuri oleh seseorang yang tidak dia kenal.

Elsa dengan sekuat tenaga mencoba untuk mengejar maling itu, namun jarak maling itu dengannya sudah cukup jauh, dan itu membuat dirinya sedikit kuwalahan.

"Astaga, di tas itu ada uang ku, dan aku sama sekali belum ada memakai uang itu! Agh... Dasar MALING!" teriak Elsa yang mulai kesal.

Dirinya lupa jika lorong bawah tanah itu sangat banyak pencurinya, bahkan gelandangan bisa hidup bebas di lorong itu, karena memang tempat itu sangat bebas dan jarang sekali pihak keamanan kerjaan melirik ke wilayah itu.

"Uang ku."

"Nona, maaf apa tas ini milik anda?"

"Hah?"

Mata Elsa langsung terbuka lebar saat melihat tas miliknya telah kembali, dengan semangat dia langsung mengambil tas itu dari tangan laki-laki itu, dan mulai memeriksa isi tasnya.

"Masih lengkap, Terima kasih ya," ucap Elsa pada pria itu.

Pria yang tidak begitu jelas bentuk wajahnya karena dirinya yang sedang memakai jubah panjang serta tunduk kepala, hampir menutupi wajahnya.

"Ah, sekali lagi aku mengucapkan terima kasih pada mu ini... Untuk mu," Elsa dengan sangat ramah memberikan beberapa uangnya pada laki-laki itu sebagai tanda terima kasih.

"Ah... Anda tidak perlu sampai seperti itu, saya baik-baik saja," sahutnya.

"Ambil saja, ini sebagai tanda terima kasih saya pada anda, karena sudah mau membantu saya mengambil kembali tas saya yang telah dicuri."

"Tidak nona, saya sungguh tidak apa-apa ambil kembali uang anda, tempat ini sangat berbehaya jika anda hanya sendirian di tempat ini."

"Ah... Saya tau, makanya saya ingin segera kembali ke tempat kelurga saya."

"Ada di mana kelurga anda nona? saya akan menemani anda menemui mereka."

"Ah... Tidak perlu sampai seperti itu, aku baik-baik saja jika berjalan di tempat keramaian."

"Sudah saya bilang kan tempat ini sangat berbehaya jika anda berjalan sendiri, sebaiknya saya menami anda sampai kelurga anda di temui."

"..."

Elsa hanya diam, sampai akhirnya dirinya mengizinkan pria itu menemani dirinya untuk kembali bertemu dengan Tias serta Javier pengawalannya.

"Baiklah terserah anda saja," ucap Elsa tak peduli.

Elsa dengan santai berjalan duluan melawati pria itu, sedangkan pria itu dengan sabar mengikuti Elsa dari belakang.

"Ngomong-ngomong kita belum kenal satu sama lain kan, boleh saya tau siapa nama anda?" tanya Elsa melirik ke belakang.

Pria itu yang tadi melirik ke arah lingkungan sekitar kembali menatap tubuh Elsa yang sedang membelakanginya.

"Panggil saja saya Eryk."

"Eryk? apa tidak ada nama lain?" tanya Elsa penasaran.

"Tidak ada."

"Hmm... Eryk entah kenapa nama itu rasanya seperti familiar, apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Elsa, Eryk hanya bisa diam.

"Entahlah saya tidak pernah ingat pernah bertemu dengan anda," balas Eryk yang membuat Elsa langsung kembali diam.

"Cih... Dingin sekali."

Tak lama mereka berjalan menyusuri pusat perbelanjaan, tak sengaja mata Elsa melirik ke arah Javier yang saat itu sedang berdiri di depan pintu toko.

"Ah... Itu pengawal saya Javier!" pekik Elsa menunjuk ke arah Javier.

"Pengawal anda? Ternyata anda punya pengawal ya?" tanya Eryk menatap wajah Javier.

"Ayo kita ke sana," ajak Elsa, yang langsung dituruti oleh Eryk.

"Javier!" panggil Elsa yang sudah berjalan mendekat ke arah Javier.

Dengan ekspresi wajah yang terlihat tenang Javier menoleh ke arah Elsa, yang sedang berjalan ke arahnya, "Nona? Apa anda sudah selesai dengan urusan anda?" tanya Javier.

"Ya sudah semua," Jawab Elsa.

"Javier ada di mana Tias?" tanya Elsa dengan mata melirik lingkungan sekitar.

"Nona Tias masih ada di dalam nona," balas Javier apa adanya, lalu matanya tak sengaja melirik ke arah Eryk yang masih diam dibelakang tubuh Elsa.

"Nona siapa laki-laki ini?" tanya Javier.

"Owh dia, hanya orang yang tidak sengaja lewat, tadi tas ku di curi oleh orang tak dikenal, untuk saja pria ini berhasil mengambil tas ku, jika tidak aku pasti akan sangat sedih uang yang belum pernah aku pakai malah hilang dicuri orang."

Mendegar penjelasan Elsa Javier hanya bisa diam dengan matanya yang terus menatap tajam wajah Eryk.

"Begitu, kalo begitu terima kasih sudah mengantar nona saya sampai ke sini, sampai sini serahkan saja semuanya pada saya," sahut Javier pada Eryk.

"..."

Wajah Eryk seperti engan untuk berpisah dengan Elsa namun dia tetap harus memutuskan untuk pergi dari hadapan Elsa.

"Baiklah Elsa, kalo begitu aku pergi dulu, semoga kejadian tadi tidak terulang kembali, aku berpesan lebih baik jika kau ke sini lagi jangan sendirian, karena itu berbahaya," ucap Eryk berpesan kepala Elsa, namun seperti menyindir Javier yang saat itu merupakan pengawal pribadi.

Terlihat sekali wajah kesal dari Javier mendegar kata-kata Eryk, namun sayangnya ucapan itu tidak disadari oleh Elsa.

"Ya, terima kasih sudah mengantar ku sampai ke sini," balas Elsa.

Lagi-lagi Eryk tersenyum lebar ke arah Elsa, "Aku berharap ini bukan pertemuan terakhir diriku bisa bertemu dengan mu."

Melihat pria itu yang terus tersenyum ke arah Elsa, entah kenapa membuat perasaan Javier merasa tidak aman, dengan pelan serta memasang wajah datar Javier mendorong dada Eryk menjauh dari Elsa yang membuat Elsa maupun Eryk langsung menoleh ke arahnya.

"Saya rasa ini sudah cukup untuk diucapkan terima kasih, sekarang anda bisa pergi, sekali lagi terima kasih sudah mengantarkan nona kami sampai ke sini," kali ini ucapan Javier seperti ada penekanan untuk Eryk yang terlihat engan untuk pergi dari sana.

"Baiklah kali ini aku akan pergi, kalo begitu sampai jumpa lagi Elsa," sapa Eryk.

"Ya... Sampai jumpa lagi Eryk," balas Elsa.

Setelah saling memberi salam perpisahan, Eryk pergi dari hadapan Elsa dan juga Javier, dirinya pergi cukup jauh sampai dua sosok pria berbadan tinggi datang menghampirinya dari belakang.

"Yang Mulia bukankah ini sudah kelewatan?" ucap salah satu laki-laki itu.

"Benar, kenapa anda bisa-bisanya menunjukan wajah asli anda pada Nona Pervis?" sahut laki-laki lain.

Dengan tersenyum hangat Eryk melepas jubah panjang yang membungkus tubuhnya dan memberikannya pada salah satu laki-laki yang ada di sana.

"Aku hanya sedikit penasaran, apa dia mengenal ku atau tidak?" sahut Eryk yang sudah masuk ke dalam kereta kuda.

"Bersiaplah kita akan kembali pulang ke Yurox!" perintahnya, yang langsung disetujui oleh orang-orangnya di sana.

TBC

1
Umy Indri
cerita nya ko jadi begini ngaco
Tata
makin bingung dengan ceritany,gk faham thor
antiloversn
haii kak... aku mampir nihh dikarya kakak udh ku kasi 51 like, 5 rate , sama gifts... feedback jgn lupa mampir juga di karya ku. Kasih 5 rate , sama gifts ya kak di salah satu ceritaku sama 51 likeback👍😄🙏
-YOU'RE MINE, SERRA
-POSESSIVE PILOT
-"AFFAIR WITH UNCLE++"
-My best friend's Daddy is my husband
-Pengantin Pengganti Tersakiti
koukei mineko
gak lnjut lagi kah
Araafta
hahahaha...... mampus loooh nenek sihir😡😡😡
Araafta
thoor.... nanti suaminya Elsa kasi pangeran Daniel saja kaa....
Chandra Ponsel
uda kya ikan terbang ya suap menyuap ,,,
Chandra Ponsel
pemeran utama lembek,uda pernah mati tp ga blajar dri kematian trsebut
Chandra Ponsel
judul crta tentang kerajaan tp alurnya kya ikan terbang
pelangi pudar
lanjut
koukei mineko
jangan lama lama thor upnya nanti lupa alurnya
Chandra Ponsel
si elsa ni uda pernah mati dan ktanya uda rau liat kematian dia sblmnya,tp kok ga ambil ancang2 balasan dan trik untuk menghancurkan musuhnya si
jd sebel aq,bodohnya ga kerulungan
celya
lanjut thorr, semangat buat novel nya
pelangi pudar
lanjut
yara_2930
kk bikin si nak lampir sama anknya ketahuan dong kasihan si elsanya emosian terus entar cepet tua😅
koukei mineko
akhirnya up juga
pelangi pudar
lanjut
pelangi pudar
up yg bnyak si thor
koukei mineko
ceritanya slalu gantung
Ika Rusilowati
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!